• About Us
  • Archives
  • Blog
  • Contact
  • Copyright
  • Disclaimer
  • Donation
  • Full Width Page
  • Home
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
No Result
View All Result
Panjimas
Advertisement
  • NEWS
    • Nasional
    • Internasional
  • ISLAMIA
    • Aqidah
    • Kuliah Akhlaq
    • Doa & Zikir
    • Fiqih
    • Khutbah
    • Sirah Nabi
    • Thibbun Nabawi
  • INSPIRASI
    • Salafus Shalih
    • Tokoh
    • Muallaf
    • Miracle
      • Mukjizat Qur’an
      • Keajaiban Sunnah
      • Karomah Syuhada
  • NAHIMUNKAR
    • Aliran Sesat & TBC
    • Kristenisasi & Pemurtadan
    • SEPILIS
    • Konspirasi
  • PARENTING
    • Muslimah
    • Remaja
  • Citizens
    • Opini
    • Suara Pembaca
    • Silaturrahim
    • Agenda Umat
  • PANJIMART
    • Properti
    • Produk Digital
    • Rupa-Rupa
    • Resensi Buku
  • GALERI
    • Photo
    • Video
  • SOLIDARITAS
    • Panjimas Care
    • Filantropi
  • NEWS
    • Nasional
    • Internasional
  • ISLAMIA
    • Aqidah
    • Kuliah Akhlaq
    • Doa & Zikir
    • Fiqih
    • Khutbah
    • Sirah Nabi
    • Thibbun Nabawi
  • INSPIRASI
    • Salafus Shalih
    • Tokoh
    • Muallaf
    • Miracle
      • Mukjizat Qur’an
      • Keajaiban Sunnah
      • Karomah Syuhada
  • NAHIMUNKAR
    • Aliran Sesat & TBC
    • Kristenisasi & Pemurtadan
    • SEPILIS
    • Konspirasi
  • PARENTING
    • Muslimah
    • Remaja
  • Citizens
    • Opini
    • Suara Pembaca
    • Silaturrahim
    • Agenda Umat
  • PANJIMART
    • Properti
    • Produk Digital
    • Rupa-Rupa
    • Resensi Buku
  • GALERI
    • Photo
    • Video
  • SOLIDARITAS
    • Panjimas Care
    • Filantropi
No Result
View All Result
Panjimas
No Result
View All Result
Home ISLAMIA

Pak Kiai dan Penjual Dawet

5 Mar 2018
in ISLAMIA, Kuliah Akhlaq
Reading Time: 2 mins read
A A
Pak Kiai dan Penjual Dawet
0
SHARES
13
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

(Panjimas.com) – Dikisahkan, di suatu daerah pinggiran kota, berdiri sebuah pesantren yang cukup berusia. Pesantren yang bisa dibilang masyhur karena kearifan yang ada di dalamnya. Terbukti, sering ada tamu datang dari berbagai wilayah, jauh-jauh, bahkan dari luar negeri.

Seperti halnya pada suatu hari. Pak Kiai mendapat kabar akan kedatangan rombongan dari Thailand guna mengadakan studi. Studi kemandirian lembaga pendidikan. Ya, pesantren itu mandiri tak hanya dalam penyusunan kurikulum, tetapi juga secara ekonomi. Dua pertiga tanah pesantren menjadi lahan produktif secara ekonomi. Berupa sawah, kebun hortikultura, dan peternakan. Mulai ayam, itik, kelinci, kambing, kuda, dan sapi. Juga kolam-kolam beberapa jenis ikan. Energinya juga mandiri, pakai sel surya dan kincir angin untuk listriknya. Masaknya pakai biogas, tungku jarak pagar, juga serbuk gergaji dan kayu bakar. Mereka biasa menggunakan bendi sebagai sarana transportasi. Rangkaian sistem a la Swadesi-nya Gandhi ini jelas saja menarik perhatian dunia, menjadi laboratorium ilmu pengetahuan berbagai bangsa.

Pagi itu, usai menerima telepon, Pak Kiai mengomando santri. Sebagian santri putra bertugas menyiapkan tempat peristirahatan tamu, memetik hasil kebun, menangkap ikan, dan sebagainya. Sebagian santri putri bertugas di dapur, menyiapkan jamuan terbaik untuk para tamu. Pak Kiai, sebagaimana biasa, akan menyuguhi bangsa Thai dengan hidangan khas daerah, dengan hasil kebun dan ternak pesantrennya. Tapi ada satu hal lain yang ingin ia suguhkan, yakni dawet, minuman khas daerah yang belum bisa diproduksi sendiri oleh pesantren. Pak Kiai yang biasa turun tangan sendiri, bekerja gotong royong dengan keluarga, para asatidz, dan santri itu; akan membeli di warung dawet satu-satunya di kampung itu.

Esoknya, hari H kehadiran tamu dari Negeri Gajah Putih, pagi-pagi, saat para santri yang ditunjuk sedang melaksanakan tugas yang dibagikan, Pak Kiai menuju parkiran bendi membawa sebuah panci. Ia ingin mendapati dawet yang masih berjumlah maksimal, belum banyak dibeli orang.

“Assalamu’alaikum. Baru buka to, Mas?”

“Wa’alaikumussalam, Pak Kiai. Iya, baru saja tiba,” jawab penjual dawet sambil mengeluarkan mangkok dan mengelapnya satu per satu.

“Beli berapa, Pak?”

“Saya mau beli semua, Mas, kebetulan hari ini mau ada tamu dari Thailand. Saya mau mereka mencoba nikmatnya dawet sampean,” kata Pak Kiai mantab.

“Aduh, Maaf, Pak, jangan semua ya, saya kan harus jualan.”

“Lho, kan semua saya beli, Mas. Sampean kan enak, bisa langsung pulang dan istirahat.”

“Tapi, bagaimana dengan orang lain yang juga ingin minum dawet, kan yang jualan hanya saya di sini, Pak?”

Pak Kiai terperangah, takjub. Ternyata bukan uang tujuan akhir si penjual dawet. Ia berjualan sebagai cara mengabdi, menyumbang peran dalam kehidupan. Ia jualan untuk menjadi pelaksana salah satu tugas kehidupan di antara sekian banyak macam tugas kehidupan. Ia bukan bagian dari kaum materialis, kaum kapitalis, kaum yang serakah, menjadikan uang dan kekayaan materi sebagai tujuan. Penjual dawet ingin menjadi pelayan umat, bukan orang yang memanfaatkan umat untuk kepentingan pribadinya.

“Baiklah, Mas, saya beli sebatas maksimal yang sampean kasih. Dan terima kasih banyak, pagi ini saya mendapat ilmu yang tak terhingga agungnya dari sampean. Terima kasih banyak, Mas.”

Pak Kiai pulang dengan senyum keharuan, udara pagi yang hangat nyaman seperti merasuk ke relung hatinya yang terdalam. Dalam iklim keterjajahan umat seperti ini, ada seorang pedagang kecil tepi jalan yang masih “kokoh berdiri”. Jiwa itulah yang selama ini ia bangun lewat pesantren yang ia dirikan. Untuk mendidik diri, untuk mendidik keluarga, mendidik asatidz, juga santri; agar senantiasa ingat akan visi kehidupan.

“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembahKu. Aku tidak menghendaki rezeki sedikit pun dari mereka dan Aku tidak menghendaki supaya mereka memberi Aku makan.” (az-Zariyat: 56-57).

Wallahu a’lam. [IB]

Tags: ponpes
ShareTweetSend
Previous Post

Bang Japar Berikan Penghargaan kepada Sejumlah Media Islam

Next Post

Uni Eropa: Pemulangan Kembali Pengungsi Rohingya Harus Libatkan PBB

Next Post
Uni Eropa: Pemulangan Kembali Pengungsi Rohingya Harus Libatkan PBB

Uni Eropa: Pemulangan Kembali Pengungsi Rohingya Harus Libatkan PBB

Mahasiswa STIM Gandeng Panti Asuhan Aisyiyah Gelar Pengobatan Tibbun Nabawi

Mahasiswa STIM Gandeng Panti Asuhan Aisyiyah Gelar Pengobatan Tibbun Nabawi

Ustadz Abdullah Hadrami: Jangan Mau Diajak untuk Membenci Sesama Aswaja

Ustadz Abdullah Hadrami: Jangan Mau Diajak untuk Membenci Sesama Aswaja

  • Latest
  • Popular
Pengumuman Nomor Kontak Baru Redaksi Panjimas.com

Pengumuman Nomor Kontak Baru Redaksi Panjimas.com

8 Mar 2024
Sinead O’Connor Bangga Menjadi Muslim

Sinead O’Connor Bangga Menjadi Muslim

18 Mar 2024
Jambore Ukhuwah FORMAQIN 2025, Santri Siap Mengusung Kemenangan

Jambore Ukhuwah FORMAQIN 2025, Santri Siap Mengusung Kemenangan

20 Nov 2025
Setelah Datangi Jokowi, Abu Bakar Ba’asyir Sambangi DPR

Setelah Datangi Jokowi, Abu Bakar Ba’asyir Sambangi DPR

31 Oct 2025
Parade Berkisah Warnai Semarak Hari Santri di Ponpes Mutiara Qur’an Putri Pracimantoro

Parade Berkisah Warnai Semarak Hari Santri di Ponpes Mutiara Qur’an Putri Pracimantoro

27 Oct 2025
Dewan Syariah Kota Surakarta Sayangkan Pembangunan Bukit Doa Hollyland Tidak Sesuai Izin dan Prosedur

Dewan Syariah Kota Surakarta Desak TRANS7 Minta Maaf, Terkait Konten Merendahkan Kiai dan Pesantren

16 Oct 2025
Masjid Kampus Islam: Antara Prioritas dan Efisiensi Anggaran

Masjid Kampus Islam: Antara Prioritas dan Efisiensi Anggaran

13 Oct 2025
130 Pendaki Wujudkan Solidaritas untuk Palestina di Gunung Andong

130 Pendaki Wujudkan Solidaritas untuk Palestina di Gunung Andong

12 Oct 2025
Matahari di Puncak Langit Surakarta: Menguji Akurasi Waktu dengan Jam Matahari Kuno

Matahari di Puncak Langit Surakarta: Menguji Akurasi Waktu dengan Jam Matahari Kuno

11 Oct 2025
Pak Kiai dan Penjual Dawet

Pak Kiai dan Penjual Dawet

50 Ciri Gangguan Jin

50 Ciri Gangguan Jin

Dewan Syariah Kota Surakarta Sayangkan Pembangunan Bukit Doa Hollyland Tidak Sesuai Izin dan Prosedur

Dewan Syariah Kota Surakarta Sayangkan Pembangunan Bukit Doa Hollyland Tidak Sesuai Izin dan Prosedur

Benarkah 2 Juta Muslim Murtad Tiap Tahun?

Benarkah 2 Juta Muslim Murtad Tiap Tahun?

Protes Umat Islam Didengar, Bupati Karanganyar Hentikan Sementara Proyek Miniatur Yerusalem Hollyland di Pinggiran Solo

Protes Umat Islam Didengar, Bupati Karanganyar Hentikan Sementara Proyek Miniatur Yerusalem Hollyland di Pinggiran Solo

Hubungan Suami Istri Disunnahkan pada Malam Jum’at?

Hubungan Suami Istri Disunnahkan pada Malam Jum’at?

Proyek Bangunan Kristen Super Megah Holly Land di Solo

Proyek Bangunan Kristen Super Megah Holly Land di Solo

  • About Us
  • Contact
  • Disclaimer
  • Copyright
  • Donation
  • Pedoman Media Siber

Seluruh materi baik artikel, berita, foto, video maupun logo dalam situs Panjimas.com bebas copy untuk keperluan dakwah dan referensi non-komersial, dengan mencantumkan sumbernya (Panjimas.com).Anda bisa turut berdakwah dengan mengirimkan informasi, berita, artikel dan opini untuk dipublikasikan non komersial.

Email: [email protected] | Telp/SMS: 0812 60000 560

Copyright © 2026 — Panjimas. All Rights Reserved.

No Result
View All Result
  • NEWS
    • Nasional
    • Internasional
  • ISLAMIA
    • Aqidah
    • Kuliah Akhlaq
    • Doa & Zikir
    • Fiqih
    • Khutbah
    • Sirah Nabi
    • Thibbun Nabawi
  • INSPIRASI
    • Salafus Shalih
    • Tokoh
    • Muallaf
    • Miracle
      • Mukjizat Qur’an
      • Keajaiban Sunnah
      • Karomah Syuhada
  • NAHIMUNKAR
    • Aliran Sesat & TBC
    • Kristenisasi & Pemurtadan
    • SEPILIS
    • Konspirasi
  • PARENTING
    • Muslimah
    • Remaja
  • Citizens
    • Opini
    • Suara Pembaca
    • Silaturrahim
    • Agenda Umat
  • PANJIMART
    • Properti
    • Produk Digital
    • Rupa-Rupa
    • Resensi Buku
  • GALERI
    • Photo
    • Video
  • SOLIDARITAS
    • Panjimas Care
    • Filantropi

Copyright © 2019
Panjimas. All Rights Reserved.