• About Us
  • Archives
  • Blog
  • Contact
  • Copyright
  • Disclaimer
  • Donation
  • Full Width Page
  • Home
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
No Result
View All Result
Panjimas
Advertisement
  • NEWS
    • Nasional
    • Internasional
  • ISLAMIA
    • Aqidah
    • Kuliah Akhlaq
    • Doa & Zikir
    • Fiqih
    • Khutbah
    • Sirah Nabi
    • Thibbun Nabawi
  • INSPIRASI
    • Salafus Shalih
    • Tokoh
    • Muallaf
    • Miracle
      • Mukjizat Qur’an
      • Keajaiban Sunnah
      • Karomah Syuhada
  • NAHIMUNKAR
    • Aliran Sesat & TBC
    • Kristenisasi & Pemurtadan
    • SEPILIS
    • Konspirasi
  • PARENTING
    • Muslimah
    • Remaja
  • Citizens
    • Opini
    • Suara Pembaca
    • Silaturrahim
    • Agenda Umat
  • PANJIMART
    • Properti
    • Produk Digital
    • Rupa-Rupa
    • Resensi Buku
  • GALERI
    • Photo
    • Video
  • SOLIDARITAS
    • Panjimas Care
    • Filantropi
  • NEWS
    • Nasional
    • Internasional
  • ISLAMIA
    • Aqidah
    • Kuliah Akhlaq
    • Doa & Zikir
    • Fiqih
    • Khutbah
    • Sirah Nabi
    • Thibbun Nabawi
  • INSPIRASI
    • Salafus Shalih
    • Tokoh
    • Muallaf
    • Miracle
      • Mukjizat Qur’an
      • Keajaiban Sunnah
      • Karomah Syuhada
  • NAHIMUNKAR
    • Aliran Sesat & TBC
    • Kristenisasi & Pemurtadan
    • SEPILIS
    • Konspirasi
  • PARENTING
    • Muslimah
    • Remaja
  • Citizens
    • Opini
    • Suara Pembaca
    • Silaturrahim
    • Agenda Umat
  • PANJIMART
    • Properti
    • Produk Digital
    • Rupa-Rupa
    • Resensi Buku
  • GALERI
    • Photo
    • Video
  • SOLIDARITAS
    • Panjimas Care
    • Filantropi
No Result
View All Result
Panjimas
No Result
View All Result
Home NEWS Nasional

Sukamta Minta Pemerintah Verifikasi Delapan WNI yang Disebut Gabung Militer Rusia

5 Sep 2026
in Nasional
Reading Time: 3 mins read
A A
Sukamta Minta Pemerintah Verifikasi Delapan WNI yang Disebut Gabung Militer Rusia
0
SHARES
2
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA (Panjimas.com)— Wakil Ketua Komisi I DPR RI Sukamta meminta pemerintah tidak terburu-buru menarik kesimpulan terkait informasi delapan warga negara Indonesia (WNI) yang disebut direkrut untuk bergabung dengan militer Rusia.

Sukamta menilai sejumlah informasi mendasar mengenai keberadaan dan status kedelapan WNI tersebut perlu dipastikan terlebih dahulu sebelum pemerintah membicarakan konsekuensi hukum maupun kehilangan kewarganegaraan.

“Sekarang sudah muncul istilah tentara bayaran, bahkan sudah mulai dibicarakan ancaman hukum dan kehilangan kewarganegaraan. Menurut saya jangan terlalu cepat ke sana. Perjelas dulu duduk beritanya,” kata Sukamta.

Menurut dia, pemerintah perlu memastikan identitas orang-orang yang disebut dalam pemberitaan tersebut, status mereka sebagai WNI, keberadaan mereka saat ini, serta kebenaran informasi bahwa mereka bergabung dengan militer Rusia.

Selain itu, pemerintah perlu menelusuri proses yang membawa mereka hingga berada di lingkungan militer Rusia. Hal tersebut penting untuk mengetahui apakah mereka sejak awal memang mendaftar sebagai tentara, direkrut setelah berada di luar negeri, atau semula menerima tawaran pekerjaan sipil.

“Hal-hal mendasar seperti ini harus jelas dulu. Jangan sampai kita sudah sampai pada kesimpulan hukum, sementara faktanya sendiri masih kita cari,” ujarnya.

Sukamta mengatakan informasi mengenai keterlibatan WNI dalam militer Rusia muncul di tengah perang Rusia-Ukraina. Karena itu, setiap informasi terkait harus diperiksa secara hati-hati, terutama apabila berasal dari pihak yang terlibat langsung dalam konflik.

“Informasi dari pihak yang sedang berperang tentu boleh kita dengarkan. Bisa saja informasinya benar. Tetapi tugas kita adalah memeriksanya sendiri. Indonesia harus punya penilaian berdasarkan informasi yang dapat kita verifikasi,” katanya.

Ia juga mengingatkan bahwa banyaknya pemberitaan mengenai suatu informasi tidak otomatis berarti informasi tersebut telah dikonfirmasi dari banyak sumber.

Menurutnya, sebuah informasi dapat dikutip oleh banyak media, tetapi seluruh pemberitaan tersebut tetap bersumber dari satu sumber awal.

“Banyak media memberitakan sumber yang sama tidak berarti kita mempunyai banyak sumber,” ujarnya.

Karena itu, Sukamta meminta pemerintah memanfaatkan jalur diplomatik dan intelijen untuk memastikan kondisi para WNI tersebut. Pemeriksaan, kata dia, dapat dilakukan melalui Kementerian Luar Negeri, perwakilan Indonesia di luar negeri, lembaga intelijen, dan instansi terkait lainnya.

“Ini menyangkut warga negara kita. Pemerintah tentu punya saluran diplomatik dan intelijen untuk mengecek. Itu yang sebaiknya dilakukan sampai kita mendapatkan gambaran yang cukup jelas,” katanya.

Sukamta mengakui persoalan hukum perlu ditindaklanjuti apabila nantinya terbukti terdapat WNI yang masuk dalam dinas militer asing.

Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan Republik Indonesia mengatur konsekuensi bagi WNI yang masuk dalam dinas tentara asing tanpa izin terlebih dahulu dari Presiden.

Namun, ia menekankan penerapan ketentuan tersebut harus mempertimbangkan kondisi dan proses yang dialami setiap individu.

“Kalau memang sejak awal mengetahui akan masuk dinas tentara asing, kemudian secara sadar memilih bergabung, tentu ada konsekuensi hukumnya. Tetapi situasinya berbeda apabila orang itu ditawari pekerjaan sipil, lalu ditipu atau kemudian dipaksa masuk ke lingkungan militer,” kata Sukamta.

Ia meminta kemungkinan adanya korban penipuan, eksploitasi, atau perdagangan orang turut diperiksa. Menurutnya, tidak semua orang dapat langsung dikategorikan melakukan pelanggaran hukum sebelum proses perekrutan mereka diketahui secara jelas.

“Kalau ada yang menjadi korban, negara harus melindungi. Kalau ada yang dengan sadar melakukan tindakan yang melanggar ketentuan hukum kita, tentu hukum juga harus berjalan,” ujarnya.

Sukamta juga meminta penggunaan istilah “tentara bayaran” dilakukan secara hati-hati. Menurutnya, istilah tersebut memiliki pengertian dan konsekuensi tersendiri dalam hukum internasional sehingga tidak dapat serta-merta dilekatkan kepada setiap warga asing yang terlibat dalam angkatan bersenjata negara lain.

 

Minta Jalur Perekrutan Dibongkar

Jika nantinya terbukti terdapat WNI yang direkrut untuk bergabung dengan militer asing, Sukamta meminta pemerintah tidak berhenti pada penelusuran terhadap orang-orang yang telah diketahui.

Pemerintah, kata dia, perlu mengungkap jalur perekrutan, termasuk pihak yang pertama kali menghubungi para WNI, bentuk tawaran yang diberikan, pihak yang mengurus perjalanan, keberadaan perantara, hingga kemungkinan keterlibatan pihak di Indonesia.

“Kalau faktanya terbukti, jangan hanya mencari orangnya. Cari jalurnya,” kata Sukamta.

Ia menilai persoalan akan menjadi lebih serius apabila ditemukan pola atau jaringan yang secara sengaja merekrut warga Indonesia untuk terlibat dalam konflik bersenjata di luar negeri.

“Kalau ada jaringan seperti itu, persoalannya sudah berbeda. Itu bukan lagi sekadar pilihan beberapa orang untuk pergi ke luar negeri, tetapi sudah menyentuh kepentingan keamanan kita dan harus ditelusuri sampai ke hulunya,” ujarnya.

Sukamta menegaskan Indonesia tidak perlu terseret dalam perang narasi antara Rusia dan Ukraina. Menurut dia, pemerintah harus menempatkan kepentingan dan perlindungan WNI sebagai prioritas.

“Kita tidak sedang dalam posisi membela narasi Rusia atau Ukraina. Yang kita perlukan adalah fakta. Kalau menyangkut WNI, lindungi warga kita. Kalau ada pelanggaran hukum, tegakkan hukum. Kalau ada jaringan perekrutan, bongkar jaringannya,” katanya.

Ia menekankan pemerintah perlu menjalankan tahapan secara berurutan, mulai dari memastikan informasi, memverifikasi fakta, kemudian menentukan langkah pemerintah dan konsekuensi hukum.

“Jadi urutannya sederhana. Perjelas dulu duduk beritanya. Pastikan faktanya. Setelah itu baru kita bicara mengenai tindakan pemerintah dan konsekuensi hukumnya,” kata Sukamta.*

ShareTweetSend
Previous Post

Di Forum SAJID, Prof Hamid Fahmy Ungkap Kunci Gontor Bertahan 100 Tahun

  • Latest
  • Popular
Panjimas.com Rilis Nomor Kontak Baru Redaksi: 0812.60000.560

Panjimas.com Rilis Nomor Kontak Baru Redaksi: 0812.60000.560

18 Jul 2026
Sinead O’Connor Bangga Menjadi Muslim

Sinead O’Connor Bangga Menjadi Muslim

18 Mar 2024
Sukamta Minta Pemerintah Verifikasi Delapan WNI yang Disebut Gabung Militer Rusia

Sukamta Minta Pemerintah Verifikasi Delapan WNI yang Disebut Gabung Militer Rusia

5 Sep 2026
Di Forum SAJID, Prof Hamid Fahmy Ungkap Kunci Gontor Bertahan 100 Tahun

Di Forum SAJID, Prof Hamid Fahmy Ungkap Kunci Gontor Bertahan 100 Tahun

5 Sep 2026
Wisuda V STIQ Ar-Rahman, Gagasan Tadabbur Al-Qur’an Didorong Masuk Ranah Akademik

Wisuda V STIQ Ar-Rahman, Gagasan Tadabbur Al-Qur’an Didorong Masuk Ranah Akademik

27 Aug 2026
Desil Tinggi, Hidup Tetap Sulit: Ketika Statistik Gagal Membaca Realitas Rakyat

Desil Tinggi, Hidup Tetap Sulit: Ketika Statistik Gagal Membaca Realitas Rakyat

26 Aug 2026
Menag Nasaruddin Umar Puji Pertumbuhan Pesat Wahdah Islamiyah

Menag Nasaruddin Umar Puji Pertumbuhan Pesat Wahdah Islamiyah

24 Aug 2026
Fadli Zon Ajak Wahdah Islamiyah Jadi Mitra Strategis Kementerian Kebudayaan

Fadli Zon Ajak Wahdah Islamiyah Jadi Mitra Strategis Kementerian Kebudayaan

24 Aug 2026
Ketum MUI Pusat Apresiasi Pengukuhan Massal 10.000 Guru Al-Qur’an

Ketum MUI Pusat Apresiasi Pengukuhan Massal 10.000 Guru Al-Qur’an

24 Aug 2026
Sukamta Minta Pemerintah Verifikasi Delapan WNI yang Disebut Gabung Militer Rusia

Sukamta Minta Pemerintah Verifikasi Delapan WNI yang Disebut Gabung Militer Rusia

50 Ciri Gangguan Jin

50 Ciri Gangguan Jin

Pemimpin Zalim yang Menyengsarakan Rakyat

Pemimpin Zalim yang Menyengsarakan Rakyat

Hubungan Suami Istri Disunnahkan pada Malam Jum’at?

Hubungan Suami Istri Disunnahkan pada Malam Jum’at?

Wisuda V STIQ Ar-Rahman, Gagasan Tadabbur Al-Qur’an Didorong Masuk Ranah Akademik

Wisuda V STIQ Ar-Rahman, Gagasan Tadabbur Al-Qur’an Didorong Masuk Ranah Akademik

Masya Allah!! Banyak Kuil Hancur, Tapi Tak Ada Masjid yang Rusak Akibat Gempa Nepal

Masya Allah!! Banyak Kuil Hancur, Tapi Tak Ada Masjid yang Rusak Akibat Gempa Nepal

Lalat di atas Kotoran Lebih Baik dari Ulama yang Datangi Penguasa

Lalat di atas Kotoran Lebih Baik dari Ulama yang Datangi Penguasa

  • About Us
  • Contact
  • Disclaimer
  • Copyright
  • Donation
  • Pedoman Media Siber

Seluruh materi baik artikel, berita, foto, video maupun logo dalam situs Panjimas.com bebas copy untuk keperluan dakwah dan referensi non-komersial, dengan mencantumkan sumbernya (Panjimas.com).Anda bisa turut berdakwah dengan mengirimkan informasi, berita, artikel dan opini untuk dipublikasikan non komersial.

Email: [email protected] | Telp/SMS: 0812 60000 560

Copyright © 2026 — Panjimas. All Rights Reserved.

No Result
View All Result
  • NEWS
    • Nasional
    • Internasional
  • ISLAMIA
    • Aqidah
    • Kuliah Akhlaq
    • Doa & Zikir
    • Fiqih
    • Khutbah
    • Sirah Nabi
    • Thibbun Nabawi
  • INSPIRASI
    • Salafus Shalih
    • Tokoh
    • Muallaf
    • Miracle
      • Mukjizat Qur’an
      • Keajaiban Sunnah
      • Karomah Syuhada
  • NAHIMUNKAR
    • Aliran Sesat & TBC
    • Kristenisasi & Pemurtadan
    • SEPILIS
    • Konspirasi
  • PARENTING
    • Muslimah
    • Remaja
  • Citizens
    • Opini
    • Suara Pembaca
    • Silaturrahim
    • Agenda Umat
  • PANJIMART
    • Properti
    • Produk Digital
    • Rupa-Rupa
    • Resensi Buku
  • GALERI
    • Photo
    • Video
  • SOLIDARITAS
    • Panjimas Care
    • Filantropi

Copyright © 2019
Panjimas. All Rights Reserved.