RAMALLAH, (Panjimas.com) — Sedikitnya tiga warga menderita luka-luka pada Jumat (08/01) malam ketika pasukan zionis Israel menggelar operasi penyerbuan di sebuah Masjid di wilayah Tepi Barat.

Menurut laporan kantor berita Palestina WAFA, pasukan zionis Israel yang menyamar menyerbu Masjid Jamal Abdul-Nasser di Kota Ramallah dan menculik Hamza Ghanem, seorang pegawai Kementerian Wakaf, yang bertanggung jawab atas tempat-tempat ibadah.

Tentara Israel mendatangi Masjid Jamal Abdul Nasser di Ramallah itu untuk mengamankan pasukan yang menyamar, memprovokasi bentrokan dengan penduduk setempat, dan menyita kamera pengawas masjid.

Laporan WAFA juga menyebutkan bahwa tiga warga Palestina terluka ketika tentara Israel menembakkan gas air mata dan granat kejut untuk membubarkan para demonstran.

Menteri Wakaf, Yousi Id’ais mengutuk keras insiden itu dan menyerukan pada komunitas internasional untuk melindungi situs-situs suci umat Muslim dan Kristen di Palestina dari serangan zionis Israel.

Israel menduduki Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur, selama Perang Arab-Israel 1967 sebelum akhirnya menganeksasi seluruh kota pada tahun 1980, dan mengklaimnya sebagai “ibu kota abadi” negara Yahudi – sebuah langkah yang tidak pernah diakui oleh komunitas internasional.

Hukum internasional memandang Tepi Barat dan Yerusalem Timur sebagai “wilayah pendudukan” dan menganggap semua pembangunan permukiman Yahudi di sana ilegal.[IZ]