• About Us
  • Archives
  • Blog
  • Contact
  • Copyright
  • Disclaimer
  • Donation
  • Full Width Page
  • Home
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
No Result
View All Result
Panjimas
Advertisement
  • NEWS
    • Nasional
    • Internasional
  • ISLAMIA
    • Aqidah
    • Kuliah Akhlaq
    • Doa & Zikir
    • Fiqih
    • Khutbah
    • Sirah Nabi
    • Thibbun Nabawi
  • INSPIRASI
    • Salafus Shalih
    • Tokoh
    • Muallaf
    • Miracle
      • Mukjizat Qur’an
      • Keajaiban Sunnah
      • Karomah Syuhada
  • NAHIMUNKAR
    • Aliran Sesat & TBC
    • Kristenisasi & Pemurtadan
    • SEPILIS
    • Konspirasi
  • PARENTING
    • Muslimah
    • Remaja
  • Citizens
    • Opini
    • Suara Pembaca
    • Silaturrahim
    • Agenda Umat
  • PANJIMART
    • Properti
    • Produk Digital
    • Rupa-Rupa
    • Resensi Buku
  • GALERI
    • Photo
    • Video
  • SOLIDARITAS
    • Panjimas Care
    • Filantropi
  • NEWS
    • Nasional
    • Internasional
  • ISLAMIA
    • Aqidah
    • Kuliah Akhlaq
    • Doa & Zikir
    • Fiqih
    • Khutbah
    • Sirah Nabi
    • Thibbun Nabawi
  • INSPIRASI
    • Salafus Shalih
    • Tokoh
    • Muallaf
    • Miracle
      • Mukjizat Qur’an
      • Keajaiban Sunnah
      • Karomah Syuhada
  • NAHIMUNKAR
    • Aliran Sesat & TBC
    • Kristenisasi & Pemurtadan
    • SEPILIS
    • Konspirasi
  • PARENTING
    • Muslimah
    • Remaja
  • Citizens
    • Opini
    • Suara Pembaca
    • Silaturrahim
    • Agenda Umat
  • PANJIMART
    • Properti
    • Produk Digital
    • Rupa-Rupa
    • Resensi Buku
  • GALERI
    • Photo
    • Video
  • SOLIDARITAS
    • Panjimas Care
    • Filantropi
No Result
View All Result
Panjimas
No Result
View All Result
Home NEWS Nasional

Kisah Asal Mula “Gereja Islam” di Tolikara

23 Jul 2015
in Nasional, NEWS
Reading Time: 3 mins read
A A
Kisah Asal Mula “Gereja Islam” di Tolikara

Jpeg

193
SHARES
51
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

TOLIKARA (Panjimas.com) – Banyak yang tidak tahu, bagaimana asal mula masjid Baitul Muttaqin yang hangus dilalap api pada tragedi Idul Fitri berdarah di Tolikara, Papua itu bisa berdiri. Padahal, gereja selain aliran Gereja Injili Di Indonesia (GIDI) seperti Katolik, Protestan, Advent, Pantekostan dan lainnya, ‘haram’ berdiri di Tolikara.

Ustadz Ali Mukhtar, selaku imam masjid Baitul Muttaqin mengisahkan, bahwa dahulu sekitar tahun 1989 masjid itu mulai dirintis dan didirikan di atas tanah yang diberikan seorang kepala suku.

“Ada anaknya kepala suku namanya Karmin Yekua, itu pernah cerita sama saya. Waktu itu saya tanya, awal mulanya kok bisa kepala suku ngasih tempat ibadah kepada saudara-saudara Muslim?” kata Ustadz Ali Mukhtar di tempat pengungsian, di Komplek dinas Kormil Karubaga, pada Rabu (22/7/2015).

Menurut Ustadz Ali, melakukan pembebasan tanah di Tolikara, apalagi untuk didirikan masjid sangat mustahil terjadi.

“Tahu sendiri, masalah pembebasan tanah itu agak susah di sini, karena tidak ada sertifikat,” imbuhnya.

Ustadz Ali melanjutkan, kepala suku di Tolikara memberikan sebidang tanah untuk dibangung masjid karena rasa hormat mereka kepada para guru Muslim yang mengajar di Tolikara.

“Guru-guru waktu itu shalat, dia ruku, terus sujud. Kepala suku ini lalu bertanya, ‘eee.. bapak guru, saya bingung, kita cari dokter saja, mungkin pak guru tidak enak badan kah?’ Lalu pak guru itu menjawab, eee… bapak, kami ini sedang sembahyang, ajaran agama kami ini adalah ibadah,” kata Ustadz Ali diiringi gelak tawa.

Perlu diketahui, penduduk asli Papua sangat menghormati guru, dokter dan warga negara asing (bule). Alasannya sederhana, karena guru yang mendidik anak-anak mereka menjadi pintar, setelah kondisi mereka sebelumnya yang primitif. Sementara dokter selama ini yang mengobati mereka jika sakit. Adapun hormat mereka pada orang bule, karena dianggap sebagai pengabar Injil.

Singkat cerita, didirikanlah rumah ibadah pertama kali di Tolikara dengan ukuran cukup kecil dan diberi cat hitam. Tujuan diberi cat hitam bukan hijau sebagaimana warna kesukaan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, demi menyesuaikan diri dengan warga lokal sekitar.

“Hari demi hari, umat Islam di sini ingin shalat. Lalu bikin (ruangan, red) ukuran 5 x 5, tiang-tiangnya ada, cuma kotak begitu saja, catnya hitam. Rumah-rumah misionaris dan orang-orang papua begitu, catnya hitam,” tuturnya.

Uniknya, dengan semangat toleransi yang sangat tinggi dari umat Islam di Tolikara, pada awal-awal berdiri, mereka rela tak menyebut rumah ibadah itu sebagai mushalla atau masjid, namun disebut sebagai gereja Islam.

“Kalau orang tanya masjid, putra derah (warga lokal asli Papua, red.) itu tidak tahu, mereka tahunya gereja Islam,” tuturnya.

Tak hanya itu, para tokoh agama Islam di sana pun disebut sebagai gembala Islam.

“Sama saya manggilnya gembala Islam,” imbuhnya.

Bagi warga Muslim yang umumnya pendatang dari luar Papua, penyebutan itu bukanlah hambatan bagi mereka. Mengingat di Tolikara Kristen sangat mendominasi, khususnya GIDI.

“Yang penting kita di sini bisa menempatkan diri. Misi kita di sini rahmatan lil ‘alamin, harus bermanfaat bagi lingkungan sekitar,” ujarnya.

Setelah bertahun-tahun hidup berdampingan, akhirnya rumah ibadah itu menjadi mushalla dan diberi nama Baitul Muttaqin yang artinya rumah orang-orang bertakwa. Subhanallah, nama yang indah, sesuai dengan mental para pendatang yang begitu tegar memegang teguh agama Islam, di tengah arus derasnya penyebaran Kristen dan kerasnya perangai/watak warga asli Papua.

Para tokoh sempat meminta izin kepada warga lokal asli Papua untuk merubah nama mushalla menjadi Masjid Baitul Muttaqin. Namun hal itu ditolak dari warga lokal. Jangankan membuat kubah atau membangun menara masjid, memasang plang yang menunjukkan arah lokasi tempat ibadah juga dilarang. Akhirnya mereka hanya memasang plang Masjid Baitul Muttaqin di dalam. Warga Muslim pendatang mau tak mau harus menerima sikap warga lokal, meskipun hal itu jika dipanda dari sisi Hak Asasi Manusia (HAM) sangat intoleran.

Meski hanya mushalla, namun kegiatan ibadah di tempat tersebut sudah cukup baik, dari mulai shalat Jum’at hingga shalat Idul Fitri telah berlangsung belasan tahun.

Sampai akhirnya, warga Muslim dikejutkan dengan surat edaran yang berisi pelarangan jilbab dan shalat Idul Fitri yang dikeluarkan GIDI. Mereka tak menyangka, warga Muslim yang selama ini hidup rukun dengan Kristen, tiba-tiba terusik dengan sikap arogan, provokatif dan melanggar HAM tersebut. Hingga puncaknya, meletuslah tragedi penyerangan jamaah shalat Idul Fitri dan disusul pembakaran kios-kios yang merembet membakar masjid. [AW]

Tags: gembala islamgerejagereja islamgidiheadlinesmasjidmasjid baitul muttaqin
Share193TweetSend
Previous Post

JK Bentuk Tim Pemantau Kaset Pengajian, PBNU : Wapres Berlebihan

Next Post

Masalah Tolikara, Waspadai Kepentingan Asing

Next Post
Masalah Tolikara, Waspadai Kepentingan Asing

Masalah Tolikara, Waspadai Kepentingan Asing

Mendagri Letakkan Batu Pertama, Bupati Tolikara Malah Tunggu Gereja GIDI untuk Bangun Mushalla

Mendagri Letakkan Batu Pertama, Bupati Tolikara Malah Tunggu Gereja GIDI untuk Bangun Mushalla

Muslim Papua : Kami Tidak Boleh Membangun Masjid

Muslim Papua : Kami Tidak Boleh Membangun Masjid

  • Latest
  • Popular
Pengumuman Nomor Kontak Baru Redaksi Panjimas.com

Pengumuman Nomor Kontak Baru Redaksi Panjimas.com

8 Mar 2024
Sinead O’Connor Bangga Menjadi Muslim

Sinead O’Connor Bangga Menjadi Muslim

18 Mar 2024
Jambore Ukhuwah FORMAQIN 2025, Santri Siap Mengusung Kemenangan

Jambore Ukhuwah FORMAQIN 2025, Santri Siap Mengusung Kemenangan

20 Nov 2025
Setelah Datangi Jokowi, Abu Bakar Ba’asyir Sambangi DPR

Setelah Datangi Jokowi, Abu Bakar Ba’asyir Sambangi DPR

31 Oct 2025
Parade Berkisah Warnai Semarak Hari Santri di Ponpes Mutiara Qur’an Putri Pracimantoro

Parade Berkisah Warnai Semarak Hari Santri di Ponpes Mutiara Qur’an Putri Pracimantoro

27 Oct 2025
Dewan Syariah Kota Surakarta Sayangkan Pembangunan Bukit Doa Hollyland Tidak Sesuai Izin dan Prosedur

Dewan Syariah Kota Surakarta Desak TRANS7 Minta Maaf, Terkait Konten Merendahkan Kiai dan Pesantren

16 Oct 2025
Masjid Kampus Islam: Antara Prioritas dan Efisiensi Anggaran

Masjid Kampus Islam: Antara Prioritas dan Efisiensi Anggaran

13 Oct 2025
130 Pendaki Wujudkan Solidaritas untuk Palestina di Gunung Andong

130 Pendaki Wujudkan Solidaritas untuk Palestina di Gunung Andong

12 Oct 2025
Matahari di Puncak Langit Surakarta: Menguji Akurasi Waktu dengan Jam Matahari Kuno

Matahari di Puncak Langit Surakarta: Menguji Akurasi Waktu dengan Jam Matahari Kuno

11 Oct 2025
Kisah Asal Mula “Gereja Islam” di Tolikara

Kisah Asal Mula “Gereja Islam” di Tolikara

50 Ciri Gangguan Jin

50 Ciri Gangguan Jin

Dewan Syariah Kota Surakarta Sayangkan Pembangunan Bukit Doa Hollyland Tidak Sesuai Izin dan Prosedur

Dewan Syariah Kota Surakarta Sayangkan Pembangunan Bukit Doa Hollyland Tidak Sesuai Izin dan Prosedur

Protes Umat Islam Didengar, Bupati Karanganyar Hentikan Sementara Proyek Miniatur Yerusalem Hollyland di Pinggiran Solo

Protes Umat Islam Didengar, Bupati Karanganyar Hentikan Sementara Proyek Miniatur Yerusalem Hollyland di Pinggiran Solo

Hubungan Suami Istri Disunnahkan pada Malam Jum’at?

Hubungan Suami Istri Disunnahkan pada Malam Jum’at?

Benarkah 2 Juta Muslim Murtad Tiap Tahun?

Benarkah 2 Juta Muslim Murtad Tiap Tahun?

Proyek Bangunan Kristen Super Megah Holly Land di Solo

Proyek Bangunan Kristen Super Megah Holly Land di Solo

  • About Us
  • Contact
  • Disclaimer
  • Copyright
  • Donation
  • Pedoman Media Siber

Seluruh materi baik artikel, berita, foto, video maupun logo dalam situs Panjimas.com bebas copy untuk keperluan dakwah dan referensi non-komersial, dengan mencantumkan sumbernya (Panjimas.com).Anda bisa turut berdakwah dengan mengirimkan informasi, berita, artikel dan opini untuk dipublikasikan non komersial.

Email: [email protected] | Telp/SMS: 0812 60000 560

Copyright © 2026 — Panjimas. All Rights Reserved.

No Result
View All Result
  • NEWS
    • Nasional
    • Internasional
  • ISLAMIA
    • Aqidah
    • Kuliah Akhlaq
    • Doa & Zikir
    • Fiqih
    • Khutbah
    • Sirah Nabi
    • Thibbun Nabawi
  • INSPIRASI
    • Salafus Shalih
    • Tokoh
    • Muallaf
    • Miracle
      • Mukjizat Qur’an
      • Keajaiban Sunnah
      • Karomah Syuhada
  • NAHIMUNKAR
    • Aliran Sesat & TBC
    • Kristenisasi & Pemurtadan
    • SEPILIS
    • Konspirasi
  • PARENTING
    • Muslimah
    • Remaja
  • Citizens
    • Opini
    • Suara Pembaca
    • Silaturrahim
    • Agenda Umat
  • PANJIMART
    • Properti
    • Produk Digital
    • Rupa-Rupa
    • Resensi Buku
  • GALERI
    • Photo
    • Video
  • SOLIDARITAS
    • Panjimas Care
    • Filantropi

Copyright © 2019
Panjimas. All Rights Reserved.