Depok (Panjimas.com) – Setelah beredar surat kaleng yang menteror 10 ulama Depok beberapa waktu lalu, ancaman itu kini betul-betul terjadi. Seorang ustadz bernama Abdul Rahman (53) ditusuk wanita yang diduga menderita gangguan jiwa usai menunaikan salat Subuh pada Ahad (11/3/2018) lalu.

“Pelaku gangguan jiwa. Kebetulan tadi pagi kayak kambuh gilanya, kumat-kumatan,” kata Kasubag Humas Polres Depok AKP Sutrisno.

Sutrisno menerangkan, kini wanita itu sudah diamankan oleh aparat kepolisian. Kata dia, perempuan itu sudah menderita gangguan jiwa sejak 14 tahun yang lalu. “Kalau keterangan warga, gila dari 2004,” ujarnya.

Kapolres Depok Kombes Didik Sugiarto mengatakan, wanita yang melakukan penusukan Ustadz Abdul Rahman (53) di Depok, Jawa Barat, sempat mengunjungi rumahnya pada Sabtu, 10 Maret 2017 malam. Hal itu berdasarkan keterangan dari warga sekitar. “Kemudian tadi malam pelaku mendatangi rumah korban untuk bertemu,” kata Didik di Sawangan, Depok, Jawa Barat, Minggu (11/3/2018).

Perilaku aneh dari pelaku, lanjut Didik, sudah terjadi sejak beberapa hari lalu. Ia menerangkan, warga sekitar amat resah melihat perilaku pelaku yang gemar meludahi dan memarahi anak kecil.”Pelaku beberapa waktu lalu ditegur korban karena perilakunya, suka memarahi anak-anak, meludahi orang lain,” imbuhnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, pihaknya masih menyelidiki motif dari aksi pelaku melakukan aksi keji tersebut. “Saat ini masih didalami tujuannya apa,” ujarnya.

Peristiwa penyerangan terhadap ulama di beberapa wilayah Indonesia dengan modus pelaku memiliki gangguan jiwa adalah untuk yang kesekian kalinya. Namun, hingga saat ini, pihak aparat tak mampu mengungkap siapa otak dibalik penyerangan terhadap ulama. Apalagi kejadiannya serupa di waktu fajar atau saat shalat Subuh. (ass)