• About Us
  • Archives
  • Blog
  • Contact
  • Copyright
  • Disclaimer
  • Donation
  • Full Width Page
  • Home
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
No Result
View All Result
Panjimas
Advertisement
  • NEWS
    • Nasional
    • Internasional
  • ISLAMIA
    • Aqidah
    • Kuliah Akhlaq
    • Doa & Zikir
    • Fiqih
    • Khutbah
    • Sirah Nabi
    • Thibbun Nabawi
  • INSPIRASI
    • Salafus Shalih
    • Tokoh
    • Muallaf
    • Miracle
      • Mukjizat Qur’an
      • Keajaiban Sunnah
      • Karomah Syuhada
  • NAHIMUNKAR
    • Aliran Sesat & TBC
    • Kristenisasi & Pemurtadan
    • SEPILIS
    • Konspirasi
  • PARENTING
    • Muslimah
    • Remaja
  • Citizens
    • Opini
    • Suara Pembaca
    • Silaturrahim
    • Agenda Umat
  • PANJIMART
    • Properti
    • Produk Digital
    • Rupa-Rupa
    • Resensi Buku
  • GALERI
    • Photo
    • Video
  • SOLIDARITAS
    • Panjimas Care
    • Filantropi
  • NEWS
    • Nasional
    • Internasional
  • ISLAMIA
    • Aqidah
    • Kuliah Akhlaq
    • Doa & Zikir
    • Fiqih
    • Khutbah
    • Sirah Nabi
    • Thibbun Nabawi
  • INSPIRASI
    • Salafus Shalih
    • Tokoh
    • Muallaf
    • Miracle
      • Mukjizat Qur’an
      • Keajaiban Sunnah
      • Karomah Syuhada
  • NAHIMUNKAR
    • Aliran Sesat & TBC
    • Kristenisasi & Pemurtadan
    • SEPILIS
    • Konspirasi
  • PARENTING
    • Muslimah
    • Remaja
  • Citizens
    • Opini
    • Suara Pembaca
    • Silaturrahim
    • Agenda Umat
  • PANJIMART
    • Properti
    • Produk Digital
    • Rupa-Rupa
    • Resensi Buku
  • GALERI
    • Photo
    • Video
  • SOLIDARITAS
    • Panjimas Care
    • Filantropi
No Result
View All Result
Panjimas
No Result
View All Result
Home NEWS Nasional

Sidang MK: Dewan Da’wah Bongkar Kebohongan Ahmadiyah

9 Nov 2017
in Nasional, NEWS
Reading Time: 3 mins read
A A
Sidang MK: Dewan Da’wah Bongkar Kebohongan Ahmadiyah
0
SHARES
18
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA, (Panjimas.com) – Menurut ajaran Ahmadiyah, Tadzkirah adalah kitab yang berisi kumpulan wahyu-wahyu Allah yang disampaikan kepada Mirza Ghulam Ahmad melalui mimpi-mimpi. Namun, dalam Sidang di Mahkamah Konstitusi kali ini, Selasa (7/11), saksi ahli untuk pemohon (Ahmadiyah) menyatakan  Tadzkirah bukan kitab suci Ahmadiyah. Percaya? Dewan Da’wah membongkar kebohongannya.

Ustadz Syamsul Bahri dari Pusat Kajian Dewan Da’wah mengungkapkan seperti apa isi kitab Tadzkirah dalam sidang uji materi UU PNPS No. 1 Tahun 1965 di Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Selasa, (7/11).  Sidang ini adalah yang kelima berlangsung. Mau tahu isi kitab Tadzkirah?

“Tadi dikatakan dia (Ahmad Najib-Red) peneliti, kami pun peneliti,” ujar Ust. Syamsul Bahri mengawali, sambil mengungkap fakta bahwa Tadzkirah adalah kitab suci. Ia pun membacakan redaksional  Tadkirah halaman 637: ‘Sesungghuhnya kami telah menurunkan kitab suci Tadzkirah ini dekat dengan Qadhian (India). Dan dengan kebenaran kami menurunkannya dan dengan kebenaran dia turun.”

Ustadz Syamsul Bahri menunjukkan secara tegas kedudukan Tadzkirah sebagai kitab suci, sekaligus mematahkan argumen saksi ahli, Ahmad Najib Burhani, yang mengatakan bahwa Tadzkirah bukan Kitab Suci, melainkan kitab pedoman seperti kitab-kitab yang dipedomani oleh tarekat-tarekat dalam Islam. Pertanyaan lanjutan Ust. Syamsul Bahri, “kalau itu kitab suci, perlu ditafsir atau tidak?” Atas pertanyaan ini, saksi ahli tidak memberi jawaban.

Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI)  tahun 1997 lalu menerbitkan buku berjudul “Khilafah telah berdiri”.  Ustadz Syamsul bahri menemukan pada halaman 15 buku tersebut, materinya menyebutkan: Wajib bagi mereka bernaung dibawah bendera Hazrat al-Masih. Dalilnya adalah Tadzkirah halaman 342. Seperti ini redaksionalnya:  “Bahwa Allah telah memberi kabar kepadanya, sesungguhnya orang yang tidak mengikutimu dan tidak berbaiat padamu dan tetap menentang kepadamu, dia itu adalah orang yang durhaka kepada Allah dan rasul-Nya dan termasuk penghuni Neraka jahim”.

Kemudian di halaman 600 kitab Tadzkirah, dikatakan, “…setiap orang yang telah sampai padanya dakwahku kemudian dia tidak menerimaku, maka dia bukanlah seorang Muslim dan berhak mendapatkan siksa Allah.”  Menurut Syamsul Bahri, itu artinya Ahmadiyah melalui Tadzkirah 600 telah berbuat rasis dan menebar SARA.

Satu lagi, Mirza Ghulam Ahmad  dalam kumpulan mimpi-mimpinya yang menjadi kitab Tadzkirah, mengaku sederajat dgn ke-Esa-an Allah. Sebagaimana dibacakan Syamsul Bahri: “Wahai Ahmad-Ku, Engkau adalah tujuan-Ku, kedudukan-Mu di sisi-Ku sederajat dengan ke-Maha-Esaan-Ku, Engkau terhormat pada pandangan-Ku.”

“Habis kita ini!” ujar Ust. Syamsul ke hadapan sidang.

Komunitas Ahmadiyah, sebagai pihak pemohon, pada sidang kali ini menghadirkan dua saksi yang menurut pengakuannya  mengalami langsung tindak diskriminasi dan intoleransi.  Ahmadiyah juga menghadirkan satu saksi ahli, Ahmad Najib Burhani, Ph.D, yang  mengaku peneliti dan ahli bidang Ushuluddin serta  menghadirkan Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) sebagai  pihak terkait untuk kepentingannya.  Lembaga ini diketahui pada September lalu menyelenggarakan seminar PKI yang berbuah demo besar-besaran  dan berakhir dengan kericuhan dan menimbulkan puluhan korban terluka dari pihak pendemo.

Mewakili YLBHI, Asfinawati ‘menggugat’ UU Penodaan Agama Nomor 1 Tahun 1965 atau lebih dikenal dengan nama UU PNPS serta diterbitkannya  Surat Keputusan Bersama (SKB) Tiga Menteri yang melarang Ahmadiyah menyebarkan ajarannya yang bertentangan dengan Islam (SKB diterbitkan 9 Juni 2008).

Menurut Asfinawati,  “SKB tiga Menteri ini justru menjadi alat legitimasi lanjutan untuk tindakan-tindakan intoleransi dan diskriminasi yang dialami oleh Komunitas JAI. Negara sudah terlibat dengan aktif melanggar hak-hak asasi manusia yang dijamin konstitusi. Dan Ia memohon kepada Majelis Hakim agar dikeluarkan tafsir konstitusional  bersyarat atas UU PNPS No. 1 tahun 1965, untuk memberi kebebasan kepada Jemaat Ahmadiyah menjalankan ibadahnya sesuai dengan keyakinan mereka.

Ahmad Nazib Burhani dalam prolognya mengatakan,  ada tiga hal kesalahpahaman tentang Ahmadiyah. Pertama, adanya beberapa kesalahpahaman tentang Ahmadiyah terkait kitab suci Tadzkirah, kedudukan Mirza Ghulam Ahmad tempat suci Ahmadiyah di Qodyan, India.  Kesalahpahaman kedua adalah pendefinisian penodaan agama dan diskriminasi terhadap kelompok-kelompok agama, termasuk terhadap NU dan Muhammadiyah (jika tidak ada penafsiran konstitusional bersyarat pada UU A Quo). Dan ketiga, kesalahpahaman mayoritas memahami posisi minoritas agama.

Tak seperti sidang-sidang sebelumnya yang selalu pasif, Pihak Pemerintah pada sidang kali ini menanyakan sekaligus membuktikan eksklusivitas Ahmadiyah yang ‘ngotot’ mendirikan masjid sendiri dan beribadah di masjid sendiri kendati masjid belum siap pakai atau atau telah dihancurkan massa.

“Apakah ada larangan (dalam internal Ahmadiyah-Red) untuk melaksanakan ibadah di masjid-masjid perkampungan?” ujar perwakilan dari pihak Pemerintah.  Saksi Ahmadiyah, Hajar Ummu Fatikh, awalnya seperti kesulitan menjawaba, namun akhirnya mengatakan, “Kami lebih nyaman beribadah di masjid kami sendiri”.

Sidang kali ini memang tampak lebih responsif. Pertanyaan juga diajukan para Hakim Anggota, masing-masing dari Hakim Wahiduddin Adams, Hakim Anwar Usman dan Hakim Aswanto.

Pertanyaan juga diajukan oleh Ahmad Leksono, SH,  sebagai Ketua Kuasa Hukum untuk Dewan Da’wah. Ahmad Leksono meragukan kesaksian Ummu Fatikh yang saat ini baru berusia 20 tahun dan masih kuliah tetapi menceritakan kejadian-kejadian yang dialaminya  di usia 6 tahun  secara detil layaknya dirasakan orang dewasa.

Tim Dewan Da’wah yang  mengikuti Sidang ini adalah Wakil Ketua Umum H. Amlir Syaifa Yasin, MA, Sekretaris Umum H. Avid Solihin, MM. Serta  Teten Romly Qomaruddien, MA dan Syamsul Bahri, MA, keduanya dari Pusat Kajian, dan Humas Dewan Da’wah,Yuddy Ardhi. [RN]

 

 

Tags: ahmadiyahDewan Dakwah Islamiyyah Indonesia (DDII)headlinesSidang MK
ShareTweetSend
Previous Post

Sekolah Difabel Pertama di Gaza Resmi Dibuka

Next Post

Presiden Mahmoud Abbas Temui Raja Salman, Bahas Isu Kawasan dan Rekonsiliasi Palestina

Next Post
Presiden Mahmoud Abbas Temui Raja Salman, Bahas Isu Kawasan dan Rekonsiliasi Palestina

Presiden Mahmoud Abbas Temui Raja Salman, Bahas Isu Kawasan dan Rekonsiliasi Palestina

Empat Kali Kajian Ustadz Felix Siauw Dibubarkan, Kali Ini di Sragen

Mantan Jubir HTI Jatim Menilai Pembubaran Pengajian Felix Siauw Tidak Bijak

Panitia Parade Tauhid: Belum Pernah Ada Ulama dari Berbagai Ormas Hadir dalam Satu Panggung

Kepung Masjid Bubarkan Pengajian, Tokoh Betawi: Itu Intimidasi

  • Latest
  • Popular
Pengumuman Nomor Kontak Baru Redaksi Panjimas.com

Pengumuman Nomor Kontak Baru Redaksi Panjimas.com

8 Mar 2024
Sinead O’Connor Bangga Menjadi Muslim

Sinead O’Connor Bangga Menjadi Muslim

18 Mar 2024
Jambore Ukhuwah FORMAQIN 2025, Santri Siap Mengusung Kemenangan

Jambore Ukhuwah FORMAQIN 2025, Santri Siap Mengusung Kemenangan

20 Nov 2025
Setelah Datangi Jokowi, Abu Bakar Ba’asyir Sambangi DPR

Setelah Datangi Jokowi, Abu Bakar Ba’asyir Sambangi DPR

31 Oct 2025
Parade Berkisah Warnai Semarak Hari Santri di Ponpes Mutiara Qur’an Putri Pracimantoro

Parade Berkisah Warnai Semarak Hari Santri di Ponpes Mutiara Qur’an Putri Pracimantoro

27 Oct 2025
Dewan Syariah Kota Surakarta Sayangkan Pembangunan Bukit Doa Hollyland Tidak Sesuai Izin dan Prosedur

Dewan Syariah Kota Surakarta Desak TRANS7 Minta Maaf, Terkait Konten Merendahkan Kiai dan Pesantren

16 Oct 2025
Masjid Kampus Islam: Antara Prioritas dan Efisiensi Anggaran

Masjid Kampus Islam: Antara Prioritas dan Efisiensi Anggaran

13 Oct 2025
130 Pendaki Wujudkan Solidaritas untuk Palestina di Gunung Andong

130 Pendaki Wujudkan Solidaritas untuk Palestina di Gunung Andong

12 Oct 2025
Matahari di Puncak Langit Surakarta: Menguji Akurasi Waktu dengan Jam Matahari Kuno

Matahari di Puncak Langit Surakarta: Menguji Akurasi Waktu dengan Jam Matahari Kuno

11 Oct 2025
Sidang MK: Dewan Da’wah Bongkar Kebohongan Ahmadiyah

Sidang MK: Dewan Da’wah Bongkar Kebohongan Ahmadiyah

50 Ciri Gangguan Jin

50 Ciri Gangguan Jin

Dewan Syariah Kota Surakarta Sayangkan Pembangunan Bukit Doa Hollyland Tidak Sesuai Izin dan Prosedur

Dewan Syariah Kota Surakarta Sayangkan Pembangunan Bukit Doa Hollyland Tidak Sesuai Izin dan Prosedur

Benarkah 2 Juta Muslim Murtad Tiap Tahun?

Benarkah 2 Juta Muslim Murtad Tiap Tahun?

Protes Umat Islam Didengar, Bupati Karanganyar Hentikan Sementara Proyek Miniatur Yerusalem Hollyland di Pinggiran Solo

Protes Umat Islam Didengar, Bupati Karanganyar Hentikan Sementara Proyek Miniatur Yerusalem Hollyland di Pinggiran Solo

Hubungan Suami Istri Disunnahkan pada Malam Jum’at?

Hubungan Suami Istri Disunnahkan pada Malam Jum’at?

Proyek Bangunan Kristen Super Megah Holly Land di Solo

Proyek Bangunan Kristen Super Megah Holly Land di Solo

  • About Us
  • Contact
  • Disclaimer
  • Copyright
  • Donation
  • Pedoman Media Siber

Seluruh materi baik artikel, berita, foto, video maupun logo dalam situs Panjimas.com bebas copy untuk keperluan dakwah dan referensi non-komersial, dengan mencantumkan sumbernya (Panjimas.com).Anda bisa turut berdakwah dengan mengirimkan informasi, berita, artikel dan opini untuk dipublikasikan non komersial.

Email: [email protected] | Telp/SMS: 0812 60000 560

Copyright © 2026 — Panjimas. All Rights Reserved.

No Result
View All Result
  • NEWS
    • Nasional
    • Internasional
  • ISLAMIA
    • Aqidah
    • Kuliah Akhlaq
    • Doa & Zikir
    • Fiqih
    • Khutbah
    • Sirah Nabi
    • Thibbun Nabawi
  • INSPIRASI
    • Salafus Shalih
    • Tokoh
    • Muallaf
    • Miracle
      • Mukjizat Qur’an
      • Keajaiban Sunnah
      • Karomah Syuhada
  • NAHIMUNKAR
    • Aliran Sesat & TBC
    • Kristenisasi & Pemurtadan
    • SEPILIS
    • Konspirasi
  • PARENTING
    • Muslimah
    • Remaja
  • Citizens
    • Opini
    • Suara Pembaca
    • Silaturrahim
    • Agenda Umat
  • PANJIMART
    • Properti
    • Produk Digital
    • Rupa-Rupa
    • Resensi Buku
  • GALERI
    • Photo
    • Video
  • SOLIDARITAS
    • Panjimas Care
    • Filantropi

Copyright © 2019
Panjimas. All Rights Reserved.