• About Us
  • Archives
  • Blog
  • Contact
  • Copyright
  • Disclaimer
  • Donation
  • Full Width Page
  • Home
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
No Result
View All Result
Panjimas
Advertisement
  • NEWS
    • Nasional
    • Internasional
  • ISLAMIA
    • Aqidah
    • Kuliah Akhlaq
    • Doa & Zikir
    • Fiqih
    • Khutbah
    • Sirah Nabi
    • Thibbun Nabawi
  • INSPIRASI
    • Salafus Shalih
    • Tokoh
    • Muallaf
    • Miracle
      • Mukjizat Qur’an
      • Keajaiban Sunnah
      • Karomah Syuhada
  • NAHIMUNKAR
    • Aliran Sesat & TBC
    • Kristenisasi & Pemurtadan
    • SEPILIS
    • Konspirasi
  • PARENTING
    • Muslimah
    • Remaja
  • Citizens
    • Opini
    • Suara Pembaca
    • Silaturrahim
    • Agenda Umat
  • PANJIMART
    • Properti
    • Produk Digital
    • Rupa-Rupa
    • Resensi Buku
  • GALERI
    • Photo
    • Video
  • SOLIDARITAS
    • Panjimas Care
    • Filantropi
  • NEWS
    • Nasional
    • Internasional
  • ISLAMIA
    • Aqidah
    • Kuliah Akhlaq
    • Doa & Zikir
    • Fiqih
    • Khutbah
    • Sirah Nabi
    • Thibbun Nabawi
  • INSPIRASI
    • Salafus Shalih
    • Tokoh
    • Muallaf
    • Miracle
      • Mukjizat Qur’an
      • Keajaiban Sunnah
      • Karomah Syuhada
  • NAHIMUNKAR
    • Aliran Sesat & TBC
    • Kristenisasi & Pemurtadan
    • SEPILIS
    • Konspirasi
  • PARENTING
    • Muslimah
    • Remaja
  • Citizens
    • Opini
    • Suara Pembaca
    • Silaturrahim
    • Agenda Umat
  • PANJIMART
    • Properti
    • Produk Digital
    • Rupa-Rupa
    • Resensi Buku
  • GALERI
    • Photo
    • Video
  • SOLIDARITAS
    • Panjimas Care
    • Filantropi
No Result
View All Result
Panjimas
No Result
View All Result
Home NEWS Internasional

Mengenang 4 Tahun Pembantaian Raba’a di Mesir, “Keadilan Sulit Terwujud”

19 Aug 2017
in Internasional, NEWS
Reading Time: 3 mins read
A A
Mengenang 4 Tahun Pembantaian Raba’a di Mesir, “Keadilan Sulit Terwujud”
0
SHARES
63
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

KAIRO, (Panjimas.com) – Tepat empat tahun yang lalu, ratusan demonstran Mesir dibantai di Alun-alun Rabaa al-Adawiya Kairo ketika pasukan keamanan dengan membabi buta membubarkan aksi demonstrasi yang digalang untuk mendukung Presiden Mohamed Morsi yang digulingkan dalam kudeta militer berdarah.

Enam pekan sebelum pembantaian tersebut, Mohamed Morsi – presiden Mesir pertama yang terpilih secara bebas di Mesir serta pemimpin Ikhwanul Muslimin yang kini menjadi organisasi terlarang – telah digulingkan dan dipenjarakan faksi militer yang kemudian merebut tampuk pemerintahan.

Dalam empat tahun sejak peristiwa berdarah Raba’a, pihak berwenang kerap melakukan tindakan keras terhadap aksi pembangkangan sipil, hingga menewaskan ratusan anggota Ikhwanul Muslimin dan serta para pendukung Morsi, bahkan memenjarakan puluhan ribuan warganya ke balik jeruji besi.

Banyak analis meyakini bahwa pertumpahan darah pada Aliansi Rabaa al-Adawiya membantu memperdalam krisis politik di negara yang telah mengalami kerusuhan terus-menerus sejak awal tahun 2011 itu, ketika sebuah pemberontakan populer menggulingkan Presiden otokratik Hosni Mubarak yang telah lama menjabat beberapa dekade.

“Solusi damai adalah kunci untuk menyelesaikan krisis yang sedang berlangsung di Mesir,” pungkas Ahmed Mekki, mantan Menteri Kehakiman, saat berbicara pada Anadolu Ajensi.

“Kedua belah pihak – Ikhwanul Muslimin dan pendukung mereka serta pihak militer Mesir – harus mempertimbangkan kembali posisi mereka saat ini,” ujarnya.

 

Akuntabilitas

Sejak kudeta militer berdarah 2013 yang menggulingkan Morsi, pihak berwenang Mesir telah memenjarakan seluruh pemimpin Ikhwanul Muslimin atas tuduhan melakukan “tindakan kekerasan” – tuduhan palsu rezim yang banyak dikritik oleh para pengamat.

Pihak berwenang yang didukung faksi Militer Mesir, sementara itu, mengklaim akan memerangi “pemberontakan militan” di mana ratusan personil keamanan tewas, terutama di Semenanjung Sinai yang bergejolak.

Para pengamat juga menuding pihak berwenang gagal menyelidiki pembubaran aksi sit-in pendudukan di Alun-alun Rabaa al-Adawiya Kairo tahun 2013, yang menurut Ikhwanul Muslimin, menyebabkan lebih dari 2.500 warga Mesir tewas dan ribuan lainnya luka-luka.

Pasca kudeta militer 2013 Otoritas Mesir, untuk bagian mereka, mengumumkan jumlah korban tewas hanya pada angka sekitar 620 jiwa.

“Kerabat orang-orang yang terbunuh dalam penyebaran tersebut telah kehilangan hak-hak mereka,” kata Ammar al-Beltagy, putra pemimpin Ikhwanul Fitri Mohamed al-Beltagy.

Ammar al-Beltagy menyalahkan otoritas Mesir atas tindak kekerasan yang terus diterapkan negara tersebut pasca-kudeta.

“Kami menginginkan keadilan dan pertanggungjawaban bagi mereka yang bertanggung jawab atas pertumpahan darah,” tegasnya.

“Ini satu-satunya jaminan bahwa kejahatan semacam itu tidak akan berulang”, tandasnya.

 

‘Terowongan Gelap’

Ammar, yang saudara perempuannya terbunuh dalam pembantaian Raba’a tahun 2013, menyetujui bahwa kekerasan di Kairo empat tahun lalu telah menjadi pendorong utama krisis politik Mesir yang sedang berlangsung.

“Pertumpahan darah di Alun-alun Rabaa al-Adawiya menyeret negara itu ke dalam terowongan gelap balas dendam yang telah membantu memperdalam polarisasi dan perpecahan masyarakat,” keluhnya.

Ahmed Mekki, mantan Menteri Kehakiman, pada bagiannya, menyuarakan sentimen serupa.

“Pertumpahan darah hanya menyebabkan lebih banyak kekerasan dan menyeret negara tersebut ke dalam konfrontasi tanpa henti dan tanpa akhir yang terlihat,” imbuhnya.

“Tidak ada prospek untuk menyelesaikan krisis, sepanjang masing-masing pihak tetap bersikeras di posisinya masing-masing,” pungkasnya.

Saeed Sadiq, seorang Akademisi Mesir, memperingatkan bahwa polarisasi hanya akan bertambah buruk “selama Ikhwanul Muslimin menyerang rezim setiap kesempatan yang dia dapatkan dan rezim membenarkan penindasannya dengan mengatakan bahwa ini hanyalah untuk ‘memerangi terorisme'”.

 

Keadilan Transisional

Nasser Amin, seorang ahli hukum Mesir, mengatakan bahwa krisis hanya dapat diselesaikan melalui apa yang dia sebut sebagai “keadilan transisional”.

“Semua aspek keadilan transisional harus diterapkan dengan mengungkap kebenaran (tentang apa yang sebenarnya terjadi), melembagakan reformasi dan kompensasi para korban,” papar Amin, seorang pengacara di Pengadilan Pidana Internasional yang berbasis di Den Haag.

“Dengan tidak adanya tindakan ini, tidak ada penyelesaian yang layak yang bisa dicapai,” ujarnya berpendapat.

“Penerapan keadilan transisional dapat menghentikan pertumpahan darah dan menyelesaikan sebagian besar masalah yang berkaitan dengan perselisihan tertentu,” pungkasnya.

Jihad Odeh, seorang akademisi terkemuka Mesir, baru-baru ini menyerukan dibentuknya sebuah Komite setelah pemilihan presiden tahun depan, sebuah komite yang ditugaskan untuk menyelidiki pembubaran massa Raba’a yang mematikan di tahun 2013.

Ammar, pada bagiannya, menyerukan terciptanya “atmosfer yang kondusif bagi keadilan dan kebebasan” dengan maksud untuk menyelesaikan krisis yang sedang berlangsung di Mesir dan perpecahan politik yang dalam, yang terus mengusiknya.

“Jika ini dilakukan, keadilan akan – cepat atau lambat – terpenuhi,” pungkasnya.[IZ]

Tags: headlinesIkhwanul Muslimin (IM)pembantaian Raba’a
ShareTweetSend
Previous Post

107 Parlemen Inggris Protes Keras Artikel Islamphobia Berjudul “Masalah Muslim” di “The Sun”

Next Post

Sambut HUT Kemerdekaan RI, Komunitas Baca Betawi Napak Tilas Perjuangan Kaum Betawi

Next Post
Sambut HUT Kemerdekaan RI, Komunitas Baca Betawi Napak Tilas Perjuangan Kaum Betawi

Sambut HUT Kemerdekaan RI, Komunitas Baca Betawi Napak Tilas Perjuangan Kaum Betawi

Pesan Habib Rizieq dari Makkah Saat Sambutan Milad FPI ke 19

Pesan Habib Rizieq dari Makkah Saat Sambutan Milad FPI ke 19

Milad ke-19, FPI Klaten: Semakin Solid dan Jaga Ukhuwah

Milad ke-19, FPI Klaten: Semakin Solid dan Jaga Ukhuwah

  • Latest
  • Popular
Panjimas.com Rilis Nomor Kontak Baru Redaksi: 0812.60000.560

Panjimas.com Rilis Nomor Kontak Baru Redaksi: 0812.60000.560

18 Jul 2026
Downgrade Standar Hidup: Ketika Berhemat Tak Cukup untuk Bertahan Hidup

Downgrade Standar Hidup: Ketika Berhemat Tak Cukup untuk Bertahan Hidup

21 Oct 2026
Wakil Katib Syuriyah PWNU DKI Jakarta Kenang KH Syukron Ma’mun: Ulama Langka yang Lurus dalam Perjuangan

Wakil Katib Syuriyah PWNU DKI Jakarta Kenang KH Syukron Ma’mun: Ulama Langka yang Lurus dalam Perjuangan

20 Oct 2026
Baitul Maqdis Institute Kecam Serangan Houthi, Tolak Pembatasan Jilbab dan Konser Andrea Bocelli

Baitul Maqdis Institute Kecam Serangan Houthi, Tolak Pembatasan Jilbab dan Konser Andrea Bocelli

20 Oct 2026
Kemenkes: Malapetaka dan Kelaparan di Gaza Capai Tingkat ‘Bencana’

Kemenkes: Malapetaka dan Kelaparan di Gaza Capai Tingkat ‘Bencana’

20 Oct 2026
Italia Bidik Pejabat Tinggi Militer dan Politik Israel atas Penyekapan Aktivis GSF

Italia Bidik Pejabat Tinggi Militer dan Politik Israel atas Penyekapan Aktivis GSF

20 Oct 2026
Tiga Tahun 7 Oktober, Sukamta Ingatkan Dunia Jangan Memotong Sejarah Palestina

Kutuk Serangan Houthi di Bandara Riyadh, Waka Komisi I DPR Minta KBRI Terus Pantau Kondisi WNI

20 Oct 2026
Alumni Madinah Kecam Serangan Bandara Riyadh, Desak Perlindungan WNI

Alumni Madinah Kecam Serangan Bandara Riyadh, Desak Perlindungan WNI

20 Oct 2026
Mengenang 4 Tahun Pembantaian Raba’a di Mesir, “Keadilan Sulit Terwujud”

Mengenang 4 Tahun Pembantaian Raba’a di Mesir, “Keadilan Sulit Terwujud”

50 Ciri Gangguan Jin

50 Ciri Gangguan Jin

Pemimpin Zalim yang Menyengsarakan Rakyat

Pemimpin Zalim yang Menyengsarakan Rakyat

Benarkah 2 Juta Muslim Murtad Tiap Tahun?

Benarkah 2 Juta Muslim Murtad Tiap Tahun?

Hubungan Suami Istri Disunnahkan pada Malam Jum’at?

Hubungan Suami Istri Disunnahkan pada Malam Jum’at?

Baitul Maqdis Institute Kecam Serangan Houthi, Tolak Pembatasan Jilbab dan Konser Andrea Bocelli

Baitul Maqdis Institute Kecam Serangan Houthi, Tolak Pembatasan Jilbab dan Konser Andrea Bocelli

Khutbah Jum’at; Keutamaan Tauhid dan Bahaya Syirik

Khutbah Jum’at; Keutamaan Tauhid dan Bahaya Syirik

  • About Us
  • Contact
  • Disclaimer
  • Copyright
  • Donation
  • Pedoman Media Siber

Seluruh materi baik artikel, berita, foto, video maupun logo dalam situs Panjimas.com bebas copy untuk keperluan dakwah dan referensi non-komersial, dengan mencantumkan sumbernya (Panjimas.com).Anda bisa turut berdakwah dengan mengirimkan informasi, berita, artikel dan opini untuk dipublikasikan non komersial.

Email: [email protected] | Telp/SMS: 0812 60000 560

Copyright © 2026 — Panjimas. All Rights Reserved.

No Result
View All Result
  • NEWS
    • Nasional
    • Internasional
  • ISLAMIA
    • Aqidah
    • Kuliah Akhlaq
    • Doa & Zikir
    • Fiqih
    • Khutbah
    • Sirah Nabi
    • Thibbun Nabawi
  • INSPIRASI
    • Salafus Shalih
    • Tokoh
    • Muallaf
    • Miracle
      • Mukjizat Qur’an
      • Keajaiban Sunnah
      • Karomah Syuhada
  • NAHIMUNKAR
    • Aliran Sesat & TBC
    • Kristenisasi & Pemurtadan
    • SEPILIS
    • Konspirasi
  • PARENTING
    • Muslimah
    • Remaja
  • Citizens
    • Opini
    • Suara Pembaca
    • Silaturrahim
    • Agenda Umat
  • PANJIMART
    • Properti
    • Produk Digital
    • Rupa-Rupa
    • Resensi Buku
  • GALERI
    • Photo
    • Video
  • SOLIDARITAS
    • Panjimas Care
    • Filantropi

Copyright © 2019
Panjimas. All Rights Reserved.