JAKARTA, (Panjimas.com) — Terdengar kabar ada sebuah Masjid yang roboh di Lombok yang pada saat kejadian Gempa di NTB. Masjid tersebut sedang digunakan untuk sholat berjamaah, sehingga saat roboh mengakibatkan jatuhnya korban saat bencana datang melanda.

“Sampai saat ini dari pihak Basarnas masih terus melakukan evakuasi dengan menggunakan alat alat berat untuk mencari korban yang mungkin ada dibawah reruntuhan masjid yang roboh tersebut,” ujar Sutopo Purwo Nugroho di Kantor BNPB, Jl.Pramuka Jakarta pada Selasa (07/08).

Dirinya juga menyampaikan bahwa lokasi masjid tersebut terletak di Desa Lading Lading, Tanjung Lombok Utara. Seperti diketahui bahwa Lombok Utara adalah salah satu daerah yang paling parah menjadi terdampak korban gempa di NTB dua hari lalu.

“Saat kejadian masjid itu sedang digunakan untuk sholat Isya berjamaah. Di lokasi masjid yang roboh itu juga ditemukan banyak sandal-sandal yang berserakan di sekitar lokasi masjid tersebut,” tutur Sutopo.

Menurutnya, kalau saat ini jumlah korban sudah mencapai lebih dari 105 orang, maka sangat mungkin saja akan bertambah terus karena sampai saat ini evakuasi yang masih terus dilakukan sampai dengan masa tanggap bencana berakhir pada pertengahan bulan Agustus (11/08).

Basarnas mengerahkan personil petugas, helikopter, kapal dan peralatan untuk menambah kekuatan operasi SAR di lapangan. Begitu juga dari Polri mengirimkan personil, tenaga medis dan obat obatan dan 2 buah helikopter. Kementerian PU juga mengerahkan alat alat berat, menambah air bersih dan sanitasi. Begitupula dari Kementerian dan lembaga serta unsur NGO mengirimkan personil dan bantuan.[ES]