• About Us
  • Archives
  • Blog
  • Contact
  • Copyright
  • Disclaimer
  • Donation
  • Full Width Page
  • Home
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
No Result
View All Result
Panjimas
Advertisement
  • NEWS
    • Nasional
    • Internasional
  • ISLAMIA
    • Aqidah
    • Kuliah Akhlaq
    • Doa & Zikir
    • Fiqih
    • Khutbah
    • Sirah Nabi
    • Thibbun Nabawi
  • INSPIRASI
    • Salafus Shalih
    • Tokoh
    • Muallaf
    • Miracle
      • Mukjizat Qur’an
      • Keajaiban Sunnah
      • Karomah Syuhada
  • NAHIMUNKAR
    • Aliran Sesat & TBC
    • Kristenisasi & Pemurtadan
    • SEPILIS
    • Konspirasi
  • PARENTING
    • Muslimah
    • Remaja
  • Citizens
    • Opini
    • Suara Pembaca
    • Silaturrahim
    • Agenda Umat
  • PANJIMART
    • Properti
    • Produk Digital
    • Rupa-Rupa
    • Resensi Buku
  • GALERI
    • Photo
    • Video
  • SOLIDARITAS
    • Panjimas Care
    • Filantropi
  • NEWS
    • Nasional
    • Internasional
  • ISLAMIA
    • Aqidah
    • Kuliah Akhlaq
    • Doa & Zikir
    • Fiqih
    • Khutbah
    • Sirah Nabi
    • Thibbun Nabawi
  • INSPIRASI
    • Salafus Shalih
    • Tokoh
    • Muallaf
    • Miracle
      • Mukjizat Qur’an
      • Keajaiban Sunnah
      • Karomah Syuhada
  • NAHIMUNKAR
    • Aliran Sesat & TBC
    • Kristenisasi & Pemurtadan
    • SEPILIS
    • Konspirasi
  • PARENTING
    • Muslimah
    • Remaja
  • Citizens
    • Opini
    • Suara Pembaca
    • Silaturrahim
    • Agenda Umat
  • PANJIMART
    • Properti
    • Produk Digital
    • Rupa-Rupa
    • Resensi Buku
  • GALERI
    • Photo
    • Video
  • SOLIDARITAS
    • Panjimas Care
    • Filantropi
No Result
View All Result
Panjimas
No Result
View All Result
Home NEWS Internasional

Keluarga di Gaza Ungkap Serangan Israel di Malam Hari yang Menakutkan dan Tiada Henti Serta Mati Listrik

18 May 2021
in Internasional, NEWS
Reading Time: 3 mins read
A A
Keluarga di Gaza Ungkap Serangan Israel di Malam Hari yang Menakutkan dan Tiada Henti Serta Mati Listrik
0
SHARES
5
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

 

GAZA, Panjimas – Media luar negeri “The National mengungkapkan Intensitas kekerasan penjajah zionis telah mengejutkan banyak pengamat. Sedangkan para penduduk di Gaza khawatir akan ada peristiwa terburuk di beberapa waktu kedepan ini. Karena pesawat-pesawat tempur ‘Israel’ telah menjatuhkan sebanyak 100 bom di Gaza dalam waktu 24 jam terakhir antara hari Sabtu (15/5) dan Ahad (16/5) kemarin.

Akan tetapi, orang-orang yang selamat dari serangan udara juga menghadapi tantangan lain karena pengeboman menghancurkan beberapa fasilitas penting sehingga membuat keluarga-keluarga di Gaza berisiko terkena berbagai penyakit di tengah situasi pemadaman listrik dan kekurangan air bersih.

Kementerian Kesehatan Pelestina pada Ahad (16/5) kemarin saja menyatakan setidaknya 197 warga Palestina tewas termasuk 58 anak-anak dan 34 wanita, dengan jumlah korban luka-luka 1.235 orang.

“Semuanya ditargetkan, tidak ada yang aman,” kata Niema Bilal (41), kepada The National. “Situasinya sangat sulit.”

Listrik padam, kekurangan air dan makanan.
Bilal sendiri tinggal di sebuah flat di Kota Gaza, yang sekarang dia bagi dengan sekitar 20 kerabatnya yang mengungsi dari rumah mereka. Hampir 40.000 penduduk Gaza saat ini telah mengungsi di beberapa tempat.

“Kami sangat bingung dan tidak tahu harus berbuat apa,” kata Bilal.

Keluarganya sekarang hidup dengan ketakutan yang tak henti-hentinya dan dalam kondisi yang menyedihkan, serta gelap karena listrik dan fasilitas layanan air di Gaza dihancurkan dalam pengeboman itu.

Pasokan air kota di kota Gaza bergantung pada pompa listrik, sementara saluran air juga telah hancur karena jalan-jalan telah dirusak oleh pengeboman.

“Karena listrik sudah lama padam, saya kekurangan air,” kata Bilal.

“Bisakah Anda bayangkan 20 orang perlu ke kamar mandi, ingin mencuci tangan mereka, tetapi tidak ada cukup air untuk itu,” ujarnya.

Kerusakan jaringan limbah telah menyebabkan air limbah mengalir ke jalan-jalan di Kota Gaza dan tempat lainnya, ungkap kantor PBB untuk urusan kemanusiaan (OCHA) pada hari Ahad (16/5/2021).

Satu-satunya pembangkit listrik di Gaza terpaksa berhenti beroperasi dengan produksi penuh karena kekurangan bahan bakar.

Warga Gaza saat ini menerima antara enam hingga delapan jam listrik setiap hari, menurut OCHA. Penjajah Zionis Israel menutup penyeberangan untuk orang dan barang dengan Gaza pada hari Senin.

Yang menambah kekhawatiran dari Bilal adalah apakah ia akan mampu menyediakan tempat berlindung bagi banyak orang di rumahnya. “Saya dibayar setiap hari, jadi jika saya tidak bekerja, saya tidak akan punya sumber uang,” katanya.

“Saya telah tinggal di rumah sejak awal eskalasi. Saya tidak punya uang dan saya harus mengurus 20 orang, tetapi saya tidak bisa.”  Sampai dengan saat ini, tidak ada tempat yang aman di Gaza dan tidak ada tanda-tanda kekerasan penjajah zionis Israel akan mereda dalam waktu dekat.

Kemarin pada Ahad (16/5) pagi, pesawat tempur ‘Israel’ melancarkan beberapa serangan paling intens dari operasi militernya, yang menghancurkan bangunan di Jalan Al-Wahdah di Kota Gaza.

Kementerian Kesehatan Gaza mengatakan, salah satu serangan udara itu menewaskan sedikitnya 42 orang, termasuk 10 anak-anak dan 16 wanita. Dikhawatirkan jumlah korban bisa meningkat karena tim penyelamat masih mencari korban selamat di bawah reruntuhan.

“Saya pikir saya tinggal di lingkungan teraman di Gaza, karena dalam perang terakhir orang mengungsi dari rumah mereka dan datang untuk tinggal di lingkungan kami,” kata Taghreed Yaghi (35), ibu dari tiga anak.

“Sekarang daerah saya atau daerah lain di Gaza tidak lagi aman. Anak-anak saya merasa sangat marah karena mereka melewatkan Idul Fitri.” ujarnya.

Yaghi, yang tinggal di lingkungan Al-Remal, mengatakan dia menghadapi kesulitan keuangan dan kekurangan makanan.

“Saya sulit membeli makanan dan bahan makanan karena pasar terdekat tutup dan tidak aman mengemudikan mobil untuk pergi ke pasar lain,” katanya kepada The National.

Ia juga menuturkan, “Saya takut pada malam hari. Sebab Pengeboman bertubi-tubi dimulai pada malam hari dan kami hidup dengan melewati saat-saat yang mengerikan dan menakutkan dalam kehidupan kami,” tandasnya.

Hujan bom di malam hari
Tassneen Abu Ghaban (24), tinggal di Jabalia, utara Jalur Gaza, mencoba mengalihkan perhatian keponakan-keponakannya dari suara bom yang menakutkan.

“Keponakan saya datang untuk tinggal bersama kami,” kata Abu Ghaban. “Mereka merasa sangat takut karena suara bom.

“Saya berusaha menghibur mereka dengan memutarkan film, tetapi tidak ada listrik untuk menonton TV.

“Ketika listrik padam, saya merasa terputus dari segalanya, karena saya tidak memiliki akses ke internet, untuk melihat berita.”

Lembaga-lembaga Kemanusiaan Dunia pun  telah mendesak selama beberapa hari-hari agar perbatasan dibuka sebentar untuk memungkinkan pasokan penting memasuki Gaza, tetapi tidak berhasil.

“Ada banyak kekhawatiran bahwa jika tidak ada pasokan bahan bakar, pembangkit listrik pusat akan berhenti berfungsi dalam beberapa hari,” ujar Matthias Schmale, direktur badan PBB untuk pengungsi Palestina (UNRWA) di Gaza. Schmale juga menyatakan, sekitar 48 sekolah UNRWA menjadi tempat mengungsi para muhajirin.

Komite Palang Merah Internasional mengatakan pada hari Ahad 17/5) bahwa kekerasan harus segera diakhiri. Pada hari yang sama, ‘Israel’ menjatuhkan sedikitnya 90 bom di Gaza dalam kurun waktu 24 jam.

(The National)

 

Tags: headlineheadlines
ShareTweetSend
Previous Post

Habib Rizieq Pertanyakan Kata Hasutan dan Undangan Kepada Saksi Ahli Bahasa

Next Post

Rabu Malam 26 Mei 2021, Akan Terjadi Gerhana Bulan Total

Next Post
Rabu Malam 26 Mei 2021, Akan Terjadi Gerhana Bulan Total

Rabu Malam 26 Mei 2021, Akan Terjadi Gerhana Bulan Total

Galang Dana Peduli Palestina di Solo Tembus 232 Juta Semalam

Galang Dana Peduli Palestina di Solo Tembus 232 Juta Semalam

Ketua komite I DPD RI Fachrul Razi Desak Pemerintah Stop Masuknya TKA China ke Indonesia

Ketua komite I DPD RI Fachrul Razi Desak Pemerintah Stop Masuknya TKA China ke Indonesia

  • Latest
  • Popular
Pengumuman Nomor Kontak Baru Redaksi Panjimas.com

Pengumuman Nomor Kontak Baru Redaksi Panjimas.com

8 Mar 2024
Sinead O’Connor Bangga Menjadi Muslim

Sinead O’Connor Bangga Menjadi Muslim

18 Mar 2024
Jambore Ukhuwah FORMAQIN 2025, Santri Siap Mengusung Kemenangan

Jambore Ukhuwah FORMAQIN 2025, Santri Siap Mengusung Kemenangan

20 Nov 2025
Setelah Datangi Jokowi, Abu Bakar Ba’asyir Sambangi DPR

Setelah Datangi Jokowi, Abu Bakar Ba’asyir Sambangi DPR

31 Oct 2025
Parade Berkisah Warnai Semarak Hari Santri di Ponpes Mutiara Qur’an Putri Pracimantoro

Parade Berkisah Warnai Semarak Hari Santri di Ponpes Mutiara Qur’an Putri Pracimantoro

27 Oct 2025
Dewan Syariah Kota Surakarta Sayangkan Pembangunan Bukit Doa Hollyland Tidak Sesuai Izin dan Prosedur

Dewan Syariah Kota Surakarta Desak TRANS7 Minta Maaf, Terkait Konten Merendahkan Kiai dan Pesantren

16 Oct 2025
Masjid Kampus Islam: Antara Prioritas dan Efisiensi Anggaran

Masjid Kampus Islam: Antara Prioritas dan Efisiensi Anggaran

13 Oct 2025
130 Pendaki Wujudkan Solidaritas untuk Palestina di Gunung Andong

130 Pendaki Wujudkan Solidaritas untuk Palestina di Gunung Andong

12 Oct 2025
Matahari di Puncak Langit Surakarta: Menguji Akurasi Waktu dengan Jam Matahari Kuno

Matahari di Puncak Langit Surakarta: Menguji Akurasi Waktu dengan Jam Matahari Kuno

11 Oct 2025
Keluarga di Gaza Ungkap Serangan Israel di Malam Hari yang Menakutkan dan Tiada Henti Serta Mati Listrik

Keluarga di Gaza Ungkap Serangan Israel di Malam Hari yang Menakutkan dan Tiada Henti Serta Mati Listrik

50 Ciri Gangguan Jin

50 Ciri Gangguan Jin

Dewan Syariah Kota Surakarta Sayangkan Pembangunan Bukit Doa Hollyland Tidak Sesuai Izin dan Prosedur

Dewan Syariah Kota Surakarta Sayangkan Pembangunan Bukit Doa Hollyland Tidak Sesuai Izin dan Prosedur

Benarkah 2 Juta Muslim Murtad Tiap Tahun?

Benarkah 2 Juta Muslim Murtad Tiap Tahun?

Hubungan Suami Istri Disunnahkan pada Malam Jum’at?

Hubungan Suami Istri Disunnahkan pada Malam Jum’at?

Protes Umat Islam Didengar, Bupati Karanganyar Hentikan Sementara Proyek Miniatur Yerusalem Hollyland di Pinggiran Solo

Protes Umat Islam Didengar, Bupati Karanganyar Hentikan Sementara Proyek Miniatur Yerusalem Hollyland di Pinggiran Solo

Proyek Bangunan Kristen Super Megah Holly Land di Solo

Proyek Bangunan Kristen Super Megah Holly Land di Solo

  • About Us
  • Contact
  • Disclaimer
  • Copyright
  • Donation
  • Pedoman Media Siber

Seluruh materi baik artikel, berita, foto, video maupun logo dalam situs Panjimas.com bebas copy untuk keperluan dakwah dan referensi non-komersial, dengan mencantumkan sumbernya (Panjimas.com).Anda bisa turut berdakwah dengan mengirimkan informasi, berita, artikel dan opini untuk dipublikasikan non komersial.

Email: [email protected] | Telp/SMS: 0812 60000 560

Copyright © 2026 — Panjimas. All Rights Reserved.

No Result
View All Result
  • NEWS
    • Nasional
    • Internasional
  • ISLAMIA
    • Aqidah
    • Kuliah Akhlaq
    • Doa & Zikir
    • Fiqih
    • Khutbah
    • Sirah Nabi
    • Thibbun Nabawi
  • INSPIRASI
    • Salafus Shalih
    • Tokoh
    • Muallaf
    • Miracle
      • Mukjizat Qur’an
      • Keajaiban Sunnah
      • Karomah Syuhada
  • NAHIMUNKAR
    • Aliran Sesat & TBC
    • Kristenisasi & Pemurtadan
    • SEPILIS
    • Konspirasi
  • PARENTING
    • Muslimah
    • Remaja
  • Citizens
    • Opini
    • Suara Pembaca
    • Silaturrahim
    • Agenda Umat
  • PANJIMART
    • Properti
    • Produk Digital
    • Rupa-Rupa
    • Resensi Buku
  • GALERI
    • Photo
    • Video
  • SOLIDARITAS
    • Panjimas Care
    • Filantropi

Copyright © 2019
Panjimas. All Rights Reserved.