• About Us
  • Archives
  • Blog
  • Contact
  • Copyright
  • Disclaimer
  • Donation
  • Full Width Page
  • Home
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
No Result
View All Result
Panjimas
Advertisement
  • NEWS
    • Nasional
    • Internasional
  • ISLAMIA
    • Aqidah
    • Kuliah Akhlaq
    • Doa & Zikir
    • Fiqih
    • Khutbah
    • Sirah Nabi
    • Thibbun Nabawi
  • INSPIRASI
    • Salafus Shalih
    • Tokoh
    • Muallaf
    • Miracle
      • Mukjizat Qur’an
      • Keajaiban Sunnah
      • Karomah Syuhada
  • NAHIMUNKAR
    • Aliran Sesat & TBC
    • Kristenisasi & Pemurtadan
    • SEPILIS
    • Konspirasi
  • PARENTING
    • Muslimah
    • Remaja
  • Citizens
    • Opini
    • Suara Pembaca
    • Silaturrahim
    • Agenda Umat
  • PANJIMART
    • Properti
    • Produk Digital
    • Rupa-Rupa
    • Resensi Buku
  • GALERI
    • Photo
    • Video
  • SOLIDARITAS
    • Panjimas Care
    • Filantropi
  • NEWS
    • Nasional
    • Internasional
  • ISLAMIA
    • Aqidah
    • Kuliah Akhlaq
    • Doa & Zikir
    • Fiqih
    • Khutbah
    • Sirah Nabi
    • Thibbun Nabawi
  • INSPIRASI
    • Salafus Shalih
    • Tokoh
    • Muallaf
    • Miracle
      • Mukjizat Qur’an
      • Keajaiban Sunnah
      • Karomah Syuhada
  • NAHIMUNKAR
    • Aliran Sesat & TBC
    • Kristenisasi & Pemurtadan
    • SEPILIS
    • Konspirasi
  • PARENTING
    • Muslimah
    • Remaja
  • Citizens
    • Opini
    • Suara Pembaca
    • Silaturrahim
    • Agenda Umat
  • PANJIMART
    • Properti
    • Produk Digital
    • Rupa-Rupa
    • Resensi Buku
  • GALERI
    • Photo
    • Video
  • SOLIDARITAS
    • Panjimas Care
    • Filantropi
No Result
View All Result
Panjimas
No Result
View All Result
Home NEWS Internasional

Kapal Medis “The Phoenix” Akan Memulai Misi Baru di Asia Tenggara, Bantu Muslim Rohingya

29 Feb 2016
in Internasional, NEWS
Reading Time: 3 mins read
A A
Kapal  Medis  “The Phoenix”  Akan Memulai Misi Baru di Asia Tenggara, Bantu Muslim Rohingya
0
SHARES
3
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

VALETTA, (Panjimas.com) – Sebuah Kapal penyelamat para imigran yang sebelumnya sempat digunakan untuk menyelamatkan ribuan nyawa di Mediterania akan memulai sebuah misi baru yang menantang di Asia Tenggara.

Phoenix, merupakan Kapal milik Malta-based charity Migrant Offshore Aid Station (MOAS) sebuah organisasi amal untuk para imigran yang berbasis di Malta yang bergerak di lepas pantai Mediterania. Kapal Phoenix sebelumnya telah digunakan untuk menyelamatkan sekitar 12.000 orang yang bepergian dengan perahu dari Libya ke Italia sejak inisiatif tersebut diluncurkan pada   tahun 2014, seperti dilansir oleh KLFM967.

Selama 4 bulan terakhir Kapal Phoenix telah merapat di luar wilayah ibukota Thailand Bangkok. Kapal penyelamat dengan fasilitas medis ini sedang diperbaiki dan ditingkatkan fungsinya menjelang misi berikutnya yakni tugas selama sebulan di Teluk Benggala dan Laut Andaman.

Tahun lalu puluhan ribu imigran Muslim Rohingya dari Myanmar dan Bangladesh berusaha melakukan penyeberangan laut berbahaya menuju Malaysia dan Indonesia.

Dengan musim hujan yang mereda, sangat perlu diantisipasi bahwa gelombang imigrasi akan berlangsung segera.

Menjelang keberangkatan Kapal Phoenix menuju Malaysia, pendiri MOAS Christopher Catrambone berbicara kepada Sky News bahwa tujuan misi MOAS kali ini adalah untuk meningkatkan pemahaman tentang skala masalah dengan menggunakan drone jarak jauh di area Teluk Benggala dan Laut Andaman untuk pertama kalinya, selain itu juga untuk memberikan bantuan medis serta penyelamatan jika mereka menemukan para manusia perahu (imigran) berada dalam kesulitan.

“Fokus kami adalah untuk menyelamatkan mereka di laut, kami tidak ingin melihat para imigran itu terdampar di lautan, kami tidak ingin melihat para imigran mati di lautan,” kata Catrambone.

“Kami ingin memastikan bahwa mereka dapat diselamatkan dengan tepat dan bahwa hukum lautan perlu dipatuhi, dan itu dapat dicapai dengan memberikan layanan secara profesional yang harapanya memberikan nilai tambah dalam proses penyelamatan

Catrambone mendesak perlunya kerjasama dengan pemerintah setempat dan ini mencerminkan pengakuan bahwa MOAS dapat beroperasi di kawasan Asia Tenggara, dan menurutnya ini lebih sulit daripada beroperasi di kawasan Eropa.

Proses konsultasi telah dilakukan dengan pihak berwenang di Thailand, Malaysia dan Indonesia dalam upaya untuk meyakinkan mereka bahwa kami (MOAS) berniat untuk mendukung bukan menggantikan sistem penyelamatan mereka yang telah ada sebelumnya.

Tetapi mengingat keengganan sejauh ini dari bangsa-bangsa wilayah pesisir untuk memikul tanggung jawab untuk memberikan pemukiman bagi mereka yang selamat, mungkin akan ada saat-saat sulit di sepanjang jalan.

Kapten Kapal Phoenix, Thomas Johansen, mengatakan ia bermaksud untuk menghindari konfrontasi, atau situasi-situasi di mana mereka tidak memiliki tempat untuk para imigran yang diselamatkan untuk mendarat, dengan memastikan komunikasi penuh dengan otoritas terkait ketika perahu yang berada dalam kesulitan telah diidentifikasi.

“Kami tahu seberapa sensitif area ini. Jika Anda melakukan sesuatu melawan keinginan mereka [Otoritas Thailand, Malaysia, Indonesia], atau melakukan sesuatu secara rahasia? Tidak. Tidak pernah, Kami tidak akan melakukannya,” katanya.

Tahun lalu ada kecaman internasional terhadap permasalahan bahwa perahu yang membawa imigran Rohingya dipaksa kembali ke lautan oleh otoritas, atau bahkan ditinggalkan oleh komplotan perdagangan manusia,   mereka ditinggalkan dalam perahu hingga terdampar dan kelaparan.

Dalam kasus lain, para imigran Rohingya dibawa ke kamp-kamp yang dijalankan oleh komplotan geng perdagangan manusia di daerah perbatasan Thailand-Malaysia, menyusul ditemukannya kuburan massal di beberapa kamp-kamp ini.

Untuk diketahui, menurut PBB, Muslim   Rohingya   merupakan   etnis   minoritas yang   paling teraniaya di dunia. Seperti diberitakan   panjimas   sebelumnya, sebanyak   140.000 Muslim Rohingya yang tinggal di pinggiran Sittwe, hidup   dipisahkan   dari masyarakat Buddhis Rakhine. Para Muslim   Rohingya juga   tidak   memiliki akses ke perawatan kesehatan yang layak, pendidikan, dan kesempatan   kerja, hal inilah yang telah mendorong mereka melarikan diri dengan perahu untuk mencari kehidupan yang lebih baik.

Banyak dari Muslim Rohingya   yang     berbondong-bondong telah   melarikan   diri   dari   Myanmar sejak tahun   2012, Mereka yang masih tetap tinggal hidup   dipisahkan dalam ketakutan akan   kekerasan   yang   dilakukan   oleh   pemerintah Myanmar yang tidak mengakui hak   kewarganegaraan   Rohingya, demikian   menurut   beberapa   kelompok HAM.

Otoritas Myanmar   sendiri memandang   Rohinya   bukan   bagian   dari   warga   Negara Myanmar dan   menolak   memberikan akses dan   hak   kewarganegaraan, malah   menyebut   Rohingya   sebagai   para imigran   Bengali.

Lebih dari 1 juta   Muslim Rohingya     tinggal     di   provinsis   Rakhine,   dimana   disana   telah menjadi   saksi   serangkaian   kekejaman   dan       kekerasan   etnis   Rakhine   Buddha terhadap   minoritas   Muslim   sejak   pertengahan tahun   2012.

Menurut Arakan Project, sebuah   kelompok   pemantauan   pelanggaran   hak   asasi manusia   dan   migrasi   di   Teluk   Benggala,   konflik   telah   menewaskan   ratusan   orang dan   lebih   dari   140.000 kebanyakan Muslim   Rohingya hidup dengan kondisi   terbatas   pada kamp-kamp   pengungsian .

Setelah   krisis   perdagangan   manusia   di Asia Tenggara   pada awal   tahun   ini,     para Negara   tetangga   Myanmar   telah   meminta pemerintah   Myanmar untuk     menyelesaikan nya   masalah   Muslim Rohingya   yang menurut   kelompok   hak   asasi   manusia   telah banyak   menjadi   korban perdagangan   manusiam   sehingga kasus migrasi besar-besaran Rohingya   dapat   memperumit   masalah   perdagangan   manusia dan   memperburuk keadaan.

Selain operasi baru di kawasan Asia Tenggara, MOAS terus melanjutkan misi mereka di Aegean, dengan kapal penyelamat besar lainnya yang berbasis di Agathonisi, Yunani. Kapal MOAS terlibat dalam penyelamatan para pengungsi kebanyakan dari Suriah hampir setiap harinya dimana   mereka mencoba untuk menyeberang dari Turki. [IZ]

Tags: headlinesKapal PengungsiMoasmuslim RohingyaThe Phoenix
ShareTweetSend
Previous Post

Solo Darurat LGBT, KONAS Desak Pemerintah Bersikap Tegas

Next Post

Langgar Syariat Islam, Walikota Banda Aceh Bubarkan Kontes Model

Next Post
Langgar Syariat Islam, Walikota Banda Aceh Bubarkan Kontes Model

Langgar Syariat Islam, Walikota Banda Aceh Bubarkan Kontes Model

AOHR : Warga Palestina Omar Hassan  Al-Naif   Dibunuh  Anggota MOSSAD

AOHR : Warga Palestina Omar Hassan Al-Naif Dibunuh Anggota MOSSAD

Ismail Haniyeh: Gerakan   Intifada  Perlu  Diperkuat

HAMAS: Perbatasan Gaza-Mesir Lebih Aman dengan Adanya Keputusan Politik

  • Latest
  • Popular
Pengumuman Nomor Kontak Baru Redaksi Panjimas.com

Pengumuman Nomor Kontak Baru Redaksi Panjimas.com

8 Mar 2024
Sinead O’Connor Bangga Menjadi Muslim

Sinead O’Connor Bangga Menjadi Muslim

18 Mar 2024
Jambore Ukhuwah FORMAQIN 2025, Santri Siap Mengusung Kemenangan

Jambore Ukhuwah FORMAQIN 2025, Santri Siap Mengusung Kemenangan

20 Nov 2025
Setelah Datangi Jokowi, Abu Bakar Ba’asyir Sambangi DPR

Setelah Datangi Jokowi, Abu Bakar Ba’asyir Sambangi DPR

31 Oct 2025
Parade Berkisah Warnai Semarak Hari Santri di Ponpes Mutiara Qur’an Putri Pracimantoro

Parade Berkisah Warnai Semarak Hari Santri di Ponpes Mutiara Qur’an Putri Pracimantoro

27 Oct 2025
Dewan Syariah Kota Surakarta Sayangkan Pembangunan Bukit Doa Hollyland Tidak Sesuai Izin dan Prosedur

Dewan Syariah Kota Surakarta Desak TRANS7 Minta Maaf, Terkait Konten Merendahkan Kiai dan Pesantren

16 Oct 2025
Masjid Kampus Islam: Antara Prioritas dan Efisiensi Anggaran

Masjid Kampus Islam: Antara Prioritas dan Efisiensi Anggaran

13 Oct 2025
130 Pendaki Wujudkan Solidaritas untuk Palestina di Gunung Andong

130 Pendaki Wujudkan Solidaritas untuk Palestina di Gunung Andong

12 Oct 2025
Matahari di Puncak Langit Surakarta: Menguji Akurasi Waktu dengan Jam Matahari Kuno

Matahari di Puncak Langit Surakarta: Menguji Akurasi Waktu dengan Jam Matahari Kuno

11 Oct 2025
Kapal  Medis  “The Phoenix”  Akan Memulai Misi Baru di Asia Tenggara, Bantu Muslim Rohingya

Kapal Medis “The Phoenix” Akan Memulai Misi Baru di Asia Tenggara, Bantu Muslim Rohingya

50 Ciri Gangguan Jin

50 Ciri Gangguan Jin

Dewan Syariah Kota Surakarta Sayangkan Pembangunan Bukit Doa Hollyland Tidak Sesuai Izin dan Prosedur

Dewan Syariah Kota Surakarta Sayangkan Pembangunan Bukit Doa Hollyland Tidak Sesuai Izin dan Prosedur

Benarkah 2 Juta Muslim Murtad Tiap Tahun?

Benarkah 2 Juta Muslim Murtad Tiap Tahun?

Protes Umat Islam Didengar, Bupati Karanganyar Hentikan Sementara Proyek Miniatur Yerusalem Hollyland di Pinggiran Solo

Protes Umat Islam Didengar, Bupati Karanganyar Hentikan Sementara Proyek Miniatur Yerusalem Hollyland di Pinggiran Solo

Hubungan Suami Istri Disunnahkan pada Malam Jum’at?

Hubungan Suami Istri Disunnahkan pada Malam Jum’at?

Proyek Bangunan Kristen Super Megah Holly Land di Solo

Proyek Bangunan Kristen Super Megah Holly Land di Solo

  • About Us
  • Contact
  • Disclaimer
  • Copyright
  • Donation
  • Pedoman Media Siber

Seluruh materi baik artikel, berita, foto, video maupun logo dalam situs Panjimas.com bebas copy untuk keperluan dakwah dan referensi non-komersial, dengan mencantumkan sumbernya (Panjimas.com).Anda bisa turut berdakwah dengan mengirimkan informasi, berita, artikel dan opini untuk dipublikasikan non komersial.

Email: [email protected] | Telp/SMS: 0812 60000 560

Copyright © 2026 — Panjimas. All Rights Reserved.

No Result
View All Result
  • NEWS
    • Nasional
    • Internasional
  • ISLAMIA
    • Aqidah
    • Kuliah Akhlaq
    • Doa & Zikir
    • Fiqih
    • Khutbah
    • Sirah Nabi
    • Thibbun Nabawi
  • INSPIRASI
    • Salafus Shalih
    • Tokoh
    • Muallaf
    • Miracle
      • Mukjizat Qur’an
      • Keajaiban Sunnah
      • Karomah Syuhada
  • NAHIMUNKAR
    • Aliran Sesat & TBC
    • Kristenisasi & Pemurtadan
    • SEPILIS
    • Konspirasi
  • PARENTING
    • Muslimah
    • Remaja
  • Citizens
    • Opini
    • Suara Pembaca
    • Silaturrahim
    • Agenda Umat
  • PANJIMART
    • Properti
    • Produk Digital
    • Rupa-Rupa
    • Resensi Buku
  • GALERI
    • Photo
    • Video
  • SOLIDARITAS
    • Panjimas Care
    • Filantropi

Copyright © 2019
Panjimas. All Rights Reserved.