• About Us
  • Archives
  • Blog
  • Contact
  • Copyright
  • Disclaimer
  • Donation
  • Full Width Page
  • Home
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
No Result
View All Result
Panjimas
Advertisement
  • NEWS
    • Nasional
    • Internasional
  • ISLAMIA
    • Aqidah
    • Kuliah Akhlaq
    • Doa & Zikir
    • Fiqih
    • Khutbah
    • Sirah Nabi
    • Thibbun Nabawi
  • INSPIRASI
    • Salafus Shalih
    • Tokoh
    • Muallaf
    • Miracle
      • Mukjizat Qur’an
      • Keajaiban Sunnah
      • Karomah Syuhada
  • NAHIMUNKAR
    • Aliran Sesat & TBC
    • Kristenisasi & Pemurtadan
    • SEPILIS
    • Konspirasi
  • PARENTING
    • Muslimah
    • Remaja
  • Citizens
    • Opini
    • Suara Pembaca
    • Silaturrahim
    • Agenda Umat
  • PANJIMART
    • Properti
    • Produk Digital
    • Rupa-Rupa
    • Resensi Buku
  • GALERI
    • Photo
    • Video
  • SOLIDARITAS
    • Panjimas Care
    • Filantropi
  • NEWS
    • Nasional
    • Internasional
  • ISLAMIA
    • Aqidah
    • Kuliah Akhlaq
    • Doa & Zikir
    • Fiqih
    • Khutbah
    • Sirah Nabi
    • Thibbun Nabawi
  • INSPIRASI
    • Salafus Shalih
    • Tokoh
    • Muallaf
    • Miracle
      • Mukjizat Qur’an
      • Keajaiban Sunnah
      • Karomah Syuhada
  • NAHIMUNKAR
    • Aliran Sesat & TBC
    • Kristenisasi & Pemurtadan
    • SEPILIS
    • Konspirasi
  • PARENTING
    • Muslimah
    • Remaja
  • Citizens
    • Opini
    • Suara Pembaca
    • Silaturrahim
    • Agenda Umat
  • PANJIMART
    • Properti
    • Produk Digital
    • Rupa-Rupa
    • Resensi Buku
  • GALERI
    • Photo
    • Video
  • SOLIDARITAS
    • Panjimas Care
    • Filantropi
No Result
View All Result
Panjimas
No Result
View All Result
Home NEWS Internasional

Pembicaraan Damai Kelompok Mara Pattani dan Rezim Militer Thailand Berlangsung di Malaysia

5 Sep 2016
in Internasional, NEWS
Reading Time: 3 mins read
A A
Pembicaraan Damai Kelompok Mara Pattani dan Rezim Militer Thailand Berlangsung di Malaysia
0
SHARES
3
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BANGKOK, (Panjimas.com) – Pembicaraan damai antara rezim militer Thailand dengan kelompok Mujahidin Muslim Pattani di wilayah selatan Thailand dilanjutkan pada hari Jumat (02/09), demikian pernyataan Wakil Perdana Menteri Thailand mengumumkan pada Kamis (01/09), seperti dilansir Anadolu.

Wakil PM Prawit Wongsuwan mengatakan kepada para wartawan bahwa pemerintahanya akan kembali melakukan pembicaraan damai dengan Mara Pattani, sebuah organisasi yang mewakili beberapa kelompok Mujahidin Muslim Pattani, pembicaraan itu berlangsung di Malaysia pada hari Jumat (02/09).

“Namun, kami tidak akan menandatangani kesepakatan apapun sampai terwujudnya situasi damai di provinsi-provinsi bagian selatan,” kata Wongsuwan.

Untuk diketahui, pembicaraan damai sebelumnya berakhir tahun lalu tanpa hasil resolusi apapun.

Ada kekhawatiran dari para analis lokal bahwa Mara Pattani tidak mewakili kelompok-kelompok yang beroperasi secara bawah tanah.

Beberapa operasi pengeboman terkait dengan para pemberontak perlawanan, terjadi menjelang pembicaraan menargetkan kota-kota wisata dan kantor-kantor pemerintahan awal bulan ini, serangan bom menyebabkan empat orang tewas.

Aksi perjuangan di wilayah selatan berakar pada konflik etnis budaya berabad lamanya antara pihak Muslim Melayu yang tinggal di wilayah selatan dan pemerintah pusat Thailand yang menjadikan Buddhisme sebagai agama nasional secara de-facto.

Kekacauan di wilayah selatan telah berakar lama pada konflik lama berbasis etnis-budaya antara Muslim Melayu (Pattani) yang hidup di 4 Provinsi dan di pusat   kota Thailand, dimana Budhisme menjadi agama resmi secara de-facto bagi Negara.

Kelompok-kelompok mujahidin bersenjata dibentuk pada tahun 1960 setelah rezim diktator kemudian rezim militer mencoba mengintervensi sekolah-sekolah Islam, akan tetapi pemberontakan memudar pada sekitar periode1990-an.

Pada tahun 2004, sebuah gerakan bersenjata muncul dan dihidupkan kembali, kelompok itu terdiri dari banyak sel-sel lokal para pejuang Muslim yang kemudian dikelompokkan menjadi sebuah organisasi bernama Front Revolusioner Nasional atau BRN.

Sejak itu, konflik telah menewaskan lebih dari 6.500 jiwa dan melukai lebih dari 11.000 orang, Konflik tersebut kemudian tercatat sebagai salah satu konflik berintensitas rendah yang paling mematikan di dunia.

Kelompok Mujahidin  Pattani Lahir Akibat Kekejaman dan Penyiksaan Rezim Militer

Meskipun tahun 2015 terjadi penurunan yang signifikandalam jumlah serangan  bom di daerah Thailand bagian Selatan, para aktivis prihatin dengan tindakan kejam  militer yang  semakin  sewenang-wenang,  menangkapi Muslim Pattani dan   melakukan penyiksaan di daerah itu selama penahanan militer, dilansir oleh   Anadolu

Media setempat Bangkok Post, Februari lalu melaporkan Muhammad Ayub Pathan, Ketua Dewan Masyarakat SipilWilayah Selatan (Chairman of the Southern Civil Society Council), mengatakan bahwa bagi banyak orang di provinsi-provinsi   selatan Pattani, Yala, Narathiwat dan beberapa distrik Songkhla yang mengalami   kekerasan dan terus berlanjut semakin parah.

“Tetapi ruang sosial-politik telah dibuat sejak dialog perdamaian [dimulai   pada tahun 2013 oleh pemerintah pasca kudeta, mantan Perdana Menteri Yingluck Shinawatra] yang diresmikan 3 tahunlalu,” kata Ayub Pathan kepada Bangkok Post,   Ia menyebut hal itu sebagai terobosan “yang luar biasa”

Menurut statistik yang dikumpulkan oleh Southernmost Provinces Research Database, berkenaan dengan akademik, bahwa jumlah pemboman telah menurun dibandingkan   tahun sebelumnya menjadi 49 persen pada tahun 2015, bahkan mencapai 65 persen   di 2007 – dimana wilayah Selatan Muslim Pattani telah mengalami insiden yang   paling kejam sejak tahun 2004.

Sementara menyambut penurunan jumlah kekerasan, para tokoh masyarakat sipil lainnya, bagaimanapun, tetap berjaga-jaga dalam optimisme mereka, manakala kembali terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

“Di tingkat kebijakan, aparat keamanan mengumumkan seperangkat prosedur yang baik akan tetapi dalam operasi-operasi yang sebenarnya untuk patroli, penahanan, pencarian dan penangkapan adalah sesuatu yang lain sama sekali,”Anchana Heemmina, Direktur Duay Jai, yang telah lama menyelidiki situasi hak asasi   manusia di wilayah selatan Thailand, mengatakan kepada Bangkok Post.

“Orang-orang di daftar tersangka militer ditangkap, bahkan ketika mereka tidak   memiliki catatan kriminal, dan banyak terjadi penggrebekan rumah untuk   mengumpulkan sampel DNA, hal ini telah menjadi suatu norma,” imbuhnya.

Anchana Heemmina, mewakili suara para Aktivis, juga menyatakan keprihatinan   mendalamnya tentang penyiksaanyang terjadi selama penahanan militer.

“Setelah para tersangka berada di bawah tahanan militer, sulit untuk mendapatkan bukti penyiksaan yang dapat menyebabkan hukuman dan tuntutan bagi para   pelaku.”

Organisasi hak asasi manusia telah mendokumentasikan 28 kasus   penyiksaan selama penahanan militer, termasuk diantaranya berjumlah 15 kasus pada tahun   2015.

Tahun lalu, Pengadilan Thailand meminta otoritas secara finansial memberi   kompensasi korban dalam 3 kasus penyiksaaseperti itu, tapi tidak ada pejabat yang   didakwa sebagai kriminal.[IZ]

Tags: headlinesMujahidin PattaniMuslim PattaniMuslim Thailand
ShareTweetSend
Previous Post

Angkatan Bersenjata Turki Perkuat Pasukan di Suriah Dengan Tank-Tank dan Kendaraan Lapis Baja

Next Post

Gubernur Madinah Pangeran Faisal Bin Salman Luncurkan Buku Tentang Sejarah Kota Madinah

Next Post
Gubernur Madinah Pangeran Faisal Bin Salman Luncurkan Buku Tentang Sejarah Kota Madinah

Gubernur Madinah Pangeran Faisal Bin Salman Luncurkan Buku Tentang Sejarah Kota Madinah

Innalillahi, Jumlah Korban Pembantaian Zionis Israel di Gaza Tembus 1000 Jiwa

Pejabat PBB Sebut Kehidupan Rakyat Palestina di Gaza Dalam Kondisi “Suram”

Laskar Sedekah Ajak Dhuafa Berbelanja

Laskar Sedekah Ajak Dhuafa Berbelanja

  • Latest
  • Popular
Pengumuman Nomor Kontak Baru Redaksi Panjimas.com

Pengumuman Nomor Kontak Baru Redaksi Panjimas.com

8 Mar 2024
Sinead O’Connor Bangga Menjadi Muslim

Sinead O’Connor Bangga Menjadi Muslim

18 Mar 2024
Jambore Ukhuwah FORMAQIN 2025, Santri Siap Mengusung Kemenangan

Jambore Ukhuwah FORMAQIN 2025, Santri Siap Mengusung Kemenangan

20 Nov 2025
Setelah Datangi Jokowi, Abu Bakar Ba’asyir Sambangi DPR

Setelah Datangi Jokowi, Abu Bakar Ba’asyir Sambangi DPR

31 Oct 2025
Parade Berkisah Warnai Semarak Hari Santri di Ponpes Mutiara Qur’an Putri Pracimantoro

Parade Berkisah Warnai Semarak Hari Santri di Ponpes Mutiara Qur’an Putri Pracimantoro

27 Oct 2025
Dewan Syariah Kota Surakarta Sayangkan Pembangunan Bukit Doa Hollyland Tidak Sesuai Izin dan Prosedur

Dewan Syariah Kota Surakarta Desak TRANS7 Minta Maaf, Terkait Konten Merendahkan Kiai dan Pesantren

16 Oct 2025
Masjid Kampus Islam: Antara Prioritas dan Efisiensi Anggaran

Masjid Kampus Islam: Antara Prioritas dan Efisiensi Anggaran

13 Oct 2025
130 Pendaki Wujudkan Solidaritas untuk Palestina di Gunung Andong

130 Pendaki Wujudkan Solidaritas untuk Palestina di Gunung Andong

12 Oct 2025
Matahari di Puncak Langit Surakarta: Menguji Akurasi Waktu dengan Jam Matahari Kuno

Matahari di Puncak Langit Surakarta: Menguji Akurasi Waktu dengan Jam Matahari Kuno

11 Oct 2025
Pembicaraan Damai Kelompok Mara Pattani dan Rezim Militer Thailand Berlangsung di Malaysia

Pembicaraan Damai Kelompok Mara Pattani dan Rezim Militer Thailand Berlangsung di Malaysia

50 Ciri Gangguan Jin

50 Ciri Gangguan Jin

Dewan Syariah Kota Surakarta Sayangkan Pembangunan Bukit Doa Hollyland Tidak Sesuai Izin dan Prosedur

Dewan Syariah Kota Surakarta Sayangkan Pembangunan Bukit Doa Hollyland Tidak Sesuai Izin dan Prosedur

Benarkah 2 Juta Muslim Murtad Tiap Tahun?

Benarkah 2 Juta Muslim Murtad Tiap Tahun?

Protes Umat Islam Didengar, Bupati Karanganyar Hentikan Sementara Proyek Miniatur Yerusalem Hollyland di Pinggiran Solo

Protes Umat Islam Didengar, Bupati Karanganyar Hentikan Sementara Proyek Miniatur Yerusalem Hollyland di Pinggiran Solo

Hubungan Suami Istri Disunnahkan pada Malam Jum’at?

Hubungan Suami Istri Disunnahkan pada Malam Jum’at?

Proyek Bangunan Kristen Super Megah Holly Land di Solo

Proyek Bangunan Kristen Super Megah Holly Land di Solo

  • About Us
  • Contact
  • Disclaimer
  • Copyright
  • Donation
  • Pedoman Media Siber

Seluruh materi baik artikel, berita, foto, video maupun logo dalam situs Panjimas.com bebas copy untuk keperluan dakwah dan referensi non-komersial, dengan mencantumkan sumbernya (Panjimas.com).Anda bisa turut berdakwah dengan mengirimkan informasi, berita, artikel dan opini untuk dipublikasikan non komersial.

Email: [email protected] | Telp/SMS: 0812 60000 560

Copyright © 2026 — Panjimas. All Rights Reserved.

No Result
View All Result
  • NEWS
    • Nasional
    • Internasional
  • ISLAMIA
    • Aqidah
    • Kuliah Akhlaq
    • Doa & Zikir
    • Fiqih
    • Khutbah
    • Sirah Nabi
    • Thibbun Nabawi
  • INSPIRASI
    • Salafus Shalih
    • Tokoh
    • Muallaf
    • Miracle
      • Mukjizat Qur’an
      • Keajaiban Sunnah
      • Karomah Syuhada
  • NAHIMUNKAR
    • Aliran Sesat & TBC
    • Kristenisasi & Pemurtadan
    • SEPILIS
    • Konspirasi
  • PARENTING
    • Muslimah
    • Remaja
  • Citizens
    • Opini
    • Suara Pembaca
    • Silaturrahim
    • Agenda Umat
  • PANJIMART
    • Properti
    • Produk Digital
    • Rupa-Rupa
    • Resensi Buku
  • GALERI
    • Photo
    • Video
  • SOLIDARITAS
    • Panjimas Care
    • Filantropi

Copyright © 2019
Panjimas. All Rights Reserved.