SOLO (Panjimas.com) – Sebuah masjid di Mojosongo, Solo dibobol orang tidak dikenal. Meski tidak mengambil barang berharga, namun pelaku mengacak-acak al qur’an, peralatan sholat, buku-buku, bahkan menyobek al qur’an.

Kejadian vandalisme terhadap masjid dan kitab suci Al Qur’an ini terjadi di Masjid Muhajirin, di Jalan Malabar, Mojosongo, Solo, Sabtu 2 Februari 2019.

Pertama kali diketahui terjadi pembobolan masjid pada pukul 10.20 WIB. “Kejadian diketahui pada pukul 10.20 menjelang persiapan sholat Dhuhur,” kata Hari (37).

Hari Nofianto adalah jamaah masjid Muhajirin yang kadangkala juga menjadi imam sholat di masjid yang sudah berdiri sejak tahun 80 an ini.

“Ada yang dirobek Al Qur’annya, ada yang diberantakin. Tempat mukena juga diberantakin. Padahal biasanya kalau jam segitu, masjid masih terkunci,” terang Hari.

Anehnya pelaku memasuki masjid dengan membuka pintu menggunakan kunci yang kunci tersebut biasanya disimpan ditempat khusus oleh petugas keamanan masjid.

Pelaku tidak merusak jendela atau memecahkan kaca jendela untuk masuk kedalam masjid.

Setelah masuk dengan membuka kunci, pelaku kemudian mengobrak-abrik almari kaca berisi Al Qur’an di tempat jamaah laki-laki. Kemudian almari Al Qur’an di tempat jamaah perempuan juga diobrak-abrik dan disobek.

Sayangnya Masjid Muhajirin Mojosongo ini belum memasang kamera pengawas atau CCTV. Sehingga kejadian perusakan Al Qur’an tidak terdokumentasi.

Kejadian yang meresahkan warga Mojosongo ini telah dilaporkan kepada pihak berwajib. Kemudian pada Sabtu malam 2/2/2019 usai sholat Isya, petugas dari Babinsa dan Polsek setempat datang ke Masjid Muhajirin untuk mencari keterangan dari saksi-saksi.

Hingga kini belum diketahui siapa pelaku perusakan Al Qur’an di Masjid Muhajirin. Namun karena pelaku mengetahui tempat menyimpan kunci masjid, diduga pelaku bukan orang asing. [ZK]