MUENCHEN, (Panjimas.com) — Fakta mengejutkan kembali terungkap menyangkut skandal Gereja Katolik, dilaporkan lebih dari 3.600 anak-anak di Jerman dilecehkan oleh Pastor Katolik Roma mulai dari tahun 1946 hingga 2014. Bahkan, Pelecehan seksual oleh Pastur ini diketahui dari laporan penelitian yang dirilis sendiri oleh Gereja Katolik Jerman. Laporan ini akan dipublikasikan pada 25 September mendatang. Akan tetapi, laporan tersebut lebih dulu bocor ke publik.

“Kami tahu sejauh mana pelecehan yang digambarkan oleh penelitian ini, kami sangat malu dan kecewa,” pungkas Uskup Stephan Ackermann, juru bicara Keuskupan Jerman yang memerintahkan penelitian tersebut, dilansir dari BBC, Kamis (13/09).

Media Jerman Der Spiegel menulis laporan yang menyebutkan ada sekitar 1.670 pastor yang melakukan pelecahan seksual terhadap 3.677 anak di bawah umur.

Laporan ini menjadi serangkaian informasi yang membongkar pelecehan seksual Pastor Katolik Roma selama beberapa dekade di seluruh dunia.

Der Spiegel menuliskan bahwa hanya sekitar 38 persen dari seluruh pelaku yang dibawa ke meja pengadilan. Bahkan, para pelaku tersebut hanya mendapat hukuman ringan. Sementara itu, menurut Spiegel satu di antara enam kasus dapat dimasukan ke dalam kasus pemerkosaan.

Kebanyakan korban adalah anak laki-laki yang berusia di bawah 13 tahun. Para pelaku biasanya hanya dipindahkan ke komunitas baru yang tidak diberi peringatan tentang catatan kejahatan pelaku sebelumnya.

Penelitian ini berdasarkan kompilasi dokumen dari tiga universitas di Jerman. Ada sekitar 38 ribu dokumen dari 27 Keuskupan yang digunakan. Para penulis penelitian ini mengatakan, angka pelecehan kemungkinan besar jauh lebih besar karena banyak dokumen yang dihancurkan atau dimanipulasi.

Uskup Eckermann mengatakan penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan sisi gelap dari Gereja Katolik Roma. Uskup Ackermann mengatakan penelitian ini tidak hanya untuk para korban tapi juga untuk gereja agar mereka dapat memperbaiki kesalahan mereka sendiri dan tidak terulangi lagi.

“Saya tekankan penelitian ini tidak untuk gereja sendiri tapi juga yang pertama dan paling utama, untuk para korban,” tukas Ackermann.

Uskup Ackermann mengatakan laporan tersebut lebih dulu bocor sebelum gereja melihatnya. Dia mengatakan Gereja Katolik Jerman berencana untuk membuka konsultasi kepada orang-orang yang pernah menjadi korban pelecehan seksual tersebut.

Penelitian Jerman ini menjadi pukulan terbaru yang memberatkan kepemimpinan Kepausan di Vatikan.

Laporan ini muncul setelah dilakukannya kajian yang menyatakan lebih dari 1.000 anak yang dilecehkan secara seksual selama tujuh dekade di Pennsylvania, Amerika Serikat (AS).

Studi penelitian tersebut menyebutkan ada lebih dari 300 Pastur yang terlibat. Hal ini menjadi bukti nyata bahwa Gereja menutupi kejahatan ini dengan cara yang sangat sistematis.

Menanggapi bocornya hal ini, Vatikan tidak segera mengeluarkan pernyataan resminya. Akan tetapi, Paus Fransiskus dijadwalkan akan memanggil para uskup Katolik ke Vatikan untuk membahas tentang merebaknya kasus pelecehan seksual anak di Gereja pada bulan Februari tahun depan. Juru bicara Vatikan mengungkapkan para kepala uskup nasional Gereja Katolik itu akan bertemu Paus Fransiskus pada 21-24 Februari 2019 mendatang.

Juru bicara Vatikan mengatakan bahwa pelecehan seksual adalah topik utama rapat itu. Mereka diajak untuk menghadiri rapat soal perlindungan terhadap anak-anak yang rentan menjadi korban pelecehan seksual di gereja, demikian menurut laporan Reuters.

Gereja Katolik menghadapi berbagai skandal pelecehan seksual di beberapa negara besar, seperti di Amerika Serikat, Cile, Australia, Irlandia, dan Jerman.[IZ]