GAZA, PALESTINA (Panjimas.com) –Peluang menyalurkan Zakat Fitrah di Gaza Palestina, Zakat Fitrah Anda akan mengembalikan kegembiraan mereka. Kita bersihkan diri dan jiwa dengan Zakat Fitrah, serta mengembalikan kegembiran dan senyuman mereka.

“Hanya Allah ta’ala yang dapat menyempurnakan kegembiraan mereka tapi dengan Zakat Fitrah Anda, semoga dapat mengembalikan kegembiraan mereka yang telah hilang selama ini”.

Bulan Ramadhan 1435 Hijriyah adalah bulan yang penuh berkah, serta tamu agung akan menyapa kita. Sebagai umat Islam kita senantiasa bersyukur kepada Allah SWT, karena kita masih di beri kesempatan untuk bertemu bulan Ramadhan. Umat Islam di seluruh Nusantara, tentu di penuhi rasa bahagia untuk menjalankan ibadah Ramadhan 1435 H, karena menjalankan ibadah puasa dengan aman, damai dan sentosa.

Akan tetapi kondisi berbalik yang dirasakan oleh kaum Muslimin yang ada di Gaza Palestina, Suriah, Afrika, Rohingnya Bruma serta wilayah Muslim lainnya yang sedang dilanda konflik. Di Suriah, jutaan anak-anak, jutaan keluarga harus menerima resiko akibat perang yang tak kunjung berakhir.

Tak tanggung-tanggung, tempat tinggal mereka beratap kardus, roti basi sekeras batu menjadi makanan istimewa bagi anak-anak Suriah. Dengan kondisi seperti diatas, banyak lembaga-lembaga atau LSM membuka kotak pundi amal dengan berusaha menggugah hati para dermawan, bahkan banyak LSM asal Indonesia yang hingga saat ini masih rutin mengirimkan bantuan kemanusiaan ke Suriah, Gaza Palestina, Afrika, Burma Rohingya serta wilayah konflik lainnya.

Anak Yatim dan keluarga fakir di Gaza Palestina pun tak luput dari kondisi yang memprihatinkan. Sesuai informasi yang di peroleh dari seorang warga Negara Indonesia yang sejak tahun 2009 dan hingga saat ini menetap di Gaza, beliau pun menjadi salah satu Jurnalis Indonesia serta di amanahkan sebagai ketua koordinator DAQU Cabang Gaza Palestina yang baru menyelesaikan pembangunan Graha Tahfidz DAQU di Gaza, bahwa hingga saat ini Zionis Israel masih rutin mengirimkan roket ke wilayah pemukiman Gaza. Gaza di blokade oleh Zionis Israel dari semua arah, baik itu dari darat maupun dari laut.

Kondisi masjid Al Aqsa kiblat pertama umat Islam, yang kian memprihatinkan karena pihak Zionis Israel masih melanjutkan untuk menggali terowongan persis di bawah Masjid Al Aqsa, niat mereka untuk merobohkan dan merata tanahkan masjid Alaqsa, akan tetapi saya yakin Allah SWT pasti menjaga kesucian dan kekokohan Masjid Al Aqsa, Aamiin…

Bang Onim Salurkan Zakat Kepada Warga Gaza 1

Hampir setiap hari, khususnya setiap hari Jum’at, muslim Palestina yang menetap di kota tua ibu kota Palestina, Al Quds atau Jerusalem, sangat kesulitan dan sangat tidak nyaman untuk melaksanakan sholat lima waktu di masjid Al Aqsa. Kenapa demikian? Karena ratusan personel prajurit Zionis Israel rutin dikerahkan untuk menjaga ketat di setiap pintu-pintu masuk Masjid Al Aqsa.

Tidak hanya menjaga, dengan tidak beradabnya tentara Zionis Israel juga menghalangi para jama’ah untuk masuk ke Masjid Al Aqsa dan sholat di dalamnya. Bahkan dengan tanpa merasa bersalah, para jamaah di tembak dengan gas air mata yang beracun. Kejadian tersebut sering sekali dan sudah tidak asing lagi bagi warga Palestina yang tinggal di ibu kota Palestina, Al Quds atau Jerusalem.

Bagi muslim Indonesia yang rutin berwisata ke Masjid Al Aqsa tentu sangat tidak mengetahui akan kejadian atau kondisi Masjid Al Aqsa, seperti yang telah saya ceritakan di atas.
Lebih dari 5 ribu warga sipil Palestina yang hingga saat ini mendekam di penjara-penjara Israel. Tentu istri dan anak-anak dari para tahanan tersebut kehilangan pemimpin rumah tangga yaitu seorang ayah, dan yang lebih memprihatinkan lagi mereka harus menerima betapa sulitnya mendapatkan bahan makanan untuk mereka makan.

1,7 juta lebih jumlah jiwa penduduk warga Jalur Gaza, dimana mereka hidup di wilayah yang hanya seluas 365 kilo meter persegi, dengan panjang wilayah 47 kilo meter dan lebar 11 kilometer berbentuk kerucut dan mengecil. Jika wilayah seluas ini kurang lebih sama seperti wilayah Jakarta Pusat. Pihak kementrian dalam negeri Palestina di Gaza melakukan sensus dan hasilnya ternyata lebih 80 persen dari warga Gaza adalah pengangguran, dan kategori keluarga fakir.

Kondisi fatal tersebut, akibat dari blokade Zionis Israel terhadap wilayah Gaza yang sudah di mulai sejak awal tahun 2007.  Kian meningkat keluarga fakir alias pengangguran, akibat dari penutupan pintu perbatasan dan penghancuran terowongan yang selama ini menjadi urat nadi warga Gaza.

Yaa, terowongan lah satu-satunya menjadi sumber penghasilan bagi warga Gaza, karena dari terowongan itulah bahan makanan bisa masuk, bahan material bisa masuk dan bahan pokok lainnya biasa masuk lewat terowongan, benar jalur ilegal tapi hanya dengan jalan seperti itulah mereka dapat bertahan hidup, jalurnya yang illegal tapi obyeknya halal.

Di wilayah yang seluas kurang lebih seluas Jakarta Pusat tersebut, terdapat lebih dari 23 ribu anak yatim dan janda yang memang sebagian besar dari kehidupan mereka bergantung pada bantuan dari para dermawan. Dan saat ini tidak hanya dari nasib anak yatim dan para janda yang memprihatinkan, akan tetap nasib para tukang bangunan serta buruh yang harus menerima nasib yang sama yaitu kesulitan mendapatkan bahan makanan.

Bang Onim Salurkan Zakat Kepada Warga Gaza 2

Update Kondisi Gaza Saat Ini

Gaza gelap gulita tanpa listrik. Sejak 3 minggu lalu, pihak Zionis Israel sudah mulai rutin mengirim roket ke wilayah Gaza khususnya di malam hari. Zionis Israel tidak peduli apakah ini bulan Ramadhan. Mereka tetap menyerang Gaza, dan juga pada waktu warga Gaza berbuka puasa. Korban tewas dan luka-luka kian bertambah.

Dengan alasan diatas, saya sengaja menyisipkan berita terkait cara atau peluang bagi kaum Muslimin Indonesia yang ingin menyalurkan Zakat Fitrah di bulan Ramadhan 1435 Hijriyah, Zakat Fitrah_Infaq_Sedekah di Gaza Palestina, kami beri nama Sunduq Ukhuwah (Pundi Jalinan Persahabatan) ZIS untuk Gaza Palestina. Semoga dengan Sunduq ini, ukhuwah antara Indonesia dan Palestina tetap erat dalam ikatan akidah dan persaudaraan, Aamiin…

Untuk memudahkan dalam penyaluran Zakat, serta laporan resmi, maka saya libatkan atau bekerja sama dengan lembaga-lembaga atau LSM2 lokal di Gaza, tentu LSM yang dapat di pertanggungjawabkan dalam mengemban amanah. Salah satunya yaitu Palestine Welfare House (PWH), dan LSM ini memiliki sertifikasi pendirian dan memiliki nomor rekening di bank yang ada di Gaza.

Kami buka kesempatan, spesial program khusus bulan Ramadhan di Gaza seperti mendanai buka puasa bersama bagi rakyat Gaza di masjid-masjid, yaitu Ifthor Jama’I (buka puasa bersama) serta Mu’takifin (warga Gaza yang melaksanakan i’tikaf) sepuluh malam terakhir Ramadhan. Maka kami dapat memfasilitasinya, donasinya dibelikan makanan soft drink untuk makan sahur dan buka puasa.

Sasaran Zakat Fitrah Anda untuk Gaza Palestina:

  1. Anak Yatim/Janda Gaza-Palestina.
  2. Keluarga Fakir Gaza-Palestina.
  3. Keluarga para Tahanan yang masih mendekam di penjara Zionis Israel.

Zakat Fitrah Anda akan Kami Salurkan Dalam Bentuk:

  1. Uang tunai.
  2. Makanan siap santap untuk berbuka puasa bagi Yatim dan Fukara.
  3. Paket bahan makanan (12 jenis bahan makanan).

Informasi Detail Sunduq Ukhuwah (Pundi Jalinan Persahabatan) Zakat_Infaq_Sedekah u/Gaza,Palestina.
No.Rek : 6900090001 BNI Cab.Kenari Mas Jak-Pus. A.n : Abdillah Onim

Untuk tertib dalam pelaporan dengan mengedepankan amanah, silahkan Konfirmasi Zakat Fitrah anda u/Gaza-Palestina.PIN di Gaza: 25C63245.Whatsapp Gaza: +972 59 8058513. Email: [email protected]

Zakat Fitrah_Infaq_Sedekah anda di Gaza Palestina, kami antar hingga ke rumah-rumah mereka.“Hanya Allah ta’ala yang dapat menyempurnakan kegembiraan mereka tapi dengan Zakat Fitrah Anda, semoga dapat mengembalikan kegembiraan mereka yang telah hilang selama ini”.

CatatanWaktu Penerimaan Zakat Fitrah di mulai pada awal Ramadhan, hingga 2 hari sebelum Sholat Idul Fitri. Bagi media, bantu publis dan Sebarkan!!

Salam dari rakyat Palestina buat kalian, Wahai rakyat Indonesia di seluruh Nusantara.
Salam hormat dari saya,
Abdillah Onim
——————-
Jurnalis & Aktivis Indonesia u/Palestina (saat ini bermukim di Gaza)

[edt: Ghozi Akbar]