ISTANBUL, (Panjimas.com) — Lembaga hak asasi manusia (HAM) Amnesty International mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk melakukan investigasi internasional yang independen.

Amnesty Internasional cabang Turki membacakan sejumlah pernyataan dalam jumpa pers di depan Konsulat Arab Saudi di Istanbul memperingati 100 hari peristiwa pembunuhan Jamal Khashoggi.

“Sebagai aktivis Amnesty International dan pembela HAM, kami menuntut keadilan bagi Khashoggi yang berjuang untuk kebebasan berekspresi di dunia Arab,” ujar seorang perwakilan Amnesty International Turki, Goksu Ozahishali di depan konsulat Saudi pada Kamis (10/01).

Ozahishali mengungkapkan jasad Jamal Khashoggi yang dibunuh secara brutal hingga kini masih belum ditemukan.

Oleh karena itu, pada pengenangan 100 hari pembunuhannya, para aktivis merubah nama jalan tempat terakhir kali Khashoggi terlihat sebagai ‘Jalan Jamal Khashoggi’.

“Dengan aksi simbolis ini kami kembali menegaskan tuntutan keadilan bagi Khashoggi,” ucap Ozahishali.

Ozahishali menuturkan para aktivis melihat penyelidikan yang dilakukan oleh otoritas Saudi seperti cuma sandiwara.

“Pembunuhan Khashoggi membuat pandangan dunia tertuju pada Arab Saudi dan Pangeran Bin Salman,” ungkapnya, dikutip dari Anadolu.

Kami tidak percaya investigasi soal pembunuhan Jamal Khashoggi yang digelar oleh otoritas Saudi akan dilakukan secara adil dan terpercaya, lanjut Ozahishali.

Ozahishali berkata, “Kami berulang kali menyaksikan penganiayaan, penindasan brutal oleh kerajaan kejam terhadap para aktivis yang menyuarakan perdamaian, serta para jurnalis dan akademisi.”

Dia menyebut apa yang terjadi pada Khashoggi menunjukkan sejauh mana kerajaan bisa menjadi kejam dalam pelanggaran HAM.

“Melalui Khashoggi, otoritas Saudi berusaha mengintimidasi dan memberikan rasa takut terhadap aktivis HAM, wartawan dan kelompok oposisi,” tutur Ozahishali.

Amnesty International, ungkap Ozahishali, menyerukan penyelidikan independen di bawah otoritas PBB untuk kasus pembunuhan Khashoggi dan untuk segala bentuk kejahatan atau pelanggaran lainnya.

Perwakilan Wartawan Lintas Batas (RSF) di Turki, Erol Onderoglu juga mendukung pernyataan Amnesty International Turki itu.[IZ]