DONGGALA (Panjimas.com) – Tim medis dari Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) menggelar bakti sosial (Baksos) di Desa Labean, Kecamatan Balaesang, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah.

Pihak TNI Angkatan Laut, melibatkan tim medis MDMC, karena selain menggelar Baksos juga dilaksanakan pengobatan massal bagi korban gempat dan tsunami di lokasi tersebut.

Seluruh tim medis MDMC yang beranggotakan satu orang dokter dan dua orang perawat, melakukan perjalanan dengan menggunakan Kapal Angkatan Laut (KAL) Birang.

“Karena jalur darat terputus oleh gempa sehingga tidak bisa dilewati oleh kendaraan roda empat. Transportasi yang efektif sampai saat ini dengan menggunakan kapal,” kata Letkol Laut K drg. Ketut Triwanto, yang memimpin kegiatan Baksos, Rabu (10/10/2018).

Selanjutnya, dr Kiageng Nico PN, selaku ketua tim medis MDMC yang bertugas di lapangan menyampaikan bahwa warga setempat sangat banyak yang mendaftar dalam program kegiatan pengobatan massal. Ada 237 orang pasien yang terdiri dari 43 orang anak-anak dan balita, 115 orang dewasa serta 66 orang lansia. Setidaknya ada tiga penyakit terbanyak yang diderita penduduk setempat, yakni dyspepsia, ISPA dan GEA.

Tak hanya itu, dr Nico juga melakukan tindakan amputasi salah seorang pasien yang merupakan korban luka tertimpa reruntuhan rumah saat gempa terjadi.

“Telah dilakukan amputatum jari atas nama sdr. Zahar (23 th)  dikarenakan tertimpa bangunan dan mengalami nekrosis. Kordinasi dengan Puskesmas pembantu dan dikerjakan di Puskesmas pembantu sekaligus untuk perawatan post tindakan, acc korlap medis lapangan Mayor dr ali thomas Sp. Rad diteruskan ke Letkol Laut drg. Ketut,” kata dr Nico yang berasal dari Rumah Sakit Umum Universitas Muhammadiyah Malang.

Kemudian, ada juga lansia korban gempa yang mengalami luka di kepala, lalu dilakukan penindakan di lokasi.

“Kemarin waktu gempa, kejatuhan atap. Tadi itu besar sekali (benjol), lalu kita coba irigasi, kita sobek dikit untuk mengeluarkan darahnya alhamdulillah sudah lebih baik,” ungkapnya.

Kegiatan Baksos dan pengobatan massal berjalan dengan lancar sejak pagi pukul 08.00 WITA dan berakhir pada pukul 14.00 WITA.

Masyarakat merasa terbantu dan menyampaikan ucapan terima kasih kepada Muhammadiyah yang seluruh pihak yang telah memberikan bantuan.

“Terima kasih yang telah memberikan bantuan pada kami, semoga Allah membalas semua kebaikan bapak dan ibu,” tuturnya. [AW]