SOLO, (Panjimas.com) — Tokoh senior Solo, Usman Amirodin mengaku terkejut dengan adanya peristiwa pembakaran bendera Tauhid oleh sejumlah oknum Banser di Garut. Ia pun menyayangkan hal itu terjadi, bahkan dilakukan oleh sekelompok umat Islam sendiri.

“Tadi saya baca di medsos, saya juga terkejut, kok bisa sampai ada kejadian semacam ini,” ujarnya.

Menurut pria yang telah menjalani hidup sejak masa orde lama, orde baru, hingga orde reformasi ini, peristiwa semacam ini belum pernah ada.

“Sepanjang yang saya alami itu belum pernah ada, sejak zaman Bung Karno sampai SBY itu belum pernah terjadi, dibenturkannya sesama potensi umat Islam,” tuturnya, saat ditemui di kediamannya, Senin (22/10) malam.

“Ini jelas gak masuk akal, masak orang Islam kok membakar firmannya Allah, ini kan sudah diluar nalar,” jelasnya.

Eksponen 66 ini menekankan kejadian ini harus menjadi perhatian khusus bagi umat Islam. “Kalau kejadian seperti ini tidak mendapat perhatian khususnya umat Islam sendiri, Ini sangat bahaya,” pungkasnya.

“Justru dibawah kepemimpinan Jokowi baru terjadi seperti ini, saya khawatir kalau kepemimpinan jokowi ini dipertahankan, maka benturan antara umat Islam sendiri tidak bisa terelakkan,” tandasnya.[IZ]