JAKARTA (Panjimas.com)–Nasib delegasi Indonesia dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla menuju Gaza masih belum diketahui setelah militer Israel disebut kembali melakukan intersepsi terhadap sejumlah kapal di perairan internasional, Senin (18/5).
Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) dalam siaran persnya menyebut sedikitnya 11 kapal telah terkonfirmasi dibajak saat berlayar menuju Gaza dari Marmara, Turki. Kapal-kapal itu disebut dicegat sekitar 250 mil laut dari Gaza.
Salah satu kapal yang menjadi perhatian adalah Joseph, karena di dalamnya terdapat delegasi Indonesia. Hingga kini, status kapal tersebut masih belum dapat dipastikan dan dicurigai telah dibajak.
“Sejauh ini sebelas kapal telah terkonfirmasi dibajak di laut internasional. Satu kapal lainnya, Joseph, dicurigai mungkin dibajak dan di dalamnya ada delegasi Indonesia,” demikian pernyataan GPCI.
Sejumlah aktivis Indonesia yang tergabung dalam armada kemanusiaan itu antara lain Bambang Noroyono, Ronggo Wirasanu, Hendro Prasetyo, Asad Aras Muhammad, Thoudy Badai Rifanbillah, Herman Budianto, dan R Herubowo. Hingga berita ini diturunkan, keberadaan mereka masih dalam pemantauan tim Global Sumud Flotilla.
GPCI menyebut armada tersebut merupakan misi sipil non-kekerasan yang membawa bantuan kemanusiaan bagi warga Gaza. Mereka menilai tindakan Israel terhadap kapal-kapal sipil di laut internasional sebagai pelanggaran hukum internasional.
“Para aktivis tidak membawa senjata dan sedang menjalankan misi kemanusiaan,” tulis GPCI.
Saat ini tercatat 61 kapal masih berlayar menuju Gaza di tengah situasi yang dinilai berbahaya. GPCI menyerukan kepada pemerintah dunia dan masyarakat internasional untuk segera bertindak melindungi armada kemanusiaan tersebut serta menghentikan pelanggaran terhadap warga sipil.*
















