• About Us
  • Archives
  • Blog
  • Contact
  • Copyright
  • Disclaimer
  • Donation
  • Full Width Page
  • Home
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
No Result
View All Result
Panjimas
Advertisement
  • NEWS
    • Nasional
    • Internasional
  • ISLAMIA
    • Aqidah
    • Kuliah Akhlaq
    • Doa & Zikir
    • Fiqih
    • Khutbah
    • Sirah Nabi
    • Thibbun Nabawi
  • INSPIRASI
    • Salafus Shalih
    • Tokoh
    • Muallaf
    • Miracle
      • Mukjizat Qur’an
      • Keajaiban Sunnah
      • Karomah Syuhada
  • NAHIMUNKAR
    • Aliran Sesat & TBC
    • Kristenisasi & Pemurtadan
    • SEPILIS
    • Konspirasi
  • PARENTING
    • Muslimah
    • Remaja
  • Citizens
    • Opini
    • Suara Pembaca
    • Silaturrahim
    • Agenda Umat
  • PANJIMART
    • Properti
    • Produk Digital
    • Rupa-Rupa
    • Resensi Buku
  • GALERI
    • Photo
    • Video
  • SOLIDARITAS
    • Panjimas Care
    • Filantropi
  • NEWS
    • Nasional
    • Internasional
  • ISLAMIA
    • Aqidah
    • Kuliah Akhlaq
    • Doa & Zikir
    • Fiqih
    • Khutbah
    • Sirah Nabi
    • Thibbun Nabawi
  • INSPIRASI
    • Salafus Shalih
    • Tokoh
    • Muallaf
    • Miracle
      • Mukjizat Qur’an
      • Keajaiban Sunnah
      • Karomah Syuhada
  • NAHIMUNKAR
    • Aliran Sesat & TBC
    • Kristenisasi & Pemurtadan
    • SEPILIS
    • Konspirasi
  • PARENTING
    • Muslimah
    • Remaja
  • Citizens
    • Opini
    • Suara Pembaca
    • Silaturrahim
    • Agenda Umat
  • PANJIMART
    • Properti
    • Produk Digital
    • Rupa-Rupa
    • Resensi Buku
  • GALERI
    • Photo
    • Video
  • SOLIDARITAS
    • Panjimas Care
    • Filantropi
No Result
View All Result
Panjimas
No Result
View All Result
Home NEWS Internasional

Antisipasi Genosida, Uni-Afrika Pertimbangkan Penempatan 5.000 Pasukan Perdamaian di Burundi

21 Dec 2015
in Internasional, NEWS
Reading Time: 3 mins read
A A
Antisipasi   Genosida,  Uni-Afrika   Pertimbangkan Penempatan  5.000  Pasukan  Perdamaian  di  Burundi
0
SHARES
5
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

ADDIS ABABA, (Panjimas.com) – Uni-Afrika (African Union) sedang mempertimbangkan tindakan   mendesak   untuk   menghentikan     terjadinya   genosida di Burundi, demikian pernyataan Uni-Afrika yang   diposting   melalui akun   Twitter-nya, hari Kamis (17/12/2015), dilansir oleh Anadolu Agency.

Berdasarkan pernyataan Uni-Afrika melalui akun Twitter, anggota-anggota   Dewan Perdamaian dan Keamanan   Uni-Afrika, membahas   kesiapan   dan   kemampuan   militer dari   kawasan   Afrika Timur untuk   menyiagakan   pasukan, diketahui   Dewan Perdamaian dan Keamanan Uni Afrika adalah   sebuah   Badan yang kuat   yang   bertugas mengerahkan   pasukan   penjaga   perdamaian,

“Akan   ada   penyebaran   kemungkinan     penempatan   pasukan untuk   Burundi,” menurut twit   akun   resmi   Uni-Afrika

“Afrika   tidak   akan   membiarkan genosida   berlangsung   di   wilayahnya,” seperti dikutip dari   pernyataan   melalui akun   twitternya.

Sebuah   sumber   diplomatik   Afrika   mengatakan   kepada   Anadolu   Agency   bahwa jumlah pasukan   yang   direkomendasikan   untuk   misi   Burundi   adalah   sekitar   5.000 personil.

“Kami   akan   memulai   persiapan   untuk   mengerahkan   pasukan   segera,” kata   diplomat itu.

Smail Chergui, komisaris Uni Afrika bidang   perdamaian   dan   keamanan, juga melalui   akun twitternya mengatakan   bahwa “pembunuhan di Burundi   harus segera   dihentikan”.

Sementara itu, Komisaris Tinggi   PBB   untuk   Hak   Asasi   Manusia, Zeid   Ra’ad   al-Hussein, hari Kamis (17/12/2015)   memperingatkan   bahwa   Negara   itu (Burundi) berada di ambang   perang   saudara.

Ketidakstabilan telah melanda Burundi sejak   bulan   April   ketika   Dewan   Nasional   untuk Pertahanan   Demokrasi beserta Pasukan Penjaga Demokrasinya   yang berkuasa di Burundi   mencalonkan     Pierre   Nkurunziza   sebagai   kandidat   Presiden. Untuk diketahui, bahwa   Nkurunziza   telah   berkuasa di   Burundi   sejak   tahun   2005.

Banyak   pendukung pihak   oposisi,   ditambah   beberapa   pendukung   Nkurunziza, dilaporkan   telah   tewas   di   tengah   kekacauan politik   Negara   itu.

Menurut perhitungan   PBB, sedikitnya   3.496   orang   telah   ditangkap   sehubungan   dengan   krisis   politik   di Negara   itu.

Seminggu yang lalu, dilaporkan setidaknya   87 orang   ditemukan   tewas di   Bujumbura, ibu kota Burundi pada   hari Sabtu (12/12/2015), sehari   setelah   pemerintah   Burundi   melaporkan   adanya   kelompok tak   dikenal   melakukan   serangan   terkoordinasi   pada   3 instalasi militer, dilansir   oleh Al Jazeera News

Juru   bicara   militer Burundi Kolonel Gaspard Baratuza mengatakan 8 personil keamanan tewas pada   serangan   hari   Jumat lalu itu (11/12/2015).

“Jumlah   korban   terakhir   akibat   serangan   kemarin   mencapai 79 musuh tewas, 45 ditangkap dan   97   senjata berhasil disita, sementara   di pihak kami, 8 tentara dan   polisi tewas dan   21 lainnya   luka-luka” papar Baratuza seperti dikutip oleh kantor berita AFP.

Ketakutan melanda Bujumbura setelah suara pertempuran terdengar sepanjang Jumat minggu lalu   dan   tembakan   sporadic   sepanjang   malam. Warga     bersembunyi   di rumah-rumah   mereka dan   hanya   menyisakan   personel keamanan berpatroli di jalan-jalan.

“penduduk setempat mengatakan, orang berseragam polisi datang ke daerah pemukiman yang melakukan protes. Warga percaya pembantaian tersebut merupakan respon atas serangan yang ditujukan   ke   militer   hari   Jumat,” Malcolm Webb, seorang saksi mata melaporkan kepada Al Jazeera.

“puluhan   mayat warga sipil   bergelimpangan   di jalan-jalan – kebanyakan dari mereka adalah pemuda – tampaknya banyak yang ditembak dari jarak dekat,” kata Webb.

“Semua menjadi korban dalam operasi sapu bersih yang dilancarkan oleh tentara bersama polisi” kata Nkurikiye. “Musuh berhasil dikendalikan.”

3 tentara tewas dalam serangan fajar oleh kelompok tak dikenal di daerah Ngagara, Musaga dan Mujejuru, ujar 2   tentara   kepada Associate Press yang meminta identitasnya tak disebutkan.

Aparat keamanan berhasil menewaskan 12 penyerang dan menangkap 20 lainnya, termasuk 1 yang terluka dan dirawat di sebuah rumah sakit militer, kata juru bicara militer Gaspard Baratuza kepada radio pemerintah.

Kekerasan meningkat setelah adanya penolakan terhadap Presiden Pierre Nkurunziza yang menjabatan   ke-3 kalinya. Hal   ini   dinilai oleh   banyak   masyarakat   Burundi dan   pengamat asing menentang inkonstitusi dan melanggar perjanjian damai. Perjanjian yang mengakhiri   perang   sipil   di mana   300.000 orang dilaporkan tewas   antara   1993 dan 2006.

Menurut laporan PBB, Setidaknya 240 orang tewas sejak bulan April lalu   dan sekitar 215.000 lainnya   melarikan   diri ke   Negara tetangga. Ratusan orang lainnya dipenjara karena menentang pemilihan kembali Nkurunziza   pada bulan Juli tahun ini.

Untuk diketahui bahwa, bulan   Agustus   tahun 2004,   telah   terjadi   pembantaian   suku   Tutsi oleh   suku   Hutu di   Burundi. Ratusan suku   Tutsi   yang   sedang   tertidur   dibantai oleh   milisi-milisi   suku Hutu di daerah perbatasan antara Rwanda   dan   Burundi.

Pemerintah   Burundi   menuduh   milisi-milisi   Hutu tersebut   didukung atau setidaknya memiliki   hubungan   dengan   Ektrimis   Kristen, seperti misalnya skema yang sama telah   terjadi   pada   konflik tahun 1994 di   Rwanda   dimana lebih dari 800.000 orang tewas dibantai suku Hutu, dilaporkan oleh   banyak saksi mata, beberapa pastor katolik dan   pendeta   Kristen Hutu   terlibat dalam   pembantaian tersebut, sebelumnya mereka berkata akan melindungi Tutsi di Gereja   tetapi mereka menyodorkan dan melaporkan keberadaan mereka kepada milisi ekstrimis Hutu, sehingga dibantai.

Sementara itu di Burundi, mengutip website religion facts, 91,5 % rakyatnya adalah   pemeluk   Agama Kristen dan 2,8 % adalah pemeluk Agama Islam, sementara 5,7 % lainnya masih memeluk agama rakyat setempat, animisme. [IZ]

 

Tags: genosidaheadlines
ShareTweetSend
Previous Post

SDIT Nur Hidayah Selenggarkan Expansi

Next Post

Ismail Haniyeh: Gerakan Intifada Perlu Diperkuat

Next Post
Ismail Haniyeh: Gerakan   Intifada  Perlu  Diperkuat

Ismail Haniyeh: Gerakan Intifada Perlu Diperkuat

Jumlah   Imigran  Internasional  Melonjak   Hingga   244  Juta  pada  2015

Jumlah Imigran Internasional Melonjak Hingga 244 Juta pada 2015

Dikecam Dunia Internasional, Zionis Israel Nekat Bangun 200 Rumah Untuk Pemukim Yahudi

Proyek Kota Yahudi 2020, 230.000 Warga Palestina Akan Kehilangan Tempat Tinggal

  • Latest
  • Popular
Pengumuman Nomor Kontak Baru Redaksi Panjimas.com

Pengumuman Nomor Kontak Baru Redaksi Panjimas.com

8 Mar 2024
Sinead O’Connor Bangga Menjadi Muslim

Sinead O’Connor Bangga Menjadi Muslim

18 Mar 2024
Jambore Ukhuwah FORMAQIN 2025, Santri Siap Mengusung Kemenangan

Jambore Ukhuwah FORMAQIN 2025, Santri Siap Mengusung Kemenangan

20 Nov 2025
Setelah Datangi Jokowi, Abu Bakar Ba’asyir Sambangi DPR

Setelah Datangi Jokowi, Abu Bakar Ba’asyir Sambangi DPR

31 Oct 2025
Parade Berkisah Warnai Semarak Hari Santri di Ponpes Mutiara Qur’an Putri Pracimantoro

Parade Berkisah Warnai Semarak Hari Santri di Ponpes Mutiara Qur’an Putri Pracimantoro

27 Oct 2025
Dewan Syariah Kota Surakarta Sayangkan Pembangunan Bukit Doa Hollyland Tidak Sesuai Izin dan Prosedur

Dewan Syariah Kota Surakarta Desak TRANS7 Minta Maaf, Terkait Konten Merendahkan Kiai dan Pesantren

16 Oct 2025
Masjid Kampus Islam: Antara Prioritas dan Efisiensi Anggaran

Masjid Kampus Islam: Antara Prioritas dan Efisiensi Anggaran

13 Oct 2025
130 Pendaki Wujudkan Solidaritas untuk Palestina di Gunung Andong

130 Pendaki Wujudkan Solidaritas untuk Palestina di Gunung Andong

12 Oct 2025
Matahari di Puncak Langit Surakarta: Menguji Akurasi Waktu dengan Jam Matahari Kuno

Matahari di Puncak Langit Surakarta: Menguji Akurasi Waktu dengan Jam Matahari Kuno

11 Oct 2025
Antisipasi   Genosida,  Uni-Afrika   Pertimbangkan Penempatan  5.000  Pasukan  Perdamaian  di  Burundi

Antisipasi Genosida, Uni-Afrika Pertimbangkan Penempatan 5.000 Pasukan Perdamaian di Burundi

50 Ciri Gangguan Jin

50 Ciri Gangguan Jin

Dewan Syariah Kota Surakarta Sayangkan Pembangunan Bukit Doa Hollyland Tidak Sesuai Izin dan Prosedur

Dewan Syariah Kota Surakarta Sayangkan Pembangunan Bukit Doa Hollyland Tidak Sesuai Izin dan Prosedur

Benarkah 2 Juta Muslim Murtad Tiap Tahun?

Benarkah 2 Juta Muslim Murtad Tiap Tahun?

Hubungan Suami Istri Disunnahkan pada Malam Jum’at?

Hubungan Suami Istri Disunnahkan pada Malam Jum’at?

Protes Umat Islam Didengar, Bupati Karanganyar Hentikan Sementara Proyek Miniatur Yerusalem Hollyland di Pinggiran Solo

Protes Umat Islam Didengar, Bupati Karanganyar Hentikan Sementara Proyek Miniatur Yerusalem Hollyland di Pinggiran Solo

Proyek Bangunan Kristen Super Megah Holly Land di Solo

Proyek Bangunan Kristen Super Megah Holly Land di Solo

  • About Us
  • Contact
  • Disclaimer
  • Copyright
  • Donation
  • Pedoman Media Siber

Seluruh materi baik artikel, berita, foto, video maupun logo dalam situs Panjimas.com bebas copy untuk keperluan dakwah dan referensi non-komersial, dengan mencantumkan sumbernya (Panjimas.com).Anda bisa turut berdakwah dengan mengirimkan informasi, berita, artikel dan opini untuk dipublikasikan non komersial.

Email: [email protected] | Telp/SMS: 0812 60000 560

Copyright © 2026 — Panjimas. All Rights Reserved.

No Result
View All Result
  • NEWS
    • Nasional
    • Internasional
  • ISLAMIA
    • Aqidah
    • Kuliah Akhlaq
    • Doa & Zikir
    • Fiqih
    • Khutbah
    • Sirah Nabi
    • Thibbun Nabawi
  • INSPIRASI
    • Salafus Shalih
    • Tokoh
    • Muallaf
    • Miracle
      • Mukjizat Qur’an
      • Keajaiban Sunnah
      • Karomah Syuhada
  • NAHIMUNKAR
    • Aliran Sesat & TBC
    • Kristenisasi & Pemurtadan
    • SEPILIS
    • Konspirasi
  • PARENTING
    • Muslimah
    • Remaja
  • Citizens
    • Opini
    • Suara Pembaca
    • Silaturrahim
    • Agenda Umat
  • PANJIMART
    • Properti
    • Produk Digital
    • Rupa-Rupa
    • Resensi Buku
  • GALERI
    • Photo
    • Video
  • SOLIDARITAS
    • Panjimas Care
    • Filantropi

Copyright © 2019
Panjimas. All Rights Reserved.