• About Us
  • Archives
  • Blog
  • Contact
  • Copyright
  • Disclaimer
  • Donation
  • Full Width Page
  • Home
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
No Result
View All Result
Panjimas
Advertisement
  • NEWS
    • Nasional
    • Internasional
  • ISLAMIA
    • Aqidah
    • Kuliah Akhlaq
    • Doa & Zikir
    • Fiqih
    • Khutbah
    • Sirah Nabi
    • Thibbun Nabawi
  • INSPIRASI
    • Salafus Shalih
    • Tokoh
    • Muallaf
    • Miracle
      • Mukjizat Qur’an
      • Keajaiban Sunnah
      • Karomah Syuhada
  • NAHIMUNKAR
    • Aliran Sesat & TBC
    • Kristenisasi & Pemurtadan
    • SEPILIS
    • Konspirasi
  • PARENTING
    • Muslimah
    • Remaja
  • Citizens
    • Opini
    • Suara Pembaca
    • Silaturrahim
    • Agenda Umat
  • PANJIMART
    • Properti
    • Produk Digital
    • Rupa-Rupa
    • Resensi Buku
  • GALERI
    • Photo
    • Video
  • SOLIDARITAS
    • Panjimas Care
    • Filantropi
  • NEWS
    • Nasional
    • Internasional
  • ISLAMIA
    • Aqidah
    • Kuliah Akhlaq
    • Doa & Zikir
    • Fiqih
    • Khutbah
    • Sirah Nabi
    • Thibbun Nabawi
  • INSPIRASI
    • Salafus Shalih
    • Tokoh
    • Muallaf
    • Miracle
      • Mukjizat Qur’an
      • Keajaiban Sunnah
      • Karomah Syuhada
  • NAHIMUNKAR
    • Aliran Sesat & TBC
    • Kristenisasi & Pemurtadan
    • SEPILIS
    • Konspirasi
  • PARENTING
    • Muslimah
    • Remaja
  • Citizens
    • Opini
    • Suara Pembaca
    • Silaturrahim
    • Agenda Umat
  • PANJIMART
    • Properti
    • Produk Digital
    • Rupa-Rupa
    • Resensi Buku
  • GALERI
    • Photo
    • Video
  • SOLIDARITAS
    • Panjimas Care
    • Filantropi
No Result
View All Result
Panjimas
No Result
View All Result
Home NEWS Internasional

Kemenkes: Malapetaka dan Kelaparan di Gaza Capai Tingkat ‘Bencana’

18 Oct 2026
in Internasional
Reading Time: 3 mins read
A A
Kemenkes: Malapetaka dan Kelaparan di Gaza Capai Tingkat ‘Bencana’

Warga Palestina di Gaza selatan mengantre makanan. [Reuters]

0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Gaza (Panjimas.com) — Tingkat malanutrisi dan kelaparan di Gaza telah mencapai tahap “bencana”, demikian pernyataan Kementerian Kesehatan Palestina. Kondisi ini terus memburuk meskipun ada “gencatan senjata” yang dimediasi oleh Amerika Serikat, yang sebagian bertujuan untuk mengizinkan lebih banyak pasokan makanan dan medis memasuki wilayah tersebut guna mengatasi ancaman kelaparan.

Setidaknya 466 warga Palestina telah meninggal dunia akibat kekurangan gizi dan kelaparan sejak tahun 2024, di mana anak-anak menyumbang sepertiga dari total kematian tersebut. Pernyataan ini disampaikan oleh Kementerian Kesehatan Gaza pada hari Jumat dalam rilis khusus bertepatan dengan Hari Pangan Sedunia.

Warga lanjut usia (lansia) Palestina mencatatkan jumlah kematian terbanyak akibat malnutrisi di wilayah kantong tersebut, yakni sebanyak 189 jiwa atau 40,5 persen dari total keseluruhan. Kementerian mencatat bahwa 11 persen lansia bahkan harus melewatkan makan seharian penuh, sementara 48 persen lainnya terpaksa mengurangi porsi makan agar anggota keluarga mereka bisa makan.

Kementerian memperkirakan sebanyak 74.200 anak akan membutuhkan perawatan medis akibat malnutrisi akut hingga April 2027 mendatang.

Krisis kelaparan ini juga memicu lonjakan kasus anemia di kalangan ibu hamil hingga mencapai 61 persen pada 2026, meningkat dari 41 persen sebelum perang meletus pada Oktober 2023. Hampir 4.000 kasus keguguran tercatat terjadi pada paruh pertama tahun 2026, atau lebih dari tiga kali lipat dibandingkan jumlah yang tercatat pada enam bulan sebelumnya.

Lebih dari 1,4 juta warga Palestina—yang mencakup 67 persen dari populasi Gaza—diproyeksikan akan menghadapi kerawanan pangan tingkat krisis atau lebih buruk lagi hingga akhir 2026 seiring datangnya musim dingin.

Upaya Penanganan Krisis Pangan Terancam Gagal

Badan anak-anak PBB, UNICEF, menyatakan bahwa kemajuan dalam mengatasi krisis kelaparan di Gaza sangat rapuh. UNICEF memperingatkan bahwa situasi dapat memburuk akibat terganggunya pasokan yang masuk ke wilayah tersebut, serta mendesak agar jalur penyeberangan tetap dibuka.

Sebuah laporan UNICEF yang diterbitkan pada hari Jumat menemukan bahwa meskipun “gencatan senjata” antara Israel dan Hamas Oktober lalu telah memungkinkan masuknya lebih banyak bantuan kemanusiaan dan pasokan komersial, risiko malnutrisi akut tetap tinggi.

Laporan tersebut menyebutkan bahwa peningkatan respons pangan dan gizi serta pelonggaran pembatasan masuknya pasokan berhasil mencegah terjadinya kelaparan massal berkepanjangan setelah status kelaparan resmi dideklarasikan pada Agustus 2025.

Berbicara kepada para wartawan di Jenewa, juru bicara UNICEF Ricardo Pires menegaskan bahwa arus pasokan komersial maupun kemanusiaan harus tetap dapat diprediksi dan berkelanjutan.

“Dampak pada anak-anak tentu akan dirasakan jika situasi ini tidak segera diselesaikan,” ujarnya. “Kita tidak boleh kembali ke situasi di mana anak-anak dan keluarga tidak mendapatkan seluruh pasokan, barang, dan layanan yang mereka butuhkan.”

Pada hari Rabu, Israel mengeklaim bahwa tidak ada barang komersial yang memasuki wilayah kantong tersebut dalam beberapa hari terakhir. Tel Aviv menyalahkan kekurangan pasokan tersebut pada sengketa pajak antara para pedagang lokal dan Hamas.

Sebaliknya, kelompok Palestina tersebut menolak klaim Israel sebagai “tidak berdasar.” Kantor Media Pemerintah Gaza juga mengecam keras “kampanye disinformasi dan pernyataan palsu Israel yang mencolok.”

Langkah Israel yang menghentikan pasokan telah memutus sumber vital makanan dan barang-barang kebutuhan pokok lainnya. Di wilayah di mana sebagian besar penduduknya sangat bergantung pada bantuan kemanusiaan ini, situasi diperparah oleh tiga tahun perang, pengungsian berulang, serta pembatasan ketat Israel terhadap pengiriman bantuan.

Bahkan sebelum perang genosida Israel di Gaza dimulai pada 2023, blokade darat, laut, dan udara yang diberlakukan Israel telah membatasi masuknya pasokan makanan, air bersih, bahan bakar, dan obat-obatan ke wilayah kantong tersebut.

Kementerian Kesehatan Gaza mendesak adanya aksi nyata dunia internasional untuk menjamin masuknya makanan dan obat-obatan secara tanpa batas ke wilayah kantong tersebut. Mereka juga menyerukan dukungan untuk menghidupkan kembali produksi pangan lokal.[]

Sumber: Anadolu Agency

Tags: bencanaGazaKeleparanKemenkesPalaestina
ShareTweetSend
Previous Post

Kutuk Serangan Houthi di Bandara Riyadh, Waka Komisi I DPR Minta KBRI Terus Pantau Kondisi WNI

  • Latest
  • Popular
Panjimas.com Rilis Nomor Kontak Baru Redaksi: 0812.60000.560

Panjimas.com Rilis Nomor Kontak Baru Redaksi: 0812.60000.560

18 Jul 2026
Kemenkes: Malapetaka dan Kelaparan di Gaza Capai Tingkat ‘Bencana’

Kemenkes: Malapetaka dan Kelaparan di Gaza Capai Tingkat ‘Bencana’

18 Oct 2026
Tiga Tahun 7 Oktober, Sukamta Ingatkan Dunia Jangan Memotong Sejarah Palestina

Kutuk Serangan Houthi di Bandara Riyadh, Waka Komisi I DPR Minta KBRI Terus Pantau Kondisi WNI

14 Oct 2026
Alumni Madinah Kecam Serangan Bandara Riyadh, Desak Perlindungan WNI

Alumni Madinah Kecam Serangan Bandara Riyadh, Desak Perlindungan WNI

13 Oct 2026
IHW Soroti Lima Masalah Krusial Jelang Pemberlakuan Wajib Halal Oktober

IHW Soroti Lima Masalah Krusial Jelang Pemberlakuan Wajib Halal Oktober

13 Oct 2026
Saat Narkoba Berkedok Vape Mengancam Generasi Muda, Apa Solusi Islam?

Saat Narkoba Berkedok Vape Mengancam Generasi Muda, Apa Solusi Islam?

13 Oct 2026
Tiga Tahun 7 Oktober, Sukamta Ingatkan Dunia Jangan Memotong Sejarah Palestina

Tiga Tahun 7 Oktober, Sukamta Ingatkan Dunia Jangan Memotong Sejarah Palestina

9 Oct 2026
Kuliah Gratis, Pendidikan untuk Siapa?

Kuliah Gratis, Pendidikan untuk Siapa?

6 Oct 2026
Kemenkes: Malapetaka dan Kelaparan di Gaza Capai Tingkat ‘Bencana’

Kemenkes: Malapetaka dan Kelaparan di Gaza Capai Tingkat ‘Bencana’

50 Ciri Gangguan Jin

50 Ciri Gangguan Jin

Pemimpin Zalim yang Menyengsarakan Rakyat

Pemimpin Zalim yang Menyengsarakan Rakyat

Benarkah 2 Juta Muslim Murtad Tiap Tahun?

Benarkah 2 Juta Muslim Murtad Tiap Tahun?

Hubungan Suami Istri Disunnahkan pada Malam Jum’at?

Hubungan Suami Istri Disunnahkan pada Malam Jum’at?

IHW Soroti Lima Masalah Krusial Jelang Pemberlakuan Wajib Halal Oktober

IHW Soroti Lima Masalah Krusial Jelang Pemberlakuan Wajib Halal Oktober

Tahukah Kita, Mahluk Apa yang Pertama Kali Diciptakan Allah Ta’ala?

Tahukah Kita, Mahluk Apa yang Pertama Kali Diciptakan Allah Ta’ala?

  • About Us
  • Contact
  • Disclaimer
  • Copyright
  • Donation
  • Pedoman Media Siber

Seluruh materi baik artikel, berita, foto, video maupun logo dalam situs Panjimas.com bebas copy untuk keperluan dakwah dan referensi non-komersial, dengan mencantumkan sumbernya (Panjimas.com).Anda bisa turut berdakwah dengan mengirimkan informasi, berita, artikel dan opini untuk dipublikasikan non komersial.

Email: [email protected] | Telp/SMS: 0812 60000 560

Copyright © 2026 — Panjimas. All Rights Reserved.

No Result
View All Result
  • NEWS
    • Nasional
    • Internasional
  • ISLAMIA
    • Aqidah
    • Kuliah Akhlaq
    • Doa & Zikir
    • Fiqih
    • Khutbah
    • Sirah Nabi
    • Thibbun Nabawi
  • INSPIRASI
    • Salafus Shalih
    • Tokoh
    • Muallaf
    • Miracle
      • Mukjizat Qur’an
      • Keajaiban Sunnah
      • Karomah Syuhada
  • NAHIMUNKAR
    • Aliran Sesat & TBC
    • Kristenisasi & Pemurtadan
    • SEPILIS
    • Konspirasi
  • PARENTING
    • Muslimah
    • Remaja
  • Citizens
    • Opini
    • Suara Pembaca
    • Silaturrahim
    • Agenda Umat
  • PANJIMART
    • Properti
    • Produk Digital
    • Rupa-Rupa
    • Resensi Buku
  • GALERI
    • Photo
    • Video
  • SOLIDARITAS
    • Panjimas Care
    • Filantropi

Copyright © 2019
Panjimas. All Rights Reserved.