• About Us
  • Archives
  • Blog
  • Contact
  • Copyright
  • Disclaimer
  • Donation
  • Full Width Page
  • Home
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
No Result
View All Result
Panjimas
Advertisement
  • NEWS
    • Nasional
    • Internasional
  • ISLAMIA
    • Aqidah
    • Kuliah Akhlaq
    • Doa & Zikir
    • Fiqih
    • Khutbah
    • Sirah Nabi
    • Thibbun Nabawi
  • INSPIRASI
    • Salafus Shalih
    • Tokoh
    • Muallaf
    • Miracle
      • Mukjizat Qur’an
      • Keajaiban Sunnah
      • Karomah Syuhada
  • NAHIMUNKAR
    • Aliran Sesat & TBC
    • Kristenisasi & Pemurtadan
    • SEPILIS
    • Konspirasi
  • PARENTING
    • Muslimah
    • Remaja
  • Citizens
    • Opini
    • Suara Pembaca
    • Silaturrahim
    • Agenda Umat
  • PANJIMART
    • Properti
    • Produk Digital
    • Rupa-Rupa
    • Resensi Buku
  • GALERI
    • Photo
    • Video
  • SOLIDARITAS
    • Panjimas Care
    • Filantropi
  • NEWS
    • Nasional
    • Internasional
  • ISLAMIA
    • Aqidah
    • Kuliah Akhlaq
    • Doa & Zikir
    • Fiqih
    • Khutbah
    • Sirah Nabi
    • Thibbun Nabawi
  • INSPIRASI
    • Salafus Shalih
    • Tokoh
    • Muallaf
    • Miracle
      • Mukjizat Qur’an
      • Keajaiban Sunnah
      • Karomah Syuhada
  • NAHIMUNKAR
    • Aliran Sesat & TBC
    • Kristenisasi & Pemurtadan
    • SEPILIS
    • Konspirasi
  • PARENTING
    • Muslimah
    • Remaja
  • Citizens
    • Opini
    • Suara Pembaca
    • Silaturrahim
    • Agenda Umat
  • PANJIMART
    • Properti
    • Produk Digital
    • Rupa-Rupa
    • Resensi Buku
  • GALERI
    • Photo
    • Video
  • SOLIDARITAS
    • Panjimas Care
    • Filantropi
No Result
View All Result
Panjimas
No Result
View All Result
Home ISLAMIA Thibbun Nabawi

Jalan Kaki, Budaya Sehat Zaman Nabi

14 Nov 2017
in Thibbun Nabawi
Reading Time: 3 mins read
A A
Dilarang Menggunakan Bus, Ribuan Umat Islam Ciamis Berjalan ke Jakarta
0
SHARES
3
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

(Panjimas.com) – Bercerita Salamah bin al-Aqwa radhiyallahu ‘anhu, “Saat kami berjalan kaki, bertemulah dengan seorang lelaki Anshar yang tak pernah kalah dalam lomba jalan kaki. Ia menantang, ‘Adakah orang yang dapat menandingiku jalan kaki ke Madinah? Adakah yang mau berlomba?’ Lalu kujawab, ‘Apakah engkau sudah menghargai orang yang mulia dan tak takut dengan orang yang tinggi derajadnya?’ Ia menjawab, ‘Tidak, kecuali yang menantangku adalah Rasulullah.’ Aku bicara, ‘Wahai Rasulullah, demi bapakku, engkau, dan ibuku, izinkan aku melawan lelaki itu!’ Beliau menjawab, ‘Terserah kamu.’ Lalu aku berlomba dan menang.” (Hr. Ahmad dan Muslim).

Salah satu gaya hidup sehat adalah budaya jalan kaki. Salah satu cara menjaga kesehatan adalah berolahraga. Jalan kaki adalah olahraga paling sederhana yang bisa dilakukan siapa saja, kecuali orang yang cacat fisik tertentu atau menderita gangguan kesehatan tertentu, atau mengalami cedera tertentu; yang mengenai atau memengaruhi syaraf atau organ jalan.

Hadits di atas menyuguhkan informasi bermuatan pesan kesehatan. Adalah bahwa kaum Muslim di masa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam memiliki budaya olahraga dan budaya jalan kaki.

Ada berbagai jenis olahraga yang mereka kenal kala itu. Jalan kaki, lari, memanah, menunggang kuda, gulat, renang, juga sepak bola. Konon para shahabat menggunakan buah semangka untuk bermain sepak bola.

Jalan kaki, waktu itu juga menjadi salah satu cara yang lazim digunakan untuk menempuh perjalanan. Tak hanya saat menempuh jarak dekat, para shahabat juga melakukannya saat berhijrah dari Makkah ke Yatsrib.

Ditinjau dari segi kesehatan, ritme gerak tangan dan kaki saat berjalan memberi dampak baik bagi kesehatan. Melatih persendian, juga melatih kerja jantung dan organ pernafasan. Secara psikologis, jalan kaki juga menghadirkan nuansa kelegaan. Lelah iya, tapi bila dinikmati, akan dapat meluruhkan beban pikiran.

Penulis membuktikannya sendiri. Kadang kala sengaja menyisihkan waktu untuk berjalan kaki. Menggerakkan anggota badan sembari merenungi sebuah persoalan, atau menghayati apa-apa yang dilihat di sepanjang jalan. Kerap kali inspirasi hidup datang saat melakukan aktivitas ini. Jalan kaki juga dapat menambah pengalaman geografis. Ia dapat menunjukkan “tempat-tempat baru” di sepanjang jalur yang biasanya kita lewati dengan kendaraan bermotor. Tempat-tempat yang tak pernah kita kenali saat berkendara, akan kita dapati saat berjalan kaki. Gerak lambat membuat mata tak hanya melihat, tapi mampu menatap.

Namun apa yang terjadi saat ini? Jalan kaki sudah menjadi fenomena langka di negeri kita. Trotoar beralih fungsi jadi tempat berdiri warung-warung tenda. Wajar, karena bangsa kita kini lebih akrab dengan aktivitas jajan ketimbang jalan. Kini aneka bentuk makanan dijajakan di mana-mana, tapi para penyantapnya merasa diri tak kuat berjalan kaki lama-lama.

Bila menengok ke belakang, kakek-nenek kita dulu, berjalan kaki 20 km sambil memikul atau menggendong beban adalah hal biasa. Meski makanan mereka hanya bonggol batang pisang dan minumnya cuma air kendi, tapi mampu menempuh jarak sejauh itu. Ironis memang. Tapi ini kenyataan.

Kini, pemandangan indah orang-orang berlalu lalang mengayun langkah sudah nyaris punah. Ke masjid sejarak 100 m saja anak-anak muda kita naik sepeda motor. Naifnya, sepeda motor itu produk perusahaan negara lain yang penduduknya masih menjaga tradisi jalan kaki. Mereka bisa mencipta kendaraan dan memeroleh kemakmuran tapi tak mau dimanjakan teknologi. Tapi bangsa kita yang baru bisa membeli produk mereka secara kredit ini malah merasa bangga bila bisa bermanja diri dengannya.

Pergeseran budaya tengah terjadi. Meski kaum Muslim di negeri ini banyak yang mengklaim diri sebagai penganut Sunah Nabi, tapi rupanya pada kenyataannya jauh sekali. Dan naifnya lagi, pergeseran budaya seperti ini jarang diangkat dalam ceramah para da’i. Maklum, demam takjub teknologi sudah menjangkiti kalangan satu ini. Banyak da’i yang rupanya tak mengerti bahwa fasilitas modern yang kini menyelimuti masarakat kita memang sengaja dihadirkan oleh kaum Kapitalis guna merapuhkan kesehatan jiwa dan raga bangsa Muslim ini. Bila sudah rapuh, bila sudah sakit jiwa dan raganya, kekayaan alam negeri ini akan bisa mereka jarah dengan begitu mudah, sementara pemiliknya hanya bisa marah-marah saling melempar vonis salah. Astaghfirullahal ‘adziim.

Sudahlah, mari kita perbaiki kesehatan jiwa dan raga umat Islam Indonesia dengan menghidupkan kembali budaya jalan kaki! Wallahu a’lam. [IB]

Tags: jalan kaki
ShareTweetSend
Previous Post

Dari Solo untuk Buni Yani

Next Post

HKN 2017: Cita Sehat Dan Rumah Zakat Usung Tema Kegiatan “Pelajar Bebas Asap Rokok”

Next Post
HKN 2017: Cita Sehat Dan Rumah Zakat Usung Tema Kegiatan “Pelajar Bebas Asap Rokok”

HKN 2017: Cita Sehat Dan Rumah Zakat Usung Tema Kegiatan “Pelajar Bebas Asap Rokok”

Sosok Muda Penuh Karya Mengisi Ruang Inspirasi di SMART Ekselensia Indonesia

Sosok Muda Penuh Karya Mengisi Ruang Inspirasi di SMART Ekselensia Indonesia

Astaghfirullah, Video Seks 2 Bocah Cilik Beredar di HP & Sosial Media

Membincang Pornografi dan Pornoaksi, Surga Palsu Masyarakat Kapitalis

  • Latest
  • Popular
Pengumuman Nomor Kontak Baru Redaksi Panjimas.com

Pengumuman Nomor Kontak Baru Redaksi Panjimas.com

8 Mar 2024
Sinead O’Connor Bangga Menjadi Muslim

Sinead O’Connor Bangga Menjadi Muslim

18 Mar 2024
Tolak Keras Akui Israel, DSKS Protes ke DPRD Solo

Tolak Keras Akui Israel, DSKS Protes ke DPRD Solo

11 Jun 2025
Gema Takbir Jogja yang diselenggarakan AMM Gondomanan 30 Maret 2025

Gema Takbir Jogja yang diselenggarakan AMM Gondomanan 30 Maret 2025

28 Mar 2025
UU Baru Disahkan, Masyarakat Diambang Kecemasan

UU Baru Disahkan, Masyarakat Diambang Kecemasan

28 Mar 2025
Pondok Ngruki Buka Puasa Bersama BRIN dan Balitbang Agama Semarang

Pondok Ngruki Buka Puasa Bersama BRIN dan Balitbang Agama Semarang

22 Mar 2025
Perang Spanduk Antara Laskar VS Gudang Miras Terus Berlanjut

Perang Spanduk Antara Laskar VS Gudang Miras Terus Berlanjut

11 Mar 2025
Gudang Miras di Colomadu Ngeyel Berdiri Padahal Ditolak Warga, Siapa Bekingnya?

Gudang Miras di Colomadu Ngeyel Berdiri Padahal Ditolak Warga, Siapa Bekingnya?

8 Mar 2025
Buka Kedai Babi di Pasar Malam Arabian, Mall Sukoharjo Nodai Bulan Suci

Buka Kedai Babi di Pasar Malam Arabian, Mall Sukoharjo Nodai Bulan Suci

1 Mar 2025
Dilarang Menggunakan Bus, Ribuan Umat Islam Ciamis Berjalan ke Jakarta

Jalan Kaki, Budaya Sehat Zaman Nabi

50 Ciri Gangguan Jin

50 Ciri Gangguan Jin

Benarkah 2 Juta Muslim Murtad Tiap Tahun?

Benarkah 2 Juta Muslim Murtad Tiap Tahun?

Inilah Kisah-kisah Keji & Tak Senonoh yang Melecehkan para Nabi dalam Kitab Suci Kristen

Inilah Kisah-kisah Keji & Tak Senonoh yang Melecehkan para Nabi dalam Kitab Suci Kristen

Hubungan Suami Istri Disunnahkan pada Malam Jum’at?

Hubungan Suami Istri Disunnahkan pada Malam Jum’at?

Kisah Malang Tabi’in Mujahid Hafal Al-Qur’an yang Murtad, Apa Penyebabnya?

Kisah Malang Tabi’in Mujahid Hafal Al-Qur’an yang Murtad, Apa Penyebabnya?

Penyaliban Firaun dan Yesus, Fakta atau Fiktif?

Nih Sejarahnya Kenapa Yesus Dianggap Tuhan

  • About Us
  • Contact
  • Disclaimer
  • Copyright
  • Donation
  • Pedoman Media Siber

Seluruh materi baik artikel, berita, foto, video maupun logo dalam situs Panjimas.com bebas copy untuk keperluan dakwah dan referensi non-komersial, dengan mencantumkan sumbernya (Panjimas.com).Anda bisa turut berdakwah dengan mengirimkan informasi, berita, artikel dan opini untuk dipublikasikan non komersial.

Email: [email protected] | Telp/SMS: 0812 60000 560

Copyright © 2025 — Panjimas. All Rights Reserved.

No Result
View All Result
  • NEWS
    • Nasional
    • Internasional
  • ISLAMIA
    • Aqidah
    • Kuliah Akhlaq
    • Doa & Zikir
    • Fiqih
    • Khutbah
    • Sirah Nabi
    • Thibbun Nabawi
  • INSPIRASI
    • Salafus Shalih
    • Tokoh
    • Muallaf
    • Miracle
      • Mukjizat Qur’an
      • Keajaiban Sunnah
      • Karomah Syuhada
  • NAHIMUNKAR
    • Aliran Sesat & TBC
    • Kristenisasi & Pemurtadan
    • SEPILIS
    • Konspirasi
  • PARENTING
    • Muslimah
    • Remaja
  • Citizens
    • Opini
    • Suara Pembaca
    • Silaturrahim
    • Agenda Umat
  • PANJIMART
    • Properti
    • Produk Digital
    • Rupa-Rupa
    • Resensi Buku
  • GALERI
    • Photo
    • Video
  • SOLIDARITAS
    • Panjimas Care
    • Filantropi

Copyright © 2019
Panjimas. All Rights Reserved.