• About Us
  • Archives
  • Blog
  • Contact
  • Copyright
  • Disclaimer
  • Donation
  • Full Width Page
  • Home
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
No Result
View All Result
Panjimas
Advertisement
  • NEWS
    • Nasional
    • Internasional
  • ISLAMIA
    • Aqidah
    • Kuliah Akhlaq
    • Doa & Zikir
    • Fiqih
    • Khutbah
    • Sirah Nabi
    • Thibbun Nabawi
  • INSPIRASI
    • Salafus Shalih
    • Tokoh
    • Muallaf
    • Miracle
      • Mukjizat Qur’an
      • Keajaiban Sunnah
      • Karomah Syuhada
  • NAHIMUNKAR
    • Aliran Sesat & TBC
    • Kristenisasi & Pemurtadan
    • SEPILIS
    • Konspirasi
  • PARENTING
    • Muslimah
    • Remaja
  • Citizens
    • Opini
    • Suara Pembaca
    • Silaturrahim
    • Agenda Umat
  • PANJIMART
    • Properti
    • Produk Digital
    • Rupa-Rupa
    • Resensi Buku
  • GALERI
    • Photo
    • Video
  • SOLIDARITAS
    • Panjimas Care
    • Filantropi
  • NEWS
    • Nasional
    • Internasional
  • ISLAMIA
    • Aqidah
    • Kuliah Akhlaq
    • Doa & Zikir
    • Fiqih
    • Khutbah
    • Sirah Nabi
    • Thibbun Nabawi
  • INSPIRASI
    • Salafus Shalih
    • Tokoh
    • Muallaf
    • Miracle
      • Mukjizat Qur’an
      • Keajaiban Sunnah
      • Karomah Syuhada
  • NAHIMUNKAR
    • Aliran Sesat & TBC
    • Kristenisasi & Pemurtadan
    • SEPILIS
    • Konspirasi
  • PARENTING
    • Muslimah
    • Remaja
  • Citizens
    • Opini
    • Suara Pembaca
    • Silaturrahim
    • Agenda Umat
  • PANJIMART
    • Properti
    • Produk Digital
    • Rupa-Rupa
    • Resensi Buku
  • GALERI
    • Photo
    • Video
  • SOLIDARITAS
    • Panjimas Care
    • Filantropi
No Result
View All Result
Panjimas
No Result
View All Result
Home PARENTING Remaja

Jihad Santri Sepanjang Zaman

26 Oct 2017
in Remaja
Reading Time: 2 mins read
A A
Jenderal Sudirman Belum Pernah Ditangkap Penjajah Belanda & PKI Karena Pakai “Jimat”
161
SHARES
13
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

(Panjimas.com) – Tahun 1945 adalah tahun “keramat”nya bangsa Indonesia. Waktu itu, tepatnya 17 Agustus 1945, sebuah bangsa yang selama tiga setengah abad dijajah Imperialis Kristen Eropa, memroklamirkan kemerdekaannya. Jawa dan Nusantara jadi sebuah negara berdaulat, Indonesia.

Tapi, negara yang baru aja bangkit itu belum bisa langsung berdiri tegak kuat berpijak. Angin berembus bikin dirinya goyah. Belum genap sebulan pascaproklamasi, tentara Sekutu membonceng armada tentara Belanda, mendarat di Jakarta dan beberapa kota lainnya. Untuk apa?

Bung Karno dan Bung Hatta mencoba menempuh jalan diplomasi, berharap kedatangan Sekutu cuma buat ngurus tahanan aja. Tapi ternyata enggak. Rupanya kedatangannya bawa maksud mengotak-atik status kemerdekaan Indonesia.

Bung Karno gelisah, ia menimbang-nimbang kekuatan. Secara logika, tentara Indonesia bakal kalah kalo melakukan perlawanan. Ini cobaan besar buat Sang Proklamator dan bangsa Indonesia. Tapi alhamdulillah, Allah ta’ala akan menolong hamba-hambanya yang beriman dan terus berjuang. Tampillah seorang Jenderal muda yang shalih, Panglima Besar Jenderal Sudirman. Ia datang bawa ide cemerlang.

Jenderal yang gemar pakai blangkon ini ngasih masukan agar Pak Presiden menggandeng ulama dalam melawan Sekutu. Ide ini sebenernya sangat masuk akal, mengingat selama berabad lalu para ulama dan santrilah  yang mendominasi perjuangan. Mereka berperang melawan penjajah kafir sebagai implementasi iman. Mereka melakukannya sebagai bentuk jihad fi sabilillah.

Bung Karno merespon positif gagasan Sudirman. Ia ngirim utusan khusus untuk menghadap K.H. Hasyim Asy’ari di Pesantren Tebu Ireng, Jombang. Sesuai ide Panglima, Presiden meminta Kiai mengeluarkan fatwa. Fatwa hukum berjihad melawan penjajah negeri Muslim Indonesia.

Alhamdulillah, gayung bersambut. Mbah Hasyim panggil K.H. Hasan Abdullah Pesantren Tambak Beras, dan minta sahabatnya, K.H. Wahab, menghimpun ketua ormas Nahdlatul Ulama (NU) se-Jawa dan Madura buat bermusyawarah dan shalat Istikharah.

Alhasil, pada 22 Oktober 1945 terlahir tiga rumusan fundamental yang kemudian dinamakan RESOLUSI JIHAD NU.

Pertama : SETIAP MUSLIM , TUA, MUDA, DAN MISKIN SEKALIPUN, WAJIB MEMERANGI ORANG KAFIR YANG MERINTANGI KEMERDEKAAN INDONESIA.
Kedua : PEJUANG YANG MATI DALAM PERANG KEMERDEKAAN LAYAK DIANGGAP SYUHADA.
Ketiga : WARGA YANG MEMIHAK KEPADA BELANDA DIANGAP MEMECAH BELAH KESATUAN DAN PERSATUAN DAN OLEH KARENA ITU HARUS DIHUKUM MATI.

Naskah rumusan itu ditulis pake huruf Pegon dan ditandatangani K.H. Hasyim Asy’ari, lalu disebarluaskan ke semua jaringan pesantren se-Jawa dan Madura. Di samping itu, naskah Resolusi Jihad juga dibacakan di radio oleh Bung Tomo. Pidatonya yang lantang bangkitkan ghirah jihad Arek-Arek Suroboyo (anak-anak muda Surabaya).

Sebagai tindak lanjut seruan jihad dari ulama, terjadilah Pertempuran 10 November 1945 melawan NICA (Netherlands Indies Civil Administration) pimpinan Brigjen Mallaby. Pertempuran di Kota Surabaya itu dipimpin Bung Tomo dan terkenal dengan pekikan takbirnya yang lantang menggema. Tentara, santri, dan para pemuda lain bahu membahu dalam jihad fi sabilillah hingga meraih kemenangan. Sekarang, tanggal itu diperingati sebagai Hari Pahlawan. Sedangkan hari lahir Resolusi Jihad 22 Oktober, sejak dua tahun lalu (2015) ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo sebagai Hari Santri Nasional.

Selamat Hari Santri! Semoga kita kawula muda Muslim Indonesia, baik yang pernah nyantri di pesantren maupun enggak, semua jadi “santri” yang istiqamah menegakkan Islam di Bumi Pertiwi dengan jihad fi sabilillah. Berjuang di masing-masing bidang yang digeluti, dengan cara yang sesuai situasi dan kondisi. Karna Islam mewadahi seluruh aspek kehidupan, dan seluruh aspek kehidupan harus di-Islam-kan!

“Wahai orang-orang yang beriman, masuklah ke dalam Islam secara keseluruhan, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan. Sungguh, ia musuh yang nyata bagimu.” (al-Baqarah: 208). Wallahu a’lam. [IB]

Tags: fatwa jihadheadlinesKH Hasyim Asy'arisantri
Share161TweetSend
Previous Post

Abdul Mujib dan Mat Usin Divonis 1 Tahun

Next Post

Deklarasi Gerbang Betawi Ciptakan SDM Intelektual dan Profesionalitas

Next Post
Deklarasi Gerbang Betawi Ciptakan SDM Intelektual dan Profesionalitas

Deklarasi Gerbang Betawi Ciptakan SDM Intelektual dan Profesionalitas

Kemenag Susun Aturan Referensi Biaya Umrah

Kemenag Susun Aturan Referensi Biaya Umrah

Bom Meledak di Kiev Ukraina, 1 Tewas dan 3 Luka-Luka Termasuk Seorang Anggota Parlemen

Bom Meledak di Kiev Ukraina, 1 Tewas dan 3 Luka-Luka Termasuk Seorang Anggota Parlemen

  • Latest
  • Popular
Pengumuman Nomor Kontak Baru Redaksi Panjimas.com

Pengumuman Nomor Kontak Baru Redaksi Panjimas.com

8 Mar 2024
Sinead O’Connor Bangga Menjadi Muslim

Sinead O’Connor Bangga Menjadi Muslim

18 Mar 2024
Jambore Ukhuwah FORMAQIN 2025, Santri Siap Mengusung Kemenangan

Jambore Ukhuwah FORMAQIN 2025, Santri Siap Mengusung Kemenangan

20 Nov 2025
Setelah Datangi Jokowi, Abu Bakar Ba’asyir Sambangi DPR

Setelah Datangi Jokowi, Abu Bakar Ba’asyir Sambangi DPR

31 Oct 2025
Parade Berkisah Warnai Semarak Hari Santri di Ponpes Mutiara Qur’an Putri Pracimantoro

Parade Berkisah Warnai Semarak Hari Santri di Ponpes Mutiara Qur’an Putri Pracimantoro

27 Oct 2025
Dewan Syariah Kota Surakarta Sayangkan Pembangunan Bukit Doa Hollyland Tidak Sesuai Izin dan Prosedur

Dewan Syariah Kota Surakarta Desak TRANS7 Minta Maaf, Terkait Konten Merendahkan Kiai dan Pesantren

16 Oct 2025
Masjid Kampus Islam: Antara Prioritas dan Efisiensi Anggaran

Masjid Kampus Islam: Antara Prioritas dan Efisiensi Anggaran

13 Oct 2025
130 Pendaki Wujudkan Solidaritas untuk Palestina di Gunung Andong

130 Pendaki Wujudkan Solidaritas untuk Palestina di Gunung Andong

12 Oct 2025
Matahari di Puncak Langit Surakarta: Menguji Akurasi Waktu dengan Jam Matahari Kuno

Matahari di Puncak Langit Surakarta: Menguji Akurasi Waktu dengan Jam Matahari Kuno

11 Oct 2025
Jenderal Sudirman Belum Pernah Ditangkap Penjajah Belanda & PKI Karena Pakai “Jimat”

Jihad Santri Sepanjang Zaman

50 Ciri Gangguan Jin

50 Ciri Gangguan Jin

Dewan Syariah Kota Surakarta Sayangkan Pembangunan Bukit Doa Hollyland Tidak Sesuai Izin dan Prosedur

Dewan Syariah Kota Surakarta Sayangkan Pembangunan Bukit Doa Hollyland Tidak Sesuai Izin dan Prosedur

Protes Umat Islam Didengar, Bupati Karanganyar Hentikan Sementara Proyek Miniatur Yerusalem Hollyland di Pinggiran Solo

Protes Umat Islam Didengar, Bupati Karanganyar Hentikan Sementara Proyek Miniatur Yerusalem Hollyland di Pinggiran Solo

Hubungan Suami Istri Disunnahkan pada Malam Jum’at?

Hubungan Suami Istri Disunnahkan pada Malam Jum’at?

Benarkah 2 Juta Muslim Murtad Tiap Tahun?

Benarkah 2 Juta Muslim Murtad Tiap Tahun?

Proyek Bangunan Kristen Super Megah Holly Land di Solo

Proyek Bangunan Kristen Super Megah Holly Land di Solo

  • About Us
  • Contact
  • Disclaimer
  • Copyright
  • Donation
  • Pedoman Media Siber

Seluruh materi baik artikel, berita, foto, video maupun logo dalam situs Panjimas.com bebas copy untuk keperluan dakwah dan referensi non-komersial, dengan mencantumkan sumbernya (Panjimas.com).Anda bisa turut berdakwah dengan mengirimkan informasi, berita, artikel dan opini untuk dipublikasikan non komersial.

Email: [email protected] | Telp/SMS: 0812 60000 560

Copyright © 2026 — Panjimas. All Rights Reserved.

No Result
View All Result
  • NEWS
    • Nasional
    • Internasional
  • ISLAMIA
    • Aqidah
    • Kuliah Akhlaq
    • Doa & Zikir
    • Fiqih
    • Khutbah
    • Sirah Nabi
    • Thibbun Nabawi
  • INSPIRASI
    • Salafus Shalih
    • Tokoh
    • Muallaf
    • Miracle
      • Mukjizat Qur’an
      • Keajaiban Sunnah
      • Karomah Syuhada
  • NAHIMUNKAR
    • Aliran Sesat & TBC
    • Kristenisasi & Pemurtadan
    • SEPILIS
    • Konspirasi
  • PARENTING
    • Muslimah
    • Remaja
  • Citizens
    • Opini
    • Suara Pembaca
    • Silaturrahim
    • Agenda Umat
  • PANJIMART
    • Properti
    • Produk Digital
    • Rupa-Rupa
    • Resensi Buku
  • GALERI
    • Photo
    • Video
  • SOLIDARITAS
    • Panjimas Care
    • Filantropi

Copyright © 2019
Panjimas. All Rights Reserved.