• About Us
  • Archives
  • Blog
  • Contact
  • Copyright
  • Disclaimer
  • Donation
  • Full Width Page
  • Home
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
No Result
View All Result
Panjimas
Advertisement
  • NEWS
    • Nasional
    • Internasional
  • ISLAMIA
    • Aqidah
    • Kuliah Akhlaq
    • Doa & Zikir
    • Fiqih
    • Khutbah
    • Sirah Nabi
    • Thibbun Nabawi
  • INSPIRASI
    • Salafus Shalih
    • Tokoh
    • Muallaf
    • Miracle
      • Mukjizat Qur’an
      • Keajaiban Sunnah
      • Karomah Syuhada
  • NAHIMUNKAR
    • Aliran Sesat & TBC
    • Kristenisasi & Pemurtadan
    • SEPILIS
    • Konspirasi
  • PARENTING
    • Muslimah
    • Remaja
  • Citizens
    • Opini
    • Suara Pembaca
    • Silaturrahim
    • Agenda Umat
  • PANJIMART
    • Properti
    • Produk Digital
    • Rupa-Rupa
    • Resensi Buku
  • GALERI
    • Photo
    • Video
  • SOLIDARITAS
    • Panjimas Care
    • Filantropi
  • NEWS
    • Nasional
    • Internasional
  • ISLAMIA
    • Aqidah
    • Kuliah Akhlaq
    • Doa & Zikir
    • Fiqih
    • Khutbah
    • Sirah Nabi
    • Thibbun Nabawi
  • INSPIRASI
    • Salafus Shalih
    • Tokoh
    • Muallaf
    • Miracle
      • Mukjizat Qur’an
      • Keajaiban Sunnah
      • Karomah Syuhada
  • NAHIMUNKAR
    • Aliran Sesat & TBC
    • Kristenisasi & Pemurtadan
    • SEPILIS
    • Konspirasi
  • PARENTING
    • Muslimah
    • Remaja
  • Citizens
    • Opini
    • Suara Pembaca
    • Silaturrahim
    • Agenda Umat
  • PANJIMART
    • Properti
    • Produk Digital
    • Rupa-Rupa
    • Resensi Buku
  • GALERI
    • Photo
    • Video
  • SOLIDARITAS
    • Panjimas Care
    • Filantropi
No Result
View All Result
Panjimas
No Result
View All Result
Home NEWS Nasional

[VIDEO] Kriminalisasi Ulama Mengulang Memori Jelang Pemberontakan PKI 1965

24 Jan 2017
in Nasional, NEWS, Video
Reading Time: 2 mins read
A A
[VIDEO] Kriminalisasi Ulama Mengulang Memori Jelang Pemberontakan PKI 1965
0
SHARES
11
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA (Panjimas.com) – Budayawan Taufiq Ismail menceritakan masa lalu yang pernah dialaminya, ketika PKI hendak melakukan pembenrontakan yang ketiga kalinya, pada sekitar tahun 1965.

Hal itu disampaikan Taufiq Ismail saat menjadi pembicara dalam Majelis Taqarrub Ilallah Pembaca Suara Islam (MTI PSI), di Masjid Baiturrahan, Jl. Dr. Saharjo No. 100 Menteng Atas, Setiabudi, Jakarta Selatan, Ahad (22/1/2017).

“Secara pribadi bagi saya, saya terkena terhadap pengalaman pribadi saya 50 tahun yang lalu, yaitu pada tahun 1960an sampai 1965, ketika PKI untuk mencoba ketiga kalinya merebut kekuasaan di Indonesia ini. Apa yang mereka lakukan pada waktu itu?” kata Buya Taufiq. (Baca: Budayawan dan Saksi Sejarah Pemberontakan PKI 1965 Khawatir Lihat Kondisi Indonesia)

Sayangnya, kini para saksi sejarah sudah banyak yang wafat, karena peristiwa biadab ini sudah berlangsung lebih dari setengah abad.

“Sudah banyak yang tidak ada lagi di sekitar kita,” ujarnya.

Seiring berjalannya waktu, ternyata para eks PKI berupaya mengaburkan sejarah kekejaman yang pernah menghinggapi bumi pertiwi.

“Celakanya lagi, di dalam buku sejarah yang resmi diajarkan di sekolah-sekolah, itu dengan liciknya orang-orang eks PKI itu berhasil meniadakan atau mengaburkan,” ungkapnya.

Soal kekejaman dan kebiadaban komunis, Taufiq Ismail pun membeberkan pembantaian massal yang terjadi saat PKI pimpinan Muso, melakukan pemberontakan di madiun tahun 1948.

“Digiring ke luar kota Madiun, disiapkan sebuah blumbang besar, kemudain kiai kiai dan pamong praja itu disembelih di sana, disembelih beberapa puluh orang,” ungkapnya.

Bentuk tindakan brutal PKI lainnya, Taufiq Ismail menceritakan di Pondok Pesantren Al-Jauhar di Desa Kanigoro, Kecamatan Kras, Kediri, pada 13 Januari 1965, PII melakukan pelatihan. Pada waktu istirahat, Pemuda Rakyat dan PKI, masuk menyerbu masjid, lalu para pelajar PII itu dibawa ke luar masjid, Al-Qur’an yang ada di dalam masjid diinjak-injak, mereka menyeret pelajar PII dengan berteriak-teriak menghina Islam, menghina Rasulullah.

“Yang mereka tuduh PII ini melakukan tindakan subversif, melawan pemerintah, kemudian dibawa ke kepolisian supaya ditahan,” tuturnya.

Taufiq Ismail kemudian mengungkapkan, bahwa kondisi Indonesia saat ini mirip dengan situasi jelang tahun 1965. (Baca: Jelang Pemberontakan PKI, Ulama Dipenjara dan Aktivis Ditangkapi dengan Tuduhan Subversif)

Ia sangat khawatir, bila itu benar-benar terjadi. Sebab dampaknya akan sangat berbahaya terhadap keutuhan bangsa.

“Saya sebagai orang yang pernah mengalami sejarah lima puluh tahun yang lalu itu betul-betul merasa berdebar-debar,” tuturnya.

Terakhir, karena merasa prihatin dengan situasi dan kondisi bangsa ini, Taufiq Ismail yang pernah menjadi saksi sejarah keganasan PKI tahun 1965, memanjatkan doa dengan khusyu’. (Baca: Kondisi Saat ini Mirip 1965, Doa Taufiq Ismail: Ya Allah, Selamatkan dari Bencana)

“Ya Allah, Rabbana, Rabbana… ini adalah satu perasaan dari seseorang yang pernah mengalami 50 tahun yang lalu dan melihat sekarang, Ya Allah, kok mirip sekali keadaannya, mirip, mirip. Kok sepertinya sejarah itu akan diulang kembali. Mudah-mudahan kita diselamatkan Allah dari bencana ini,” tutupnya. Berikut ini video lengkap kisah bersejarah yang disampaikan Buya Taufiq Ismail. [AW]

Tags: 1965budayawanheadlineskriminalisasimusoPKIsaksi sejarahtaufiq ismailulama
ShareTweetSend
Previous Post

Yusril Sebut Aparat Berlebihan dalam Kasus Bendera Merah Putih Bertulis Kalimat Tauhid

Next Post

Dilaporkan atas Dugaan Penodaan Agama, Habib Novel Tantang Polisi Panggil Megawati

Next Post
Habib Novel FPI: Meski Ahok Panggil Kopassus dan Isi Water Cannon dengan Bensin, tetap kita Lawan!

Dilaporkan atas Dugaan Penodaan Agama, Habib Novel Tantang Polisi Panggil Megawati

Ormas Islam Semarang: Kami Keberatan Festival Kuliner Babi Dilakukan Terbuka

Ormas Islam Semarang: Kami Keberatan Festival Kuliner Babi Dilakukan Terbuka

[VIDEO] Sepak Terjang Wanita Hindu, Penipu Berkedok Muallaf Ditangkap di Sukoharjo

[VIDEO] Sepak Terjang Wanita Hindu, Penipu Berkedok Muallaf Ditangkap di Sukoharjo

  • Latest
  • Popular
Pengumuman Nomor Kontak Baru Redaksi Panjimas.com

Pengumuman Nomor Kontak Baru Redaksi Panjimas.com

8 Mar 2024
Sinead O’Connor Bangga Menjadi Muslim

Sinead O’Connor Bangga Menjadi Muslim

18 Mar 2024
Jambore Ukhuwah FORMAQIN 2025, Santri Siap Mengusung Kemenangan

Jambore Ukhuwah FORMAQIN 2025, Santri Siap Mengusung Kemenangan

20 Nov 2025
Setelah Datangi Jokowi, Abu Bakar Ba’asyir Sambangi DPR

Setelah Datangi Jokowi, Abu Bakar Ba’asyir Sambangi DPR

31 Oct 2025
Parade Berkisah Warnai Semarak Hari Santri di Ponpes Mutiara Qur’an Putri Pracimantoro

Parade Berkisah Warnai Semarak Hari Santri di Ponpes Mutiara Qur’an Putri Pracimantoro

27 Oct 2025
Dewan Syariah Kota Surakarta Sayangkan Pembangunan Bukit Doa Hollyland Tidak Sesuai Izin dan Prosedur

Dewan Syariah Kota Surakarta Desak TRANS7 Minta Maaf, Terkait Konten Merendahkan Kiai dan Pesantren

16 Oct 2025
Masjid Kampus Islam: Antara Prioritas dan Efisiensi Anggaran

Masjid Kampus Islam: Antara Prioritas dan Efisiensi Anggaran

13 Oct 2025
130 Pendaki Wujudkan Solidaritas untuk Palestina di Gunung Andong

130 Pendaki Wujudkan Solidaritas untuk Palestina di Gunung Andong

12 Oct 2025
Matahari di Puncak Langit Surakarta: Menguji Akurasi Waktu dengan Jam Matahari Kuno

Matahari di Puncak Langit Surakarta: Menguji Akurasi Waktu dengan Jam Matahari Kuno

11 Oct 2025
[VIDEO] Kriminalisasi Ulama Mengulang Memori Jelang Pemberontakan PKI 1965

[VIDEO] Kriminalisasi Ulama Mengulang Memori Jelang Pemberontakan PKI 1965

50 Ciri Gangguan Jin

50 Ciri Gangguan Jin

Dewan Syariah Kota Surakarta Sayangkan Pembangunan Bukit Doa Hollyland Tidak Sesuai Izin dan Prosedur

Dewan Syariah Kota Surakarta Sayangkan Pembangunan Bukit Doa Hollyland Tidak Sesuai Izin dan Prosedur

Benarkah 2 Juta Muslim Murtad Tiap Tahun?

Benarkah 2 Juta Muslim Murtad Tiap Tahun?

Protes Umat Islam Didengar, Bupati Karanganyar Hentikan Sementara Proyek Miniatur Yerusalem Hollyland di Pinggiran Solo

Protes Umat Islam Didengar, Bupati Karanganyar Hentikan Sementara Proyek Miniatur Yerusalem Hollyland di Pinggiran Solo

Hubungan Suami Istri Disunnahkan pada Malam Jum’at?

Hubungan Suami Istri Disunnahkan pada Malam Jum’at?

Proyek Bangunan Kristen Super Megah Holly Land di Solo

Proyek Bangunan Kristen Super Megah Holly Land di Solo

  • About Us
  • Contact
  • Disclaimer
  • Copyright
  • Donation
  • Pedoman Media Siber

Seluruh materi baik artikel, berita, foto, video maupun logo dalam situs Panjimas.com bebas copy untuk keperluan dakwah dan referensi non-komersial, dengan mencantumkan sumbernya (Panjimas.com).Anda bisa turut berdakwah dengan mengirimkan informasi, berita, artikel dan opini untuk dipublikasikan non komersial.

Email: [email protected] | Telp/SMS: 0812 60000 560

Copyright © 2026 — Panjimas. All Rights Reserved.

No Result
View All Result
  • NEWS
    • Nasional
    • Internasional
  • ISLAMIA
    • Aqidah
    • Kuliah Akhlaq
    • Doa & Zikir
    • Fiqih
    • Khutbah
    • Sirah Nabi
    • Thibbun Nabawi
  • INSPIRASI
    • Salafus Shalih
    • Tokoh
    • Muallaf
    • Miracle
      • Mukjizat Qur’an
      • Keajaiban Sunnah
      • Karomah Syuhada
  • NAHIMUNKAR
    • Aliran Sesat & TBC
    • Kristenisasi & Pemurtadan
    • SEPILIS
    • Konspirasi
  • PARENTING
    • Muslimah
    • Remaja
  • Citizens
    • Opini
    • Suara Pembaca
    • Silaturrahim
    • Agenda Umat
  • PANJIMART
    • Properti
    • Produk Digital
    • Rupa-Rupa
    • Resensi Buku
  • GALERI
    • Photo
    • Video
  • SOLIDARITAS
    • Panjimas Care
    • Filantropi

Copyright © 2019
Panjimas. All Rights Reserved.