• About Us
  • Archives
  • Blog
  • Contact
  • Copyright
  • Disclaimer
  • Donation
  • Full Width Page
  • Home
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
No Result
View All Result
Panjimas
Advertisement
  • NEWS
    • Nasional
    • Internasional
  • ISLAMIA
    • Aqidah
    • Kuliah Akhlaq
    • Doa & Zikir
    • Fiqih
    • Khutbah
    • Sirah Nabi
    • Thibbun Nabawi
  • INSPIRASI
    • Salafus Shalih
    • Tokoh
    • Muallaf
    • Miracle
      • Mukjizat Qur’an
      • Keajaiban Sunnah
      • Karomah Syuhada
  • NAHIMUNKAR
    • Aliran Sesat & TBC
    • Kristenisasi & Pemurtadan
    • SEPILIS
    • Konspirasi
  • PARENTING
    • Muslimah
    • Remaja
  • Citizens
    • Opini
    • Suara Pembaca
    • Silaturrahim
    • Agenda Umat
  • PANJIMART
    • Properti
    • Produk Digital
    • Rupa-Rupa
    • Resensi Buku
  • GALERI
    • Photo
    • Video
  • SOLIDARITAS
    • Panjimas Care
    • Filantropi
  • NEWS
    • Nasional
    • Internasional
  • ISLAMIA
    • Aqidah
    • Kuliah Akhlaq
    • Doa & Zikir
    • Fiqih
    • Khutbah
    • Sirah Nabi
    • Thibbun Nabawi
  • INSPIRASI
    • Salafus Shalih
    • Tokoh
    • Muallaf
    • Miracle
      • Mukjizat Qur’an
      • Keajaiban Sunnah
      • Karomah Syuhada
  • NAHIMUNKAR
    • Aliran Sesat & TBC
    • Kristenisasi & Pemurtadan
    • SEPILIS
    • Konspirasi
  • PARENTING
    • Muslimah
    • Remaja
  • Citizens
    • Opini
    • Suara Pembaca
    • Silaturrahim
    • Agenda Umat
  • PANJIMART
    • Properti
    • Produk Digital
    • Rupa-Rupa
    • Resensi Buku
  • GALERI
    • Photo
    • Video
  • SOLIDARITAS
    • Panjimas Care
    • Filantropi
No Result
View All Result
Panjimas
No Result
View All Result
Home ISLAMIA

Penyebab Sebuah Bangsa Dimusnahkan

23 Dec 2022
in ISLAMIA, Suara Pembaca
Reading Time: 5 mins read
A A
Penyebab Sebuah Bangsa Dimusnahkan
0
SHARES
29
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

 

Oleh KH. Bachtiar Nasir

Bismillahirrahmanirrahiim.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

فَأَمَّا الْإِنْسَانُ إِذَا مَا ابْتَلَاهُ رَبُّهُ فَأَكْرَمَهُ وَنَعَّمَهُ فَيَقُولُ رَبِّي أَكْرَمَنِ ﴿ ١٥﴾
وَأَمَّا إِذَا مَا ابْتَلَاهُ فَقَدَرَ عَلَيْهِ رِزْقَهُ فَيَقُولُ رَبِّي أَهَانَنِ ﴿ ١٦﴾
كَلَّا ۖ بَلْ لَا تُكْرِمُونَ الْيَتِيمَ ﴿ ١٧﴾
وَلَا تَحَاضُّونَ عَلَىٰ طَعَامِ الْمِسْكِينِ ﴿ ١٨﴾
وَتَأْكُلُونَ التُّرَاثَ أَكْلًا لَمًّا ﴿ ١٩﴾
وَتُحِبُّونَ الْمَالَ حُبًّا جَمًّا ﴿ ٢٠﴾
كَلَّا إِذَا دُكَّتِ الْأَرْضُ دَكًّا دَكًّا ﴿ ٢١﴾
وَجَاءَ رَبُّكَ وَالْمَلَكُ صَفًّا صَفًّا ﴿ ٢٢﴾
وَجِيءَ يَوْمَئِذٍ بِجَهَنَّمَ ۚ يَوْمَئِذٍ يَتَذَكَّرُ الْإِنْسَانُ وَأَنَّىٰ لَهُ الذِّكْرَىٰ ﴿ ٢٣﴾
يَقُولُ يَا لَيْتَنِي قَدَّمْتُ لِحَيَاتِي ﴿ ٢٤﴾

“Adapun manusia apabila Tuhannya mengujinya lalu dia dimuliakan-Nya dan diberi-Nya kesenangan, maka dia akan berkata: “Tuhanku telah memuliakanku”. Adapun bila Tuhannya mengujinya lalu membatasi rezekinya maka dia berkata: “Tuhanku menghinakanku”. Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya kamu tidak memuliakan anak yatim, dan kamu tidak saling mengajak memberi makan orang miskin, dan kamu memakan harta pusaka dengan cara mencampur baurkan (yang halal dan yang bathil), dan kamu mencintai harta benda dengan kecintaan yang berlebihan. Jangan (berbuat demikian). Apabila bumi digoncangkan berturut-turut, dan datanglah Tuhanmu; sedang malaikat berbaris-baris. Dan pada hari itu diperlihatkan neraka Jahannam; dan pada hari itu ingatlah manusia, akan tetapi tidak berguna lagi mengingat itu baginya. Dia mengatakan: “Alangkah baiknya kiranya aku dahulu mengerjakan (amal saleh) untuk hidupku ini.” (Surat Al Fajr ayat 15-24).

Setiap tahunnya, manakala musim penghujan datang, musibah demi musibah acapkali datang, meskipun kita tidak mengharapkannya. Gempa Cianjur, Garut, dan Malang; juga mulai aktifnya beberapa gunung adalah pengingat bagi kita semua. Sebenarnya tidak ada jalan untuk bisa selamat dari musibah bahkan bila mungkin mencegahnya, kecuali dengan jalan takwa.

Karena, apa pun yang terjadi hari ini, sejatinya adalah karena ketundukkan pada perintah Allah Azza wa Jalla. Bila hari ini kita mendapati diri dan keluarga dalam keadaan baik dan tak kekurangan, bersyukurlah dan memohonlah kepada-Nya agar kita selalu istikamah di jalan takwa.

Keadaan sehat, nyaman, banyak uang, dan berkuasa adalah sebab paling sering suatu kaum atau bangsa kemudian lalai dari mengingat Allah Ta’ala. Bahkan, kemudian menjadi orang-orang yang mengingkari akan aturan-Nya.

Salah satunya adalah bangsa ‘Ad yang merupakan kaum dari Nabi Hud AS. Mereka adalah kaum dengan peradaban yang paling kuat dimasanya. Tidak ada yang menandingi keperkasaan tubuh mereka, kekayaan, kemakmuran, dan keahlian mereka.

Namun, akibat semua keutamaan dan kebaikan itulah, mereka lupa akan Tuhan yang telah mengaruniakan semuanya. Mereka menyembah berhala dan mengingkari utusan-Nya, Hud AS, dan mengatakan bahwa Hud adalah orang gila lalu menantang azab. Akhirnya, bencana kekeringan dan angin yang mematikan memusnahkan bangsa tersebut.

Kemudian tiga abad setelahnya, ada kaum Tsamud yang diberkahi keterampilan mendirikan rumah-rumah di pegunungan, kekayaan alam, dan letak yang strategis yaitu terletak di jalur perdagangan antara Suriah dan Yaman. Semua itu membuat mereka sombong dan menantang azab Allah Ta’ala dengan menyembelih unta betina yang dibawa oleh Saleh AS.

Begitu pula dengan Fir’aun yang ditenggelamkan Allah Azza wa Jalla karena mengaku diri sebagai Tuhan akibat kekuasaan yang digenggamnya. Dia bukan sebuah bangsa, tetapi ia adalah orang mewakili bangsanya. Dia mati dalam keadaan terhina dan sampai sekarang dijadikan ikon kezaliman, kekejaman, dan keserakahan.

Dalam peristiwa pembinasaan bangsa Tsamud, bangsa ‘Ad, dan menenggelamkan Fir’aun, Allah tidak memerlukan banyak pasukan dan kekuatan militer. Cukup menggunakan angin untuk membinasakan kaum ‘Ad, gempa dan petir untuk membinasakan bangsa Tsamud, dan air laut untuk menenggelamkan Fir’aun.

Ini memberi tahu kita, bila Allah Subhanahu wa Ta’ala telah membenci dan berkehendak untuk “menyapu bersih” bumi dari bangsa yang zalim, maka sangat mudah untuk melakukannya. Allah Al-Aziiz melakukannya sendiri. Tak butuh tentara dan pasukan, tak butuh sekutu; bahkan hanya dengan seekor nyamuk, Dia membinasakan seorang Namrud.

Empat Pelajaran

Dalam surat Al-Fajr ini ada empat perbuatan yang membuat mereka, bangsa-bangsa yang kuat dimusnahkan oleh Allah:

1. Cara pandang yang salah terhadap dunia dan kehendak Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Dalam menjalani dunia ini, janganlah pernah menjadikan dunia sebagai standar. Dalam ayat ke-15 dan 16 surat Al-Fajr ini, digambarkan bagaimana mereka menjadikan materi sebagai kacamata dalam melihat kehendak Allah Subhanahu wa Ta’ala. Manakala materi sedang berlimpah, badan sehat, dan kekuasaan besar, mereka mengatakan bahwa Allah Ta’ala sedang memuliakan mereka. Sedangkan manakala mereka sedang tidak banyak uang, diabaikan orang, dan badan sakit-sakitan; mereka mengatakan hal yang buruk yaitu mereka sedang dihinakan Allah Azza wa Jalla.

Cara berpikir yang salah ini jelas berasal dari keyakinan yang juga salah. Salah menempatkan Allah dalam kalbu dan jelas bermasalah dalam keimanan. Hal ini biasanya juga berawal dari pendidikan yang salah, baik itu pendidikan di rumah, di sekolah, maupun lingkungan.

Dimana seorang anak dari sedari kecil diajari untuk hidup semata demi materi. Demi prestise dan demi capaian duniawi. Ironisnya, inilah menjadi landasan pendidikan banyak bangsa di muka bumi.

Cara berpikir yang berorientasi pada kebendaan inilah yang membuat hati menjadi keras dan tidak peka pada kehidupan. Jiwa pun menjadi jahat dan egois. Menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan. Tidak peduli apa yang telah diberikan kepadanya dan apa yang terjadi di sekitarnya. Tidak ada cahaya untuk bersyukur, apalagi memahami kesulitan, dan berupaya untuk menolong. Jangankan berupaya untuk memuliakan orang lain, bahkan Tuhannya saja sudah dipandangnya rendah dengan perasangka yang buruk.

2. Enggan memuliakan kehidupan anak yatim.

Dengan keyakinan dan pikiran yang salah, juga hati yang keras membatu; tentu korban dari penghalalan segala cara adalah tertindasnya orang-orang yang lemah. Anak yatim adalah simbol dari orang-orang yang lemah. Yang tidak memiliki perlindungan, tanpa kasih sayang, dan rawan penghidupan.

Orang-orang di negeri yang dimusnahkan adalah orang-orang yang sengaja menindas orang-orang yang lemah untuk kepentingan mereka. Jangankan memuliakan anak yatim dan orang-orang fakir yang membutuhkan bantuan, mereka justru memanfaatkan adanya yatim dan fakir ini untuk mengeruk sebanyak-banyaknya keuntungan. Manakala, kepentingan mereka telah terpenuhi, yatim dan fakir ini otomatis akan ditinggalkan, bila tidak malah ditindas.

3. Enggan memberi makan orang miskin.

Jika seseorang sudah berorientasi dunia dan harta benda, maka akan sulit baginya untuk melembutkan hati untuk memberi makan orang-orang miskin. Yang diundang dalam perjamuan-perjamuan mereka justru adalah kolega, atasan, dan calon klien potensial; yang notabene sudah terbiasa makan enak dan mewah. Bahkan, keluarga bila dipandang tidak selevel pun akan dinomorduakan, bila tidak diabaikan.

Padahal memberi makan kepada orang miskin sangat penting nilainya dalam Islam. Allah Subhanahu wa Ta’ala bahkan berfirman bahwa orang yang menahan tangannya dari memberi makan orang miskin adalah pendusta agama.

أَرَأَيْتَ الَّذِي يُكَذِّبُ بِالدِّينِ ﴿ ١﴾
فَذَٰلِكَ الَّذِي يَدُعُّ الْيَتِيمَ ﴿ ٢﴾
وَلَا يَحُضُّ عَلَىٰ طَعَامِ الْمِسْكِينِ ﴿ ٣﴾

“Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama? Maka itulah orang yang menghardik anak yatim dan tidak mendorong memberi makan orang miskin.” (Surat Al Ma’un: 1-3)

4. Kecintaan yang berlebihan kepada harta dan dunia.

Banyak orang yang ingin menjadi penguasa. Menghalalkan segala cara untuk mendapatkan apa yang diinginkan.

Sekarang, mari kita ubah cara kita memandang masalah di kehidupan ini. Cobalah untuk melihat bahwa apa yang kita miliki adalah ujian dan segala apa yang belum mampu kita raih juga adalah ujian. Katakanlah saat ujian datang menimpa, “Alhamdulilllah ‘alaa kulli hal (segala puji kepada Allah atas segala yang terjadi)”. Karena, Allah Rabbul Izzati tidak pernah salah dalam memberikan seperti apa pun keadaan.

Semua ketakutan yang ada di dunia ini, tidak lain adalah akibat kecintaan pada dunia, harta, dan kekuasaan. Padahal di ayat 17 surat Al-Fajr ini, Allah menegaskan bahwa semua itu salah. Sungguh begitu banyak kebaikan yang bisa kita kerjakan tanpa pangkat dan uang. Sungguh begitu banyak rezeki dan kebahagiaan yang Allah Ta’ala berikan tanpa pangkat dan uang. Semua itu tetap membuat kita mulia di hadapan Allah Azza wa Jalla.

Marilah, berlombalah untuk menjadi orang-orang berpikir out of the box. Bukan lagi seperti orang kebanyakan yang menjadikan harta benda dan urusan dunia sebagai tujuan. Mulai untuk membuka pikiran bahwa harta benda hanyalah fasilitas yang Allah Ta’ala berikan untuk mendekat kepada-Nya.

Hidup bukan demi uang, tetapi uang adalah amanah untuk membahagiakan hati keluarga terdekat, yatim, fakir, dan orang yang membutuhkan bantuan. Agar tak lagi berjarak dengan kasih sayang dan perlindungan-Nya. Agar bangsa ini terlindung dari berbagai marabahaya dan saling menyayangi dalam ikatan persaudaran yang ikhlas karena Allah saja.

Tags: bachtiar nasirBangsa DimusnahkanUBN
ShareTweetSend
Previous Post

Luhut, Korupsi dan Reformasi Jilid Dua

Next Post

KBIHU Agar Tak Selalu Lakukan Manasik Haji Secara Masal, Guna Mengetahui Tingkat Pemahaman Setiap Jemaah yang Dibimbingnya

Next Post
KBIHU Agar Tak Selalu Lakukan Manasik Haji Secara Masal, Guna Mengetahui Tingkat Pemahaman Setiap Jemaah yang Dibimbingnya

KBIHU Agar Tak Selalu Lakukan Manasik Haji Secara Masal, Guna Mengetahui Tingkat Pemahaman Setiap Jemaah yang Dibimbingnya

Tujuan Utama Muhammadiyah di Tingkat Global Adalah Menghadirkan Islam Sebagai Din al-Hadlarah

Tujuan Utama Muhammadiyah di Tingkat Global Adalah Menghadirkan Islam Sebagai Din al-Hadlarah

Ramai Soal KPK Mengingatkan Publik dengan Kasus Formula E Dimana Anies Didzalimi Firli Bahuri

Ramai Soal KPK Mengingatkan Publik dengan Kasus Formula E Dimana Anies Didzalimi Firli Bahuri

  • Latest
  • Popular
Pengumuman Nomor Kontak Baru Redaksi Panjimas.com

Pengumuman Nomor Kontak Baru Redaksi Panjimas.com

8 Mar 2024
Sinead O’Connor Bangga Menjadi Muslim

Sinead O’Connor Bangga Menjadi Muslim

18 Mar 2024
Jambore Ukhuwah FORMAQIN 2025, Santri Siap Mengusung Kemenangan

Jambore Ukhuwah FORMAQIN 2025, Santri Siap Mengusung Kemenangan

20 Nov 2025
Setelah Datangi Jokowi, Abu Bakar Ba’asyir Sambangi DPR

Setelah Datangi Jokowi, Abu Bakar Ba’asyir Sambangi DPR

31 Oct 2025
Parade Berkisah Warnai Semarak Hari Santri di Ponpes Mutiara Qur’an Putri Pracimantoro

Parade Berkisah Warnai Semarak Hari Santri di Ponpes Mutiara Qur’an Putri Pracimantoro

27 Oct 2025
Dewan Syariah Kota Surakarta Sayangkan Pembangunan Bukit Doa Hollyland Tidak Sesuai Izin dan Prosedur

Dewan Syariah Kota Surakarta Desak TRANS7 Minta Maaf, Terkait Konten Merendahkan Kiai dan Pesantren

16 Oct 2025
Masjid Kampus Islam: Antara Prioritas dan Efisiensi Anggaran

Masjid Kampus Islam: Antara Prioritas dan Efisiensi Anggaran

13 Oct 2025
130 Pendaki Wujudkan Solidaritas untuk Palestina di Gunung Andong

130 Pendaki Wujudkan Solidaritas untuk Palestina di Gunung Andong

12 Oct 2025
Matahari di Puncak Langit Surakarta: Menguji Akurasi Waktu dengan Jam Matahari Kuno

Matahari di Puncak Langit Surakarta: Menguji Akurasi Waktu dengan Jam Matahari Kuno

11 Oct 2025
Penyebab Sebuah Bangsa Dimusnahkan

Penyebab Sebuah Bangsa Dimusnahkan

50 Ciri Gangguan Jin

50 Ciri Gangguan Jin

Dewan Syariah Kota Surakarta Sayangkan Pembangunan Bukit Doa Hollyland Tidak Sesuai Izin dan Prosedur

Dewan Syariah Kota Surakarta Sayangkan Pembangunan Bukit Doa Hollyland Tidak Sesuai Izin dan Prosedur

Benarkah 2 Juta Muslim Murtad Tiap Tahun?

Benarkah 2 Juta Muslim Murtad Tiap Tahun?

Protes Umat Islam Didengar, Bupati Karanganyar Hentikan Sementara Proyek Miniatur Yerusalem Hollyland di Pinggiran Solo

Protes Umat Islam Didengar, Bupati Karanganyar Hentikan Sementara Proyek Miniatur Yerusalem Hollyland di Pinggiran Solo

Hubungan Suami Istri Disunnahkan pada Malam Jum’at?

Hubungan Suami Istri Disunnahkan pada Malam Jum’at?

Proyek Bangunan Kristen Super Megah Holly Land di Solo

Proyek Bangunan Kristen Super Megah Holly Land di Solo

  • About Us
  • Contact
  • Disclaimer
  • Copyright
  • Donation
  • Pedoman Media Siber

Seluruh materi baik artikel, berita, foto, video maupun logo dalam situs Panjimas.com bebas copy untuk keperluan dakwah dan referensi non-komersial, dengan mencantumkan sumbernya (Panjimas.com).Anda bisa turut berdakwah dengan mengirimkan informasi, berita, artikel dan opini untuk dipublikasikan non komersial.

Email: [email protected] | Telp/SMS: 0812 60000 560

Copyright © 2026 — Panjimas. All Rights Reserved.

No Result
View All Result
  • NEWS
    • Nasional
    • Internasional
  • ISLAMIA
    • Aqidah
    • Kuliah Akhlaq
    • Doa & Zikir
    • Fiqih
    • Khutbah
    • Sirah Nabi
    • Thibbun Nabawi
  • INSPIRASI
    • Salafus Shalih
    • Tokoh
    • Muallaf
    • Miracle
      • Mukjizat Qur’an
      • Keajaiban Sunnah
      • Karomah Syuhada
  • NAHIMUNKAR
    • Aliran Sesat & TBC
    • Kristenisasi & Pemurtadan
    • SEPILIS
    • Konspirasi
  • PARENTING
    • Muslimah
    • Remaja
  • Citizens
    • Opini
    • Suara Pembaca
    • Silaturrahim
    • Agenda Umat
  • PANJIMART
    • Properti
    • Produk Digital
    • Rupa-Rupa
    • Resensi Buku
  • GALERI
    • Photo
    • Video
  • SOLIDARITAS
    • Panjimas Care
    • Filantropi

Copyright © 2019
Panjimas. All Rights Reserved.