ISTANBUL, (Panjimas.com) — Turki tidak akan mengizinkan upaya menutup-nutupi pembunuhan wartawan Jamal Khashoggi di konsulat Saudi di Istanbul, demikian pernyataan salah satu petinggi Partai AK yang dipimpin Erdogan, Ahad (21/10). Ia memperingatkan akibat yang timbul bisa “mengerikan”.

Usai membantah keterlibatanya dalam kematian Wartawan Washigton Post Jamal Khashoggi, Pemerintah Arab Saudi akhirnya Sabtu (20/10) mengatakan wartawan yang mengkritik Putera Mahkota Pangeran Mohammad bin Salman itu meninggal dalam pertikain di Konsulat Saudi di Istanbul. Sejam kemudian, seorang pejabat Saudi menyebut kematiannya akibat cekikan, dikutip dari Reuters.

“Jika peristiwa itu terjadi sebagaimana diberitahukan ke seluruh dunia, tidak ada cara pejabat Saudi bisa menutup-nutupinya dengan mengatakan satu tim dari Arab Saudi datang dan dua atau tiga pria di antara mereka membunuhnya,” pungkas Numan Kurtulmus, Wakil Ketua AKP kepada CNN Turk.

“Kejahatan di satu konsulat tidak dapat dilaksanakan tanpa sepengetahuan pejabat tinggi negara itu. Jika kejahatan itu benar-benar dilakukan seperti yang dikatakan, jika bukti sebenarnya mengarah kepada simpulan itu, keadaan akan mengerikan dan itu akan punya dampak hukum sangat berat,” tandasnya.

Di tengah tanggapan skeptis dari berbagai negara atas penjelasan yang diberikan Arab Saudi terkait pembunuhan Khashoggi, seorang pejabat pemerintah menyebutkan versi baru yang berbeda dari laporan sebelumnya.

Versi terbaru itu mencakup rincian mengenai bagaimana tim beranggota 15 warga Saudi dikirim untuk menemui Khashoggi dan mengancamnya akan dibius dan diculik dan kemudian membunuhnya dengan cara dicekik ketika dia melawan. Seorang anggota tim kemudian mengenakan pakaian Khashoggi supaya kelihatan seolah-olah dia telah meninggalkan konsulat tersebut.[IZ]