• About Us
  • Archives
  • Blog
  • Contact
  • Copyright
  • Disclaimer
  • Donation
  • Full Width Page
  • Home
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
No Result
View All Result
Panjimas
Advertisement
  • NEWS
    • Nasional
    • Internasional
  • ISLAMIA
    • Aqidah
    • Kuliah Akhlaq
    • Doa & Zikir
    • Fiqih
    • Khutbah
    • Sirah Nabi
    • Thibbun Nabawi
  • INSPIRASI
    • Salafus Shalih
    • Tokoh
    • Muallaf
    • Miracle
      • Mukjizat Qur’an
      • Keajaiban Sunnah
      • Karomah Syuhada
  • NAHIMUNKAR
    • Aliran Sesat & TBC
    • Kristenisasi & Pemurtadan
    • SEPILIS
    • Konspirasi
  • PARENTING
    • Muslimah
    • Remaja
  • Citizens
    • Opini
    • Suara Pembaca
    • Silaturrahim
    • Agenda Umat
  • PANJIMART
    • Properti
    • Produk Digital
    • Rupa-Rupa
    • Resensi Buku
  • GALERI
    • Photo
    • Video
  • SOLIDARITAS
    • Panjimas Care
    • Filantropi
  • NEWS
    • Nasional
    • Internasional
  • ISLAMIA
    • Aqidah
    • Kuliah Akhlaq
    • Doa & Zikir
    • Fiqih
    • Khutbah
    • Sirah Nabi
    • Thibbun Nabawi
  • INSPIRASI
    • Salafus Shalih
    • Tokoh
    • Muallaf
    • Miracle
      • Mukjizat Qur’an
      • Keajaiban Sunnah
      • Karomah Syuhada
  • NAHIMUNKAR
    • Aliran Sesat & TBC
    • Kristenisasi & Pemurtadan
    • SEPILIS
    • Konspirasi
  • PARENTING
    • Muslimah
    • Remaja
  • Citizens
    • Opini
    • Suara Pembaca
    • Silaturrahim
    • Agenda Umat
  • PANJIMART
    • Properti
    • Produk Digital
    • Rupa-Rupa
    • Resensi Buku
  • GALERI
    • Photo
    • Video
  • SOLIDARITAS
    • Panjimas Care
    • Filantropi
No Result
View All Result
Panjimas
No Result
View All Result
Home CITIZENS

Dua Tahun Lebih Nuraini Bersabar Menahan Sakit Tumor Mata. Cita-citanya Ingin Jadi Ustadzah. Ayo Bantu!!

30 Oct 2014
in CITIZENS, Filantropi, Suara Pembaca
Reading Time: 4 mins read
A A
Dua Tahun Lebih Nuraini Bersabar Menahan Sakit Tumor Mata. Cita-citanya Ingin Jadi Ustadzah. Ayo Bantu!!
0
SHARES
9
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BREBES, (Panjimas.com) – Perhatikan baik-baik foto balita ini. Bayangkan bila ujian ini menimpa diri kita. Sudah dua tahun lebih balita Nuraini merasakan sakit, nyeri, cekot-cekot diserang kanker ganas di matanya. Ayo bantu!!

Orang dewasa manapun belum tentu sanggup menahan nyeri yang hebat selama dua tahun di bagian mata dan kepala. Tapi Nuraini, balita berusia 3 tahun ini bisa tegar dan sabar menghadapi ujian Allah Ta’ala.

Bocah cilik kelahiran Wanasari Brebes Jawa Tengah pada Desember 2011 ini menderita kanker ganas di bagian mata (Retinoblastoma). Mata sebelah kanan tumbuh daging sebesar kepalan tangan orang dewasa. Sedangkan mata sebelah kiri sudah diangkat bersamaan dengan pengangkatan kanker sebelumnya. Sampai saat ini, Nuraini sudah dioperasi dua kali untuk mengangkat daging tumbuh yang menggerogoti kedua bola matanya.

Saat dibesuk Relawan IDC, Nuraini sedang persiapan  menjalani kemoterapi yang ke-11 di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta. Karena kanker yang diderita Nuraini terlalu besar, maka tidak memungkinkan untuk dilakukan pengangkatan segera. Ia harus dikemo terlebih dahulu.

Allahu Akbar!!! Tak bisa dibayangkan betapa hebat nyeri dan sakit yang dirasakan saat menjalani belasan kemoterapi. Terlebih jika harus dialami oleh balita berusia 3 tahun selama dua tahun lebih.

…Tak bisa dibayangkan betapa hebat sakit yang dirasakan saat menjalani belasan kemoterapi. Terlebih jika dialami oleh balita berusia 3 tahun selama dua tahun lebih…

“Sekarang dokter ngga berani ngangkat, matanya juga sudah ngga ada (buta, red.), makanya ini dikemo terus, sudah yang ke-11 kali,” ungkap Malinda (23) ibunda Nuraini, kepada relawan IDC, Senin (20/10/2014)

Selama dua tahun menderita kanker ganas, Nuraini masih ceria bercanda dengan ibu dan neneknya. Tapi ketika kumat Nuraini merintih, menangis hingga berguling-gulingan di tempat tidur menahan dahsyatnya rasa nyeri kanker mata yang dideritanya.

Suciati (55), sang nenek, mengaku sangat tidak tega menyasikan jeritan dan rintihan kesakitan cucunya di atas bangsal perawatan saat dikemoterapi.

“Mamah… mamah sakit mah, kasih obat dong mah, aku nggak mau mati Mah,” ujarnya menirukan cucunya dalam logat ngapak Brebes, dengan mata berkaca-kaca.

SEMUA BERUBAH SEJAK DIHINGGAPI TUMOR GANAS

Sebetulnya Nuraini dilahirkan dalam keadaan normal. Sampai berusia satu tahun ia tumbuh normal, cantik, sehat, lucu, ceria, dan ceriwis yang menggemaskan. Di kampungnya, ia dikenal sebagai balita yang ceriwis dan senang bermain bersama teman-teman sebayanya.

Namun semuanya berubah total setelah berusia sekitar satu tahun. Kanker mata Nuraini tumbuh begitu cepat, hingga saat ini benjolan kanker di mata sebelah kanan bagitu besar.

Untuk pengobatan Nuraini, berbagai upaya ditempuh orang tuanya, mulai dari menjual barang berharga, menggadaikan sawah, meminta bantuan kepada sanak famili, dan sebagainya.

“Kenanya sejak umur satu tahun, pertama kena kanker sebelah kanan terus dioperasi. Lalu nular ke sebelah kiri, juga sudah diangkat. Eh, sekarang yang kanan kena lagi, malah tambah besar,” ujar Malinda sembari menunjukkan ponsel berisi foto Nuraini sebelum menderita kanker.

Selama Nuraini menjalani pengobatan rumah sakit, Suciati (nenek) dan Malinda (ibu) harus bergantian menjaga Nuraini. Untuk menghemat biaya transportasi Brebes-Jakarta, mereka kost di rumah petak di Jakarta. Sementara sang ayah, Budi Wiharso (33) harus banting tulang mencari nafkah di kampung untuk biaya hidup sehari-hari di Jakarta serta biaya pengobatan putri tercintanya.

…Tiap kakeknya ke sini Nuraini selalu bilang, “Mbah jangan lupa shalat ya, doain Aini biar cepat sembuh”…

“Bapaknya kerja bangunan, paling nengok ke sini ngga tentu, kadang seminggu sekali,” tutur Suciati.

Meski ujian penyakitnya begitu dahsyat, ternyata Nuraini masih memiliki semangat kuat untuk sembuh. Setiap kali dijenguk oleh kakeknya, bocah yang kedua matanya kini tak lagi bisa melihat itu selalu minta didoakan agar lekas sembuh. Bocah polos ini ingin menjadi guru ngaji yang berguna untuk Islam.

“Cita-citanya kalau sudah sembuh katanya mau jadi guru, mau ngaji yang pinter. Tiap kakeknya ke sini dia selalu bilang, ‘Mbah jangan lupa shalat ya, doain Aini biar cepat sembuh,” ujar sang nenek menirukan cucunya.

PONTANG-PANTING MENGAIS KEPEDULIAN

Selama ini, lanjut Suciati, ia pernah pontang-panting meminta bantuan untuk pengobatan cucunya, termasuk kepada instansi pemerintah terkait, namun hasilnya nihil.

“Kenapa ya, anak sudah sakit begini, nggak ada yang mau bantu,” ungkapnya seraya menitikkan air mata dan sesekali mengusap kepala sang cucu.

Selama di RSCM, seluruh biaya rawat inap dan pengobatan Nuraini ditanggung oleh program BPJS. Namun untuk obat-obatan yang tidak tersedia di RSCM harus ditebus dari koceknya orang tuanya sendiri.

Selain ibu, biaya yang terasa berat adalah beban hidup ibu dan nenek Nuraini selama pengobatan di Jakarta. Untuk biaya makan, kost dan transport mondar-mandir selama di Jakarta, mereka menghabiskan biaya sekira 5 juta rupiah perbulan.

…Selama ini keluarga pontang-panting meminta bantuan untuk pengobatan cucunya, termasuk kepada instansi pemerintah terkait, namun hasilnya nihil…

DONASI PEDULI KASIH SESAMA MUSLIM

Musibah yang dialami balita Nuraini adalah penderitaan kita juga. Karena persaudaraan setiap Muslim ibarat satu tubuh. Jika satu anggota tubuh sakit, maka anggota tubuh lainnya otomatis terganggu karena merasakan kesakitan juga.

“Perumpamaan kaum mukminin dalam cinta-mencintai, sayang-menyayangi dan bahu-membahu, seperti satu tubuh. Jika salah satu anggota tubuhnya sakit, maka seluruh anggota tubuhnya yang lain ikut merasakan sakit juga, dengan tidak bisa tidur dan demam” (Muttafaq ‘Alaih).

Dengan membantu saudara kita yang tertimpa musibah, insya Allah akan mendatangkan keberkahan, kemudahan dan pertolongan Allah di dunia dan akhirat. Rasulullah SAW bersabda:

“Barangsiapa menghilangkan kesulitan seorang mukmin di dunia, maka Allah akan melepaskan kesulitannya pada hari kiamat. Barang siapa memudahkan orang yang tengah dilanda kesulitan, maka Allah akan memudahkannya di dunia dan di akhirat…” (HR Muslim).

Bagi kaum Muslimin yang terpanggil untuk membantu meringankan biaya pengobatan ananda Nuraini bisa mengirimkan donasi ke program Dana Infaq Darurat (DINAR) IDC:

  1. Bank Muamalat, No.Rek: 34.7000.3005 a/n: Yayasan Infaq Dakwah Center.
  2. Bank BNI Syari’ah, No.Rek: 293.985.605  a/n: Yayasan Infaq Dakwah Center.
  3. Bank Mandiri Syariah (BSM), No.Rek: 7050.888.422  a/n: Yayasan Infaq Dakwah Center.
  4. Bank Mandiri, No.Rek: 156.000.728.728.9 a/n: Yayasan Infaq Dakwah Center.
  5. Bank BRI, No.Rek: 0139.0100.1736.302  a/n: Yayasan Infak Dakwah Center.
  6. Bank BCA, no.rek: 631.0230.497 a/n Budi Haryanto (Bendahara IDC)

 

CATATAN:

  • Demi kedisiplinan amanah dan untuk memudahkan penyaluran agar tidak bercampur dengan program lainnya, tambahkan nominal Rp 3.000 (tiga ribu rupiah). Misalnya: Rp 1.003.000,- Rp 503.000,- Rp 203.000,- Rp 103.000,- 53.000,- dan seterusnya.
  • Laporan penyaluran dana akan disampaikan secara online di: infaqdakwahcenter.com.
  • Bila biaya pengobatan Nuraini tercukupi/selesai, maka donasi dialihkan untuk program IDC lainnya.
  • Info: 08567.700020 – 08999.704050
  • PIN BB: 2AF8061E.

 

Tags: headlinesIDCinfaq dakwah centerkankerkanker matanurainiretinoblastoma
ShareTweetSend
Previous Post

Doa Awal & Akhir Tahun serta Menyambut Tahun Baru Hijriah

Next Post

Mengupas Fenomena Tahun Baru Hijriah dan Tradisi Suro

Next Post
Mengupas Fenomena Tahun Baru Hijriah dan Tradisi Suro

Mengupas Fenomena Tahun Baru Hijriah dan Tradisi Suro

Adab-Adab Seorang Muslim Dalam Menggunakan  Sosial Media

Adab-Adab Seorang Muslim Dalam Menggunakan Sosial Media

Biadab! Ratusan Zionis Yahudi Kepung dan Nodai Masjid Al-Aqsha

Biadab! Ratusan Zionis Yahudi Kepung dan Nodai Masjid Al-Aqsha

  • Latest
  • Popular
Pengumuman Nomor Kontak Baru Redaksi Panjimas.com

Pengumuman Nomor Kontak Baru Redaksi Panjimas.com

8 Mar 2024
Sinead O’Connor Bangga Menjadi Muslim

Sinead O’Connor Bangga Menjadi Muslim

18 Mar 2024
Jambore Ukhuwah FORMAQIN 2025, Santri Siap Mengusung Kemenangan

Jambore Ukhuwah FORMAQIN 2025, Santri Siap Mengusung Kemenangan

20 Nov 2025
Setelah Datangi Jokowi, Abu Bakar Ba’asyir Sambangi DPR

Setelah Datangi Jokowi, Abu Bakar Ba’asyir Sambangi DPR

31 Oct 2025
Parade Berkisah Warnai Semarak Hari Santri di Ponpes Mutiara Qur’an Putri Pracimantoro

Parade Berkisah Warnai Semarak Hari Santri di Ponpes Mutiara Qur’an Putri Pracimantoro

27 Oct 2025
Dewan Syariah Kota Surakarta Sayangkan Pembangunan Bukit Doa Hollyland Tidak Sesuai Izin dan Prosedur

Dewan Syariah Kota Surakarta Desak TRANS7 Minta Maaf, Terkait Konten Merendahkan Kiai dan Pesantren

16 Oct 2025
Masjid Kampus Islam: Antara Prioritas dan Efisiensi Anggaran

Masjid Kampus Islam: Antara Prioritas dan Efisiensi Anggaran

13 Oct 2025
130 Pendaki Wujudkan Solidaritas untuk Palestina di Gunung Andong

130 Pendaki Wujudkan Solidaritas untuk Palestina di Gunung Andong

12 Oct 2025
Matahari di Puncak Langit Surakarta: Menguji Akurasi Waktu dengan Jam Matahari Kuno

Matahari di Puncak Langit Surakarta: Menguji Akurasi Waktu dengan Jam Matahari Kuno

11 Oct 2025
Dua Tahun Lebih Nuraini Bersabar Menahan Sakit Tumor Mata. Cita-citanya Ingin Jadi Ustadzah. Ayo Bantu!!

Dua Tahun Lebih Nuraini Bersabar Menahan Sakit Tumor Mata. Cita-citanya Ingin Jadi Ustadzah. Ayo Bantu!!

50 Ciri Gangguan Jin

50 Ciri Gangguan Jin

Dewan Syariah Kota Surakarta Sayangkan Pembangunan Bukit Doa Hollyland Tidak Sesuai Izin dan Prosedur

Dewan Syariah Kota Surakarta Sayangkan Pembangunan Bukit Doa Hollyland Tidak Sesuai Izin dan Prosedur

Benarkah 2 Juta Muslim Murtad Tiap Tahun?

Benarkah 2 Juta Muslim Murtad Tiap Tahun?

Protes Umat Islam Didengar, Bupati Karanganyar Hentikan Sementara Proyek Miniatur Yerusalem Hollyland di Pinggiran Solo

Protes Umat Islam Didengar, Bupati Karanganyar Hentikan Sementara Proyek Miniatur Yerusalem Hollyland di Pinggiran Solo

Hubungan Suami Istri Disunnahkan pada Malam Jum’at?

Hubungan Suami Istri Disunnahkan pada Malam Jum’at?

Proyek Bangunan Kristen Super Megah Holly Land di Solo

Proyek Bangunan Kristen Super Megah Holly Land di Solo

  • About Us
  • Contact
  • Disclaimer
  • Copyright
  • Donation
  • Pedoman Media Siber

Seluruh materi baik artikel, berita, foto, video maupun logo dalam situs Panjimas.com bebas copy untuk keperluan dakwah dan referensi non-komersial, dengan mencantumkan sumbernya (Panjimas.com).Anda bisa turut berdakwah dengan mengirimkan informasi, berita, artikel dan opini untuk dipublikasikan non komersial.

Email: [email protected] | Telp/SMS: 0812 60000 560

Copyright © 2026 — Panjimas. All Rights Reserved.

No Result
View All Result
  • NEWS
    • Nasional
    • Internasional
  • ISLAMIA
    • Aqidah
    • Kuliah Akhlaq
    • Doa & Zikir
    • Fiqih
    • Khutbah
    • Sirah Nabi
    • Thibbun Nabawi
  • INSPIRASI
    • Salafus Shalih
    • Tokoh
    • Muallaf
    • Miracle
      • Mukjizat Qur’an
      • Keajaiban Sunnah
      • Karomah Syuhada
  • NAHIMUNKAR
    • Aliran Sesat & TBC
    • Kristenisasi & Pemurtadan
    • SEPILIS
    • Konspirasi
  • PARENTING
    • Muslimah
    • Remaja
  • Citizens
    • Opini
    • Suara Pembaca
    • Silaturrahim
    • Agenda Umat
  • PANJIMART
    • Properti
    • Produk Digital
    • Rupa-Rupa
    • Resensi Buku
  • GALERI
    • Photo
    • Video
  • SOLIDARITAS
    • Panjimas Care
    • Filantropi

Copyright © 2019
Panjimas. All Rights Reserved.