(Panjimas.com) – Celakanya, hal aneh terjadi pada Abu Umar. Meskipun telah kucoba kusembelih berkali-kali, tetapi ternyata golok yang digunakan tidak mempan, dia ternyata punya ilmu kanuragan kebal tubuh. Dari pada kami pusing, akhirnya Abu Umar langsung kumasukkan ke dalam sumur, lalu kulempari dengan batu-batu besar sebanyak-banyaknya hingga tertimbun tak kelihatan lagi.

Setelah berhasil membunuh tokoh-tokoh kunci dalam birokrasi Blora, aku melenyapkan pejabat-pejabat yang menentangku, penduduk biasa yang menentang, juga kami sembelih.

Para penentang yang kusembelih beramai-ramai adalah para ulama Islam dan santri. Beberapa di antaranya kutembak, atau kubakar sampai mati, atau kucincang-cincang menjadi potongan-potongan kecil.

Masjid dan Madrasah sebagai penopang kekuatan Islam juga kubakar. Rumah-rumah penduduk yang tak mau memberikan harta Bendanya kepada Republik Indonesia Soviet, kami rampok dan kami rusak.

Tak boleh ada yang punya harta lebih dari 500 perak. Semua hasil bumi harus didaftarkan. Tanah dan perkebunan harus menjadi milik bersama dan kemakmuran bersama.

Sumber: Ayat-ayat yang Disembelih

Baca juga:

[PKI I: Jamban adalah Kuburan Kalian!]

[PKI II: Menculik Semua Tokoh Kunci Blora]

[PKI IV: Jasad-jasad Polisi Dimasukkan ke dalam Jamban]

[PKI V: Pasukan Siliwangi Menggagalkan Kekejian Mulyanto]

[PKI VI: Lolos dan Menjadi Tikus Hutan]