Jakarta (Panjimas.com) – Kualitas pendidikan bukan saja dilihat karena nilainya, namun juga integritasnya. Karena itu teknik pengajarannya harus baru. Materi bisa saja sama, tapi guru harus harus kreatif dan inovatif.

“Guru harus menciptakan suasana ruang kelas yang menyenangkan. Jadi, yang alami perubahan bukan isinya, tapi cara penyampaian, ada interaksi,” saat membuka Semiloka Pendidikan Akidah dan Mabadi Al Irsyad yang bertajuk “Memperkuat Pemahaman akidah dan Mabadi Al Irsyad” di Jakarta, Sabtu (15/2/2019).

Anies juga mengatakan, dalam pendidikan, soal akhak juga harus ditumbuhkan lewat pembiasaan. Kalau semata pengajaran, yang dikejar hanya untuk mendapat nilai yang tinggi, namun dalam kehidupan nilainya rendah. “Ketika bertugas di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan,saya melihat ada sekolah-sekolah yang tidak jujur, karena ingin mendapatkan nilai tinggi dalam ujian nasional,” kata Anies.

Dikatakan Anies, kualitas karakter harus menjadi penumbuhan. Karakter moral harus memiliki integritas, kejujuran, empati, keberanian dan empati. Karena itu, guru harus memiliki kreatifitas dalam mengajar. “Sekolah harus bisa mengembangkan karakter-karakter kreatif, berpikir kritis, komunikasi dan kolaborasi.

Ada sejumlah materi pembekalan pendidikan aqidah dan Mabadi Al Irsyad kepada para guru sekolah Al Irsyad, dintaranya: Rukun Iman 1 (Beriman kepada Allah), Rukun Iman 2 (Beriman kepada malaikat), Rukun Iman 3 (Beriman kepada Kitab), Rukun Iman 4 (Beriman kepada Nabi-nabi), Rukun Iman 5 (Beriman kepada Kiamat), Rukun Iman 6 (Qadha dan Qadhar). (des)