• About Us
  • Archives
  • Blog
  • Contact
  • Copyright
  • Disclaimer
  • Donation
  • Full Width Page
  • Home
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
No Result
View All Result
Panjimas
Advertisement
  • NEWS
    • Nasional
    • Internasional
  • ISLAMIA
    • Aqidah
    • Kuliah Akhlaq
    • Doa & Zikir
    • Fiqih
    • Khutbah
    • Sirah Nabi
    • Thibbun Nabawi
  • INSPIRASI
    • Salafus Shalih
    • Tokoh
    • Muallaf
    • Miracle
      • Mukjizat Qur’an
      • Keajaiban Sunnah
      • Karomah Syuhada
  • NAHIMUNKAR
    • Aliran Sesat & TBC
    • Kristenisasi & Pemurtadan
    • SEPILIS
    • Konspirasi
  • PARENTING
    • Muslimah
    • Remaja
  • Citizens
    • Opini
    • Suara Pembaca
    • Silaturrahim
    • Agenda Umat
  • PANJIMART
    • Properti
    • Produk Digital
    • Rupa-Rupa
    • Resensi Buku
  • GALERI
    • Photo
    • Video
  • SOLIDARITAS
    • Panjimas Care
    • Filantropi
  • NEWS
    • Nasional
    • Internasional
  • ISLAMIA
    • Aqidah
    • Kuliah Akhlaq
    • Doa & Zikir
    • Fiqih
    • Khutbah
    • Sirah Nabi
    • Thibbun Nabawi
  • INSPIRASI
    • Salafus Shalih
    • Tokoh
    • Muallaf
    • Miracle
      • Mukjizat Qur’an
      • Keajaiban Sunnah
      • Karomah Syuhada
  • NAHIMUNKAR
    • Aliran Sesat & TBC
    • Kristenisasi & Pemurtadan
    • SEPILIS
    • Konspirasi
  • PARENTING
    • Muslimah
    • Remaja
  • Citizens
    • Opini
    • Suara Pembaca
    • Silaturrahim
    • Agenda Umat
  • PANJIMART
    • Properti
    • Produk Digital
    • Rupa-Rupa
    • Resensi Buku
  • GALERI
    • Photo
    • Video
  • SOLIDARITAS
    • Panjimas Care
    • Filantropi
No Result
View All Result
Panjimas
No Result
View All Result
Home NEWS Nasional

Salamun Daeng: Sistem Ekonomi Saat Ini Seperti Jebakan Batman

6 Sep 2018
in Nasional, NEWS
Reading Time: 2 mins read
A A
Salamun Daeng: Sistem Ekonomi Saat Ini Seperti Jebakan Batman
0
SHARES
13
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA, (Panjimas.com) – Mencermati situasi ekonomi saat ini rasanya banyak diantara masyarakat Indonesia yang sangat cemas dan takut. Pakar Ekonomi dari Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI) Salamuddin Daeng menyampaikab analisanya kepada Panjimas pada Rabu (5/9).

Meski sedang krisis menuju sekarat, pemerintah tidak bisa berhemat atau menyerukan penghematan umum atau dalam bahasa lama tidak bisa mengecangkan ikat pinggang.Kalau berhemat ekonomi tambah loyo, bisa bisa pertumbuhan ekonomi negatif.

“Jadi tetap boros yah dan mengapa bisa seperti itu ? Karena indikator utama kemajuan ekonomi adalah seberapa mampu melakukan pemborosan, seberapa banyak belanja, beli, beli dan beli. APBN harus naik, tidak boleh turun. Darimana uangnya ? Utang, utang, kredit kredit. Apa yang terjadi kemudian? ketika tidak mampu lagi melakukan pemborosan, tidak punya uang, tidak bisa utang lagi, akhirnya stres, gila, bunuh diri,” ujar  Salamun Daeng.

Menurutnya strategi boros ini tidak hanya pada level pemerintah, tapi juga pada korporasi. Mereka berlomba lomba merancang pengeluaran yang besar besar. Sebagai contoh dalam kasus listrik. Listrik Indonesia jelas sudah mengalami over supply atau kelebihan pasokan sejak tahun 2014. Tapi pemerintah memaksakan diri dengan proyek 35 ribu megawatt demi menggenjot pengeluaran proyek dan memburu utang. Akibatnya benar benar terjadi kelebihan pasokan listrik yang berlipat ganda.

Akibatnya PLN pun kesulitan menjual listrik, masyarakat diserukan untuk menambah konsumsi listrik, bukannya berhemat di saat krisis, diminta tambah daya, tambah penggunaan AC dll. Padahal laporan kondisi keuangan Indonesia oleh seluruh lembaga survey terkemuka menyatakan daya beli tengah menurun.

Anomalinya inflasi tinggi sementara daya beli turun ini adalah aneh.  Tidak ada satupun teori ekonomi yang masuk akal untuk membenarkan keadaan Indonesia “daya beli turun tapi inflasi tinggi” ajaib!  Siapa yang beli barang sampai inflasi tinggi?  Mestinya daya beli turun ya inflasi rendah karena daya beli tidak ada. Teori ekonomi begitu bunyinya.

Bagaimana ini bisa terjadi?  Rupanya ini karena listrik lagi. Harga listrik tergeret naik oleh kebijakan. Mengapa karena pemerimtah menetapkan Harga Acuan Batubara (HBA) terlalu tinggi hingga lebih dari 100 dolar/ton. Harga batubara ini menjadi acuan pembelian energi primer PLN. Otomatis harga listrik naik. HBA tinggi menjadi dasar dalam harga pembelian PLN pada listrik swasta. Saat bersamaan nilai tukar rupiah merosot, sementara bahan bakar bagi PLN dibeli dengan dolar.

“Mengapa pemerintah menetapkan HBA tinggi? Bukankah batubara ini punya Indonesia dan indonesia produsen batubara salah satu yang terbesar di dunia? Rupanya HBA tinggi ini ditetapkan pemerintah agar bisa menyerap pajak tinggi sekaligus memperkaya pedagang batubara dan penjual listrik swasta. Ini ekonomi jebakan batman yang berujung makan buntut sendiri. Tanya menteri ESDM sejak dia dilantik langsung menaikkan HBA,” tutur Daeng.

Satu satunya yang bisa membuat PLN bisa bertahan tidak segera ambruk adalah masyarakat harus mau membayar listrik mahal dan mengkonsumsi listrik sebanyak banyaknya. Kalau tidak maka PLN akan segera bangkrut karena tidak bisa bayar utang proyek 35 ribu megawatt. Ada cara lain dengan mencari utang baru gali jurang tutup lobang. Buat apa yak?

“Inilah wajah ekonomi Indonesia yang mau tampak hebat, tampak megah, tampak.kaya, dengan cara belanja banyak banyak dari kredit dan utang. Sumber dana belanja menipis, akhirnya stres karena gak ada yang mau kasi utang lagi, tidak lagi dipercaya pemberi utang, akibatnya gak bisa bayar utang, berakhir gantung diri atau bisa saja jadi gila,” pungkasnya. [ES]

 

Tags: ekonomiheadlineskrisis ekonomi
ShareTweetSend
Previous Post

Kasus DPRD Malang Berpotensi Terjadi di Derah Lain

Next Post

Ustadz Yusuf Mansur: Saya Akan Berdoa Dulu Sebelum Menentukan Pilihan

Next Post
Insya Allah, Hotel-hotel di Solo Akan Menjadi Tempat Menghafal Al-Qur’an, Semoga!

Ustadz Yusuf Mansur: Saya Akan Berdoa Dulu Sebelum Menentukan Pilihan

KH. Ma’ruf Amin: Isi Ceramah Ustaz Abdul Shomad Bagus Kok!

KH. Ma’ruf Amin: Isi Ceramah Ustaz Abdul Shomad Bagus Kok!

Menag: Lindungi Penceramah Agama, Keselamatan UAS Harus Terjamin

Menag: Lindungi Penceramah Agama, Keselamatan UAS Harus Terjamin

  • Latest
  • Popular
Panjimas.com Rilis Nomor Kontak Baru Redaksi: 0812.60000.560

Panjimas.com Rilis Nomor Kontak Baru Redaksi: 0812.60000.560

18 Jul 2026
Downgrade Standar Hidup: Ketika Berhemat Tak Cukup untuk Bertahan Hidup

Downgrade Standar Hidup: Ketika Berhemat Tak Cukup untuk Bertahan Hidup

21 Oct 2026
Wakil Katib Syuriyah PWNU DKI Jakarta Kenang KH Syukron Ma’mun: Ulama Langka yang Lurus dalam Perjuangan

Wakil Katib Syuriyah PWNU DKI Jakarta Kenang KH Syukron Ma’mun: Ulama Langka yang Lurus dalam Perjuangan

20 Oct 2026
Baitul Maqdis Institute Kecam Serangan Houthi, Tolak Pembatasan Jilbab dan Konser Andrea Bocelli

Baitul Maqdis Institute Kecam Serangan Houthi, Tolak Pembatasan Jilbab dan Konser Andrea Bocelli

20 Oct 2026
Kemenkes: Malapetaka dan Kelaparan di Gaza Capai Tingkat ‘Bencana’

Kemenkes: Malapetaka dan Kelaparan di Gaza Capai Tingkat ‘Bencana’

20 Oct 2026
Italia Bidik Pejabat Tinggi Militer dan Politik Israel atas Penyekapan Aktivis GSF

Italia Bidik Pejabat Tinggi Militer dan Politik Israel atas Penyekapan Aktivis GSF

20 Oct 2026
Tiga Tahun 7 Oktober, Sukamta Ingatkan Dunia Jangan Memotong Sejarah Palestina

Kutuk Serangan Houthi di Bandara Riyadh, Waka Komisi I DPR Minta KBRI Terus Pantau Kondisi WNI

20 Oct 2026
Alumni Madinah Kecam Serangan Bandara Riyadh, Desak Perlindungan WNI

Alumni Madinah Kecam Serangan Bandara Riyadh, Desak Perlindungan WNI

20 Oct 2026
Salamun Daeng: Sistem Ekonomi Saat Ini Seperti Jebakan Batman

Salamun Daeng: Sistem Ekonomi Saat Ini Seperti Jebakan Batman

50 Ciri Gangguan Jin

50 Ciri Gangguan Jin

Pemimpin Zalim yang Menyengsarakan Rakyat

Pemimpin Zalim yang Menyengsarakan Rakyat

Benarkah 2 Juta Muslim Murtad Tiap Tahun?

Benarkah 2 Juta Muslim Murtad Tiap Tahun?

Baitul Maqdis Institute Kecam Serangan Houthi, Tolak Pembatasan Jilbab dan Konser Andrea Bocelli

Baitul Maqdis Institute Kecam Serangan Houthi, Tolak Pembatasan Jilbab dan Konser Andrea Bocelli

Khutbah Jum’at; Keutamaan Tauhid dan Bahaya Syirik

Khutbah Jum’at; Keutamaan Tauhid dan Bahaya Syirik

Penyaliban Firaun dan Yesus, Fakta atau Fiktif?

Nih Sejarahnya Kenapa Yesus Dianggap Tuhan

  • About Us
  • Contact
  • Disclaimer
  • Copyright
  • Donation
  • Pedoman Media Siber

Seluruh materi baik artikel, berita, foto, video maupun logo dalam situs Panjimas.com bebas copy untuk keperluan dakwah dan referensi non-komersial, dengan mencantumkan sumbernya (Panjimas.com).Anda bisa turut berdakwah dengan mengirimkan informasi, berita, artikel dan opini untuk dipublikasikan non komersial.

Email: [email protected] | Telp/SMS: 0812 60000 560

Copyright © 2026 — Panjimas. All Rights Reserved.

No Result
View All Result
  • NEWS
    • Nasional
    • Internasional
  • ISLAMIA
    • Aqidah
    • Kuliah Akhlaq
    • Doa & Zikir
    • Fiqih
    • Khutbah
    • Sirah Nabi
    • Thibbun Nabawi
  • INSPIRASI
    • Salafus Shalih
    • Tokoh
    • Muallaf
    • Miracle
      • Mukjizat Qur’an
      • Keajaiban Sunnah
      • Karomah Syuhada
  • NAHIMUNKAR
    • Aliran Sesat & TBC
    • Kristenisasi & Pemurtadan
    • SEPILIS
    • Konspirasi
  • PARENTING
    • Muslimah
    • Remaja
  • Citizens
    • Opini
    • Suara Pembaca
    • Silaturrahim
    • Agenda Umat
  • PANJIMART
    • Properti
    • Produk Digital
    • Rupa-Rupa
    • Resensi Buku
  • GALERI
    • Photo
    • Video
  • SOLIDARITAS
    • Panjimas Care
    • Filantropi

Copyright © 2019
Panjimas. All Rights Reserved.