• About Us
  • Archives
  • Blog
  • Contact
  • Copyright
  • Disclaimer
  • Donation
  • Full Width Page
  • Home
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
No Result
View All Result
Panjimas
Advertisement
  • NEWS
    • Nasional
    • Internasional
  • ISLAMIA
    • Aqidah
    • Kuliah Akhlaq
    • Doa & Zikir
    • Fiqih
    • Khutbah
    • Sirah Nabi
    • Thibbun Nabawi
  • INSPIRASI
    • Salafus Shalih
    • Tokoh
    • Muallaf
    • Miracle
      • Mukjizat Qur’an
      • Keajaiban Sunnah
      • Karomah Syuhada
  • NAHIMUNKAR
    • Aliran Sesat & TBC
    • Kristenisasi & Pemurtadan
    • SEPILIS
    • Konspirasi
  • PARENTING
    • Muslimah
    • Remaja
  • Citizens
    • Opini
    • Suara Pembaca
    • Silaturrahim
    • Agenda Umat
  • PANJIMART
    • Properti
    • Produk Digital
    • Rupa-Rupa
    • Resensi Buku
  • GALERI
    • Photo
    • Video
  • SOLIDARITAS
    • Panjimas Care
    • Filantropi
  • NEWS
    • Nasional
    • Internasional
  • ISLAMIA
    • Aqidah
    • Kuliah Akhlaq
    • Doa & Zikir
    • Fiqih
    • Khutbah
    • Sirah Nabi
    • Thibbun Nabawi
  • INSPIRASI
    • Salafus Shalih
    • Tokoh
    • Muallaf
    • Miracle
      • Mukjizat Qur’an
      • Keajaiban Sunnah
      • Karomah Syuhada
  • NAHIMUNKAR
    • Aliran Sesat & TBC
    • Kristenisasi & Pemurtadan
    • SEPILIS
    • Konspirasi
  • PARENTING
    • Muslimah
    • Remaja
  • Citizens
    • Opini
    • Suara Pembaca
    • Silaturrahim
    • Agenda Umat
  • PANJIMART
    • Properti
    • Produk Digital
    • Rupa-Rupa
    • Resensi Buku
  • GALERI
    • Photo
    • Video
  • SOLIDARITAS
    • Panjimas Care
    • Filantropi
No Result
View All Result
Panjimas
No Result
View All Result
Home NEWS Nasional

Pertanyaan Penting Disampaikan Anwar Abbas Atas Langkah Yang Dilakukan Menpan RB Tjahyo Kumolo

9 Dec 2021
in Nasional, NEWS
Reading Time: 3 mins read
A A
Pertanyaan Penting Disampaikan Anwar Abbas Atas Langkah Yang Dilakukan Menpan RB Tjahyo Kumolo
0
SHARES
1
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

 

JAKARTA, Panjimas.com – Sebuah ucapan simpati sekaligus menjadi pertanyaan yang penting untuk dijawab yang disampaikan oleh Anwar Abbas selaku pengamat sosial ekonomi dan keagamaan dan juga Ketua PP Muhammadiyah kepada Menpan RB terhadap kebijakan yang dilakukannya.

“Kita patut bersimpati dengan usaha MENPAN RB untuk mendapatkan calon eselon 1 yang memang benar-benar memiliki integrity dimana beliau mengatakan 16 calon eselon 1 gagal gegara pasangannya membuka media sosial ( medsos) tokoh radikal,” ujar Anwar Abbas.

Tetapi yang menjadi pertanyaan menurut Anwar Abbas adalah mengapa MENPAN RB hanya sibuk membicarakan masalah radikalisme saja padahal musuh besar bangsa kita saat ini selain masalah radikalisme adalah merebak dan sudah terlalu dalamnya praktek Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) serta berkembangnya faham-faham yang sangat-sangat bertentangan dengan falsafah bangsa kita Pancasila dan hukum dasar negara kita UUD 1945.

“Seperti muncul dan menyebarnya faham komunisme politik dan faham liberalisme kapitalisme, sehingga tindakan Menpan RB ini tentu saja mengundang pertanyaan yaitu, mana yang lebih berbahaya menurut Menpan RB ini apakah faham radikalisme atau praktek Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN) atau adanya faham-faham yang bertentangan dengan falsafah dan konstitusi bangsa kita seperti faham dan idiologi komunisme politik,serta faham dan ideologi liberalisme kapitalisme,” tanya Anwar Abbas lagi.

Untuk menjawab pertanyaan tersebut tentu mungkin yang lebih aman bagi Menpan RB adalah dengan mengatakan ketiga hal tersebut sama-sama besar bahayanya bagi bangsa dan negara kita karena semuanya akan sama-sama mengancam eksistensi dan jati diri kita sebagai bangsa.

“Oleh karena itu kalau ketiga hal tersebut sama-sama berbahaya mengapa Menpan RB tampaknya hanya lebih sibuk mengurusi masalah radikalisme saja dengan menelusuri dan masuk jauh ke dalam kehidupan keluarga para calon pegawai sehingga Menpan RB tahu media sosial apa saja yang dibuka oleh isteri atau suaminya dan mengapa Menpan RB tidak sibuk dan disibukkan oleh urusan untuk mengetahui asal usul harta kekayaan mereka yang ikut test tersebut,” tandasnya

Padahal semestinya Menpan RB juga menurut Wakil Ketua MUI itu juga harus melacak dari mana mereka bisa mendapat kekayaannya tersebut apakah itu mereka dapat dengan cara-cara yang benar atau tidak.

Hal ini penting kita persoalkan karena negeri ini mungkin sudah bisa dikatakan darurat KKN karena seperti dikatakan Menkopolhukam, korupsi sekarang ini jauh lebih dahsyat dari yang ada di masa orde baru karena kalau di zaman orde baru kata beliau korupsi boleh dikatakan hanya ada di eksekutif saja tapi sekarang sudah melebar ke legislatif dan yudikatif.

“Untuk itu pertanyaan yang sangat relevan untuk diajukan kepada Menpan RB yaitu mana yang lebih besar bahaya dan daya rusaknya kepada kehidupan bangsa dan negara antara faham radikalisme yang ada atau praktek korupsi yang ada saat ini ?,” ujarnya

“Untuk amannya saya rasa tentu Menpan RB akan lebih mudah menjawab bahwa kedua-duanya sama-sama besar bahaya dan dampak buruknya sebab kalau Menpan RB berani menjawab bahwa saat ini yg lebih besar dampak buruknya adalah faham radikalisme ketimbang dari bahaya KKN maka masyarakat luas tentu akan marah dan mentertawakan beliau,” katanya

Karena masyarakat luas sudah tahu bahwa masalah korupsi kolusi dan nepotisme (KKN) saat ini jauh lebih besar bahayanya dari faham radikalisme karena masalah radikalisme masih bisa dikendalikan oleh para aparat keamanan sementara praktek KKN saat ini benar-benar sudah tidak terkendali mulai dari atas sampai ke bawah.

Oleh karena itu yang menjadi pertanyaan mengapa Menpan RB ketika menseleksi calon eselon 1 itu tidak sibuk dengan menelisik kekayaan dari para calon eselon 1 tersebut. Pertanyaan kedua mana yang lebih berbahaya menurut Menpan RB faham radikalisme yang ada saat ini atau faham komunisme politik dan faham liberalisme kapitalisme yang juga sudah berkembang saat ini di negeri ini.

Jawaban yang paling aman tentu adalah bahwa semua faham tersebut sama-sama berbahaya karena sama-sama bertentangan dengan falsafah dan konstitusi bangsa dan negara kita.

Jika demikian keadaannya menurutnya, maka muncul pertanyaan, mengapa Menpan RB tidak sibuk dan disibukkan dengan urusan mengetes dan mengetahui faham yang dimiliki oleh para calon eselon 1 tersebut, apakah mereka sudah terkontaminasi oleh faham komunisme politik atau oleh faham dan ideologi liberalisme kapitalisme.

Sebagai anak bangsa kita tentu merasa perlu mempertanyakan masalah ini kepada Menpan RB karena kita sama-sama cinta dan bertanggung jawab untuk mempertahankan eksistensi dan jati diri bangsa dan negara kita yang berdasarkan Pancasila dan memiliki hukum dasar yaitu UUD 1945.

“Dan kita juga sama-sama tahu jika salah satu saja dari ketiga faham tersebut yaitu faham radikalisme, komunisme politik dan faham liberalisme kapitalisme itu telah merasuki para pejabat di negeri ini maka masalah.perpecahan dan kehancuran bangsa dan negara ini tentu tinggal menunggu waktu dan kita sebagai warga bangsa tentu saja tidak mau hal itu terjadi,” pungkasnya.

Terakhir dirinya juga menyampaikan rasa terima kasih dan hormatnya untuk bapak Menteri Menpan RB tersebut.

Tags: anwar abbasheadlineMenpan RB
ShareTweetSend
Previous Post

Himpunan Alumni IPB Salurkan Bantuan Kemanusiaan Korban Erupsi Semeru

Next Post

Walau Gelaran Acara Muktamar IV Wahdah Islamiyyah Dilakukan Full Virtual Tetap Akan Dihadiri 2700 Peserta

Next Post
Walau Gelaran Acara Muktamar IV Wahdah Islamiyyah Dilakukan Full Virtual Tetap Akan Dihadiri 2700 Peserta

Walau Gelaran Acara Muktamar IV Wahdah Islamiyyah Dilakukan Full Virtual Tetap Akan Dihadiri 2700 Peserta

Pernyataan Sikap Majelis Ormas Islam (MOI) Tentang RUU Tindak Pidana Kekerasan Seksual

Pernyataan Sikap Majelis Ormas Islam (MOI) Tentang RUU Tindak Pidana Kekerasan Seksual

Pesan dan Nasihat Akhir Tahun Ketum PP Muhammadiyah Untuk Warga Bangsa

Pesan dan Nasihat Akhir Tahun Ketum PP Muhammadiyah Untuk Warga Bangsa

  • Latest
  • Popular
Pengumuman Nomor Kontak Baru Redaksi Panjimas.com

Pengumuman Nomor Kontak Baru Redaksi Panjimas.com

8 Mar 2024
Sinead O’Connor Bangga Menjadi Muslim

Sinead O’Connor Bangga Menjadi Muslim

18 Mar 2024
Jambore Ukhuwah FORMAQIN 2025, Santri Siap Mengusung Kemenangan

Jambore Ukhuwah FORMAQIN 2025, Santri Siap Mengusung Kemenangan

20 Nov 2025
Setelah Datangi Jokowi, Abu Bakar Ba’asyir Sambangi DPR

Setelah Datangi Jokowi, Abu Bakar Ba’asyir Sambangi DPR

31 Oct 2025
Parade Berkisah Warnai Semarak Hari Santri di Ponpes Mutiara Qur’an Putri Pracimantoro

Parade Berkisah Warnai Semarak Hari Santri di Ponpes Mutiara Qur’an Putri Pracimantoro

27 Oct 2025
Dewan Syariah Kota Surakarta Sayangkan Pembangunan Bukit Doa Hollyland Tidak Sesuai Izin dan Prosedur

Dewan Syariah Kota Surakarta Desak TRANS7 Minta Maaf, Terkait Konten Merendahkan Kiai dan Pesantren

16 Oct 2025
Masjid Kampus Islam: Antara Prioritas dan Efisiensi Anggaran

Masjid Kampus Islam: Antara Prioritas dan Efisiensi Anggaran

13 Oct 2025
130 Pendaki Wujudkan Solidaritas untuk Palestina di Gunung Andong

130 Pendaki Wujudkan Solidaritas untuk Palestina di Gunung Andong

12 Oct 2025
Matahari di Puncak Langit Surakarta: Menguji Akurasi Waktu dengan Jam Matahari Kuno

Matahari di Puncak Langit Surakarta: Menguji Akurasi Waktu dengan Jam Matahari Kuno

11 Oct 2025
Pertanyaan Penting Disampaikan Anwar Abbas Atas Langkah Yang Dilakukan Menpan RB Tjahyo Kumolo

Pertanyaan Penting Disampaikan Anwar Abbas Atas Langkah Yang Dilakukan Menpan RB Tjahyo Kumolo

50 Ciri Gangguan Jin

50 Ciri Gangguan Jin

Dewan Syariah Kota Surakarta Sayangkan Pembangunan Bukit Doa Hollyland Tidak Sesuai Izin dan Prosedur

Dewan Syariah Kota Surakarta Sayangkan Pembangunan Bukit Doa Hollyland Tidak Sesuai Izin dan Prosedur

Protes Umat Islam Didengar, Bupati Karanganyar Hentikan Sementara Proyek Miniatur Yerusalem Hollyland di Pinggiran Solo

Protes Umat Islam Didengar, Bupati Karanganyar Hentikan Sementara Proyek Miniatur Yerusalem Hollyland di Pinggiran Solo

Hubungan Suami Istri Disunnahkan pada Malam Jum’at?

Hubungan Suami Istri Disunnahkan pada Malam Jum’at?

Benarkah 2 Juta Muslim Murtad Tiap Tahun?

Benarkah 2 Juta Muslim Murtad Tiap Tahun?

Proyek Bangunan Kristen Super Megah Holly Land di Solo

Proyek Bangunan Kristen Super Megah Holly Land di Solo

  • About Us
  • Contact
  • Disclaimer
  • Copyright
  • Donation
  • Pedoman Media Siber

Seluruh materi baik artikel, berita, foto, video maupun logo dalam situs Panjimas.com bebas copy untuk keperluan dakwah dan referensi non-komersial, dengan mencantumkan sumbernya (Panjimas.com).Anda bisa turut berdakwah dengan mengirimkan informasi, berita, artikel dan opini untuk dipublikasikan non komersial.

Email: [email protected] | Telp/SMS: 0812 60000 560

Copyright © 2026 — Panjimas. All Rights Reserved.

No Result
View All Result
  • NEWS
    • Nasional
    • Internasional
  • ISLAMIA
    • Aqidah
    • Kuliah Akhlaq
    • Doa & Zikir
    • Fiqih
    • Khutbah
    • Sirah Nabi
    • Thibbun Nabawi
  • INSPIRASI
    • Salafus Shalih
    • Tokoh
    • Muallaf
    • Miracle
      • Mukjizat Qur’an
      • Keajaiban Sunnah
      • Karomah Syuhada
  • NAHIMUNKAR
    • Aliran Sesat & TBC
    • Kristenisasi & Pemurtadan
    • SEPILIS
    • Konspirasi
  • PARENTING
    • Muslimah
    • Remaja
  • Citizens
    • Opini
    • Suara Pembaca
    • Silaturrahim
    • Agenda Umat
  • PANJIMART
    • Properti
    • Produk Digital
    • Rupa-Rupa
    • Resensi Buku
  • GALERI
    • Photo
    • Video
  • SOLIDARITAS
    • Panjimas Care
    • Filantropi

Copyright © 2019
Panjimas. All Rights Reserved.