• About Us
  • Archives
  • Blog
  • Contact
  • Copyright
  • Disclaimer
  • Donation
  • Full Width Page
  • Home
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
No Result
View All Result
Panjimas
Advertisement
  • NEWS
    • Nasional
    • Internasional
  • ISLAMIA
    • Aqidah
    • Kuliah Akhlaq
    • Doa & Zikir
    • Fiqih
    • Khutbah
    • Sirah Nabi
    • Thibbun Nabawi
  • INSPIRASI
    • Salafus Shalih
    • Tokoh
    • Muallaf
    • Miracle
      • Mukjizat Qur’an
      • Keajaiban Sunnah
      • Karomah Syuhada
  • NAHIMUNKAR
    • Aliran Sesat & TBC
    • Kristenisasi & Pemurtadan
    • SEPILIS
    • Konspirasi
  • PARENTING
    • Muslimah
    • Remaja
  • Citizens
    • Opini
    • Suara Pembaca
    • Silaturrahim
    • Agenda Umat
  • PANJIMART
    • Properti
    • Produk Digital
    • Rupa-Rupa
    • Resensi Buku
  • GALERI
    • Photo
    • Video
  • SOLIDARITAS
    • Panjimas Care
    • Filantropi
  • NEWS
    • Nasional
    • Internasional
  • ISLAMIA
    • Aqidah
    • Kuliah Akhlaq
    • Doa & Zikir
    • Fiqih
    • Khutbah
    • Sirah Nabi
    • Thibbun Nabawi
  • INSPIRASI
    • Salafus Shalih
    • Tokoh
    • Muallaf
    • Miracle
      • Mukjizat Qur’an
      • Keajaiban Sunnah
      • Karomah Syuhada
  • NAHIMUNKAR
    • Aliran Sesat & TBC
    • Kristenisasi & Pemurtadan
    • SEPILIS
    • Konspirasi
  • PARENTING
    • Muslimah
    • Remaja
  • Citizens
    • Opini
    • Suara Pembaca
    • Silaturrahim
    • Agenda Umat
  • PANJIMART
    • Properti
    • Produk Digital
    • Rupa-Rupa
    • Resensi Buku
  • GALERI
    • Photo
    • Video
  • SOLIDARITAS
    • Panjimas Care
    • Filantropi
No Result
View All Result
Panjimas
No Result
View All Result
Home ISLAMIA Thibbun Nabawi

Jangan Ditiup Yaa…!

25 Jul 2017
in Thibbun Nabawi
Reading Time: 3 mins read
A A
Jangan Ditiup Yaa…!
0
SHARES
2
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

(Panjimas.com) – Entah sejak kapan mulainya, banyak orang saat ini berselera ekstrim dalam memilih suhu minuman. Kalau tidak pilih minum es, ya minum yang panas-panas sekalian. Air dengan suhu normal seakan sudah tak menarik lagi. Bila tidak es katanya tidak puas, bila tidak panas katanya tidak mantab. Begitulah selera kuliner masyarakat kita saat ini.

Kenyataan demikian membutuhkan perhatian tersendiri. Tantu ada hal-hal yang harus lebih diperhatikan dalam mengonsumsi minuman es dan minuman panas, ketimbang minum air bersuhu normal. Membahas itu semua dari berbagai aspek, membutuhkan kajian yang sangat panjang dan dalam. Tulisan ini akan mencoba turut ambil bagian sedikit saja. Kita akan berfokus pada adab meminum minuman panas, seperti, kopi, teh, wedang jahe, wedang jeruk, susu, dan lain sebagainya.

Kita biasa melihat  atau mungkin termasuk orang yang menikmati minuman panas tidak langsung menyeruput begitu saja. Memang begitu sewajarnya. Sebelum diseruput, terlebih dahulu minuman panas diturunkan suhunya hingga dirasa aman bila masuk ke rongga mulut sampai mengalir ke lambung nantinya.

Menurunkan suhu minuman panas bisa dilakukan dengan beberapa cara. Dan dari cara-cara tersebut, yang banyak kita dapati adalah dengan meniupnya. Ini adalah cara paling efektif dan efisien! Tapi baikkah cara itu dalam tinjauan agama?

Bagi kebanyakan orang, meniup minuman panas adalah hal yang biasa dan baik-baik saja dilakukan. Tapi, sebagai Muslim, apakah kita sudah menemukan norma tentang hal ini dalam agama kita? Apakah cara ini sesuai dengan adab Islam?

Mari kita simak sabda Nabi shalallahu ‘alaihi wassalam berikut ini:

“Jika kalian minum, jangan bernafas pada wadah air minumnya.” (Hr. Bukhari).

Para ulama menjelaskan maksud hadits ini, yang pada intinya adalah meniup minuman adalah perbuatan yang tidak baik, tidak sesuai dengan adab Islam. Sebagian ulama menjelaskan bahwa meniup minuman bisa menyebabkan timbulnya aroma kurang sedap pada air minum tersebut. Hematnya, secara etika, meniup minuman menimbulkan kesan jorok, tak sopan dilihat orang. Tak hanya itu, larangan ini pun ternyata mengandung hikmah dalam aspek kesehatan.

Sains menjelaskannya demikian. Air, termasuk minuman kita, dalam ilmu kimia disimbolkan H2O. Sementara aktivitas bernafasnya makhluk hidup, termasuk manusia, adalah menghirup Oksigen (O2) dan menghembuskan Karbon dioksida (CO2). Artinya, udara yang ditiupkan oleh mulut ke arah minuman adalah Karbon dioksida alias CO2.

Rumus kimia mengatakan bahwa apabila H2O bertemu CO2, terjadilah reaksi yang melahirkan H2CO3 atau Asam karbonat. Bila hembusan nafas itu mengenai minuman, senyawa tersebut (H2CO3) akan melekat padanya. Ia akan masuk ke tubuh bersama minuman yang kita teguk.

Asam karbonat sendiri secara alami sudah terkandung dalam darah manusia. Ia berfungsi mengatur/mengendalikan tingkat keasaman atau Ph darah. Bila air yang kita minum mengandung senyawa yang sama, akan berpotensi menimbulkan asidosis, yakni keasaman darah yang tinggi; Ph darah yang rendah.

Darah yang Ph-nya rendah tidak baik bagi kesehatan tubuh. Kondisi ini memicu kerja nafas menjadi lebih dalam dan cepat. Hal itu terjadi sebagai upaya alamiah menurunkan keasaman tersebut. Selanjutnya, ginjal pun turut terpengaruh. Ia akan mengkompensasi kondisi ini dengan cara mengeluarkan lebih banyak asam melalui air kencing. Namun bila tubuh terus menghasilkan asam, kedua mekanisme tersebut: sistem nafas dan kerja ginjal, tidak akan sanggup mengatasi masalah. Akibatnya, timbullah rasa lelah yang teramat sangat pada diri si bersangkutan. Bahkan bila parah bisa menyebabkan koma.

Di samping memungkinkan terjadinya asidosis, meniup minuman juga mengandung risiko lain. Mulut yang masih menyimpan sisa-sisa makanan yang membusuk di sela-sela gigi, dimungkinkan mengandung partikel beracun dan mikroorganisme merugikan. Keduanya akan masuk ke minuman yang terpapar hembusan nafas, dan terbawa ke dalam tubuh saat air itu diminum. Dan setelah berada di dalam tubuh, dampak negatiflah yang akan ditimbulkan.

Maka dari itu, hendaknya kita mengikuti petunjuk Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam untuk tidak menurunkan suhu minuman dengan cara meniupnya. Ada cara lain yang bisa kita tempuh. Bisa dengan menggoyang-goyangkan gelas secara memutar pelan, atau mengipasinya, atau menantinya sejenak sampai cukup aman untuk diminum. Bahkan menanti sejenak turunnya suhu minuman mengandung faedah tersendiri bagi jiwa, yakni melatih kerabaran. Apalagi nenantinya sembari berzikir atau membaca, tentu lebih besar lagi faedahnya. Dan akhirnya, pelajaran yang bisa kita ambil dari pembahasan ringan ini adalah: hidup beradab itu menyehatkan. Wallahu a’lam. [IB]

Tags: makananmeniup makanan
ShareTweetSend
Previous Post

Dahnil: Dalam Waktu Dekat Akan Disampaikan Temuan Terkait Kasus Penyerangan Novel Baswedan

Next Post

Perppu Ormas Seperti Era Orde Baru

Next Post
KontraS Nilai Perppu Ormas Bahayakan Nilai Demokrasi dan Hukum di Indonesia

Perppu Ormas Seperti Era Orde Baru

First Travel Dibekukan OJK, Menag: Hindari Korban Semakin Banyak

First Travel Dibekukan OJK, Menag: Hindari Korban Semakin Banyak

Ditahan Polda Metro Jaya, Hidayat Mogok Makan sebagi Bentuk Perlawanan

Sudah 11 hari ditahan, Muhammad Hidayat Kondisinya Makin Melemah

  • Latest
  • Popular
Pengumuman Nomor Kontak Baru Redaksi Panjimas.com

Pengumuman Nomor Kontak Baru Redaksi Panjimas.com

8 Mar 2024
Sinead O’Connor Bangga Menjadi Muslim

Sinead O’Connor Bangga Menjadi Muslim

18 Mar 2024
Tolak Keras Akui Israel, DSKS Protes ke DPRD Solo

Tolak Keras Akui Israel, DSKS Protes ke DPRD Solo

11 Jun 2025
Gema Takbir Jogja yang diselenggarakan AMM Gondomanan 30 Maret 2025

Gema Takbir Jogja yang diselenggarakan AMM Gondomanan 30 Maret 2025

28 Mar 2025
UU Baru Disahkan, Masyarakat Diambang Kecemasan

UU Baru Disahkan, Masyarakat Diambang Kecemasan

28 Mar 2025
Pondok Ngruki Buka Puasa Bersama BRIN dan Balitbang Agama Semarang

Pondok Ngruki Buka Puasa Bersama BRIN dan Balitbang Agama Semarang

22 Mar 2025
Perang Spanduk Antara Laskar VS Gudang Miras Terus Berlanjut

Perang Spanduk Antara Laskar VS Gudang Miras Terus Berlanjut

11 Mar 2025
Gudang Miras di Colomadu Ngeyel Berdiri Padahal Ditolak Warga, Siapa Bekingnya?

Gudang Miras di Colomadu Ngeyel Berdiri Padahal Ditolak Warga, Siapa Bekingnya?

8 Mar 2025
Buka Kedai Babi di Pasar Malam Arabian, Mall Sukoharjo Nodai Bulan Suci

Buka Kedai Babi di Pasar Malam Arabian, Mall Sukoharjo Nodai Bulan Suci

1 Mar 2025
Jangan Ditiup Yaa…!

Jangan Ditiup Yaa…!

50 Ciri Gangguan Jin

50 Ciri Gangguan Jin

Benarkah 2 Juta Muslim Murtad Tiap Tahun?

Benarkah 2 Juta Muslim Murtad Tiap Tahun?

Inilah Kisah-kisah Keji & Tak Senonoh yang Melecehkan para Nabi dalam Kitab Suci Kristen

Inilah Kisah-kisah Keji & Tak Senonoh yang Melecehkan para Nabi dalam Kitab Suci Kristen

Hubungan Suami Istri Disunnahkan pada Malam Jum’at?

Hubungan Suami Istri Disunnahkan pada Malam Jum’at?

Kisah Malang Tabi’in Mujahid Hafal Al-Qur’an yang Murtad, Apa Penyebabnya?

Kisah Malang Tabi’in Mujahid Hafal Al-Qur’an yang Murtad, Apa Penyebabnya?

Penyaliban Firaun dan Yesus, Fakta atau Fiktif?

Nih Sejarahnya Kenapa Yesus Dianggap Tuhan

  • About Us
  • Contact
  • Disclaimer
  • Copyright
  • Donation
  • Pedoman Media Siber

Seluruh materi baik artikel, berita, foto, video maupun logo dalam situs Panjimas.com bebas copy untuk keperluan dakwah dan referensi non-komersial, dengan mencantumkan sumbernya (Panjimas.com).Anda bisa turut berdakwah dengan mengirimkan informasi, berita, artikel dan opini untuk dipublikasikan non komersial.

Email: [email protected] | Telp/SMS: 0812 60000 560

Copyright © 2025 — Panjimas. All Rights Reserved.

No Result
View All Result
  • NEWS
    • Nasional
    • Internasional
  • ISLAMIA
    • Aqidah
    • Kuliah Akhlaq
    • Doa & Zikir
    • Fiqih
    • Khutbah
    • Sirah Nabi
    • Thibbun Nabawi
  • INSPIRASI
    • Salafus Shalih
    • Tokoh
    • Muallaf
    • Miracle
      • Mukjizat Qur’an
      • Keajaiban Sunnah
      • Karomah Syuhada
  • NAHIMUNKAR
    • Aliran Sesat & TBC
    • Kristenisasi & Pemurtadan
    • SEPILIS
    • Konspirasi
  • PARENTING
    • Muslimah
    • Remaja
  • Citizens
    • Opini
    • Suara Pembaca
    • Silaturrahim
    • Agenda Umat
  • PANJIMART
    • Properti
    • Produk Digital
    • Rupa-Rupa
    • Resensi Buku
  • GALERI
    • Photo
    • Video
  • SOLIDARITAS
    • Panjimas Care
    • Filantropi

Copyright © 2019
Panjimas. All Rights Reserved.