KLATEN (Panjimas.com) – Pemerhati Komunisme, KH Muh Jazir mengatakan bahwa sejumlah gagasan dan wacana dari kebijakan yang akan diambil oleh pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) sebetulnya merupakan pengulangan sejarah dari ide yang pernah dilontarkan oleh PKI dan Komunis.

Contohnya adalah gagasan penghapusan kolom agama di KTP yang digulirkan oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo dan penghapusan instansi Kementerian Agama (Kemenag) yang dilakukan oleh Tim Transisi sesaat setelah Jokowi dilantik menjadi presiden.

Hal ini dikatakan KH Jazir saat menjadi pemateri dalam tabligh akbar “Mencerdaskan Umat dari Bahaya Komunis” di Masjid Jami’ Wedi Klaten pada Ahad (31/5/2015) malam. (Baca: Usulan Penghapusan Kolom Agama Bukan Hal Baru, Hal itu Pernah Dilakukan PKI Tahun 1958)

“Banyak gagasan-gagasan yang aneh sejak era Jokowi jika kita tahu sejarah, sebenarnya itu adalah pengulangan sejarah yang pernah dilontarkan oleh PKI,” jelas aktivis senior di Kota Yogyakarta (Jogja) ini. (Baca: Pemerhati Komunisme: PKI itu Aktor Pembantaian Ulama & Tentara, Bukan Korban Pembantaian)

Wacana penghapusan kolom agama di KTP misalnya, kata pelaku sejarah dalam peristiwa G30S PKI ini, pernah dilontarkan para tokoh PKI pada tahun 1958. Sedangkan penghapusan instansi keagamaan seperti Kemanag di pemerintahan juga gagasan atas kebencian Komunis terhadap Islam.

“Bahkan saat usulan peniadaan Kementerian Agama itu muncul, saya langsung datang ke rumah Transisi. Saat itu yang menemui saya adalah Anies Baswedan. Saya dengan lantang katakan kepada dia bahwa ini (penghapusan Kemenag –red), pasti buah pikir PKI dan Komunis,” tegas KH Jazir. [GA]