• About Us
  • Archives
  • Blog
  • Contact
  • Copyright
  • Disclaimer
  • Donation
  • Full Width Page
  • Home
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
No Result
View All Result
Panjimas
Advertisement
  • NEWS
    • Nasional
    • Internasional
  • ISLAMIA
    • Aqidah
    • Kuliah Akhlaq
    • Doa & Zikir
    • Fiqih
    • Khutbah
    • Sirah Nabi
    • Thibbun Nabawi
  • INSPIRASI
    • Salafus Shalih
    • Tokoh
    • Muallaf
    • Miracle
      • Mukjizat Qur’an
      • Keajaiban Sunnah
      • Karomah Syuhada
  • NAHIMUNKAR
    • Aliran Sesat & TBC
    • Kristenisasi & Pemurtadan
    • SEPILIS
    • Konspirasi
  • PARENTING
    • Muslimah
    • Remaja
  • Citizens
    • Opini
    • Suara Pembaca
    • Silaturrahim
    • Agenda Umat
  • PANJIMART
    • Properti
    • Produk Digital
    • Rupa-Rupa
    • Resensi Buku
  • GALERI
    • Photo
    • Video
  • SOLIDARITAS
    • Panjimas Care
    • Filantropi
  • NEWS
    • Nasional
    • Internasional
  • ISLAMIA
    • Aqidah
    • Kuliah Akhlaq
    • Doa & Zikir
    • Fiqih
    • Khutbah
    • Sirah Nabi
    • Thibbun Nabawi
  • INSPIRASI
    • Salafus Shalih
    • Tokoh
    • Muallaf
    • Miracle
      • Mukjizat Qur’an
      • Keajaiban Sunnah
      • Karomah Syuhada
  • NAHIMUNKAR
    • Aliran Sesat & TBC
    • Kristenisasi & Pemurtadan
    • SEPILIS
    • Konspirasi
  • PARENTING
    • Muslimah
    • Remaja
  • Citizens
    • Opini
    • Suara Pembaca
    • Silaturrahim
    • Agenda Umat
  • PANJIMART
    • Properti
    • Produk Digital
    • Rupa-Rupa
    • Resensi Buku
  • GALERI
    • Photo
    • Video
  • SOLIDARITAS
    • Panjimas Care
    • Filantropi
No Result
View All Result
Panjimas
No Result
View All Result
Home NEWS Nasional

Ada Tendensi Politik Rampas Kedaulatan, Dana Bantuan Autralia AusAID Ditolak

8 Jan 2019
in Nasional, NEWS
Reading Time: 3 mins read
A A
Ada Tendensi Politik Rampas Kedaulatan, Dana Bantuan Autralia AusAID Ditolak
0
SHARES
8
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

KUPANG, (Panjimas.com) — Ketua Tim Advokasi Pencemaran Laut Timor Ferdi Tanoni menegaskan agar Pemerintah Australia membawa pulang kembali dana bantuannya lewat program pembangunan luar negerinya (AusAID) guna membantu masyarakat asli Australia Aborigin yang dinomorduakan oleh negeri Kanguru.

“Tampaknya dana AusAID itu jauh lebih bermanfaat untuk masyarakat Aborigin dari pada membantu kami rakyat Indonesia dengan tujuan politis yang sarat dengan kepentingan Australia,” pungkas Ketua Tim Advokasi Pencemaran Laut Timor Ferdi Tanoni kepada Antara di Kupang, Senin (07/01).

Ferdi menegaskan Indonesia adalah sebuah negara dan bangsa yang besar dan kaya akan sumber daya alam yang melimpah, sehingga tidak membutuhkan bantuan asing seperti yang dilakukan Australia lewat AusAID itu.

“Jika bantuan yang diberikan itu dengan tujuan kemanusiaan tanpa adanya embel-embel politik, kami rakyat Indonesia pasti akan terima dengan senang hati. Tapi apa yang dilakukan Australia itu sarat dengan muatan politis untuk menguasai bangsa dan negara Indonesia,” ujarnya, dilansir dari Antara.

Australia lewat program AusAID akan memberikan bantuan kepada Indonesia sebesar 375,7 juta dolar dalam tahun anggaran 2015/2016, termasuk perkiraan pendanaan bilateral sebesar 323 juta dolar yang dikelola Departemen Luar Negeri dan Perdagangan (DFAT).

Kemitraan kerja sama Australia-Indonesia lewat AusAID ini meliputi bidang politik, keamanan, perdagangan, ekonomi, dan pembangunan.

“Kami minta Australia membawa pulang saja bantuan yang hendak disalurkan ke Indonesia. Untuk apa rakyat Indonesia hanya dijadikan sebagai warga negara kelas tiga oleh Australia,” tukas Tanoni.

Ia menguraikan sejak tahun 1942, rakyat Timor Barat merelakan lapangan terbang Penfui di Kupang untuk dijadikan sebagai zona penyanggah guna membendung lajunya pasukan Jepang yang hendak melakukan invasi ke Australia melalui Darwin.

“Tak terhitung banyaknya isteri orang Timor yang diperkosa bahkan menurut catatan sejarah Australia, tidak kurang dari 30.000 hingga 70.000 orang Timor laki-laki, perempuan, tua dan muda kehilangan jiwa mereka karena kesetiaannya membela pasukan Australia,” paparnya.

Di samping itu, Australia telah dengan sengaja merampas kedaulatan laut NKRI dengan mencaplok hampir 85 persen wilayah Laut Timor yang kaya migas menjadi miliknya.

Sementara itu, rakyat NTT dikorbankan lagi oleh Australia dengan tragedi petaka pencemaran minyak Montara 2009 di Laut Timor dimana Australia sengaja menutup-nutupi dengan membela perusahaan pencemar Laut Timor PTTEP Australia serta menghindar dari tanggung jawabnya.

Tendensi Politik

Sehubungan dengan itu bantuan AusAid yang diberikan Australia itu memiliki tendensi politik tertentu untuk mendiamkan rakyat Indonesia dari berbagai perlakuan buruk dan tidak manusiawi yang dilakukan Australia.

“Kami tidak membutuhkan bantuan Australia bila hak-hak, harga diri, martabat dan kedaulatan kami diinjak dan dirampas oleh pemerintahan negeri Kanguru itu,” tegas Ferdi.

Secara sepihak, lanjutnya, Australia juga telah menguras kekayaan minyak dan gas bumi Indonesia di Laut Timor sejak 1974 dan 1997, khususnya di wilayah selatan Pulau Timor yang berbatasan dengan Australia Barat.

“Kalau Indonesia berani, tampaknya kita bisa bawa persoalan ini ke ranah hukum dan menggugatnya di Pengadilan Internasional, karena apa yang dilakukan oleh Australia itu, hanya demi kepentingan nasional negerinya saja,” tandasnya.

Atas dasar itu, imbuh Tanoni, bantuan lewat AusAID itu untuk menunjukkan bahwa Australia merasa sangat berjasa terhadap rakyat Indonesia.

“Atas dasar nilai-nilai kemanusiaan tersebut, sebagai anak bangsa Indonesia, kami menolak dengan tegas bantuan pemerintah Australia lewat program luar negerinya itu,” ujar Tanoni menegaskan.

Tanoni bersama Peduli Timor Barat, salah satu lembaga non pemerintah yang berkedudukan di Kupang, Nusa Tenggara Timur, terus menyuarakan petaka pencemaran minyak di Laut Timor sejak tahun 2009.

Pencemaran itu terjadi sebagai akibat dari meledaknya anjungan minyak Montara di Blok Atlas Barat Laut Timor pada 21 Agustus 2009 yang sampai saat ini terus dihindari oleh Australia ketika dituntut tanggungjawabnya.

“Melalui Duta Besar dan Wakil Duta Besarnya di Jakarta, Australia selalu membuat alasan yang sangat tidak berdasar untuk melarikan diri dari tanggungjawabnya. Inilah kisah pahit yang kami hadapi selama 10 tahun lamanya,” tandas Tanoni.

Australia juga melecehkan hasil pertemuan dengan Montara Task Force, sebuah lembaga yang dibentuk Pemerintah Indonesia guna mempercepat penyelesaian kasus Montara, serta tidak bersedia untuk menjawab surat Pemerintah Indonesia yang ditujukan kepadanya.[IZ]

Tags: AusAID DitolakFerdi TanoniheadlinesNTTPeduli Timor Baratperusahaan pencemar Laut Timor PTTEP AustraliaTim Advokasi Pencemaran Laut Timor
ShareTweetSend
Previous Post

Malaysia Tetapkan Pemilihan Raja ke-16, Pada 24 Januari Mendatang

Next Post

Pelacuran Online Merebak, AILA Minta DPR Revisi KUHP Pasal 284

Next Post
Astaghfirullah! Prostitusi Online Kembali Marak, Polisi Jerat Mucikari dengan UU ITE

Pelacuran Online Merebak, AILA Minta DPR Revisi KUHP Pasal 284

Kabar Meninggalnya Ustadz Arifin Ilham Tidak Benar, Ermi Yusfa: “Itu Hoaks”

Kabar Meninggalnya Ustadz Arifin Ilham Tidak Benar, Ermi Yusfa: “Itu Hoaks”

Mohon Doa Kaum Muslimin untuk Kesembuhan Ustadz Bernard Abdul Jabbar

Mohon Doa Kaum Muslimin untuk Kesembuhan Ustadz Bernard Abdul Jabbar

  • Latest
  • Popular
Pengumuman Nomor Kontak Baru Redaksi Panjimas.com

Pengumuman Nomor Kontak Baru Redaksi Panjimas.com

8 Mar 2024
Sinead O’Connor Bangga Menjadi Muslim

Sinead O’Connor Bangga Menjadi Muslim

18 Mar 2024
Jambore Ukhuwah FORMAQIN 2025, Santri Siap Mengusung Kemenangan

Jambore Ukhuwah FORMAQIN 2025, Santri Siap Mengusung Kemenangan

20 Nov 2025
Setelah Datangi Jokowi, Abu Bakar Ba’asyir Sambangi DPR

Setelah Datangi Jokowi, Abu Bakar Ba’asyir Sambangi DPR

31 Oct 2025
Parade Berkisah Warnai Semarak Hari Santri di Ponpes Mutiara Qur’an Putri Pracimantoro

Parade Berkisah Warnai Semarak Hari Santri di Ponpes Mutiara Qur’an Putri Pracimantoro

27 Oct 2025
Dewan Syariah Kota Surakarta Sayangkan Pembangunan Bukit Doa Hollyland Tidak Sesuai Izin dan Prosedur

Dewan Syariah Kota Surakarta Desak TRANS7 Minta Maaf, Terkait Konten Merendahkan Kiai dan Pesantren

16 Oct 2025
Masjid Kampus Islam: Antara Prioritas dan Efisiensi Anggaran

Masjid Kampus Islam: Antara Prioritas dan Efisiensi Anggaran

13 Oct 2025
130 Pendaki Wujudkan Solidaritas untuk Palestina di Gunung Andong

130 Pendaki Wujudkan Solidaritas untuk Palestina di Gunung Andong

12 Oct 2025
Matahari di Puncak Langit Surakarta: Menguji Akurasi Waktu dengan Jam Matahari Kuno

Matahari di Puncak Langit Surakarta: Menguji Akurasi Waktu dengan Jam Matahari Kuno

11 Oct 2025
Ada Tendensi Politik Rampas Kedaulatan, Dana Bantuan Autralia AusAID Ditolak

Ada Tendensi Politik Rampas Kedaulatan, Dana Bantuan Autralia AusAID Ditolak

50 Ciri Gangguan Jin

50 Ciri Gangguan Jin

Dewan Syariah Kota Surakarta Sayangkan Pembangunan Bukit Doa Hollyland Tidak Sesuai Izin dan Prosedur

Dewan Syariah Kota Surakarta Sayangkan Pembangunan Bukit Doa Hollyland Tidak Sesuai Izin dan Prosedur

Protes Umat Islam Didengar, Bupati Karanganyar Hentikan Sementara Proyek Miniatur Yerusalem Hollyland di Pinggiran Solo

Protes Umat Islam Didengar, Bupati Karanganyar Hentikan Sementara Proyek Miniatur Yerusalem Hollyland di Pinggiran Solo

Hubungan Suami Istri Disunnahkan pada Malam Jum’at?

Hubungan Suami Istri Disunnahkan pada Malam Jum’at?

Benarkah 2 Juta Muslim Murtad Tiap Tahun?

Benarkah 2 Juta Muslim Murtad Tiap Tahun?

Proyek Bangunan Kristen Super Megah Holly Land di Solo

Proyek Bangunan Kristen Super Megah Holly Land di Solo

  • About Us
  • Contact
  • Disclaimer
  • Copyright
  • Donation
  • Pedoman Media Siber

Seluruh materi baik artikel, berita, foto, video maupun logo dalam situs Panjimas.com bebas copy untuk keperluan dakwah dan referensi non-komersial, dengan mencantumkan sumbernya (Panjimas.com).Anda bisa turut berdakwah dengan mengirimkan informasi, berita, artikel dan opini untuk dipublikasikan non komersial.

Email: [email protected] | Telp/SMS: 0812 60000 560

Copyright © 2026 — Panjimas. All Rights Reserved.

No Result
View All Result
  • NEWS
    • Nasional
    • Internasional
  • ISLAMIA
    • Aqidah
    • Kuliah Akhlaq
    • Doa & Zikir
    • Fiqih
    • Khutbah
    • Sirah Nabi
    • Thibbun Nabawi
  • INSPIRASI
    • Salafus Shalih
    • Tokoh
    • Muallaf
    • Miracle
      • Mukjizat Qur’an
      • Keajaiban Sunnah
      • Karomah Syuhada
  • NAHIMUNKAR
    • Aliran Sesat & TBC
    • Kristenisasi & Pemurtadan
    • SEPILIS
    • Konspirasi
  • PARENTING
    • Muslimah
    • Remaja
  • Citizens
    • Opini
    • Suara Pembaca
    • Silaturrahim
    • Agenda Umat
  • PANJIMART
    • Properti
    • Produk Digital
    • Rupa-Rupa
    • Resensi Buku
  • GALERI
    • Photo
    • Video
  • SOLIDARITAS
    • Panjimas Care
    • Filantropi

Copyright © 2019
Panjimas. All Rights Reserved.