MAKASSAR (Panjimas.com) – Forum Umat Islam Bersatu FUIB Sulawesi Selatan menyampaikan pernyataan sikap atas penyerangan terhadap Umat Islam di Bandung dan Penghadangan Tengku KH Tengku Zulkarnain, selaku Wasekjen MUI Pusat di Sintang Kalimantan Barat.

Berikut ini pernyataan sikap FUI yang diterima redaksi Panjimas.com, pada hari Jum’at (13/1/2017) yang lalu.

بسم الله الرحمن الرحيم

 

الحمد لله رب العزة ذي الجلال والإكرام

والصلاة والسلام على رسوله خير الأنام

و بعد

Menyikapi terjadinya beberapa peristiwa pelecehan dan penyerangan terhadap kaum muslimin dan khususnya anggota FPI di Bandung Jawa Barat dan penghadangan di Bandara Sintang , Kalimantan Barat terhadap Wasekjen MUI Pusat Bapak KH Tengku Zulkarnain dengan menggunakan senjata tajam, maka  dengan memohon inayah dari Allah Rabbul ‘Izzati kami menyatakan sikap sebagai berikut:

  1. Apa yang terjadi di Kalimatan Barat dan Jabar diduga kuat merupakan bukti adanya operasi senyap dan konspirasi untuk membungkam kebangkitan umat Islam, olehnya itu dihimbau kepada seluruh kaum muslimin untuk merapatkan hati dan barisan demi membela kaum muslimin, para pemimpin dan ulamanya .
  2. FUIB Sulsel beserta seluruh komponen Umat Islam adalah bagian yang tidak terpisahkan dari NKRI dan dengan ini menyatakan sikap siaga satu dan siap untuk berada di garda terdepan dan berhadapan dengan siapa pun yang bertindak intoleran dan anti kebhinekaan dengan melakukan intimidasi dan kezaliman terhadap umat Islam , para ulama dan pemimpinnya di manapun di seluruh wilayah nusantara.
  3. Kami menuntut dan menegaskan agar aparat penegak hukum untuk bertindak tegas dan segera memproses hukum terhadap Ormas GMBI (Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia) dan oknum-oknumnya yang telah melakukan kekerasan berupa pengrusakan terhadap armada FPI dan penyerangan lima Orang anggota FPI baik dalam bentuk tikaman senjata tajam maupun pukulan benda tumpul. Demikian pula terhadap oknum- oknum anti toleransi dan kebhinekaan yang menghadang dan mengusir seorang ulama pemimpin umat di Bandara Sintang, Kalimantan Barat.
  4. Menuntut agar Kapolda Jawa Barat dan Kapolda Kalimantan Barat beserta jajarannya yang terkait dicopot  dari jabatannya, karena tidak berhasil menjaga dan melindungi warga negara di wilayah tugasnya masing-masing.

Terlebih kedua insiden ini terjadi di tempat yang seharusnya menjadi konsentrasi pihak keamanan; yang pertama di depan Mapolda JaBar dan yang kedua di landasan Bandara yang seharusnya steril dan tindakan- tindakan anarkis bahkan dengan membawa senjata tajam dengan terang-terangan.

Demikian pernyataan ini kami buat demi mewujudkan Indonesia yang  lebih bermartabat, adil, damai toleran.

Forum Umat Islam Bersatu

Sulawesi Selatan

 

 

Mukhtar Daeng Lau                                                        Andi Hidayatullah
K e t u a                                                                                Sekertaris

[AW]