• About Us
  • Archives
  • Blog
  • Contact
  • Copyright
  • Disclaimer
  • Donation
  • Full Width Page
  • Home
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
No Result
View All Result
Panjimas
Advertisement
  • NEWS
    • Nasional
    • Internasional
  • ISLAMIA
    • Aqidah
    • Kuliah Akhlaq
    • Doa & Zikir
    • Fiqih
    • Khutbah
    • Sirah Nabi
    • Thibbun Nabawi
  • INSPIRASI
    • Salafus Shalih
    • Tokoh
    • Muallaf
    • Miracle
      • Mukjizat Qur’an
      • Keajaiban Sunnah
      • Karomah Syuhada
  • NAHIMUNKAR
    • Aliran Sesat & TBC
    • Kristenisasi & Pemurtadan
    • SEPILIS
    • Konspirasi
  • PARENTING
    • Muslimah
    • Remaja
  • Citizens
    • Opini
    • Suara Pembaca
    • Silaturrahim
    • Agenda Umat
  • PANJIMART
    • Properti
    • Produk Digital
    • Rupa-Rupa
    • Resensi Buku
  • GALERI
    • Photo
    • Video
  • SOLIDARITAS
    • Panjimas Care
    • Filantropi
  • NEWS
    • Nasional
    • Internasional
  • ISLAMIA
    • Aqidah
    • Kuliah Akhlaq
    • Doa & Zikir
    • Fiqih
    • Khutbah
    • Sirah Nabi
    • Thibbun Nabawi
  • INSPIRASI
    • Salafus Shalih
    • Tokoh
    • Muallaf
    • Miracle
      • Mukjizat Qur’an
      • Keajaiban Sunnah
      • Karomah Syuhada
  • NAHIMUNKAR
    • Aliran Sesat & TBC
    • Kristenisasi & Pemurtadan
    • SEPILIS
    • Konspirasi
  • PARENTING
    • Muslimah
    • Remaja
  • Citizens
    • Opini
    • Suara Pembaca
    • Silaturrahim
    • Agenda Umat
  • PANJIMART
    • Properti
    • Produk Digital
    • Rupa-Rupa
    • Resensi Buku
  • GALERI
    • Photo
    • Video
  • SOLIDARITAS
    • Panjimas Care
    • Filantropi
No Result
View All Result
Panjimas
No Result
View All Result
Home NEWS Nasional

Anwar Abbas Merespon : Jokowi, Periode Kepemimpinannya dan Air Mata Rakyat

28 Feb 2022
in Nasional, NEWS
Reading Time: 4 mins read
A A
Waketum MUI : Ustadz Farid Itu Ulama yang Anti Kekerasan, Tapi Kenapa Ditangkap Densus 88
0
SHARES
7
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

 

 

Jakarta, Panjimas.com – Dunia ini tidak akan pernah selesai oleh kita sendiri. Bahkan kalau seandainya kita sudah tidak ada pun, dunia ini akan tetap ada dan akan terus berjalan dan berputar. Jadi tidak ada yang harus dicemaskan dan dirisaukan, bukankah kita sudah diingatkan oleh para pendahulu kita lewat sebuah peribahasa yang sangat terkenal di negeri ini yang berbunyi mati satu tumbuh seribu.

Demikian yang disampaikan oleh Anwar Abbas selaku pengamat sosial ekonomi dan keagamaan yang juga sebagai Wakil Ketua Umum MUI merespon wacana diperpanjangnya kepemimpinan Presiden Jokowi.

“Tapi ini pulalah yang sering kita lupakan, padahal guru-guru kita telah menjejali kita dengan pribahasa tersebut sejak dari Sekolah dasar. Sebagai contoh, di masa orde lama orang melihat bagaimana hebatnya Sukarno sebagai presiden, sehingga ada orang yang berpandangan, bagaimanalah jadinya Indonesia tanpa dia, tentu negeri ini akan kacau balau.Tapi kemudian apa yang terjadi, PKI melakukan tindak tidak terpuji dengan membunuh para jenderal sehingga tampillah Suharto menjadi pemimpin. Padahal Suharto di kalangan elit waktu itu boleh dikatakan anak bawang alias belum ada apa-apanya. Tapi apa yang terjadi ? beliau berhasil dan sukses menurunkan inflasi yang waktu itu sudah sangat tinggi, sehingga beliau bisa membuat ekonomi masyarakat semakin baik dan membaik,” tutur Buya Anwar.

Bahkan beliau pernah diberi penghargaan oleh dunia internasional karena berhasil membuat negerinya berswasembada dalam bidang pangan. Melihat begitu berhasilnya pak Harto membangun ekonomi lewat kebijakan trickle down effect dan menciptakan stabilitas politik lewat kebijakan security approachnya, sehingga ketika itu muncul lagi orang yang cemas, dimana mereka khawatir akan nasib bangsa ini kalau bangsa ini tidak dipimpin oleh Suharto, sehingga sekumpulan para politisi dan petinggi di negeri ini waktu itu datang membujuk dan merayu pak Harto agar beliau tetap mau maju dalam sidang umum MPR berikutnya dengan mengatakan bahwa rakyat masih sangat membutuhkan bapak, padahal pak Harto waktu itu sudah benar-benar ingin mundur dan sudah ingin beristirahat.

Tapi karena rayuan maut serta mulut manis dari mereka-mereka tersebut akhirnya pak Harto menyatakan diri bersedia untuk maju lagi sehingga beliau kembali terpilih menjadi presiden untuk kesekian kalinya.

Tapi kemudian apa yang terjadi ? Kelompok masyarakat yang sudah bosan dan kecewa serta menginginkan adanya perubahan turun ke jalan, mula-mula jumlahnya sedikit, tetapi akhirnya berubah menjadi seperti bola salju yaitu semakin membesar dan membesar.

Awal-awalnya mereka turun berdemonstrasi mengkritik pemerintah karena melihat tingginya praktek korupsi kolusi dan nepotisme atau yang lebih dikenal dengan KKN yang dilakukan oleh para aparat pemerintah dan kroni-kroninya.

“Tapi akhirnya karena gerakan dan kelompok yang mendesakkan perubahan tersebut semakin membesar dan menguat sehingga kita lihat di monas dan di depan istana penuh dengan orang bagaikan lautan manusia, kemudian mereka bergerak ke gedung MPR – DPR, dimana akhirnya para mahasiswa dan rakyat secara bersama-sama berhasil merebut dan menduduki Gedung tersebut, sehingga mereka tidak lagi hanya meminta bagaimana pemerintah supaya bisa memberantas praktek KKN, tapi menuntut dengan keras supaya presiden turun dan mundur dari jabatan dan kekuasaannya,” urainya lagi.

Setelah melihat situasi seperti itu para tokoh yang tadinya membujuk dan memuji-muji pak Harto tersebut, secara bersama-sama pada balik kanan dan meminta pak Harto untuk turun dan mundur.

Sebenarnya secara teoritis kalau pak harto di kala itu tetap ngotot dan memaksakan keinginannya untuk mempertahankan kekuasaannya tentu masih bisa dengan cara memberangus kekuatan-kekuatan yang melawan dirinya tersebut dengan mengerahkan polisi dan tentara yang ketika itu secara penuh masih berada dibawah kendali beliau.

Tetapi pak Harto tidak melakukan hal tersebut karena beliau tidak mau akan ada darah yang berserakan dimana-mana karena banyak rakyatnya yang terluka dan mati oleh hantaman peluru-peluru panas yang ditembakkan kepada para pendemo,
serta menangkapi tokoh-tokoh yang berada di belakang gerakan yang akan menjatuhkannya tersebut.

“Tapi apa yang dilakukan Suharto ? Beliau lebih memilih
mundur dan menyerahkan kekuasaannya kepada pak Habibie sebagai Wakil Presiden, karena memang demikianlah ketentuan konstitusinya,” tegasnya.

Sehingga tampil lah Habibie menjadi Presiden. Pak Habibie berhasil menstabilkan kembali nilai tukar rupiah yang tadinya anjlok luar biasa. Tapi karena laporan pertanggung jawaban beliau ditolak oleh sidang umum MPR maka beliau memutuskan diri untuk tidak maju lagi dalam pemilihan Presiden lalu tampil lah Gus Dur sebagai presiden.

Siapa yang mengira Gus Dur akan bisa menjadi Presiden, tapi rakyat sepakat untuk memilih beliau walaupun akhirnya beliau oleh SU MPR juga dijatuhkan dan diganti oleh Megawati. Kemudian lewat pilpres yang langsung dipilih oleh rakyat Megawati digantikan oleh SBY. Sebenarnya dukungan kepada SBY sampai periode kedua kepemimpinannya masih sangat kuat karena kepemimpinan beliau dikenal sejuk dan berhasil sehingga beliau dicintai oleh sebagian besar rakyatnya. Tapi bagaimanapun juga beliau harus turun karena tuntutan dan ketentuan konstitusi demikian karena beliau sudah dua periode, padahal kalau beliau masih mau dan mendorong koalisinya untuk mengamandemen konstitusi agar masa kepresidenan bisa tiga periode tentu saja akan bisa, karena suara yang akan mendukung SBY di MPR kalau dilakukan voting tentu diperkirakan akan pasti menang.

Tapi SBY tidak melakukan itu, karena beliau tahu dan menghormati konstitusi, lalu terpilihlah pak Jokowi sebagai presiden. Dan sekarang pak Jokowi sudah memimpin dua periode yang akan berakhir tahun 2024. Tapi muncul lagi fenomena seperti di masa orde baru, dimana para politisi dan para petinggi di negeri ini sudah mulai pula menyuarakan untuk memperpanjang periode kepemimpinan pak Jokowi, karena rakyat kata mereka masih memerlukan kepemimpinan beliau. Padahal pak Jokowi sendiri juga sudah menyatakan dengan tegas menolak rencana tiga periode atau tambah masa jabatan Presiden. Hal itu beliau jelaskan dan tegaskan dalam pertemuan dengan sejumlah pemimpin redaksi di istana kepresidenan pada hari Rabu tanggal 15 September 2021.

Untuk itu sebagai rakyat kita semua harus sadar bahwa sejarah itu bisa berulang dan kita tentu saja tidak mau hal-hal yang tidak kita inginkan terjadi pada bangsa dan orang yang kita cintai.
untuk itu kita merasa perlu mengingatkan dan menghimbau masyarakat luas agar ingat sejarah karena sejarah itu punya hukum besi, dimana dia akan berulang kalau situasi dan kondisi serupa juga terulang, apalagi saat ini masyarakat juga sudah mencium bau busuk tentang praktek KKN yang luar biasa.

Bahkan orang seperti Mahfud MD mengatakan bahwa praktek Korupsi hari ini jauh lebih dahsyat dari zaman orde baru, karena di zaman orde baru boleh dikatakan korupsi itu hanya ada di lembaga eksekutif,tapi hari ini kata beliau sudah menjalar ke lembaga legislatif dan yudikatif. Saya rasa Mahfud MD hanya menyampaikan apa yang ada dan apa adanya. Semua rakyat juga sudah tahu hal demikian karena di era digital ini rakyat sudah pada melek dan tidak lagi bisa di bohongi karena lewat informasi yang ada yang bisa mereka akses mereka sudah tahu tentang apa yang sedang terjadi di negeri ini. Oleh karena itu kepada para politisi yang masih punya moral dan hati nurani janganlah kalian tega menjerumuskan pak Jokowi kepada hal-hal yang tidak kita inginkan.

Biarkanlah beliau mengakhiri masa jabatannya dengan husnul khotimah karena memang sudah habis waktu bagi beliau untuk memimpin negeri ini sesuai dengan ketentuan konstitusi yang ada yaitu dua periode.

Kalau seandainya dukungan kepada beliau masih sangat besar itu harus kita syukuri sehingga beliau bisa turun dari jabatannya dengan terhormat dan disambut dengan derai air mata oleh rakyatnya yang menangis karena sedih akan berpisah dengan pemimpin yang dicintainya.

“Untuk itu hal ini hendaknya benar-benar menjadi perhatian kita bersama sebagai anak negeri yang memang cinta dan sayang kepada bangsa dan negaranya dengan sepenuh hati dan dengan seluruh jiwa raganya,” pungkasnya.

Tags: Anwar Abbas MUI
ShareTweetSend
Previous Post

Tokoh Nasional Din Syamsuddin Deklarasikan Partai Pelita

Next Post

Sesditjen Bimas Islam : Kesadaran Sejarah Perkuat Pendidikan Kewarganegaraan

Next Post
Sesditjen Bimas Islam : Kesadaran Sejarah Perkuat Pendidikan Kewarganegaraan

Sesditjen Bimas Islam : Kesadaran Sejarah Perkuat Pendidikan Kewarganegaraan

Kemenag Buka Pengajuan Bantuan Inkubasi Bisnis Pesantren

Kemenag Buka Pengajuan Bantuan Inkubasi Bisnis Pesantren

Rocky Gerung Jadi Saksi Sidang Munarman : Diskusi Khilafah Tidak Bertentangan dengan Apapun

Rocky Gerung Jadi Saksi Sidang Munarman : Diskusi Khilafah Tidak Bertentangan dengan Apapun

  • Latest
  • Popular
Pengumuman Nomor Kontak Baru Redaksi Panjimas.com

Pengumuman Nomor Kontak Baru Redaksi Panjimas.com

8 Mar 2024
Sinead O’Connor Bangga Menjadi Muslim

Sinead O’Connor Bangga Menjadi Muslim

18 Mar 2024
Jambore Ukhuwah FORMAQIN 2025, Santri Siap Mengusung Kemenangan

Jambore Ukhuwah FORMAQIN 2025, Santri Siap Mengusung Kemenangan

20 Nov 2025
Setelah Datangi Jokowi, Abu Bakar Ba’asyir Sambangi DPR

Setelah Datangi Jokowi, Abu Bakar Ba’asyir Sambangi DPR

31 Oct 2025
Parade Berkisah Warnai Semarak Hari Santri di Ponpes Mutiara Qur’an Putri Pracimantoro

Parade Berkisah Warnai Semarak Hari Santri di Ponpes Mutiara Qur’an Putri Pracimantoro

27 Oct 2025
Dewan Syariah Kota Surakarta Sayangkan Pembangunan Bukit Doa Hollyland Tidak Sesuai Izin dan Prosedur

Dewan Syariah Kota Surakarta Desak TRANS7 Minta Maaf, Terkait Konten Merendahkan Kiai dan Pesantren

16 Oct 2025
Masjid Kampus Islam: Antara Prioritas dan Efisiensi Anggaran

Masjid Kampus Islam: Antara Prioritas dan Efisiensi Anggaran

13 Oct 2025
130 Pendaki Wujudkan Solidaritas untuk Palestina di Gunung Andong

130 Pendaki Wujudkan Solidaritas untuk Palestina di Gunung Andong

12 Oct 2025
Matahari di Puncak Langit Surakarta: Menguji Akurasi Waktu dengan Jam Matahari Kuno

Matahari di Puncak Langit Surakarta: Menguji Akurasi Waktu dengan Jam Matahari Kuno

11 Oct 2025
Waketum MUI : Ustadz Farid Itu Ulama yang Anti Kekerasan, Tapi Kenapa Ditangkap Densus 88

Anwar Abbas Merespon : Jokowi, Periode Kepemimpinannya dan Air Mata Rakyat

50 Ciri Gangguan Jin

50 Ciri Gangguan Jin

Dewan Syariah Kota Surakarta Sayangkan Pembangunan Bukit Doa Hollyland Tidak Sesuai Izin dan Prosedur

Dewan Syariah Kota Surakarta Sayangkan Pembangunan Bukit Doa Hollyland Tidak Sesuai Izin dan Prosedur

Benarkah 2 Juta Muslim Murtad Tiap Tahun?

Benarkah 2 Juta Muslim Murtad Tiap Tahun?

Protes Umat Islam Didengar, Bupati Karanganyar Hentikan Sementara Proyek Miniatur Yerusalem Hollyland di Pinggiran Solo

Protes Umat Islam Didengar, Bupati Karanganyar Hentikan Sementara Proyek Miniatur Yerusalem Hollyland di Pinggiran Solo

Hubungan Suami Istri Disunnahkan pada Malam Jum’at?

Hubungan Suami Istri Disunnahkan pada Malam Jum’at?

Proyek Bangunan Kristen Super Megah Holly Land di Solo

Proyek Bangunan Kristen Super Megah Holly Land di Solo

  • About Us
  • Contact
  • Disclaimer
  • Copyright
  • Donation
  • Pedoman Media Siber

Seluruh materi baik artikel, berita, foto, video maupun logo dalam situs Panjimas.com bebas copy untuk keperluan dakwah dan referensi non-komersial, dengan mencantumkan sumbernya (Panjimas.com).Anda bisa turut berdakwah dengan mengirimkan informasi, berita, artikel dan opini untuk dipublikasikan non komersial.

Email: [email protected] | Telp/SMS: 0812 60000 560

Copyright © 2026 — Panjimas. All Rights Reserved.

No Result
View All Result
  • NEWS
    • Nasional
    • Internasional
  • ISLAMIA
    • Aqidah
    • Kuliah Akhlaq
    • Doa & Zikir
    • Fiqih
    • Khutbah
    • Sirah Nabi
    • Thibbun Nabawi
  • INSPIRASI
    • Salafus Shalih
    • Tokoh
    • Muallaf
    • Miracle
      • Mukjizat Qur’an
      • Keajaiban Sunnah
      • Karomah Syuhada
  • NAHIMUNKAR
    • Aliran Sesat & TBC
    • Kristenisasi & Pemurtadan
    • SEPILIS
    • Konspirasi
  • PARENTING
    • Muslimah
    • Remaja
  • Citizens
    • Opini
    • Suara Pembaca
    • Silaturrahim
    • Agenda Umat
  • PANJIMART
    • Properti
    • Produk Digital
    • Rupa-Rupa
    • Resensi Buku
  • GALERI
    • Photo
    • Video
  • SOLIDARITAS
    • Panjimas Care
    • Filantropi

Copyright © 2019
Panjimas. All Rights Reserved.