• About Us
  • Archives
  • Blog
  • Contact
  • Copyright
  • Disclaimer
  • Donation
  • Full Width Page
  • Home
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
No Result
View All Result
Panjimas
Advertisement
  • NEWS
    • Nasional
    • Internasional
  • ISLAMIA
    • Aqidah
    • Kuliah Akhlaq
    • Doa & Zikir
    • Fiqih
    • Khutbah
    • Sirah Nabi
    • Thibbun Nabawi
  • INSPIRASI
    • Salafus Shalih
    • Tokoh
    • Muallaf
    • Miracle
      • Mukjizat Qur’an
      • Keajaiban Sunnah
      • Karomah Syuhada
  • NAHIMUNKAR
    • Aliran Sesat & TBC
    • Kristenisasi & Pemurtadan
    • SEPILIS
    • Konspirasi
  • PARENTING
    • Muslimah
    • Remaja
  • Citizens
    • Opini
    • Suara Pembaca
    • Silaturrahim
    • Agenda Umat
  • PANJIMART
    • Properti
    • Produk Digital
    • Rupa-Rupa
    • Resensi Buku
  • GALERI
    • Photo
    • Video
  • SOLIDARITAS
    • Panjimas Care
    • Filantropi
  • NEWS
    • Nasional
    • Internasional
  • ISLAMIA
    • Aqidah
    • Kuliah Akhlaq
    • Doa & Zikir
    • Fiqih
    • Khutbah
    • Sirah Nabi
    • Thibbun Nabawi
  • INSPIRASI
    • Salafus Shalih
    • Tokoh
    • Muallaf
    • Miracle
      • Mukjizat Qur’an
      • Keajaiban Sunnah
      • Karomah Syuhada
  • NAHIMUNKAR
    • Aliran Sesat & TBC
    • Kristenisasi & Pemurtadan
    • SEPILIS
    • Konspirasi
  • PARENTING
    • Muslimah
    • Remaja
  • Citizens
    • Opini
    • Suara Pembaca
    • Silaturrahim
    • Agenda Umat
  • PANJIMART
    • Properti
    • Produk Digital
    • Rupa-Rupa
    • Resensi Buku
  • GALERI
    • Photo
    • Video
  • SOLIDARITAS
    • Panjimas Care
    • Filantropi
No Result
View All Result
Panjimas
No Result
View All Result
Home NEWS Nasional

Apresiasi Menag Atas Peran dan Dedikasi Nasyiatul Aisyiyah dalam Menjaga Keutuhan Bangsa

3 Dec 2022
in Nasional, NEWS
Reading Time: 2 mins read
A A
Apresiasi Menag Atas Peran dan Dedikasi Nasyiatul Aisyiyah dalam Menjaga Keutuhan Bangsa Melalui Pendidikan dan Perbaikan Akhlak  Badung, Panjimas — Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengapresiasi keluarga besar Muhammadiyah, khususnya Nasyiatul Aisyiyah, atas dedikasinya kepada negara terutama dalam menjaga keutuhan bangsa melalui pendidikan, perbaikan akhlak dan penanaman nilai-nilai keagamaan. Hal ini sebagaimana yang diwariskan oleh penggagas ide Nasyiatul Aisyiyah, Somodirdjo.  Apresiasi ini disampaikan Menag saat mewakili Presiden Joko Widodo pada pembukaan Muktamar Nasyiatul Aisyiyah ke XIV yang digelar 2-4 Desember di Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat.   Muktamar XIV Nasyiatul Aisyiyah mengusung tema Memajukan Perempuan Menguatkan Peradaban.   “Sejatinya, ketiga elemen tersebut tidak hanya menjadi dasar untuk menjaga keutuhan bangsa, tetapi juga dapat dijadikan dasar penguatan peradaban. Adapun pemrakarsanya, tidak hanya terbatas pada urusan gender,” kata Menag Yaqut, Sabtu (3/12/2022).   “Dengan kata lain, tidak hanya kaum laki-laki yang berkewajiban dan mampu merealisasikannya, kaum perempuan juga mampu berperan sesuai dengan kapasitasnya. Dengan tegas saya katakan, dikotomi seperti ini sudah tidak memiliki tempat di Indonesia,” sambung Gus Men panggilan akrabnya.   Tampak hadir dalam pembukaan Muktamar XIV Nasyiatul Aisiyah, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Ketua Umum Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah beserta jajaran, Forkopimda, Dirjen PHU, Kakanwil Kemenag Jabar dan Stafsus Menteri Agama.   Menurut Menag Muktamar XIV Nasyiatul Aisyiyah dengan tema “Memajukan Perempuan Menguatkan Peradaban” masih sangat sejalan dengan spirit yang digagas oleh pendahulu Nasyiatul Aisyiyah.   Menag mengapreaisi peran Nasyiatul Aisyiyah dalam memajukan perempuan Indonesia. Perempuan, lanjut Menag, harus berjalan beriringan dengan perkembangan zaman, tidak berhenti dan merasa cukup dengan tugas-tugas yang diidentikkan dengan perempuan, sehingga output yang dihasilkan adalah penguatan peradaban.  “Berbicara tentang perempuan dan peradaban yang menjadi kata kunci dari muktamar ini, sama halnya berbicara tentang muatan negara,” ujar Menag.   “Perempuan dan peradaban tidak dapat dipisahkan dari negara. Dengan kata lain, tidak ada negara tanpa peradaban, dan tidak ada peradaban tanpa adanya perempuan. Oleh karena itu, memajukan perempuan dari segala aspek sama halnya dengan menguatkan peradaban dalam wilayah tersebut, ” tandasnya. .  Menag pun menambahkan pada dasarnya, menguatkan atau bahkan memajukan peradaban sebuah bangsa merupakan tanggung jawab sosial dari seluruh elemen, tanpa mengenal apakah dia seorang perempuan atau pun laki-laki.   Akan tetapi, untuk menguatkan peradaban diperlukan banyak aspek yang harus disentuh, mulai dari pendidikan, sosial, budaya, pemikiran dan agama. Tujuannya tidak lain untuk melahirkan insan-insan yangberpendapat bahwa membangun bangsa melalui penguatan peradaban adalah tugas elit politik dan elit intelektual.   Padahal, sebagaimana disebutkan di muka bahwa permasalahan tersebut adalah tugas kita bersama, laki-laki ataupun perempuan.   “Saya yakin, dengan dinamika dan ketajaman dalam membaca permasalahan-permasalahan yang sedang melanda negeri ini, Nasyiatul Aisyiyah mampu merumuskan konsep yang tepat untuk memajukan perempuan dan menguatkan peradaban. Kuncinya, jangan sampai mengacuhkan spirit yang diwariskan, yaitu pendidikan, perbaikan akhlak dan penanaman nilai-nilai keagamaan, ” tandas Menag.  Pembukaan Muktamar XIV Nasyiatul Aisyiyah ditutup dengan ceramah umum yang disampaikan Menteri BUMN Erick Thohir dengan tema Kebangkitan dari Masa Pandemi dan Upaya Transformasi Kesejahteraan Perempuan  Strategis Perempuan dalam Perdagangan Global
0
SHARES
7
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Badung, Panjimas — Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengapresiasi keluarga besar Muhammadiyah, khususnya Nasyiatul Aisyiyah, atas dedikasinya kepada negara terutama dalam menjaga keutuhan bangsa melalui pendidikan, perbaikan akhlak dan penanaman nilai-nilai keagamaan. Hal ini sebagaimana yang diwariskan oleh penggagas ide Nasyiatul Aisyiyah, Somodirdjo.

Apresiasi ini disampaikan Menag saat mewakili Presiden Joko Widodo pada pembukaan Muktamar Nasyiatul Aisyiyah ke XIV yang digelar 2-4 Desember di Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat.

Muktamar XIV Nasyiatul Aisyiyah mengusung tema Memajukan Perempuan Menguatkan Peradaban.

“Sejatinya, ketiga elemen tersebut tidak hanya menjadi dasar untuk menjaga keutuhan bangsa, tetapi juga dapat dijadikan dasar penguatan peradaban. Adapun pemrakarsanya, tidak hanya terbatas pada urusan gender,” kata Menag Yaqut, Sabtu (3/12/2022).

“Dengan kata lain, tidak hanya kaum laki-laki yang berkewajiban dan mampu merealisasikannya, kaum perempuan juga mampu berperan sesuai dengan kapasitasnya. Dengan tegas saya katakan, dikotomi seperti ini sudah tidak memiliki tempat di Indonesia,” sambung Gus Men panggilan akrabnya.

Tampak hadir dalam pembukaan Muktamar XIV Nasyiatul Aisiyah, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Ketua Umum Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah beserta jajaran, Forkopimda, Dirjen PHU, Kakanwil Kemenag Jabar dan Stafsus Menteri Agama.

Menurut Menag Muktamar XIV Nasyiatul Aisyiyah dengan tema “Memajukan Perempuan Menguatkan Peradaban” masih sangat sejalan dengan spirit yang digagas oleh pendahulu Nasyiatul Aisyiyah.

Menag mengapreaisi peran Nasyiatul Aisyiyah dalam memajukan perempuan Indonesia. Perempuan, lanjut Menag, harus berjalan beriringan dengan perkembangan zaman, tidak berhenti dan merasa cukup dengan tugas-tugas yang diidentikkan dengan perempuan, sehingga output yang dihasilkan adalah penguatan peradaban.

“Berbicara tentang perempuan dan peradaban yang menjadi kata kunci dari muktamar ini, sama halnya berbicara tentang muatan negara,” ujar Menag.

“Perempuan dan peradaban tidak dapat dipisahkan dari negara. Dengan kata lain, tidak ada negara tanpa peradaban, dan tidak ada peradaban tanpa adanya perempuan. Oleh karena itu, memajukan perempuan dari segala aspek sama halnya dengan menguatkan peradaban dalam wilayah tersebut, ” tandasnya. .

Menag pun menambahkan pada dasarnya, menguatkan atau bahkan memajukan peradaban sebuah bangsa merupakan tanggung jawab sosial dari seluruh elemen, tanpa mengenal apakah dia seorang perempuan atau pun laki-laki.

Akan tetapi, untuk menguatkan peradaban diperlukan banyak aspek yang harus disentuh, mulai dari pendidikan, sosial, budaya, pemikiran dan agama. Tujuannya tidak lain untuk melahirkan insan-insan yang beradab.

Mungkin sebagian orang berpendapat bahwa membangun bangsa melalui penguatan peradaban adalah tugas elit politik dan elit intelektual.

Padahal, sebagaimana disebutkan di muka bahwa permasalahan tersebut adalah tugas kita bersama, laki-laki ataupun perempuan.

“Saya yakin, dengan dinamika dan ketajaman dalam membaca permasalahan-permasalahan yang sedang melanda negeri ini, Nasyiatul Aisyiyah mampu merumuskan konsep yang tepat untuk memajukan perempuan dan menguatkan peradaban. Kuncinya, jangan sampai mengacuhkan spirit yang diwariskan, yaitu pendidikan, perbaikan akhlak dan penanaman nilai-nilai keagamaan, ” tandas Menag.

Pembukaan Muktamar XIV Nasyiatul Aisyiyah ditutup dengan ceramah umum yang disampaikan Menteri BUMN Erick Thohir dengan tema Kebangkitan dari Masa Pandemi dan Upaya Transformasi Kesejahteraan Perempuan dilanjutkan penyampaian ceramah umum oleh Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan dengan materi Peran Strategis Perempuan dalam Perdagangan Global

Tags: MenagMuktamar AisyiyahNasyiatul Aisyiyah
ShareTweetSend
Previous Post

Kunjungi Penyintas Gempa Cianjur, UBN Resmikan Masjid Darurat AQL Peduli

Next Post

DPR Minta Sertifikasi Halal yang Dijalankan oleh BPJPH Didukung dan Disambut Semua Pihak

Next Post
DPR Minta Sertifikasi Halal yang Dijalankan oleh BPJPH Didukung dan Disambut Semua Pihak

DPR Minta Sertifikasi Halal yang Dijalankan oleh BPJPH Didukung dan Disambut Semua Pihak

Muhammadiyah Terjunkan Personil untuk Assessment Wilayah Terdampak Erupsi Gunung Semeru

Muhammadiyah Terjunkan Personil untuk Assessment Wilayah Terdampak Erupsi Gunung Semeru

Luar Biasa Uni Emirat Arab (UEA) mengirim 85 ton Obat dan Perlengkapan Medis ke RS di Gaza

Luar Biasa Uni Emirat Arab (UEA) mengirim 85 ton Obat dan Perlengkapan Medis ke RS di Gaza

  • Latest
  • Popular
Pengumuman Nomor Kontak Baru Redaksi Panjimas.com

Pengumuman Nomor Kontak Baru Redaksi Panjimas.com

8 Mar 2024
Sinead O’Connor Bangga Menjadi Muslim

Sinead O’Connor Bangga Menjadi Muslim

18 Mar 2024
Jambore Ukhuwah FORMAQIN 2025, Santri Siap Mengusung Kemenangan

Jambore Ukhuwah FORMAQIN 2025, Santri Siap Mengusung Kemenangan

20 Nov 2025
Setelah Datangi Jokowi, Abu Bakar Ba’asyir Sambangi DPR

Setelah Datangi Jokowi, Abu Bakar Ba’asyir Sambangi DPR

31 Oct 2025
Parade Berkisah Warnai Semarak Hari Santri di Ponpes Mutiara Qur’an Putri Pracimantoro

Parade Berkisah Warnai Semarak Hari Santri di Ponpes Mutiara Qur’an Putri Pracimantoro

27 Oct 2025
Dewan Syariah Kota Surakarta Sayangkan Pembangunan Bukit Doa Hollyland Tidak Sesuai Izin dan Prosedur

Dewan Syariah Kota Surakarta Desak TRANS7 Minta Maaf, Terkait Konten Merendahkan Kiai dan Pesantren

16 Oct 2025
Masjid Kampus Islam: Antara Prioritas dan Efisiensi Anggaran

Masjid Kampus Islam: Antara Prioritas dan Efisiensi Anggaran

13 Oct 2025
130 Pendaki Wujudkan Solidaritas untuk Palestina di Gunung Andong

130 Pendaki Wujudkan Solidaritas untuk Palestina di Gunung Andong

12 Oct 2025
Matahari di Puncak Langit Surakarta: Menguji Akurasi Waktu dengan Jam Matahari Kuno

Matahari di Puncak Langit Surakarta: Menguji Akurasi Waktu dengan Jam Matahari Kuno

11 Oct 2025
Apresiasi Menag Atas Peran dan Dedikasi Nasyiatul Aisyiyah dalam Menjaga Keutuhan Bangsa Melalui Pendidikan dan Perbaikan Akhlak  Badung, Panjimas — Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengapresiasi keluarga besar Muhammadiyah, khususnya Nasyiatul Aisyiyah, atas dedikasinya kepada negara terutama dalam menjaga keutuhan bangsa melalui pendidikan, perbaikan akhlak dan penanaman nilai-nilai keagamaan. Hal ini sebagaimana yang diwariskan oleh penggagas ide Nasyiatul Aisyiyah, Somodirdjo.  Apresiasi ini disampaikan Menag saat mewakili Presiden Joko Widodo pada pembukaan Muktamar Nasyiatul Aisyiyah ke XIV yang digelar 2-4 Desember di Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat.   Muktamar XIV Nasyiatul Aisyiyah mengusung tema Memajukan Perempuan Menguatkan Peradaban.   “Sejatinya, ketiga elemen tersebut tidak hanya menjadi dasar untuk menjaga keutuhan bangsa, tetapi juga dapat dijadikan dasar penguatan peradaban. Adapun pemrakarsanya, tidak hanya terbatas pada urusan gender,” kata Menag Yaqut, Sabtu (3/12/2022).   “Dengan kata lain, tidak hanya kaum laki-laki yang berkewajiban dan mampu merealisasikannya, kaum perempuan juga mampu berperan sesuai dengan kapasitasnya. Dengan tegas saya katakan, dikotomi seperti ini sudah tidak memiliki tempat di Indonesia,” sambung Gus Men panggilan akrabnya.   Tampak hadir dalam pembukaan Muktamar XIV Nasyiatul Aisiyah, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Ketua Umum Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah beserta jajaran, Forkopimda, Dirjen PHU, Kakanwil Kemenag Jabar dan Stafsus Menteri Agama.   Menurut Menag Muktamar XIV Nasyiatul Aisyiyah dengan tema “Memajukan Perempuan Menguatkan Peradaban” masih sangat sejalan dengan spirit yang digagas oleh pendahulu Nasyiatul Aisyiyah.   Menag mengapreaisi peran Nasyiatul Aisyiyah dalam memajukan perempuan Indonesia. Perempuan, lanjut Menag, harus berjalan beriringan dengan perkembangan zaman, tidak berhenti dan merasa cukup dengan tugas-tugas yang diidentikkan dengan perempuan, sehingga output yang dihasilkan adalah penguatan peradaban.  “Berbicara tentang perempuan dan peradaban yang menjadi kata kunci dari muktamar ini, sama halnya berbicara tentang muatan negara,” ujar Menag.   “Perempuan dan peradaban tidak dapat dipisahkan dari negara. Dengan kata lain, tidak ada negara tanpa peradaban, dan tidak ada peradaban tanpa adanya perempuan. Oleh karena itu, memajukan perempuan dari segala aspek sama halnya dengan menguatkan peradaban dalam wilayah tersebut, ” tandasnya. .  Menag pun menambahkan pada dasarnya, menguatkan atau bahkan memajukan peradaban sebuah bangsa merupakan tanggung jawab sosial dari seluruh elemen, tanpa mengenal apakah dia seorang perempuan atau pun laki-laki.   Akan tetapi, untuk menguatkan peradaban diperlukan banyak aspek yang harus disentuh, mulai dari pendidikan, sosial, budaya, pemikiran dan agama. Tujuannya tidak lain untuk melahirkan insan-insan yangberpendapat bahwa membangun bangsa melalui penguatan peradaban adalah tugas elit politik dan elit intelektual.   Padahal, sebagaimana disebutkan di muka bahwa permasalahan tersebut adalah tugas kita bersama, laki-laki ataupun perempuan.   “Saya yakin, dengan dinamika dan ketajaman dalam membaca permasalahan-permasalahan yang sedang melanda negeri ini, Nasyiatul Aisyiyah mampu merumuskan konsep yang tepat untuk memajukan perempuan dan menguatkan peradaban. Kuncinya, jangan sampai mengacuhkan spirit yang diwariskan, yaitu pendidikan, perbaikan akhlak dan penanaman nilai-nilai keagamaan, ” tandas Menag.  Pembukaan Muktamar XIV Nasyiatul Aisyiyah ditutup dengan ceramah umum yang disampaikan Menteri BUMN Erick Thohir dengan tema Kebangkitan dari Masa Pandemi dan Upaya Transformasi Kesejahteraan Perempuan  Strategis Perempuan dalam Perdagangan Global

Apresiasi Menag Atas Peran dan Dedikasi Nasyiatul Aisyiyah dalam Menjaga Keutuhan Bangsa

50 Ciri Gangguan Jin

50 Ciri Gangguan Jin

Dewan Syariah Kota Surakarta Sayangkan Pembangunan Bukit Doa Hollyland Tidak Sesuai Izin dan Prosedur

Dewan Syariah Kota Surakarta Sayangkan Pembangunan Bukit Doa Hollyland Tidak Sesuai Izin dan Prosedur

Benarkah 2 Juta Muslim Murtad Tiap Tahun?

Benarkah 2 Juta Muslim Murtad Tiap Tahun?

Hubungan Suami Istri Disunnahkan pada Malam Jum’at?

Hubungan Suami Istri Disunnahkan pada Malam Jum’at?

Protes Umat Islam Didengar, Bupati Karanganyar Hentikan Sementara Proyek Miniatur Yerusalem Hollyland di Pinggiran Solo

Protes Umat Islam Didengar, Bupati Karanganyar Hentikan Sementara Proyek Miniatur Yerusalem Hollyland di Pinggiran Solo

Proyek Bangunan Kristen Super Megah Holly Land di Solo

Proyek Bangunan Kristen Super Megah Holly Land di Solo

  • About Us
  • Contact
  • Disclaimer
  • Copyright
  • Donation
  • Pedoman Media Siber

Seluruh materi baik artikel, berita, foto, video maupun logo dalam situs Panjimas.com bebas copy untuk keperluan dakwah dan referensi non-komersial, dengan mencantumkan sumbernya (Panjimas.com).Anda bisa turut berdakwah dengan mengirimkan informasi, berita, artikel dan opini untuk dipublikasikan non komersial.

Email: [email protected] | Telp/SMS: 0812 60000 560

Copyright © 2026 — Panjimas. All Rights Reserved.

No Result
View All Result
  • NEWS
    • Nasional
    • Internasional
  • ISLAMIA
    • Aqidah
    • Kuliah Akhlaq
    • Doa & Zikir
    • Fiqih
    • Khutbah
    • Sirah Nabi
    • Thibbun Nabawi
  • INSPIRASI
    • Salafus Shalih
    • Tokoh
    • Muallaf
    • Miracle
      • Mukjizat Qur’an
      • Keajaiban Sunnah
      • Karomah Syuhada
  • NAHIMUNKAR
    • Aliran Sesat & TBC
    • Kristenisasi & Pemurtadan
    • SEPILIS
    • Konspirasi
  • PARENTING
    • Muslimah
    • Remaja
  • Citizens
    • Opini
    • Suara Pembaca
    • Silaturrahim
    • Agenda Umat
  • PANJIMART
    • Properti
    • Produk Digital
    • Rupa-Rupa
    • Resensi Buku
  • GALERI
    • Photo
    • Video
  • SOLIDARITAS
    • Panjimas Care
    • Filantropi

Copyright © 2019
Panjimas. All Rights Reserved.