• About Us
  • Archives
  • Blog
  • Contact
  • Copyright
  • Disclaimer
  • Donation
  • Full Width Page
  • Home
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
No Result
View All Result
Panjimas
Advertisement
  • NEWS
    • Nasional
    • Internasional
  • ISLAMIA
    • Aqidah
    • Kuliah Akhlaq
    • Doa & Zikir
    • Fiqih
    • Khutbah
    • Sirah Nabi
    • Thibbun Nabawi
  • INSPIRASI
    • Salafus Shalih
    • Tokoh
    • Muallaf
    • Miracle
      • Mukjizat Qur’an
      • Keajaiban Sunnah
      • Karomah Syuhada
  • NAHIMUNKAR
    • Aliran Sesat & TBC
    • Kristenisasi & Pemurtadan
    • SEPILIS
    • Konspirasi
  • PARENTING
    • Muslimah
    • Remaja
  • Citizens
    • Opini
    • Suara Pembaca
    • Silaturrahim
    • Agenda Umat
  • PANJIMART
    • Properti
    • Produk Digital
    • Rupa-Rupa
    • Resensi Buku
  • GALERI
    • Photo
    • Video
  • SOLIDARITAS
    • Panjimas Care
    • Filantropi
  • NEWS
    • Nasional
    • Internasional
  • ISLAMIA
    • Aqidah
    • Kuliah Akhlaq
    • Doa & Zikir
    • Fiqih
    • Khutbah
    • Sirah Nabi
    • Thibbun Nabawi
  • INSPIRASI
    • Salafus Shalih
    • Tokoh
    • Muallaf
    • Miracle
      • Mukjizat Qur’an
      • Keajaiban Sunnah
      • Karomah Syuhada
  • NAHIMUNKAR
    • Aliran Sesat & TBC
    • Kristenisasi & Pemurtadan
    • SEPILIS
    • Konspirasi
  • PARENTING
    • Muslimah
    • Remaja
  • Citizens
    • Opini
    • Suara Pembaca
    • Silaturrahim
    • Agenda Umat
  • PANJIMART
    • Properti
    • Produk Digital
    • Rupa-Rupa
    • Resensi Buku
  • GALERI
    • Photo
    • Video
  • SOLIDARITAS
    • Panjimas Care
    • Filantropi
No Result
View All Result
Panjimas
No Result
View All Result
Home NEWS Nasional

Film Hanung Bramantyo Diprotes Perkumpulan Betawi Kita

9 Mar 2018
in Nasional, NEWS
Reading Time: 3 mins read
A A
Film Hanung Bramantyo Diprotes Perkumpulan Betawi Kita
0
SHARES
5
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta (Panjimas.com) — Setelah menonton film “Benyamin Biang Kerok” besutan sutradara Hanung Bramantyo, Perkumpulan Betawi Kita menyatakan Kecewa, bahkan merasa dihina. Bagaimana tidak, mengingat Benyamin S bukan sekadar tokoh film, pemusik, dan segambreng lagi sebutannya. Benyamin S telah menjadi manifestasi dari kebudayaan dan sejarah orang Betawi.

Demikian siaran pers yang diterima Panjimas, Jumat (9/3) terkait film Benyamin Biang Kerok yang saat ini sedang tayang dibioskop-dibioskop.

Hanung dan para penulis skenario serta para pemodalnya telah dengan sengaja memanfaatkan nama Benyamin sebagai
komoditas. Tidak lebih dari itu saja, meskipun film didedikasikan untuk mengenang Benyamin. Izin dari keluarga dengan iming-iming merayakan ulang tahun Benyamin dengan menafsirkannya ulang.

Namun, ini hanya kamuflase, trik memalukan yang disebut Sjumandjaja sebagai tukang kelontong perfilman. Mereka ini, kata Sjuman, tidak ada punya kreativitas sebagai unsur utama film. Mereka hanya punya kreativitas bagaimana melipatgandakan modal. Memperbarui angka rekening dan bukan memperbarui nilai film nasional.

Mayoritas narasi, adegan, gaya hidup yang dipertontonkan menjelaskan dengan gamblang tidak hadirnya pikiran di dalamnya. Semua asal comot. Memang benar Benyamin juga asal comot. Tetapi, beda asal comot dengan kreativitas dibanding asal comot yang tanpa pikiran. Hasilnya yang satu pembaruan, sedangkan satu lagi kedunguan. Ya, kedunguan demi kedunguan inilah yang menyertai perjalanan film.

Di awal adegan, Sutradara Hanung banyak mencomot film James Bond dengan Casino Royal-nya, Mission Imposible, Tomb Rider, dan latar belakang Mafioso yang sarat dengan perjudian, miras dan pornografi. Hanung tidak puas jika hanya menjiplak narasi film aksi yang berkiblat dari Hollywood. Ia tutup film dengan adegan perkelahian yang menjiplak film Kungfu Hustle dari Hongkong.

Di antara awal dan akhir demikianlah jiplakan demi jiplakan disambung yang buruk disambung sebagai cerita. Ada juga kreasi semisal Pengki dan ibunya sebagai pengusaha super kaya dari bisnis teknologi. Tetapi, tidak dijelaskan seperti apa, malahan yang muncul dalam penjelasan ibunya bisnis properti dan tampak sedang macet proyek propertinya.
Di hadapan mereka duduk dua orang yang wajahnya jelas-jelas ingin agar penonton mengidentifikasi itu adalah pasangan Ahok-Djarot. Keduanya digambarkan dengan wajah yang takut sambil minta sogokan. Disebut-sebut juga kata “gubernur baru” yang menurut kedua pasangan susah diatur (?). Kemudian ibunya Pengki bilang, “semua bisa disogok”.

Ini hanya salah satu bagian dari cerita yang menunjukkan betapa selain penuh jiplakan, juga sesungguhnya cerita film mentah. Alhasil banyak keajaiban-keajaiban yang tidak logis yang berujung pada cerita film yang kacau karena gagal bercerita. Dan juga yang menyedihkan karakter yang lemah.

Akibatnya sayang sekali pemain-pemain sekaliber Lidya Kandouw, Omas, Mariam Bellina, Komar, bahkan Rano Karno yang sebenarnya punya hubungan khusus dengan Benyamin tak tampak kecemerlangannya. Malah tidak menemukan alur cerita yang menantang dan memompa kejenialan membawakan karakter mereka. Tinggal sebagai dari satu gerak ke gerak yang lain yang akal sehatnya sukar dicari, kecuali pada imitasi adegan demi adegan dari film Hollywood sampai Hongkong. Suram.

Demikianlah nasib film yang hanya mendompleng judul dan nama besar Benyamin Sueb dari film garapan Nawi Ismail pada 1972. Benyamin Biang Kerok garapan Hanung Bramantyo dihidupkan untuk dipermalukan bukan hanya Benyamin, tetapi juga para sahabatnya di dunia film yang dilibatkan.

Bahkan memalukan bagi keluarga. Adalah benar dengan film ini nama Benyamin menjadi naik dan dibicarakan lagi. Tetapi, buat apa jika dinaikkan untuk dipermalukan. Buat apa jika dibicarakan untuk jadi bahan dikasihankan nasibnya yang dilecehkan?

Bahkan, pesan keluarga kepada Rumah Produksi Falcon Pictures pun diabaikan. Pesan tidak ada pusar, rokok, minuman keras, semua dilanggar. Film bukan hanya banyak pornografi-pornoaksi, rokok, tapi minuman keras dituang juga kekerasan.

Belum lagi jika bicara tradisi Betawi dalam film tersebut. Boleh dikatakan, narasi Betawi film ini tidak ada, selain sebatas jiplakan yang ditempel asal dan seadanya. Jangan harap film ini seperti Biang Kerok dari Nawi Ismail, Si Doel dari Sjumandjaja atau Rano Karno di sinetronnya yang menggugah dan mendorong penafsiran kebetawian dan nilainya. Film dari Hanung ini jauh dari nilai-nilai dan filosofi kebetawian. Tak bernilai selain komersial dan hanya memalukan Benyamin dengan kebetawiannya.

Celakanya Falcon dan Reza Rahadian yang memerankan sebagai Pengki, terus melakukan promo film terbarunya itu. Bahkan, kabarnya film Benyamin Biang Kerok dibagi menjadi dua bagian. Dijadwalkan akan tayang pada bulan Desember mendatang.
Harapan orang banyak zaman “reborn” film ini akan jadi berkah buat Benyamin Biang Kerok, menjadi lebih baik dari sebelumnya di tahun 1972, justru malah merusak. Tinggal jadi musibah.

Berlatar belakang itu semua Perkumpulan Betawi Kita menghimbau agar: Pertama, Warga masyarakat, khususnya Betawi, tidak menonton film tersebut.

Kedua, Keluarga Benyamin S membatalkan pemakaian nama Benyamin untuk bagian kedua yang sudah dibuat untuk tayang Desember mendatang sebab pihak pembuat film telah mangkir dari pakem moral yang disepakati.

Sudah saatnya para produser menghentikan film-film yang hanya mempertebal stigma negatif tentang orang Betawi. (ass)

Tags: Film Benymin Biang KerokHanung BramantyoHanung diprotes Betawi KitaPerkumpulan Betawi Kita
ShareTweetSend
Previous Post

Bermuatan Pornografi, YLKI: Film Benyamin Biang Kerok Tak Layak Ditonton Anak-anak

Next Post

White Helmets Desak PBB Turut Campur Tangan Dalam Krisis di Ghouta Timur Suriah

Next Post
SNHR: Sepanjang Bulan Februari, 1.389 Warga Sipil Terbunuh di Suriah

White Helmets Desak PBB Turut Campur Tangan Dalam Krisis di Ghouta Timur Suriah

Al-Biruni, Astronom Padat Karya Sejak Remaja

Al-Biruni, Astronom Padat Karya Sejak Remaja

Gelitikan Ibnul Mubarak

Membangun Jati Diri di Jaman Now

  • Latest
  • Popular
Pengumuman Nomor Kontak Baru Redaksi Panjimas.com

Pengumuman Nomor Kontak Baru Redaksi Panjimas.com

8 Mar 2024
Sinead O’Connor Bangga Menjadi Muslim

Sinead O’Connor Bangga Menjadi Muslim

18 Mar 2024
Jambore Ukhuwah FORMAQIN 2025, Santri Siap Mengusung Kemenangan

Jambore Ukhuwah FORMAQIN 2025, Santri Siap Mengusung Kemenangan

20 Nov 2025
Setelah Datangi Jokowi, Abu Bakar Ba’asyir Sambangi DPR

Setelah Datangi Jokowi, Abu Bakar Ba’asyir Sambangi DPR

31 Oct 2025
Parade Berkisah Warnai Semarak Hari Santri di Ponpes Mutiara Qur’an Putri Pracimantoro

Parade Berkisah Warnai Semarak Hari Santri di Ponpes Mutiara Qur’an Putri Pracimantoro

27 Oct 2025
Dewan Syariah Kota Surakarta Sayangkan Pembangunan Bukit Doa Hollyland Tidak Sesuai Izin dan Prosedur

Dewan Syariah Kota Surakarta Desak TRANS7 Minta Maaf, Terkait Konten Merendahkan Kiai dan Pesantren

16 Oct 2025
Masjid Kampus Islam: Antara Prioritas dan Efisiensi Anggaran

Masjid Kampus Islam: Antara Prioritas dan Efisiensi Anggaran

13 Oct 2025
130 Pendaki Wujudkan Solidaritas untuk Palestina di Gunung Andong

130 Pendaki Wujudkan Solidaritas untuk Palestina di Gunung Andong

12 Oct 2025
Matahari di Puncak Langit Surakarta: Menguji Akurasi Waktu dengan Jam Matahari Kuno

Matahari di Puncak Langit Surakarta: Menguji Akurasi Waktu dengan Jam Matahari Kuno

11 Oct 2025
Film Hanung Bramantyo Diprotes Perkumpulan Betawi Kita

Film Hanung Bramantyo Diprotes Perkumpulan Betawi Kita

50 Ciri Gangguan Jin

50 Ciri Gangguan Jin

Dewan Syariah Kota Surakarta Sayangkan Pembangunan Bukit Doa Hollyland Tidak Sesuai Izin dan Prosedur

Dewan Syariah Kota Surakarta Sayangkan Pembangunan Bukit Doa Hollyland Tidak Sesuai Izin dan Prosedur

Benarkah 2 Juta Muslim Murtad Tiap Tahun?

Benarkah 2 Juta Muslim Murtad Tiap Tahun?

Hubungan Suami Istri Disunnahkan pada Malam Jum’at?

Hubungan Suami Istri Disunnahkan pada Malam Jum’at?

Protes Umat Islam Didengar, Bupati Karanganyar Hentikan Sementara Proyek Miniatur Yerusalem Hollyland di Pinggiran Solo

Protes Umat Islam Didengar, Bupati Karanganyar Hentikan Sementara Proyek Miniatur Yerusalem Hollyland di Pinggiran Solo

Proyek Bangunan Kristen Super Megah Holly Land di Solo

Proyek Bangunan Kristen Super Megah Holly Land di Solo

  • About Us
  • Contact
  • Disclaimer
  • Copyright
  • Donation
  • Pedoman Media Siber

Seluruh materi baik artikel, berita, foto, video maupun logo dalam situs Panjimas.com bebas copy untuk keperluan dakwah dan referensi non-komersial, dengan mencantumkan sumbernya (Panjimas.com).Anda bisa turut berdakwah dengan mengirimkan informasi, berita, artikel dan opini untuk dipublikasikan non komersial.

Email: [email protected] | Telp/SMS: 0812 60000 560

Copyright © 2026 — Panjimas. All Rights Reserved.

No Result
View All Result
  • NEWS
    • Nasional
    • Internasional
  • ISLAMIA
    • Aqidah
    • Kuliah Akhlaq
    • Doa & Zikir
    • Fiqih
    • Khutbah
    • Sirah Nabi
    • Thibbun Nabawi
  • INSPIRASI
    • Salafus Shalih
    • Tokoh
    • Muallaf
    • Miracle
      • Mukjizat Qur’an
      • Keajaiban Sunnah
      • Karomah Syuhada
  • NAHIMUNKAR
    • Aliran Sesat & TBC
    • Kristenisasi & Pemurtadan
    • SEPILIS
    • Konspirasi
  • PARENTING
    • Muslimah
    • Remaja
  • Citizens
    • Opini
    • Suara Pembaca
    • Silaturrahim
    • Agenda Umat
  • PANJIMART
    • Properti
    • Produk Digital
    • Rupa-Rupa
    • Resensi Buku
  • GALERI
    • Photo
    • Video
  • SOLIDARITAS
    • Panjimas Care
    • Filantropi

Copyright © 2019
Panjimas. All Rights Reserved.