• About Us
  • Archives
  • Blog
  • Contact
  • Copyright
  • Disclaimer
  • Donation
  • Full Width Page
  • Home
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
No Result
View All Result
Panjimas
Advertisement
  • NEWS
    • Nasional
    • Internasional
  • ISLAMIA
    • Aqidah
    • Kuliah Akhlaq
    • Doa & Zikir
    • Fiqih
    • Khutbah
    • Sirah Nabi
    • Thibbun Nabawi
  • INSPIRASI
    • Salafus Shalih
    • Tokoh
    • Muallaf
    • Miracle
      • Mukjizat Qur’an
      • Keajaiban Sunnah
      • Karomah Syuhada
  • NAHIMUNKAR
    • Aliran Sesat & TBC
    • Kristenisasi & Pemurtadan
    • SEPILIS
    • Konspirasi
  • PARENTING
    • Muslimah
    • Remaja
  • Citizens
    • Opini
    • Suara Pembaca
    • Silaturrahim
    • Agenda Umat
  • PANJIMART
    • Properti
    • Produk Digital
    • Rupa-Rupa
    • Resensi Buku
  • GALERI
    • Photo
    • Video
  • SOLIDARITAS
    • Panjimas Care
    • Filantropi
  • NEWS
    • Nasional
    • Internasional
  • ISLAMIA
    • Aqidah
    • Kuliah Akhlaq
    • Doa & Zikir
    • Fiqih
    • Khutbah
    • Sirah Nabi
    • Thibbun Nabawi
  • INSPIRASI
    • Salafus Shalih
    • Tokoh
    • Muallaf
    • Miracle
      • Mukjizat Qur’an
      • Keajaiban Sunnah
      • Karomah Syuhada
  • NAHIMUNKAR
    • Aliran Sesat & TBC
    • Kristenisasi & Pemurtadan
    • SEPILIS
    • Konspirasi
  • PARENTING
    • Muslimah
    • Remaja
  • Citizens
    • Opini
    • Suara Pembaca
    • Silaturrahim
    • Agenda Umat
  • PANJIMART
    • Properti
    • Produk Digital
    • Rupa-Rupa
    • Resensi Buku
  • GALERI
    • Photo
    • Video
  • SOLIDARITAS
    • Panjimas Care
    • Filantropi
No Result
View All Result
Panjimas
No Result
View All Result
Home NEWS Internasional

“Mereka Akan Membunuhi Kami”, Rohingya Melarikan Diri dari Penyiksaan dan Pemerkosaan di Myanmar

26 Nov 2016
in Internasional, NEWS
Reading Time: 4 mins read
A A
“Mereka Akan Membunuhi Kami”, Rohingya Melarikan Diri dari Penyiksaan dan Pemerkosaan di Myanmar

A Rohingya Muslim woman and her son cry after being caught by Border Guard Bangladesh (BGB) while illegally crossing at a border check point in Cox’s Bazar , Bangladesh, November 21, 2016. REUTERS/Mohammad Ponir Hossain TPX IMAGES OF THE DAY - RTSSOBB

0
SHARES
5
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

ARAKAN, (Panjimas.com) – Para pengungsi Rohingya di negara bagian Rakhine wilayah barat laut Myanmar kini membanjiri wilayah perbatasan, bersiap melintas ke Bangladesh.

Mereka melarikan diri dari kekerasan yang melanda Rakhine selama 6 minggu terakhir. Beberapa pengungsi Rohingya mengatakan kepada CNN bahwa mereka mengalami pemerkosaan, penyiksaan, dan menyaksikan rumah-rumah mereka dibakar dan para anggota keluarganya dieksekusi.

“Jika (militer) menemukan ada anak laki-laki berusia di atas 10 tahun, mereka membunuh mereka. Para Pria juga ditangkapi oleh militer,” kata Lalu Begum.

“Ketika militer datang, kami melarikan diri dari rumah kami. Saya tidak tahu apakah suami saya sekarang hidup atau mati.”, pungkasnya.

Pembersihan Etnis

Begum, saat ini tinggal di kamp Kutupalong di Bangladesh selatan, Ia mengatakan kepada CNN beberapa perempuan di desanya telah diperkosa oleh tentara rezim Myanmar.

“Ketika mereka melihat wanita cantik, mereka meminta air, kemudian mereka masuk ke dalam rumah dan memperkosa mereka,” jelasnya.

Diperkirakan 1,1 juta Muslim Rohingya tinggal di Rakhine, di mana mereka  dianiaya, dan menjadi minoritas etnis tanpa negara. Pemerintah Myanmar secara resmi tidak mengakui Rohingya, menyebut mereka imigran Bengali sebagai imigran ilegal, meskipun ketika dilacak akar sejarahnya, etnis Rohingya telah lama hidup dan tinggal di Myanmar selama beberapa generasi.

John McKissick, seorang pejabat Badan pengungsi PBB yang berbasis di Bangladesh, mengatakan etnis Rohingya adalah “minoritas etnis yang paling tertindas di dunia.”

“Ini tampaknya menjadi tujuan militer Myanmar untuk membersihkan etnis populasi ini,” pungkasnya kepada CNN.

BBC melaporkan bahwa John McKissick, perwakilan Badan Pengungsi PBB, UNHCR, menyatakan bahwa “pasukan Myanmar telah membunuhi dan menembaki mereka [Rohingya], menyembelih anak-anak mereka, memperkosa wanita-wanitanya, membakar dan menjarah rumah-rumah mereka, memaksa mereka [Rohingya] untuk menyeberangi sungai menuju wilayah negara tetangga Bangladesh.”

Puluhan ribu Rohingya telah melintasi perbatasan selama beberapa dekade untuk mencari perlindungan di beberapa kamp pengungsian di dekat Cox Bazaar.

“Sekarang sangat sulit bagi pemerintah Bangladesh untuk mengatakan bahwa “perbatasannya terbuka” karena ini lebih lanjut akan mendorong pemerintah Myanmar untuk melanjutkan kekejaman dan terus mendorong mereka mengusir Rohingya sampai mereka mencapai tujuan akhirnya yakni pembersihan etnis minoritas Muslim di Myanmar,” pungkas John McKissick kepada BBC.

Jalan Mematikan

Para pengungsi di Kutupalong mengatakan mereka meninggalkan rumah-rumah mereka di tengah malam, berpindah dari desa ke desa untuk mencoba dan menghindari tentara, kemudian mereka melintasi Sungai Naf untuk menyeberang ke Bangladesh.

“Butuh waktu 4 hari,” kata Begum. “Ketika desa kami dibakar, kami pindah ke desa lain, dan terus mengubah posisi kami. Dengan cara ini kami akhirnya sampai ke tepi sungai.”

Sepanjang perjalanan yang berbahaya ini, banyak anggota keluarga kami yang hilang.

“Ketika kami memulai perjalanan kami, ada 6 anggota keluarga kami. Kini Kami kehilangan 3 anggota keluarga kami,” pungkas adik ipar Lalu Begum, Nassima Khatun mengatakan kepada CNN.

“Suami saya dan anak laki-laki saya dibunuh, dan anak saya lainnya hilang.”

CNN tidak dapat secara independen memverifikasi laporan-laporan ini dari pengungsi – ataupun video-video yang diposting di media sosial, yang muncul untuk menunjukkan kekerasan dan korban-korban dalam kekejaman di Rakhine –  wilayah Rakhine saat ini berada dalam blokade operasi zona militer dengan larangan dibukanya akses media dan lembaga bantuan kemanusiaan.

“Kami telah meminta pemerintah untuk menyediakan kami akses, sehingga kami dapat memperkirakan angka yang sebenarnya,” kata John McKissick.

“Kami sendiri melihat (para pengungsi) melarikan diri melintasi perbatasan, memasuki wilayah Bangladesh, di hutan, di jalan-jalan utama, di desa-desa, di kamp-kamp darurat.”, ujar pejabat UNHCR itu.

Situasi Perbatasan Bangladesh-Myanmar

Bagi banyak Rohingya, yang mencapai perbatasan, hal itu tidak berarti akan mengakhiri penderitaan mereka.

Bangladesh telah memperketat keamanan untuk mencoba dan mendorong para pengungsi kembali ke Myanmar, karena negara berjuang untuk mengatasi masuknya ribuan pengungsi.

Ribuan Muslim Rohingya dari Myanmar sudah menyeberang perbatasan, dan pemerintah Bangladesh mengatakan “ribuan lainnya telah dilaporkan berkumpul di dekat perbatasan.”

Pemerintah Bangladesh bahkan memanggil Duta Besar Myanmar di Dhaka pada Rabu (23/11) untuk mengungkapkan keprihatinannya pada “situasi yang memburuk (di Rakhine) setelah tindakan keras militer negara itu.”

Pemerintah Myanmar telah membantah laporan-laporan pelanggaran hak asasi manusia di Rakhine, mengklaim bahwa militer sedang melakukan “operasi pembersihan” yang menargetkan diduga “penyerang pos penjaga perbatasan” yang menewaskan 9 polisi  pada tanggal 9 Oktober, menurut media pemerintah.

Sejak itu, media pemerintah mengatakan lebih dari 100 orang telah tewas, dan sekitar 600 lainnya telah ditangkap.

“Skala masalah di negara bagian Rakhine sangat menyedihkan, di mana Muslim Rohingya benar-benar terjebak,” kata John McKissick, pejabat Badan Pengungsi PBB, UNHCR.

“Pemerintah Myanmar terlibat dalam hukuman kolektif terhadap minoritas etnis Rohingya.”, imbuhnya.

Desa-Desa Muslim Rohingya Dihancurkan

Sebuah laporan Human Rights Watch baru-baru ini menunjukkan gambar-gambar satelit, dimana 1.250 rumah Muslim Rohingya dibakar oleh pihak berwenang Myanmar, laporan HRW ini ditolak pemerintah, lantas menyebut bahwa “penyerang” dari dari desa-desa Rohingya lah yang melakukan pembakaran.

“Gambar-gambar satelit terbaru ini sangat mengkhawatirkan dan mengkonfirmasi bahwa kehancuran di desa-desa Muslim Rohingya jauh lebih besar dan ternyata ada di lebih banyak tempat dari yang pemerintah akui,” kata Brad Adams, Direktur Human Rights Watch Kawasan Asia.

“Serangan-serangan pembakaran jelas-jelas dilakukan terhadap 5 desa Muslim Rohingya, ini adalah masalah keprihatinan dimana pemerintah Myanmar perlu menyelidiki dan mengadili pihak-pihak yang bertanggung jawab.”

Pemimpin de facto pemerintah Myanmar, peraih Nobel Perdamaian Aung San Suu Kyi, telah membuat beberapa komentar publik tentang krisis Rohingya ini. Sementara pendukung hak asasi manusia internasional terus mengkritik keras diamnya Suu Kyi. Para analis politik mengatakan masalah ini menunjukkan terbatasnya kekuatan Suu Kyi dan Partai NLD dalam peemrintahan, pihak militer Myanmar masih mengontrol Kementerian-Kemeneterian kunci seperti Kementrian Dalam Negeri, Kementerian Urusan Perbatasan dan Kementerian Pertahanan.

“Myanmar harus mengikuti hukum internasional dan menghormati hak asasi manusia, dan mereka tidak melakukan itu sekarang, dan tampaknya bahwa pemerintah yang dipilih secara demokratis tidak memiliki kontrol atas militer,” kata John McKissick, pejabat UNHCR.

CNN telah meminta kantor Suu Kyi untuk berkomentar pada beberapa kesempatan, tetapi kantor Suu Kyi belum memberikan tanggapan, tentang situasi ini.

Kami [Pengungsi Rohingya] Tidak akan kembali!, Mereka Akan Membunuhi Kami!

Lalu Begum salah satu pengungsi Rohingya di perbatasan, mengatakan Perginya mereka ke Bangladesh adalah karena kurangnya tindakan pemerintah, sehingga menyebabkan dia dan keluarhanya memutuskan untuk pergi.

“Di desa-desa kami, di mana kami tinggal, tidak ada Muslim Rohingya yang tersisa. Semua dari mereka melarikan diri dari rumah-rumah mereka,” pungkasnya.

Untuk Nassima Khatun dan banyak pengungsi Rohingya lainnya, kembali ke Myanmar bukanlah sebuah pilihan, setidaknya sampai kekerasan berakhir.

“Kami meninggalkan semua barang-barang kami di sana. Kami meninggalkan segalanya untuk menyelamatkan hidup kami. Sekarang, bagaimana bisa kami kembali?” kata Khatun.

“Mereka akan membunuh kami.” [IZ]

 

Tags: headlinesMuslim Myanmarmuslim RohingyaPengungsi Rohingya
ShareTweetSend
Previous Post

Pejabat PBB: “Tujuan Akhir Otoritas Myanmar Adalah Pembersihan Etnis Muslim Rohingya”

Next Post

Begini Penjelasan Ustadz Bachtiar Nasir Terkait Penistaan Al Maidah 51

Next Post
Begini Penjelasan Ustadz Bachtiar Nasir Terkait Penistaan Al Maidah 51

Begini Penjelasan Ustadz Bachtiar Nasir Terkait Penistaan Al Maidah 51

JASMEV Penjahat Cyber,  Harusnya Ditangkap dengan UU – ITE

JASMEV Penjahat Cyber, Harusnya Ditangkap dengan UU - ITE

KH Syuhada Bahri: 2 Minggu Kalau Tidak Ada Progres Kita Turun Lagi

Menakut-nakuti Demonstrasi: Media dan Upaya Membangun Rasa Takut

  • Latest
  • Popular
Pengumuman Nomor Kontak Baru Redaksi Panjimas.com

Pengumuman Nomor Kontak Baru Redaksi Panjimas.com

8 Mar 2024
Sinead O’Connor Bangga Menjadi Muslim

Sinead O’Connor Bangga Menjadi Muslim

18 Mar 2024
Jambore Ukhuwah FORMAQIN 2025, Santri Siap Mengusung Kemenangan

Jambore Ukhuwah FORMAQIN 2025, Santri Siap Mengusung Kemenangan

20 Nov 2025
Setelah Datangi Jokowi, Abu Bakar Ba’asyir Sambangi DPR

Setelah Datangi Jokowi, Abu Bakar Ba’asyir Sambangi DPR

31 Oct 2025
Parade Berkisah Warnai Semarak Hari Santri di Ponpes Mutiara Qur’an Putri Pracimantoro

Parade Berkisah Warnai Semarak Hari Santri di Ponpes Mutiara Qur’an Putri Pracimantoro

27 Oct 2025
Dewan Syariah Kota Surakarta Sayangkan Pembangunan Bukit Doa Hollyland Tidak Sesuai Izin dan Prosedur

Dewan Syariah Kota Surakarta Desak TRANS7 Minta Maaf, Terkait Konten Merendahkan Kiai dan Pesantren

16 Oct 2025
Masjid Kampus Islam: Antara Prioritas dan Efisiensi Anggaran

Masjid Kampus Islam: Antara Prioritas dan Efisiensi Anggaran

13 Oct 2025
130 Pendaki Wujudkan Solidaritas untuk Palestina di Gunung Andong

130 Pendaki Wujudkan Solidaritas untuk Palestina di Gunung Andong

12 Oct 2025
Matahari di Puncak Langit Surakarta: Menguji Akurasi Waktu dengan Jam Matahari Kuno

Matahari di Puncak Langit Surakarta: Menguji Akurasi Waktu dengan Jam Matahari Kuno

11 Oct 2025
“Mereka Akan Membunuhi Kami”, Rohingya Melarikan Diri dari Penyiksaan dan Pemerkosaan di Myanmar

“Mereka Akan Membunuhi Kami”, Rohingya Melarikan Diri dari Penyiksaan dan Pemerkosaan di Myanmar

50 Ciri Gangguan Jin

50 Ciri Gangguan Jin

Dewan Syariah Kota Surakarta Sayangkan Pembangunan Bukit Doa Hollyland Tidak Sesuai Izin dan Prosedur

Dewan Syariah Kota Surakarta Sayangkan Pembangunan Bukit Doa Hollyland Tidak Sesuai Izin dan Prosedur

Protes Umat Islam Didengar, Bupati Karanganyar Hentikan Sementara Proyek Miniatur Yerusalem Hollyland di Pinggiran Solo

Protes Umat Islam Didengar, Bupati Karanganyar Hentikan Sementara Proyek Miniatur Yerusalem Hollyland di Pinggiran Solo

Hubungan Suami Istri Disunnahkan pada Malam Jum’at?

Hubungan Suami Istri Disunnahkan pada Malam Jum’at?

Benarkah 2 Juta Muslim Murtad Tiap Tahun?

Benarkah 2 Juta Muslim Murtad Tiap Tahun?

Proyek Bangunan Kristen Super Megah Holly Land di Solo

Proyek Bangunan Kristen Super Megah Holly Land di Solo

  • About Us
  • Contact
  • Disclaimer
  • Copyright
  • Donation
  • Pedoman Media Siber

Seluruh materi baik artikel, berita, foto, video maupun logo dalam situs Panjimas.com bebas copy untuk keperluan dakwah dan referensi non-komersial, dengan mencantumkan sumbernya (Panjimas.com).Anda bisa turut berdakwah dengan mengirimkan informasi, berita, artikel dan opini untuk dipublikasikan non komersial.

Email: [email protected] | Telp/SMS: 0812 60000 560

Copyright © 2026 — Panjimas. All Rights Reserved.

No Result
View All Result
  • NEWS
    • Nasional
    • Internasional
  • ISLAMIA
    • Aqidah
    • Kuliah Akhlaq
    • Doa & Zikir
    • Fiqih
    • Khutbah
    • Sirah Nabi
    • Thibbun Nabawi
  • INSPIRASI
    • Salafus Shalih
    • Tokoh
    • Muallaf
    • Miracle
      • Mukjizat Qur’an
      • Keajaiban Sunnah
      • Karomah Syuhada
  • NAHIMUNKAR
    • Aliran Sesat & TBC
    • Kristenisasi & Pemurtadan
    • SEPILIS
    • Konspirasi
  • PARENTING
    • Muslimah
    • Remaja
  • Citizens
    • Opini
    • Suara Pembaca
    • Silaturrahim
    • Agenda Umat
  • PANJIMART
    • Properti
    • Produk Digital
    • Rupa-Rupa
    • Resensi Buku
  • GALERI
    • Photo
    • Video
  • SOLIDARITAS
    • Panjimas Care
    • Filantropi

Copyright © 2019
Panjimas. All Rights Reserved.