• About Us
  • Archives
  • Blog
  • Contact
  • Copyright
  • Disclaimer
  • Donation
  • Full Width Page
  • Home
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
No Result
View All Result
Panjimas
Advertisement
  • NEWS
    • Nasional
    • Internasional
  • ISLAMIA
    • Aqidah
    • Kuliah Akhlaq
    • Doa & Zikir
    • Fiqih
    • Khutbah
    • Sirah Nabi
    • Thibbun Nabawi
  • INSPIRASI
    • Salafus Shalih
    • Tokoh
    • Muallaf
    • Miracle
      • Mukjizat Qur’an
      • Keajaiban Sunnah
      • Karomah Syuhada
  • NAHIMUNKAR
    • Aliran Sesat & TBC
    • Kristenisasi & Pemurtadan
    • SEPILIS
    • Konspirasi
  • PARENTING
    • Muslimah
    • Remaja
  • Citizens
    • Opini
    • Suara Pembaca
    • Silaturrahim
    • Agenda Umat
  • PANJIMART
    • Properti
    • Produk Digital
    • Rupa-Rupa
    • Resensi Buku
  • GALERI
    • Photo
    • Video
  • SOLIDARITAS
    • Panjimas Care
    • Filantropi
  • NEWS
    • Nasional
    • Internasional
  • ISLAMIA
    • Aqidah
    • Kuliah Akhlaq
    • Doa & Zikir
    • Fiqih
    • Khutbah
    • Sirah Nabi
    • Thibbun Nabawi
  • INSPIRASI
    • Salafus Shalih
    • Tokoh
    • Muallaf
    • Miracle
      • Mukjizat Qur’an
      • Keajaiban Sunnah
      • Karomah Syuhada
  • NAHIMUNKAR
    • Aliran Sesat & TBC
    • Kristenisasi & Pemurtadan
    • SEPILIS
    • Konspirasi
  • PARENTING
    • Muslimah
    • Remaja
  • Citizens
    • Opini
    • Suara Pembaca
    • Silaturrahim
    • Agenda Umat
  • PANJIMART
    • Properti
    • Produk Digital
    • Rupa-Rupa
    • Resensi Buku
  • GALERI
    • Photo
    • Video
  • SOLIDARITAS
    • Panjimas Care
    • Filantropi
No Result
View All Result
Panjimas
No Result
View All Result
Home NEWS Nasional

Kejanggalan Imigran Syiah; dari Fasilitas Mewah, tanpa Identitas hingga Rekayasa Data Pengungsi

22 Dec 2014
in Nasional, NEWS
Reading Time: 3 mins read
A A
Kejanggalan Imigran Syiah; dari Fasilitas Mewah, tanpa Identitas hingga Rekayasa Data Pengungsi
0
SHARES
1
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BALIKPAPAN (Panjimas.com) – Kehadiran sekitar 6.000 imigran Syiah di seluruh wilayah Indonesia sejak Oktober 2014 lalu memang mengundang banyak pertanyaan. Tapi, apakah sebenarnya yang memicu kecurigaan masyarakat setempat terhadap imigran Syiah?

Selama beberapa hari terakhir, Fajar Shadiq, anggota Jurnalis Islam Bersatu (JITU) menelusuri fakta imigran Syiah di Balikpapan. Patut diakui, ada sejumlah kejanggalan yang menimbulkan pertanyaan besar. Berikut fakta kejanggalan-kejanggalan imigran Syiah di Balikpapan,

  1. Bisa memakai fasilitas penerbangan domestik

Menurut Ketua Komisi I DPRD Balikpapan, H. Syukri Wahid, sejak Bulan Oktober hingga 7 Desember gelombang imigran masuk ke bandara udara Balikpapan lewat satu maskapai penerbangan.

“Itu setiap hari ada, datangnya 4-5 orang tiap hari kecuali tanggal 5 Desember. Sebelumnya juga datang secara bertahap,” ujar Syukri Wahid kepada JITU. Pertanyaannyaadalah kenapa maskapai penerbangan mengizinkan? Padahal para imigran itu hanya bermodalkan sertifikat UNHCR. Sementara, di sertifikat UNHCR itu tertulis pemegang sertifikat tersebut tidak boleh mendekati area bandara. “Dekat saja tidak boleh kenapa bisa difasilitasi?” Tanya Syukri.

  1. Mayoritas imigran tersebut berasal dari Afghanistan

UNHCR menyatakan sampai dengan akhir November 2014, ada 6,348 pencari suaka terdaftar di UNHCR Jakarta secara kumulatif.Sebagian besar dari mereka berasal dari Afghanistan (60%), Iran (9%), Somalia (6%) dan Iraq (6%). Tentu ini juga mengundang pertanyaan. Mengapa para imigran dari suku Hazara di Afghanistan itu seperti ‘diarahkan’ ke Indonesia? Siapa yang mengatur kedatangan mereka? Padahal kita tahu banyak negara lain yang juga tengah dirundung konflik seperti Suriah, Iraq, Libya, Yaman, Pakistan atau Myanmar yang paling dekat. Tapi justru mengapa jumlah pengungsi Afghanistan yang berideologi syiah ini yang mendominasi jumlah pengungsi di Indonesia?

  1. Tidak ada identitas

Dari wawancara anggota JITU kepada pihak imigrasi di Balikpapan, memang para imigran syiah tersebut hanya bermodalkan sertifikat pengungsi dari UNHCR untuk bisa masuk ke Indonesia. Mereka sama sekali tidak memiliki paspor, KTP atau penanda identitas lainnya. Bahkan, menurut Ketua Komisi I DPRD Balikpapan, H. Syukri Wahid yang sempat bertanya kepada salah seorang pengungsi Afghan, mereka telah membuat paspor palsu sampai ke Malaysia, tapi kemudian mereka bakar. Menurut para pengungsi, mereka lari dari Afghanistan menuju Pakistan kemudian menelusuri jalan darat hingga Thailand dan akhirnya Malaysia. Mereka tiba di Malaysia dengan membawa paspor palsu, tapi kemudian mereka bakar ketika akan sudah tiba di Indonesia supaya tidak dikenai delik pemalsuan identitas. “Ketika sudah di Indonesia mereka membakar paspornya. Jadi dia tahu kelemahan kita ini. Tidak seperti di Malaysia yang ketat. kita ini terlalu longgar,” ujar Syukri Wahid.

  1. Data pengungsi terkesan direkayasa

Jika dilihat dari penampilan dan perawakan para imigran syiah ini maka bisa diambil kesimpulan bahwa mereka memang angkatan kerja. Mereka muda, tanpa perempuan dan anak kecil dan fisiknya cukup baik. Tapi setelah kami amati dalam daftar nama para imigran syiah ini banyak dari mereka yang lahir pada tanggal 1 Januari. Terlalu mudah untuk suatu kebetulan.

  1. Rudenim baru dibuat langsung overload

Menurut pihak imigrasi Balikpapan, Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Lamaru baru diresmikan pada bulan Oktober 2014, dengan dana sepenuhnya ditanggung IOM (International Organization of Migration). Sementara, Australia telah menutup pintu pengungsi dan pencari suaka sejak 1 Juli 2014. Oleh karena itu, para imigran ini berbondong-bondong ke tempat yang ada Rudenimnya, karena di situ mereka berharap didata oleh UNHCR. “Dengan ditutupnya pintu Australia bagaimanapun caranya bisa sampai gak diproses, terus akhirnya mereka (imigran) mengunjungi tempat-tempat yang ada Rudenimnya berharap bisa masuk ke Rudenim,” ujar Kepala Seksi Keamanan dan Ketertiban Rumah Detensi Imigrasi Lamaru Balikpapan, Edu Andarius Aria saat ditemui di Balikpapan pada Kamis, (11/12). Saat ini, ada sekitar 300 imigran di Balikpapan, sementara kapasitas Rudenim hanya menampung 144 orang.

  1. Fasilitas mewah

Dengan bantuan dari sebuah NGO bernama IOM, (International Organization of Migration), para imigran ini betul-betul dibuat nyaman tinggal di Indonesia. Tiap hari, mereka mendapatkan jatah makan catering 3×1 hari, mendapat ruang menonton televisi beragam saluran internasional via TV kabel, fasilitas olahraga yang lengkap, serta rekreasi berenang ke laut setiap pekannya. Yang lebih gila lagi, pada Hari Imigran Internasional yang jatuh pada 18 Desember, IOM akan mendatangkan hiburan berupa band musik ke dalam Rudenim. [AW/fajar shadiq, JITU]

Tags: fasilitas mewahheadlinesimigran syiahpencari suakarekayasarudenimSyiahUNHCR
ShareTweetSend
Previous Post

Laporkan Perusahaan Nakal yang Paksakan Atribut Natal bagi Karyawan Muslim!

Next Post

Ketua Komisi I DPRD Balikpapan: Banjir Imigran Syiah, Lemahnya Politik Indonesia di Mata Asing

Next Post
Ketua Komisi I DPRD Balikpapan: Banjir Imigran Syiah, Lemahnya Politik Indonesia di Mata Asing

Ketua Komisi I DPRD Balikpapan: Banjir Imigran Syiah, Lemahnya Politik Indonesia di Mata Asing

Melongok Aktivitas Mencurigakan Imigran Syiah di Rudenim Balikpapan

Melongok Aktivitas Mencurigakan Imigran Syiah di Rudenim Balikpapan

Melongok Aktivitas Mencurigakan Imigran Syiah di Rudenim Balikpapan

Imigran Syiah asal Afghanistan di Pekanbaru Meresahkan karena Berkeliaran jadi Gigolo

  • Latest
  • Popular
Pengumuman Nomor Kontak Baru Redaksi Panjimas.com

Pengumuman Nomor Kontak Baru Redaksi Panjimas.com

8 Mar 2024
Sinead O’Connor Bangga Menjadi Muslim

Sinead O’Connor Bangga Menjadi Muslim

18 Mar 2024
Jambore Ukhuwah FORMAQIN 2025, Santri Siap Mengusung Kemenangan

Jambore Ukhuwah FORMAQIN 2025, Santri Siap Mengusung Kemenangan

20 Nov 2025
Setelah Datangi Jokowi, Abu Bakar Ba’asyir Sambangi DPR

Setelah Datangi Jokowi, Abu Bakar Ba’asyir Sambangi DPR

31 Oct 2025
Parade Berkisah Warnai Semarak Hari Santri di Ponpes Mutiara Qur’an Putri Pracimantoro

Parade Berkisah Warnai Semarak Hari Santri di Ponpes Mutiara Qur’an Putri Pracimantoro

27 Oct 2025
Dewan Syariah Kota Surakarta Sayangkan Pembangunan Bukit Doa Hollyland Tidak Sesuai Izin dan Prosedur

Dewan Syariah Kota Surakarta Desak TRANS7 Minta Maaf, Terkait Konten Merendahkan Kiai dan Pesantren

16 Oct 2025
Masjid Kampus Islam: Antara Prioritas dan Efisiensi Anggaran

Masjid Kampus Islam: Antara Prioritas dan Efisiensi Anggaran

13 Oct 2025
130 Pendaki Wujudkan Solidaritas untuk Palestina di Gunung Andong

130 Pendaki Wujudkan Solidaritas untuk Palestina di Gunung Andong

12 Oct 2025
Matahari di Puncak Langit Surakarta: Menguji Akurasi Waktu dengan Jam Matahari Kuno

Matahari di Puncak Langit Surakarta: Menguji Akurasi Waktu dengan Jam Matahari Kuno

11 Oct 2025
Kejanggalan Imigran Syiah; dari Fasilitas Mewah, tanpa Identitas hingga Rekayasa Data Pengungsi

Kejanggalan Imigran Syiah; dari Fasilitas Mewah, tanpa Identitas hingga Rekayasa Data Pengungsi

50 Ciri Gangguan Jin

50 Ciri Gangguan Jin

Dewan Syariah Kota Surakarta Sayangkan Pembangunan Bukit Doa Hollyland Tidak Sesuai Izin dan Prosedur

Dewan Syariah Kota Surakarta Sayangkan Pembangunan Bukit Doa Hollyland Tidak Sesuai Izin dan Prosedur

Benarkah 2 Juta Muslim Murtad Tiap Tahun?

Benarkah 2 Juta Muslim Murtad Tiap Tahun?

Hubungan Suami Istri Disunnahkan pada Malam Jum’at?

Hubungan Suami Istri Disunnahkan pada Malam Jum’at?

Protes Umat Islam Didengar, Bupati Karanganyar Hentikan Sementara Proyek Miniatur Yerusalem Hollyland di Pinggiran Solo

Protes Umat Islam Didengar, Bupati Karanganyar Hentikan Sementara Proyek Miniatur Yerusalem Hollyland di Pinggiran Solo

Inilah Kisah-kisah Keji & Tak Senonoh yang Melecehkan para Nabi dalam Kitab Suci Kristen

Inilah Kisah-kisah Keji & Tak Senonoh yang Melecehkan para Nabi dalam Kitab Suci Kristen

  • About Us
  • Contact
  • Disclaimer
  • Copyright
  • Donation
  • Pedoman Media Siber

Seluruh materi baik artikel, berita, foto, video maupun logo dalam situs Panjimas.com bebas copy untuk keperluan dakwah dan referensi non-komersial, dengan mencantumkan sumbernya (Panjimas.com).Anda bisa turut berdakwah dengan mengirimkan informasi, berita, artikel dan opini untuk dipublikasikan non komersial.

Email: [email protected] | Telp/SMS: 0812 60000 560

Copyright © 2026 — Panjimas. All Rights Reserved.

No Result
View All Result
  • NEWS
    • Nasional
    • Internasional
  • ISLAMIA
    • Aqidah
    • Kuliah Akhlaq
    • Doa & Zikir
    • Fiqih
    • Khutbah
    • Sirah Nabi
    • Thibbun Nabawi
  • INSPIRASI
    • Salafus Shalih
    • Tokoh
    • Muallaf
    • Miracle
      • Mukjizat Qur’an
      • Keajaiban Sunnah
      • Karomah Syuhada
  • NAHIMUNKAR
    • Aliran Sesat & TBC
    • Kristenisasi & Pemurtadan
    • SEPILIS
    • Konspirasi
  • PARENTING
    • Muslimah
    • Remaja
  • Citizens
    • Opini
    • Suara Pembaca
    • Silaturrahim
    • Agenda Umat
  • PANJIMART
    • Properti
    • Produk Digital
    • Rupa-Rupa
    • Resensi Buku
  • GALERI
    • Photo
    • Video
  • SOLIDARITAS
    • Panjimas Care
    • Filantropi

Copyright © 2019
Panjimas. All Rights Reserved.