• About Us
  • Archives
  • Blog
  • Contact
  • Copyright
  • Disclaimer
  • Donation
  • Full Width Page
  • Home
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
No Result
View All Result
Panjimas
Advertisement
  • NEWS
    • Nasional
    • Internasional
  • ISLAMIA
    • Aqidah
    • Kuliah Akhlaq
    • Doa & Zikir
    • Fiqih
    • Khutbah
    • Sirah Nabi
    • Thibbun Nabawi
  • INSPIRASI
    • Salafus Shalih
    • Tokoh
    • Muallaf
    • Miracle
      • Mukjizat Qur’an
      • Keajaiban Sunnah
      • Karomah Syuhada
  • NAHIMUNKAR
    • Aliran Sesat & TBC
    • Kristenisasi & Pemurtadan
    • SEPILIS
    • Konspirasi
  • PARENTING
    • Muslimah
    • Remaja
  • Citizens
    • Opini
    • Suara Pembaca
    • Silaturrahim
    • Agenda Umat
  • PANJIMART
    • Properti
    • Produk Digital
    • Rupa-Rupa
    • Resensi Buku
  • GALERI
    • Photo
    • Video
  • SOLIDARITAS
    • Panjimas Care
    • Filantropi
  • NEWS
    • Nasional
    • Internasional
  • ISLAMIA
    • Aqidah
    • Kuliah Akhlaq
    • Doa & Zikir
    • Fiqih
    • Khutbah
    • Sirah Nabi
    • Thibbun Nabawi
  • INSPIRASI
    • Salafus Shalih
    • Tokoh
    • Muallaf
    • Miracle
      • Mukjizat Qur’an
      • Keajaiban Sunnah
      • Karomah Syuhada
  • NAHIMUNKAR
    • Aliran Sesat & TBC
    • Kristenisasi & Pemurtadan
    • SEPILIS
    • Konspirasi
  • PARENTING
    • Muslimah
    • Remaja
  • Citizens
    • Opini
    • Suara Pembaca
    • Silaturrahim
    • Agenda Umat
  • PANJIMART
    • Properti
    • Produk Digital
    • Rupa-Rupa
    • Resensi Buku
  • GALERI
    • Photo
    • Video
  • SOLIDARITAS
    • Panjimas Care
    • Filantropi
No Result
View All Result
Panjimas
No Result
View All Result
Home NEWS Nasional

Ridwan Saidi Minta Monumen Perjuangan Laskar Tionghoa Dibongkar

25 Feb 2016
in Nasional, NEWS
Reading Time: 2 mins read
A A
Ridwan Saidi Minta Monumen Perjuangan Laskar Tionghoa Dibongkar
0
SHARES
16
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA, (Panjimas.com) – Budayawan yang juga pengamat politik, Ridwan Saidi, meminta pemerintah pusat maupun Pemprov DKI membongkar monumen perjuangan laskar Tionghoa di Taman Mini Indonesia Indonesia (TMII) Jakarta Timur (Jaktim) yang baru saja diresmikan oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo pada Sabtu (14/11/2015). Sebab, katanya, hal itu hanya akan menciptakan konflik Suku, Agama, Ras dan Antar Golongan (SARA).

“Monumen ini harus dibongkar oleh pemerintah. Jangan main SARA dalam pahlawan,” kata Ridwan Saidi kepada Harian Terbit, Senin (16/11/2015).

Apabila pemerintah membiarkan monumen itu berdiri, menurutnya, Mendagri yang meresmikan monumen itu harus bertanggungjawab apabila terjadi konflik SARA kedepannya.”Ini Mendagri sama saja membuat gelar pahlawan baru, pahlawan SARA yang dibuat di dalam negeri,” sesalnya.

Dia menegaskan, pahlawan di Indonesia tidak boleh dikotak-kotakkan atas adanya monumen ini. Sebab, hal itu sama menimbulkan diskriminasi antar etnis di Indonesia. Maka dari itu, dia mempertanyakan maksud dari Mendagri Tjahjo Kumolo meresmikan monumen ini dengan dalil menghargai jasa-jasa pahlawan dari etnis Tionghoa.

“‎Jangan dikotakan kalau pahlawan untuk Indonesia. Ini maksudnya apa? Nanti itu terjadi diskriminasi. Semua etnis nanti minta monumen semua,” tuturnya.

Selain itu, tambahnya, masalah pahlawan ini sudah terdapat di pemerintahan yang menanganinya, yakni Kementerian Sosial (Kemensos). Sehingga, Mendagri tidak perlu ikut campur dalam masalah. ‎”Kalau mau lihat siapa saja pahlawan dari Tionghoa, kan daftarnya ada di Kemensos,” ungkapnya.

Sementara itu, Anggota Komisi X DPR dari Fraksi Partai Hanura (FHanura) yang membidangi masalah pendidikan dan pariwisata, Dadang Rusdiana tidak mempermasalahkan adanya monumen laskar perjuangan Tionghoa ini di TMII.

‎”Ya tidak masalah kalau ditujukan pada penghargaan komunitas tionghoa yang ikut berjuang kemerdekaan bangsa ini,” kata pria yang biasa disapa Darus ini.

Sekretaris F-Hanura di DPR ini justru berpandangan, pihak-pihak yang mempermasalahkan hal ini menciptakan diskriminasi dan konflik SARA.

‎”Ini kan untuk menghargai bahwa kemerdekaan itu semua unsur terlibat, termasuk Tionghoa. Justru yang mempersoalkan itu berarti diskriminatif,” tegasnya.

Seharusnya sebagai bangsa yang maju, katanya, Indonesia harus sudah selesai mempersoalkan masalah pribumi dengan non pribumi. Sebab, Indonesia adalah negara yang menjunjung kedaulatan hukum dan berazazkan pancasila.

“Jadi, semua warganegara bersamaan kedudukannya dimata hukum, apapun asal etnisnya‎,” pungkasnya.

Sebelumnya, Mendagri Tjahjo Kumolo meresmikan Monumen Perjuangan Laskar Tionghoa di Taman Budaya Tionghoa di TMII Jaktim. Tjahjo menyambut baik pembangunan monumen ini sebagai bentuk perjuangan kepada pejuang bangsa.

“Monumen ini sangat penting karena mengingatkan siapa leluhur kita, perjuangan bangsa kita melawan penjajah,” kata Tjahjo di TMII, Jaktim, Sabtu (14/11/2015).

Tjahjo mengatakan, pembangunan monumen ini juga harus dijadikan sebagai momentum persatuan dan kesatuan bangsa. Menurutnya, sudah tidak ada lagi permasalahan ras, suku dan agama di tanah air ini. “Jangan sampai kita tercerai berai karena keberagaman, kita harus hidup penuh kedamaian. Tidak ada lagi mayoritas dan minoritas!” tegasnya.

Monumen ini sendiri menceritakan tentang perjuangan laskar Tionghoa dan Jawa dalam melawan VOC Belanda yang menjajah bangsa Indonesia. Monumen ini menceritakan perjuangan bangsa selama tiga tahun yaitu pada tahun 1740-1743 dalam mengusir VOC.‎[RN]

 

Tags: headlinesmendagriMonumen Laskar TionghoaRidwan Saidi
ShareTweetSend
Previous Post

Aksi Tandingan Pendukung LGBT tak Punya Korlap dan Melawan Aparat

Next Post

Bertentangan dengan Undang-Undang, Perda Syariat Jilbab di Aceh Dipersoalkan Mendagri

Next Post
Innalillahi, Mendagri Berencana Buka Gereja Ilegal GKI Yasmin yang Ditolak Umat Islam

Bertentangan dengan Undang-Undang, Perda Syariat Jilbab di Aceh Dipersoalkan Mendagri

Jangan Gagal Paham Perkataan Syaikh Al-Azhar: “Syiah tidak Kafir”

MUI Sesalkan Pernyataan Muhammad Ath Thayyib yang Sebut Suni Syiah Bersaudara

Jokowi Temui Diplomat AS dan Vatikan di Rumah Pengusaha

Presiden Jokowi: “Saya Ingin Langkah Pemberantasan Narkoba yang Lebih Gila Lagi”

  • Latest
  • Popular
Pengumuman Nomor Kontak Baru Redaksi Panjimas.com

Pengumuman Nomor Kontak Baru Redaksi Panjimas.com

8 Mar 2024
Sinead O’Connor Bangga Menjadi Muslim

Sinead O’Connor Bangga Menjadi Muslim

18 Mar 2024
Jambore Ukhuwah FORMAQIN 2025, Santri Siap Mengusung Kemenangan

Jambore Ukhuwah FORMAQIN 2025, Santri Siap Mengusung Kemenangan

20 Nov 2025
Setelah Datangi Jokowi, Abu Bakar Ba’asyir Sambangi DPR

Setelah Datangi Jokowi, Abu Bakar Ba’asyir Sambangi DPR

31 Oct 2025
Parade Berkisah Warnai Semarak Hari Santri di Ponpes Mutiara Qur’an Putri Pracimantoro

Parade Berkisah Warnai Semarak Hari Santri di Ponpes Mutiara Qur’an Putri Pracimantoro

27 Oct 2025
Dewan Syariah Kota Surakarta Sayangkan Pembangunan Bukit Doa Hollyland Tidak Sesuai Izin dan Prosedur

Dewan Syariah Kota Surakarta Desak TRANS7 Minta Maaf, Terkait Konten Merendahkan Kiai dan Pesantren

16 Oct 2025
Masjid Kampus Islam: Antara Prioritas dan Efisiensi Anggaran

Masjid Kampus Islam: Antara Prioritas dan Efisiensi Anggaran

13 Oct 2025
130 Pendaki Wujudkan Solidaritas untuk Palestina di Gunung Andong

130 Pendaki Wujudkan Solidaritas untuk Palestina di Gunung Andong

12 Oct 2025
Matahari di Puncak Langit Surakarta: Menguji Akurasi Waktu dengan Jam Matahari Kuno

Matahari di Puncak Langit Surakarta: Menguji Akurasi Waktu dengan Jam Matahari Kuno

11 Oct 2025
Ridwan Saidi Minta Monumen Perjuangan Laskar Tionghoa Dibongkar

Ridwan Saidi Minta Monumen Perjuangan Laskar Tionghoa Dibongkar

50 Ciri Gangguan Jin

50 Ciri Gangguan Jin

Dewan Syariah Kota Surakarta Sayangkan Pembangunan Bukit Doa Hollyland Tidak Sesuai Izin dan Prosedur

Dewan Syariah Kota Surakarta Sayangkan Pembangunan Bukit Doa Hollyland Tidak Sesuai Izin dan Prosedur

Benarkah 2 Juta Muslim Murtad Tiap Tahun?

Benarkah 2 Juta Muslim Murtad Tiap Tahun?

Protes Umat Islam Didengar, Bupati Karanganyar Hentikan Sementara Proyek Miniatur Yerusalem Hollyland di Pinggiran Solo

Protes Umat Islam Didengar, Bupati Karanganyar Hentikan Sementara Proyek Miniatur Yerusalem Hollyland di Pinggiran Solo

Hubungan Suami Istri Disunnahkan pada Malam Jum’at?

Hubungan Suami Istri Disunnahkan pada Malam Jum’at?

Proyek Bangunan Kristen Super Megah Holly Land di Solo

Proyek Bangunan Kristen Super Megah Holly Land di Solo

  • About Us
  • Contact
  • Disclaimer
  • Copyright
  • Donation
  • Pedoman Media Siber

Seluruh materi baik artikel, berita, foto, video maupun logo dalam situs Panjimas.com bebas copy untuk keperluan dakwah dan referensi non-komersial, dengan mencantumkan sumbernya (Panjimas.com).Anda bisa turut berdakwah dengan mengirimkan informasi, berita, artikel dan opini untuk dipublikasikan non komersial.

Email: [email protected] | Telp/SMS: 0812 60000 560

Copyright © 2026 — Panjimas. All Rights Reserved.

No Result
View All Result
  • NEWS
    • Nasional
    • Internasional
  • ISLAMIA
    • Aqidah
    • Kuliah Akhlaq
    • Doa & Zikir
    • Fiqih
    • Khutbah
    • Sirah Nabi
    • Thibbun Nabawi
  • INSPIRASI
    • Salafus Shalih
    • Tokoh
    • Muallaf
    • Miracle
      • Mukjizat Qur’an
      • Keajaiban Sunnah
      • Karomah Syuhada
  • NAHIMUNKAR
    • Aliran Sesat & TBC
    • Kristenisasi & Pemurtadan
    • SEPILIS
    • Konspirasi
  • PARENTING
    • Muslimah
    • Remaja
  • Citizens
    • Opini
    • Suara Pembaca
    • Silaturrahim
    • Agenda Umat
  • PANJIMART
    • Properti
    • Produk Digital
    • Rupa-Rupa
    • Resensi Buku
  • GALERI
    • Photo
    • Video
  • SOLIDARITAS
    • Panjimas Care
    • Filantropi

Copyright © 2019
Panjimas. All Rights Reserved.