IDLIB, (Panjimas.com) – Setidaknya 26 warga sipil, termasuk anak-anak, tewas ketika serangan udara menghantam sebuah sekolah dan daerah sekitarnya di provinsi Idlib wilayah barat laut Suriah, demikian menurut pernyataan SOHR, seperti dilansir Al Arabiya News Channel.

Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (SOHR) mengatakan pada hari Rabu (26/10) bahwa serangan udara, diyakini dilakukan oleh pesawat tempur Rusia, menargetkan desa Hass, termasuk kompleks sekolah.

“Anak-anak yang tewas adalah para siswa dan pesawat tempur diyakini milik Rusia,” kata Rami Abdel Rahman, Kepala kelompok pemantau SOHR yang berbasis di Inggris itu.

Idlib adalah benteng dan markas utama kubu oposisi Suriah, meskipun beberapa kelompok-kelompok milisi juga berada di sana.

Secara rutin wilayah Idlib dibombardir oleh pesawat-pesawat tempur rezim Assad dan militer Rusia serta pasukan koalisi pimpinan AS yang menargetkan kelompok ISIS (Islamic State of Iraq and Syria).

Sebuah rekaman yang diposting oleh para aktivis pada garis depan telah menunjukkan segumpal besar asap mengepul yang berasal dari daerah serangan. Tim Penyelamat tampak bergegas menyelamatkan para korban di sepanjang jalan yang berdebu dengan bangunan-bangunan hancur.

Tubuh wanita terlihat sedang ditandu sementara tubuh-tubuh lainnya, ditutupi kain dan sementara satu tubuh hanya ditutupi dengan topi, jasad-jasad itu berbaring di bawah semak-semak taman diantara gedung-gedung. Sementara itu, tubuh korban lainnya dalam rekaman itu tampak sedang diangkut menggunakan truk-truk pick-up.

Seorang aktivis yang berada di tempat kejadian, Muaz al-Shami, mengatakan sebanyak 10 serangan udara diyakini telah menghantam daerah perumahan.

“Saya tidak ingin pergi ke sekolah lagi,” kata seorang gadis muda sembari terdengar isak tangisnya. [IZ]