• About Us
  • Archives
  • Blog
  • Contact
  • Copyright
  • Disclaimer
  • Donation
  • Full Width Page
  • Home
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
No Result
View All Result
Panjimas
Advertisement
  • NEWS
    • Nasional
    • Internasional
  • ISLAMIA
    • Aqidah
    • Kuliah Akhlaq
    • Doa & Zikir
    • Fiqih
    • Khutbah
    • Sirah Nabi
    • Thibbun Nabawi
  • INSPIRASI
    • Salafus Shalih
    • Tokoh
    • Muallaf
    • Miracle
      • Mukjizat Qur’an
      • Keajaiban Sunnah
      • Karomah Syuhada
  • NAHIMUNKAR
    • Aliran Sesat & TBC
    • Kristenisasi & Pemurtadan
    • SEPILIS
    • Konspirasi
  • PARENTING
    • Muslimah
    • Remaja
  • Citizens
    • Opini
    • Suara Pembaca
    • Silaturrahim
    • Agenda Umat
  • PANJIMART
    • Properti
    • Produk Digital
    • Rupa-Rupa
    • Resensi Buku
  • GALERI
    • Photo
    • Video
  • SOLIDARITAS
    • Panjimas Care
    • Filantropi
  • NEWS
    • Nasional
    • Internasional
  • ISLAMIA
    • Aqidah
    • Kuliah Akhlaq
    • Doa & Zikir
    • Fiqih
    • Khutbah
    • Sirah Nabi
    • Thibbun Nabawi
  • INSPIRASI
    • Salafus Shalih
    • Tokoh
    • Muallaf
    • Miracle
      • Mukjizat Qur’an
      • Keajaiban Sunnah
      • Karomah Syuhada
  • NAHIMUNKAR
    • Aliran Sesat & TBC
    • Kristenisasi & Pemurtadan
    • SEPILIS
    • Konspirasi
  • PARENTING
    • Muslimah
    • Remaja
  • Citizens
    • Opini
    • Suara Pembaca
    • Silaturrahim
    • Agenda Umat
  • PANJIMART
    • Properti
    • Produk Digital
    • Rupa-Rupa
    • Resensi Buku
  • GALERI
    • Photo
    • Video
  • SOLIDARITAS
    • Panjimas Care
    • Filantropi
No Result
View All Result
Panjimas
No Result
View All Result
Home ISLAMIA Thibbun Nabawi

Hati Terjaga, Tubuh Jadi Prima

13 Jul 2017
in Thibbun Nabawi
Reading Time: 3 mins read
A A
Hati Terjaga, Tubuh Jadi Prima
0
SHARES
7
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

(Panjimas.com) – Beberapa tahun lalu penulis berkunjung ke rumah seorang nenek yang berprofesi sebagai perajin kain perca (kain potongan kecil-kecil sisa konveksi). Produknya bermacam-macam; ada keset, bantal, dompet, tas, tatakan piring, dll.

Nenek ini berkarya dengan sebuah mesin jahit tua di rumahnya yang sangat sederhana di tepi gang sangat sempit belakang sebuah bank. Di sana ia tinggal berdua dengan suaminya.

Ramah orangnya. Murah senyum dan tampak sangat ceria. Dengan suara renyah berenergi, Si Nenek menjawab pertanyaan-pertanyaan penulis, menjelaskan perihal usaha kerajinannya. Ia memang nenek-nenek, tapi satu hal yang tak penulis kira adalah umurnya. Ia tampak 10 tahun lebih muda dari sebenarnya, 72 tahun! Dalam kesederhanaan, ia tampak sangat menikmati hidupnya. Mensyukuri apa yang ada.

Uang bukanlah sesuatu yang dirakusinya. Terbukti, hasil karyanya dijual dengan harga sangat murah, padahal walau hanya limbah, memerolehnya juga dengan membeli, tidak gratis. Dan, menyusun potongan-potongan kain menjadi benda-benda bernilai seni sekaligus memiliki fungsi bukanlah pekerjaan sepele dan tak memakan waktu. Kreativitas, imajinasi, kejelian, dan ketelatenan, wajib ada untuk mengubah sampah kain menjadi sebuah benda pakai yang estetik.

Di samping merajin perca, Si Nenek punya kegiatan lain di rumah –selain pekerjaan pokok ibu tumah tangga. Di tepi tembok tinggi dinding bank seberang gang depan rumah mungilnya, terdapat berbagai macam tanaman obat. Adalah hasil gerak tangannya. Hijauan ini tampak sangat sederhana namun mengandung daya tarik istimewa bagi orang yang melihatnya. Pot-potnya hanya dari kaleng biskuit, botol minuman, bahkan helm, yang semuanya barang bekas. Sebagian di tata di bawah dan sebagiannya digantung dengan tali-tali kabel bekas perangkat elektronika. Ia merawat itu semua sebagai hiburan sehari-hari.

Menariknya lagi, tanam-tanaman itu berfaedah bagi warga sekitar. Bila ada tetangga yang butuh, baik untuk dikonsumsi atau ditanam di rumah sendiri, Si Nenek memberikannya cuma-cuma. Ia menolak bila disodori uang. Benarlah, uang bukan sesuatu yang dirakusinya.

Sebelum berpamitan, penulis menanyakan kiat hidup sehat kepada Si Nenek. Ia menjawab ringan diikuti tawa, “Punya uang senang, tidak punya uang pun senang. Hahaha…” Ia juga bilang bahwa soal makan cukup yang sederhana saja, apa adanya, tidak neko-neko.

Pengalaman yang kedua, beberapa bulan lalu penulis mengobrol dengan seorang teman pengajian. Sebenarnya kami sudah biasa satu majelis sejak beberapa tahun lalu, tapi baru kali itu berkenalan dan mengobrol. Adalah seorang kakek berperawakan kecil yang penampilannya selalu rapi dan bersih.

Sama dengan Si Nenek, yang tak terduga oleh penulis adalah umurnya. Kakek itu ternyata sudah berumur delapan puluh sekian tahun. Padahal penulis kira baru enam puluhan. Si Kakek tampak segar bugar; badan kecilnya tegap dan gerak-geriknya pun masih gesit. Dalam obrolan, ia mengisahkan sejarah masa silam dengan cukup lantang dengan artikulasi yang jelas. Pendengarannya pun masih peka.

Menjadi kebiasaan penulis, setiap mengobrol dengan orang yang masih segar bugar di usia lanjut, nyaris selalu menanyakan kiat hidup sehatnya. Saat ditanya, Si Kakek mengawali jawaban dengan senyuman. Baru ia menyebutkan tiga amalannya. Pertama, menerima apa yang ada, tidak serakah, apalagi berambisi mengambil yang bukan haknya. Kedua, bila melihat tetangga bisa membeli ini dan itu, bisa punya ini dan itu, bukannya iri tapi malah ikut senang. Dan yang ketiga dan yang paling sulit menurutnya adalah, bila dirinya dibenci orang, ia malah berusaha mendekati si bersangkutan. Untuk urusan makan, ia berbagi kiat senada dengan Si Nenek; sederhana, apa adanya, tidak neko-neko. Bisa ditebak, apa makanan sederhana sehari-hari bangsa kita zaman dulu. Hanya nasi sayur hijau dengan lauk tempe tahu. Bukan makanan mahal bermerek terkenal.

Dua pengalaman penulis di atas adalah ayat-ayat Allah subhanahu wa ta’ala yang ada di sekitar kita. Ia tak tertulis namun bisa dibaca. Bila kita korelasikan dengan tibbun nabawi, sadar atau tidak, kedua lansia itu sebenarnya telah mengamalkan gaya hidup yang dicontohkan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam. Sederhana dalam makanan, qana’ah, menebar kasih sayang dengan bersikap manis kepada orang lain, tidak iri hati, bahkan juga mendekati orang yang membenci.

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam mengajarkan kita sederhana dalam hal makan. Hal ini terisyarat dalam sejumlah hadits. Bahkan al-Qur’an pun jelas menyerukannya.

“…. Makan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan.” (al-A’raf: 31).

Sikap merasa cukup atas apa yang ada atau qana’ah juga merupakan akhlaq mulia dalam Islam.

“Sungguh beruntung orang yang masuk Islam dan rezekinya cukup, dan merasa cukup dengan apa yang Allah beri.” (Hr. Muslim).

Iri hati merupakan akhlaq tercela. Ia merupakan salah satu ekspresi ketidak-qana’ah-an. Sebaliknya, menebar kasih sayang dan menjaga ukhuwah juga merupakan ajaran penting dalam Islam. Bahkan sekadar senyuman saja sudah bernilai shadaqah.

“Senyummu kepada saudaramu adalah shadaqah ….” (Hr. Tirmidzi).

Menyambung silaturahim merupakan amal yang sangat penting. Terlebih bila dengan orang yang memutuskannya, sungguh itu ekspresi hati yang amat mulia. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam pernah memesankan ini kepada shahabatnya, Abu Dzar radhiyallahu ‘anhu, sebagai satu dari tujuh pesan penting untuknya.

Dari Abu Dzar al-Ghifari radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Orang yang aku kasihi (yakni Rasulullah) memerintahkan aku melakukan tujuh hal. Dia memerintahku mencintai dan mendekati orang-orang miskin. Dia memerintahku agar melihat ke bawah, tidak melihat ke atas. Dia memerintahku agar tetap menjalin silaturahim meski orang tersebut memutuskannya ….” (Hr. Ahmad).

Benar, bukan, kedua lansia itu sejatinya telah mengamalkan adab-adab Islam, memraktikkan gaya hidup Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam? Memang kelihatannya sederhana, tapi apakah setiap orang mampu melakukannya? Apakah diri kita sudah bisa seperti mereka berdua? Mari kita tanyakan dan jawab dengan sejujurnya. Kita jadikan itu evaluasi untuk merancang perbaikan diri. Menerapkan gaya hidup Nabi tidak saja menjadikan kaum Muslim beroleh pahala akhirat, mulia di hadapan Allah ta’ala. Tetapi juga keberkahan hidup di dunia yang salah satu wujudnya adalah jiwa raga sehat nan prima. Wallahu a’lam. [IB]

Tags: headlinessabarsyukur nikmat
ShareTweetSend
Previous Post

KH. Ma’ruf Amien: Politik Tanpa Agama Itu Politik Transaksional

Next Post

Memberangus Ormas Islam, FAUIB: Cara Komunis Gaya Baru

Next Post
Memberangus Ormas Islam, FAUIB: Cara Komunis Gaya Baru

Memberangus Ormas Islam, FAUIB: Cara Komunis Gaya Baru

Perppu Pembubaran Ormas, ISAC: Perppu ini Menakut-nakuti Masyarakat

Perppu Pembubaran Ormas, ISAC: Perppu ini Menakut-nakuti Masyarakat

Empat Kali Kajian Ustadz Felix Siauw Dibubarkan, Kali Ini di Sragen

Empat Kali Kajian Ustadz Felix Siauw Dibubarkan, Kali Ini di Sragen

  • Latest
  • Popular
Pengumuman Nomor Kontak Baru Redaksi Panjimas.com

Pengumuman Nomor Kontak Baru Redaksi Panjimas.com

8 Mar 2024
Sinead O’Connor Bangga Menjadi Muslim

Sinead O’Connor Bangga Menjadi Muslim

18 Mar 2024
Jambore Ukhuwah FORMAQIN 2025, Santri Siap Mengusung Kemenangan

Jambore Ukhuwah FORMAQIN 2025, Santri Siap Mengusung Kemenangan

20 Nov 2025
Setelah Datangi Jokowi, Abu Bakar Ba’asyir Sambangi DPR

Setelah Datangi Jokowi, Abu Bakar Ba’asyir Sambangi DPR

31 Oct 2025
Parade Berkisah Warnai Semarak Hari Santri di Ponpes Mutiara Qur’an Putri Pracimantoro

Parade Berkisah Warnai Semarak Hari Santri di Ponpes Mutiara Qur’an Putri Pracimantoro

27 Oct 2025
Dewan Syariah Kota Surakarta Sayangkan Pembangunan Bukit Doa Hollyland Tidak Sesuai Izin dan Prosedur

Dewan Syariah Kota Surakarta Desak TRANS7 Minta Maaf, Terkait Konten Merendahkan Kiai dan Pesantren

16 Oct 2025
Masjid Kampus Islam: Antara Prioritas dan Efisiensi Anggaran

Masjid Kampus Islam: Antara Prioritas dan Efisiensi Anggaran

13 Oct 2025
130 Pendaki Wujudkan Solidaritas untuk Palestina di Gunung Andong

130 Pendaki Wujudkan Solidaritas untuk Palestina di Gunung Andong

12 Oct 2025
Matahari di Puncak Langit Surakarta: Menguji Akurasi Waktu dengan Jam Matahari Kuno

Matahari di Puncak Langit Surakarta: Menguji Akurasi Waktu dengan Jam Matahari Kuno

11 Oct 2025
Hati Terjaga, Tubuh Jadi Prima

Hati Terjaga, Tubuh Jadi Prima

50 Ciri Gangguan Jin

50 Ciri Gangguan Jin

Dewan Syariah Kota Surakarta Sayangkan Pembangunan Bukit Doa Hollyland Tidak Sesuai Izin dan Prosedur

Dewan Syariah Kota Surakarta Sayangkan Pembangunan Bukit Doa Hollyland Tidak Sesuai Izin dan Prosedur

Benarkah 2 Juta Muslim Murtad Tiap Tahun?

Benarkah 2 Juta Muslim Murtad Tiap Tahun?

Protes Umat Islam Didengar, Bupati Karanganyar Hentikan Sementara Proyek Miniatur Yerusalem Hollyland di Pinggiran Solo

Protes Umat Islam Didengar, Bupati Karanganyar Hentikan Sementara Proyek Miniatur Yerusalem Hollyland di Pinggiran Solo

Hubungan Suami Istri Disunnahkan pada Malam Jum’at?

Hubungan Suami Istri Disunnahkan pada Malam Jum’at?

Proyek Bangunan Kristen Super Megah Holly Land di Solo

Proyek Bangunan Kristen Super Megah Holly Land di Solo

  • About Us
  • Contact
  • Disclaimer
  • Copyright
  • Donation
  • Pedoman Media Siber

Seluruh materi baik artikel, berita, foto, video maupun logo dalam situs Panjimas.com bebas copy untuk keperluan dakwah dan referensi non-komersial, dengan mencantumkan sumbernya (Panjimas.com).Anda bisa turut berdakwah dengan mengirimkan informasi, berita, artikel dan opini untuk dipublikasikan non komersial.

Email: [email protected] | Telp/SMS: 0812 60000 560

Copyright © 2026 — Panjimas. All Rights Reserved.

No Result
View All Result
  • NEWS
    • Nasional
    • Internasional
  • ISLAMIA
    • Aqidah
    • Kuliah Akhlaq
    • Doa & Zikir
    • Fiqih
    • Khutbah
    • Sirah Nabi
    • Thibbun Nabawi
  • INSPIRASI
    • Salafus Shalih
    • Tokoh
    • Muallaf
    • Miracle
      • Mukjizat Qur’an
      • Keajaiban Sunnah
      • Karomah Syuhada
  • NAHIMUNKAR
    • Aliran Sesat & TBC
    • Kristenisasi & Pemurtadan
    • SEPILIS
    • Konspirasi
  • PARENTING
    • Muslimah
    • Remaja
  • Citizens
    • Opini
    • Suara Pembaca
    • Silaturrahim
    • Agenda Umat
  • PANJIMART
    • Properti
    • Produk Digital
    • Rupa-Rupa
    • Resensi Buku
  • GALERI
    • Photo
    • Video
  • SOLIDARITAS
    • Panjimas Care
    • Filantropi

Copyright © 2019
Panjimas. All Rights Reserved.