• About Us
  • Archives
  • Blog
  • Contact
  • Copyright
  • Disclaimer
  • Donation
  • Full Width Page
  • Home
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
No Result
View All Result
Panjimas
Advertisement
  • NEWS
    • Nasional
    • Internasional
  • ISLAMIA
    • Aqidah
    • Kuliah Akhlaq
    • Doa & Zikir
    • Fiqih
    • Khutbah
    • Sirah Nabi
    • Thibbun Nabawi
  • INSPIRASI
    • Salafus Shalih
    • Tokoh
    • Muallaf
    • Miracle
      • Mukjizat Qur’an
      • Keajaiban Sunnah
      • Karomah Syuhada
  • NAHIMUNKAR
    • Aliran Sesat & TBC
    • Kristenisasi & Pemurtadan
    • SEPILIS
    • Konspirasi
  • PARENTING
    • Muslimah
    • Remaja
  • Citizens
    • Opini
    • Suara Pembaca
    • Silaturrahim
    • Agenda Umat
  • PANJIMART
    • Properti
    • Produk Digital
    • Rupa-Rupa
    • Resensi Buku
  • GALERI
    • Photo
    • Video
  • SOLIDARITAS
    • Panjimas Care
    • Filantropi
  • NEWS
    • Nasional
    • Internasional
  • ISLAMIA
    • Aqidah
    • Kuliah Akhlaq
    • Doa & Zikir
    • Fiqih
    • Khutbah
    • Sirah Nabi
    • Thibbun Nabawi
  • INSPIRASI
    • Salafus Shalih
    • Tokoh
    • Muallaf
    • Miracle
      • Mukjizat Qur’an
      • Keajaiban Sunnah
      • Karomah Syuhada
  • NAHIMUNKAR
    • Aliran Sesat & TBC
    • Kristenisasi & Pemurtadan
    • SEPILIS
    • Konspirasi
  • PARENTING
    • Muslimah
    • Remaja
  • Citizens
    • Opini
    • Suara Pembaca
    • Silaturrahim
    • Agenda Umat
  • PANJIMART
    • Properti
    • Produk Digital
    • Rupa-Rupa
    • Resensi Buku
  • GALERI
    • Photo
    • Video
  • SOLIDARITAS
    • Panjimas Care
    • Filantropi
No Result
View All Result
Panjimas
No Result
View All Result
Home ISLAMIA

Ramadhan, Ingat Mati dan Akhlaq Terpuji

17 Jun 2017
in ISLAMIA, Kuliah Akhlaq
Reading Time: 3 mins read
A A
Barangsiapa Meninggal Dunia, Kiamatnya Telah Terjadi
0
SHARES
32
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

(Panjimas.com) – Dari Tsauban, bahwa Nabi shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda, “Hampir saja para umat mengerumuni kalian dari berbagai penjuru seperti menghadapi makanan dalam piring.” Seseorang bertanya, “Katakanlah wahai Rasulullah, apakah kami pada saat itu sedikit?” Rasulullah bersabda, “Kalian pada saat itu banyak, tapi kalian bagai sampah yang dibawa air hujan. Allah akan menghilangkan rasa takut pada hati musuh kalian dan akan menimpakan dalam hati kalian wahn. Seseorang bertanya, “Wahn, apa itu?” Rasulullah bersabda, “Cinta dunia dan takut mati.” (Hr. Abu Dawud dan Ahmad).

Gemerlap dunia menyilaukan mata hati banyak manusia. Tidak saja mereka yang tak percaya adanya hari pembalasan di depan sana, kaum Mukmin pun tak jauh berbeda. Coba renungkan, apakah bukan cinta dunia bila kita sudi membeli kendaraan terbaru dengan cara riba padahal kendaraan lama sejatinya masih layak guna? Jujurlah memberi jawaban, apa bukan artinya cinta dunia bila pakaian mahal tetap dibeli di kala hutang masih belum terbayar, padahal pakaian yang tertumpuk di lemari masih mencukupi? Tak usahlah kita menunjuk mereka yang kafir, pergilah ke depan cermin lalu amati diri, benarkah ia sudah menjadi Mukmin yang zuhud dunia dan siap berpisah dengannya?

Ramadhan bulan yang tepat untuk berkontemplasi, merenungi kehidupan yang tengah kita jalani. Sesekali kiranya perlu dicoba, berjalan kaki satu atau dua jam dalam kondisi perut lapar. Tafakkuri hidup, tafakkuri mati. Dalam khalwat denganNya sepenuh konsentrasi, akan kita temui siapa sejatinya diri bernama “aku” ini.

“Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Mahaperkasa lagi Maha Pengampun.” (al-Mulk: 2).

Dalam Tafsir al-Qurthubi disebutkan bahwa menurut as-Sudi rahimahullah, yang dimaksud orang yang paling baik amalnya dalam ayat di atas ialah ia yang paling banyak mengingat mati dan paling baik persiapannya untuk menghadapi kematian.

Haus lapar dalam Ramadhan menjadi suplemen kesadaran akan arti kehidupan, penguat ingat akan keterbatasan nikmat, akan ajal yang kian dekat. Ingat mati menyuburkan akhlaq terpuji. Di depan sesama tidak arogan, terhadap Allah ta’ala takut menentang. Hati pun lebih mudah beradaptasi: saat sempit tak merasa terhimpit, saat lapang tak terlalaikan. Karena ingat, hidup di dunia hanya sebentar, materi dan predikat duniawi akan sirna.

“Perbanyaklah mengingat pemutus kelezatan (yaitu kematian). Karena jika seseorang mengingatnya saat kehidupannya sempit, maka ia akan merasa lapang. Dan jika seseorang mengingatnya saat hidupnya lapang, maka ia tidak akan tertipu dengan dunia (sehingga lalai akan akhirat).” (Hr. Ibnu Hibban dan Baihaqi).

Khusyuknya shalat itu nikmat yang bermanfaat. Ia bukan kenikmatan semu seperti halnya rasa nikmat saat mencecap lezat mie instan yang sering diiklankan. Ingat mati dalam shalat membantu tercapainya khusyukan. Ingat mati menyadarkan bahwa bisa jadi shalat saat ini adalah yang terakhir kali, tak ada kesempatan lagi nanti karena nafas telah berhenti.

“Ingatlah kematian dalam shalatmu, karena jika seseorang mengingat mati dalam shalatnya, maka ia akan memperbagus shalatnya. Shalatlah seperti shalat orang yang tidak menyangka bahwa ia masih punya kesempatan melakukan shalat yang lainnya …. (Hr. ad-Dailami).

Ingat mati, sadar diri bahwa entah kapan pasti diri akan mati, adalah agenda penting dan mendesak setiap saat bagi manusia yang berkualitas akalnya.

Dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Aku pernah bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam, lalu seorang Anshar mendatangi beliau, memberi salam, dan bertanya, ‘Wahai Rasulullah, mukmin manakah yang paling baik?’ Beliau bersabda, ‘Yang paling baik akhlaknya.’ Tanyanya lagi, ‘Lalu mukmin manakah yang paling cerdas?” Beliau bersabda, ‘Yang paling banyak mengingat kematian dan yang paling baik dalam mempersiapkan diri untuk alam berikutnya, itulah mereka yang paling cerdas.'” (Hr. Ibnu Majah).

Sebaliknya, bila sepanjang usia akal hanya dikerahkan untuk memikirkan keinginan-keinginan pragmatis keduniaan, berarti si bersangkutan bukanlah orang cerdas walau berpendidikan formal tinggi, walau juara olympiade!

Orang yang sadar bahwa entah kapan dirinya pasti akan mati dan memertanggungjawabkan semua perbuatannya selagi di dunia, logisnya ia akan menempuh kehidupan yang sesuai aturan Sang Pemilik Kehidupan, Allah subhanahu wa ta’ala.

“Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, maka hendaklah ia mengerjakan amal shalih dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadah kepada Tuhannya.” (al-Kahfi: 110).

Dengan begitu, ingat mati adalah perisai diri dari perbuatan tak berakhlaq. Dan Ramadhan adalah ruang kondusif untuk mengagendakan

Tags: Kematianramadhan
ShareTweetSend
Previous Post

Imam an-Nasa’i dan Karya Masterpiece-nya

Next Post

Terkait Fitnah Amin Rais, Kokam Jateng: Musuh Islam itu Neo Komunis

Next Post
Terkait Fitnah Amin Rais, Kokam Jateng: Musuh Islam itu Neo Komunis

Terkait Fitnah Amin Rais, Kokam Jateng: Musuh Islam itu Neo Komunis

ANNAS Soloraya: Syiah Klaim Ahlul Bait, Tuduh Sunni Benci Keluarga Nabi

Khulafaur Rasyidin adalah Kerabat Rasulullah, Tuduhan Syiah Salah

Ramadhan Ini, Tiga Santri Daarul Qur’an Siap Jadi Imam di Korsel

Ramadhan Ini, Tiga Santri Daarul Qur'an Siap Jadi Imam di Korsel

  • Latest
  • Popular
Panjimas.com Rilis Nomor Kontak Baru Redaksi: 0812.60000.560

Panjimas.com Rilis Nomor Kontak Baru Redaksi: 0812.60000.560

18 Jul 2026
Downgrade Standar Hidup: Ketika Berhemat Tak Cukup untuk Bertahan Hidup

Downgrade Standar Hidup: Ketika Berhemat Tak Cukup untuk Bertahan Hidup

21 Oct 2026
Wakil Katib Syuriyah PWNU DKI Jakarta Kenang KH Syukron Ma’mun: Ulama Langka yang Lurus dalam Perjuangan

Wakil Katib Syuriyah PWNU DKI Jakarta Kenang KH Syukron Ma’mun: Ulama Langka yang Lurus dalam Perjuangan

20 Oct 2026
Baitul Maqdis Institute Kecam Serangan Houthi, Tolak Pembatasan Jilbab dan Konser Andrea Bocelli

Baitul Maqdis Institute Kecam Serangan Houthi, Tolak Pembatasan Jilbab dan Konser Andrea Bocelli

20 Oct 2026
Kemenkes: Malapetaka dan Kelaparan di Gaza Capai Tingkat ‘Bencana’

Kemenkes: Malapetaka dan Kelaparan di Gaza Capai Tingkat ‘Bencana’

20 Oct 2026
Italia Bidik Pejabat Tinggi Militer dan Politik Israel atas Penyekapan Aktivis GSF

Italia Bidik Pejabat Tinggi Militer dan Politik Israel atas Penyekapan Aktivis GSF

20 Oct 2026
Tiga Tahun 7 Oktober, Sukamta Ingatkan Dunia Jangan Memotong Sejarah Palestina

Kutuk Serangan Houthi di Bandara Riyadh, Waka Komisi I DPR Minta KBRI Terus Pantau Kondisi WNI

20 Oct 2026
Alumni Madinah Kecam Serangan Bandara Riyadh, Desak Perlindungan WNI

Alumni Madinah Kecam Serangan Bandara Riyadh, Desak Perlindungan WNI

20 Oct 2026
Barangsiapa Meninggal Dunia, Kiamatnya Telah Terjadi

Ramadhan, Ingat Mati dan Akhlaq Terpuji

50 Ciri Gangguan Jin

50 Ciri Gangguan Jin

Pemimpin Zalim yang Menyengsarakan Rakyat

Pemimpin Zalim yang Menyengsarakan Rakyat

Benarkah 2 Juta Muslim Murtad Tiap Tahun?

Benarkah 2 Juta Muslim Murtad Tiap Tahun?

Hubungan Suami Istri Disunnahkan pada Malam Jum’at?

Hubungan Suami Istri Disunnahkan pada Malam Jum’at?

Baitul Maqdis Institute Kecam Serangan Houthi, Tolak Pembatasan Jilbab dan Konser Andrea Bocelli

Baitul Maqdis Institute Kecam Serangan Houthi, Tolak Pembatasan Jilbab dan Konser Andrea Bocelli

Khutbah Jum’at; Keutamaan Tauhid dan Bahaya Syirik

Khutbah Jum’at; Keutamaan Tauhid dan Bahaya Syirik

  • About Us
  • Contact
  • Disclaimer
  • Copyright
  • Donation
  • Pedoman Media Siber

Seluruh materi baik artikel, berita, foto, video maupun logo dalam situs Panjimas.com bebas copy untuk keperluan dakwah dan referensi non-komersial, dengan mencantumkan sumbernya (Panjimas.com).Anda bisa turut berdakwah dengan mengirimkan informasi, berita, artikel dan opini untuk dipublikasikan non komersial.

Email: [email protected] | Telp/SMS: 0812 60000 560

Copyright © 2026 — Panjimas. All Rights Reserved.

No Result
View All Result
  • NEWS
    • Nasional
    • Internasional
  • ISLAMIA
    • Aqidah
    • Kuliah Akhlaq
    • Doa & Zikir
    • Fiqih
    • Khutbah
    • Sirah Nabi
    • Thibbun Nabawi
  • INSPIRASI
    • Salafus Shalih
    • Tokoh
    • Muallaf
    • Miracle
      • Mukjizat Qur’an
      • Keajaiban Sunnah
      • Karomah Syuhada
  • NAHIMUNKAR
    • Aliran Sesat & TBC
    • Kristenisasi & Pemurtadan
    • SEPILIS
    • Konspirasi
  • PARENTING
    • Muslimah
    • Remaja
  • Citizens
    • Opini
    • Suara Pembaca
    • Silaturrahim
    • Agenda Umat
  • PANJIMART
    • Properti
    • Produk Digital
    • Rupa-Rupa
    • Resensi Buku
  • GALERI
    • Photo
    • Video
  • SOLIDARITAS
    • Panjimas Care
    • Filantropi

Copyright © 2019
Panjimas. All Rights Reserved.