• About Us
  • Archives
  • Blog
  • Contact
  • Copyright
  • Disclaimer
  • Donation
  • Full Width Page
  • Home
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
No Result
View All Result
Panjimas
Advertisement
  • NEWS
    • Nasional
    • Internasional
  • ISLAMIA
    • Aqidah
    • Kuliah Akhlaq
    • Doa & Zikir
    • Fiqih
    • Khutbah
    • Sirah Nabi
    • Thibbun Nabawi
  • INSPIRASI
    • Salafus Shalih
    • Tokoh
    • Muallaf
    • Miracle
      • Mukjizat Qur’an
      • Keajaiban Sunnah
      • Karomah Syuhada
  • NAHIMUNKAR
    • Aliran Sesat & TBC
    • Kristenisasi & Pemurtadan
    • SEPILIS
    • Konspirasi
  • PARENTING
    • Muslimah
    • Remaja
  • Citizens
    • Opini
    • Suara Pembaca
    • Silaturrahim
    • Agenda Umat
  • PANJIMART
    • Properti
    • Produk Digital
    • Rupa-Rupa
    • Resensi Buku
  • GALERI
    • Photo
    • Video
  • SOLIDARITAS
    • Panjimas Care
    • Filantropi
  • NEWS
    • Nasional
    • Internasional
  • ISLAMIA
    • Aqidah
    • Kuliah Akhlaq
    • Doa & Zikir
    • Fiqih
    • Khutbah
    • Sirah Nabi
    • Thibbun Nabawi
  • INSPIRASI
    • Salafus Shalih
    • Tokoh
    • Muallaf
    • Miracle
      • Mukjizat Qur’an
      • Keajaiban Sunnah
      • Karomah Syuhada
  • NAHIMUNKAR
    • Aliran Sesat & TBC
    • Kristenisasi & Pemurtadan
    • SEPILIS
    • Konspirasi
  • PARENTING
    • Muslimah
    • Remaja
  • Citizens
    • Opini
    • Suara Pembaca
    • Silaturrahim
    • Agenda Umat
  • PANJIMART
    • Properti
    • Produk Digital
    • Rupa-Rupa
    • Resensi Buku
  • GALERI
    • Photo
    • Video
  • SOLIDARITAS
    • Panjimas Care
    • Filantropi
No Result
View All Result
Panjimas
No Result
View All Result
Home CITIZENS

Jatuh Bangun Ekonomi Kapitalisme

23 Aug 2015
in CITIZENS, Suara Pembaca
Reading Time: 3 mins read
A A
Jatuh Bangun Ekonomi Kapitalisme
0
SHARES
1
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

(Panjimas.com) – Indonesia sedang pusing, bagaimana tidak, ekonomi di negeri ini tak kunjung merangkak naik, bahkan menuju tanda-tanda lumpuh. Ya, ekonomi Indonesisia mengalami perlambatan pertumbuhan. Kepala Badan Pusat Statistik , Suryamin, mengemukakan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan pertama tahun 2015 sebesar 4,7 %, ini berarti melambat dari pertumbuhan ekonomi pada triwulan keempat di tahun 2014 sebesar 5,1 %, (VOA Indonesia online). Bertambah parah di kuartal kedua tahun 2015 ini pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya 4,67 %, bisa ditebak pemerintah negeri ini kebakaran jenggot mencari solusi atas masalah ini, (Liputan 6.com)

Akar Masalah

Sudah menjadi hal lumrah dalam sistem kapitalisme terjadi masalah dalam setiap sendinya, termasuk dalam ekonomi, karena memang sudah keropos sejak dari akarnya, dan bukan hanya di Indonesia, semua negara pengikut kapitalisme pernah merasakan dampaknya, dan hal itu pasti akan terus terulang, tidak terkecuali di pabrik kapitalisme sendiri, Amerika.                                                 Perlambatan ekonomi Indonesia diawali dengan kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM disaat harga minyak dunia sedang turun, bahkan berada di level terendah. Efek domino dari kebijakan ini mulai terasa, semua harga-harga naik, harga beras sebagai bahan makanan pokok rakyat melambung tinggi, menyentuh 2x harga beras dunia. Akhirnya daya beli masyarakat melemah, karena keaikan harga tidak diimbangi kenaika gaji, produksi lesu, produsen siap ambil langkah PHK, pertambahan jumlah pengangguran berada di ambang pintu, menurut BPS pada Februari 2015 jumlah pengangguran di Indonesia sebanyak 7,45 juta.Ditambah menguatnya nilai tukar dolar atas rupiah, memperparah kondisi ekonomi negeri ini. Pemerintah pun tidak merubah kebijakan, sibuk mencari sosok yang dianggap bisa mengatasi masalah ini, langkah reshuffle kabinet untuk menteri-menteri perekonomian diambil pemerintah.

Sesungguhnya permasalahan yang mendera Indonesia dan negara-negara lain, baik dalam masalah ekonomi ataupun masalah yang lain adalah dampak dari kebatilan dan dan kerusakan sistem kapitalisme itu sendiri. Beberapa kerusakan dalam sistem ini antara lain:

1. Adanya persepsi bahwa problem ekonomi adalah kelangkaan relatif barang dan jasa (kekayaan), dan bukannya distribusi yang adil terhadap kekayaan itu.

2. Bersandarnya sistem ekonomi kapitalis pada riba.

3. Tidak digunakannya emas dan perak sebagai mata uang, tetapi digunakan uang kertas.

4. Rusaknya bursa efek dan pasar uang yang berlangsung saat ini.

5. Batilnya obligasi (surat utang) dan saham dalam berbagai jenisnya.

6. Tidak adanya pembatasan yang benar terhadap kepemilikan, yaitu hanya pada kepemilikan individu, atau hanya pada kepemilikan negara. Padahal sebenarnya ada tiga macam kepemilikan, yaitu: kepemilikan umum, kepemilikan negara,dan kepemilikan individu.

Dari kerusakan-kerusakan tadi ketika timbul masalah solusi yang diberikan tidak menyentuh pada akar masalah. Ibarat penyakit, yang diobati hanya pada gejala bukan penyebab gejala. Mereka yang melihat pasar modal dan investasi lesu akan memberi solusi mengurangi suku bunga(riba) agar kredit meningkat, yag selanjutnya akan menggerakkan sektor usaha(sektor riil). Mereka yang melihat bahwa saham. Obligasi, dan berbagai surat-surat berharga telah kehilangan sebagian besar nilainya dan melampaui toleransinya berpendapat, bahwa solusinya adalah negara harus melakukan intervensi dan membeli banyak saham,obligasi,dan surat berharga itu. Hasilnya, solusi yang diberikan tak dapat berguna, dan terus saja berulang masalah-maslah itu hadir.

Solusinya                                                                                                                                                                       Saat ini, dunia hanya membatasi diri pada dua sistem, yaitu sistem kapitalisme yang sedang sempoyongan dan sistem sosialisme yang telah tersungkur. Dunia pura-pura lupa bahwa pernah ada sistem yang berhasil memipin dunia dalam kesejahteraan selama berabad-abad, yaitu sistem Islam, yang memiliki keunggulan dan kemuliaan, yang stabil dalam perekonomiannya. Beberapa keunggulan sistem ekonomi Islam adalah:

1. Dalam sistem Islam negara yang memelihara segala urusan rakyat (dawlah ri”ayah), bukan negara pemungut harta (dawlah jibayah). Pemeliharaan ini mencakup seluruh rakyat, baik muslim maupun non-muslim.

2. Adanya jaminan terpenuhinya kebutuhan-kebutuhan pokok bagi setiap individu rakyat dan pemberian peluang kepadanya untuk memenuhi kebutuhan pelengkapnya.                                               3. Adanya pengharaman riba, yang sesungguhnya riba adalah pemusnah harta.

4. Adanya satu direktorat (diwan) di baitul mal yang akan mengelola pemberian pinjaman tanpa riba.

5. Tidak di bolehkannya harta yang tidak di miliki untuk beredar;juga tidak di perbolehkan menjual apa yang belum diserahterimakan. Karna it. Haram hukum nya apa yang terjadi di bursa efek dan pasar uang, haram pula melakukan jual-beli dan sirkulasi obligasi dan saham.

6. Tidak dibolehkan adanya spekulasi(tanajusy).

7. Mata uang dalam Islam adala emas dan perak dan uang kertas yang mewakili keduanya.                    8. Tambang-tambang dengan segala macam jenisnya seperti minyak, gas, dan sumber daya alam, semuanya adalah milik umum, yang hasilnya akan di bagikan kepada seuruh rakyat dalam bebtuk bendanya atau dalam bentuk pelayanan. Individu dan perusahaan swasta tidak akan dibolehkan memiliki sumber daya alam itu.

9. Negara akan mahemberikan hartanya kepada orang miskin (bukan orang kaya) untuk mencegah beredarnya harta di tangan orang kaya saja.

10. Milik individu akan dijaga, dan individu ataupun negara tidak boleh mengganggu kepemilikan individu ini. Apa yang disebut dengan “nasionalisasi” atas milik individu adalah haram secara syar’i. 11. Para pegawai negeri akan diawasi secara ketat agar tidak memanfaatkan kedudukannya secara ekonomi. Ini dilakukan untuk mencegah korupsi.

12. Kaum muslim yang mempunyai harta yang hendak menginvestasikan dan mengembangkan hartanya itu, janganlah menginfestasikan nya di bursa efek dan pasar uang (meja judi). Investasikanlah ke negeri-negeri Islam, baik di bidang pertanian, atau industri, khususnya industri berat, industri elektronika, dan sebagainya.

Walhasil, selama Indonesia masih mengekor pada sistem kapitalis maka bukan hanya perlambatan pertumbuhan ekonomiyang dialami, tapi hilangnya denyut nadi ekonomi akan menanti.Karena itu sudah saatnya negeri muslim ini kembali kepada kemuliaannya dengan menerapkan ekonomi Islam.

 

Tentang Penulis : Siami ,SPd lahir di Tulungagung, februari 1984. Alamat: Desa Beji, Kecamatan Boyolangu,Tulungagung.

Tags: ekonomiheadlinesKapitalsyariat Islam
ShareTweetSend
Previous Post

Pelaku Kerusuhan Tolikara Bukan Penduduk Asli Tetapi Peserta KKR

Next Post

PBNU Tegas Tolak Beredarnya Atribut PKI

Next Post
Said Aqil Klaim Tak Ada Warga NU yang Jadi “Teroris” Versi BNPT

PBNU Tegas Tolak Beredarnya Atribut PKI

Munas IX MUI akan Diselenggarakan Di Surabaya

Munas IX MUI akan Diselenggarakan Di Surabaya

Peluncuran Buku Fikih Kebinekaan Bukan Inisiasi Muhammadiyah

Peluncuran Buku Fikih Kebinekaan Bukan Inisiasi Muhammadiyah

  • Latest
  • Popular
Pengumuman Nomor Kontak Baru Redaksi Panjimas.com

Pengumuman Nomor Kontak Baru Redaksi Panjimas.com

8 Mar 2024
Sinead O’Connor Bangga Menjadi Muslim

Sinead O’Connor Bangga Menjadi Muslim

18 Mar 2024
Tolak Keras Akui Israel, DSKS Protes ke DPRD Solo

Tolak Keras Akui Israel, DSKS Protes ke DPRD Solo

11 Jun 2025
Gema Takbir Jogja yang diselenggarakan AMM Gondomanan 30 Maret 2025

Gema Takbir Jogja yang diselenggarakan AMM Gondomanan 30 Maret 2025

28 Mar 2025
UU Baru Disahkan, Masyarakat Diambang Kecemasan

UU Baru Disahkan, Masyarakat Diambang Kecemasan

28 Mar 2025
Pondok Ngruki Buka Puasa Bersama BRIN dan Balitbang Agama Semarang

Pondok Ngruki Buka Puasa Bersama BRIN dan Balitbang Agama Semarang

22 Mar 2025
Perang Spanduk Antara Laskar VS Gudang Miras Terus Berlanjut

Perang Spanduk Antara Laskar VS Gudang Miras Terus Berlanjut

11 Mar 2025
Gudang Miras di Colomadu Ngeyel Berdiri Padahal Ditolak Warga, Siapa Bekingnya?

Gudang Miras di Colomadu Ngeyel Berdiri Padahal Ditolak Warga, Siapa Bekingnya?

8 Mar 2025
Buka Kedai Babi di Pasar Malam Arabian, Mall Sukoharjo Nodai Bulan Suci

Buka Kedai Babi di Pasar Malam Arabian, Mall Sukoharjo Nodai Bulan Suci

1 Mar 2025
Jatuh Bangun Ekonomi Kapitalisme

Jatuh Bangun Ekonomi Kapitalisme

50 Ciri Gangguan Jin

50 Ciri Gangguan Jin

Benarkah 2 Juta Muslim Murtad Tiap Tahun?

Benarkah 2 Juta Muslim Murtad Tiap Tahun?

Inilah Kisah-kisah Keji & Tak Senonoh yang Melecehkan para Nabi dalam Kitab Suci Kristen

Inilah Kisah-kisah Keji & Tak Senonoh yang Melecehkan para Nabi dalam Kitab Suci Kristen

Hubungan Suami Istri Disunnahkan pada Malam Jum’at?

Hubungan Suami Istri Disunnahkan pada Malam Jum’at?

Kisah Malang Tabi’in Mujahid Hafal Al-Qur’an yang Murtad, Apa Penyebabnya?

Kisah Malang Tabi’in Mujahid Hafal Al-Qur’an yang Murtad, Apa Penyebabnya?

Penyaliban Firaun dan Yesus, Fakta atau Fiktif?

Nih Sejarahnya Kenapa Yesus Dianggap Tuhan

  • About Us
  • Contact
  • Disclaimer
  • Copyright
  • Donation
  • Pedoman Media Siber

Seluruh materi baik artikel, berita, foto, video maupun logo dalam situs Panjimas.com bebas copy untuk keperluan dakwah dan referensi non-komersial, dengan mencantumkan sumbernya (Panjimas.com).Anda bisa turut berdakwah dengan mengirimkan informasi, berita, artikel dan opini untuk dipublikasikan non komersial.

Email: [email protected] | Telp/SMS: 0812 60000 560

Copyright © 2025 — Panjimas. All Rights Reserved.

No Result
View All Result
  • NEWS
    • Nasional
    • Internasional
  • ISLAMIA
    • Aqidah
    • Kuliah Akhlaq
    • Doa & Zikir
    • Fiqih
    • Khutbah
    • Sirah Nabi
    • Thibbun Nabawi
  • INSPIRASI
    • Salafus Shalih
    • Tokoh
    • Muallaf
    • Miracle
      • Mukjizat Qur’an
      • Keajaiban Sunnah
      • Karomah Syuhada
  • NAHIMUNKAR
    • Aliran Sesat & TBC
    • Kristenisasi & Pemurtadan
    • SEPILIS
    • Konspirasi
  • PARENTING
    • Muslimah
    • Remaja
  • Citizens
    • Opini
    • Suara Pembaca
    • Silaturrahim
    • Agenda Umat
  • PANJIMART
    • Properti
    • Produk Digital
    • Rupa-Rupa
    • Resensi Buku
  • GALERI
    • Photo
    • Video
  • SOLIDARITAS
    • Panjimas Care
    • Filantropi

Copyright © 2019
Panjimas. All Rights Reserved.