• About Us
  • Archives
  • Blog
  • Contact
  • Copyright
  • Disclaimer
  • Donation
  • Full Width Page
  • Home
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
No Result
View All Result
Panjimas
Advertisement
  • NEWS
    • Nasional
    • Internasional
  • ISLAMIA
    • Aqidah
    • Kuliah Akhlaq
    • Doa & Zikir
    • Fiqih
    • Khutbah
    • Sirah Nabi
    • Thibbun Nabawi
  • INSPIRASI
    • Salafus Shalih
    • Tokoh
    • Muallaf
    • Miracle
      • Mukjizat Qur’an
      • Keajaiban Sunnah
      • Karomah Syuhada
  • NAHIMUNKAR
    • Aliran Sesat & TBC
    • Kristenisasi & Pemurtadan
    • SEPILIS
    • Konspirasi
  • PARENTING
    • Muslimah
    • Remaja
  • Citizens
    • Opini
    • Suara Pembaca
    • Silaturrahim
    • Agenda Umat
  • PANJIMART
    • Properti
    • Produk Digital
    • Rupa-Rupa
    • Resensi Buku
  • GALERI
    • Photo
    • Video
  • SOLIDARITAS
    • Panjimas Care
    • Filantropi
  • NEWS
    • Nasional
    • Internasional
  • ISLAMIA
    • Aqidah
    • Kuliah Akhlaq
    • Doa & Zikir
    • Fiqih
    • Khutbah
    • Sirah Nabi
    • Thibbun Nabawi
  • INSPIRASI
    • Salafus Shalih
    • Tokoh
    • Muallaf
    • Miracle
      • Mukjizat Qur’an
      • Keajaiban Sunnah
      • Karomah Syuhada
  • NAHIMUNKAR
    • Aliran Sesat & TBC
    • Kristenisasi & Pemurtadan
    • SEPILIS
    • Konspirasi
  • PARENTING
    • Muslimah
    • Remaja
  • Citizens
    • Opini
    • Suara Pembaca
    • Silaturrahim
    • Agenda Umat
  • PANJIMART
    • Properti
    • Produk Digital
    • Rupa-Rupa
    • Resensi Buku
  • GALERI
    • Photo
    • Video
  • SOLIDARITAS
    • Panjimas Care
    • Filantropi
No Result
View All Result
Panjimas
No Result
View All Result
Home NEWS Nasional

Kebudayaan Banyumas Ciptakan Kerukunan dalam Beragama

22 Dec 2022
in Nasional, NEWS
Reading Time: 3 mins read
A A
Kebudayaan Banyumas Ciptakan Kerukunan dalam Beragama
0
SHARES
16
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Banyumas, Panjimas – Masyarakat Indonesia memiliki bermacam-macam agama yang dianut sebagai pedoman hidup dalam kehidupan sehari-hari. Indonesia sebagai negara yang terdiri dari berbagai suku, ras, agama, dan budaya sudah sepatutnya saling menjaga agar mau menerima setiap perubahan dan perbedaan.

Seperti halnya kultur masyarakat di daerah Kabupaten Banyumas yang memiliki keragaman agama berbalut budaya, karena memang pada dasarnya budaya Indonesia terbentuk dari kumpulan budaya lokal seperti contoh yang berasal dari Banyumas yakni komunitas Islam Aboge yang menjadi kekayaan keberagaman agama dan budaya.

Dalam perbincangan dengan para sesepuh Aboge, di Banyumas khususnya yang ada di Grumbul Kalitanjung, Desa Tamkanegara, Kecamatan Rawalo, menganut bermacam-macam agama seperti Agama Islam dengan organisasi keagamaan NU dan Muhammadiyah dan Komunitas Hindu, Islam Aboge, bahkan Kristen.

Walau bisa rentan terhadap suatu konflik karena perbedaan mengenai ritual keagamaan, namun keberagaman masyarakat yang memiliki agama yang berbeda-beda tidak menghalangi mereka untukmelakukan interaksi dengan yang lain walaupun terdapat perbedaan mengenai ritual keagamaanyang dianut oleh masyarakat di Desa Tambaknegara yang berbasis budaya.

Dalam konteks menghindari kerentanan yang memecah persatuan dan kesatuan pentingnya moderasi beragama sebagai bentuk sikap dan upaya menjadikan agama sebagai dasar dan prinsip untuk selalu menghindarkan perilaku atau pengungkapan yang ekstrem (radikalisme) dan selalu mencari jalan tengah yang menyatukan dan membersamakan semua elemen dalam kehidupan bermasyarakat, bernegara, dan berbangsa Indonesia.

Masyarakat di Desa Tambaknegara yang memiliki kepercayaan yang berbeda dapat hidup berdampingan dalam kehidupan sehari-hari. Masing-masing masyarakat di Desa Tambaknegara telah menjalin kontak sosial dan komunikasi yang baik walaupun berbeda mengenai agama atau kepercayaan di desa tersebut.

Kontak sosial dan komunikasi yang berjalan baik di antara mereka menghasilkan interaksi yang harmonis serta adanya sikap saling menghargai dan toleransi dalam kehidupan sehari-hari. Sikap saling menghargai dan toleransi yang mereka lakukan dapat diamati melalui berbagai macam kegiatan yang diadakan oleh komunitas Islam Aboge maupun di luar Islam Aboge yang saling mengundang pada kegiatan keagamaan tertentu.

Ketua Paguyuban Kasepuhan Adat Kejawen Aboge Kalitanjung, Kyai Mbah Muharto menjelaskan sikap saling toleransi dan saling menghargai dengan masyarakat sekitar tidak mungkin terjadi apabila interaksi tidak harmonis dan baik di masyarakat desa tersebut. Hal itulah yang dilakukan komunitas Islam Aboge Kalitanjung.

Menurutnya, Komunitas Islam Aboge Kejawen Kalitanjung masih menjalankan ritual keagamaan selametan untuk memperingati hari besar atau biasa disebut Grebeg Suran yang dibagi ke dalam dua acara inti yaitu pagelaran wayang kulit dan sedekah bumi disertai penanaman kepala kambing atau sapi di perempatan yang menjadi jalan masuk saat sedekah bumi.

“Saat sedekah bumi, masyarakat tanpa diminta pasti akan melaksanakan sedekah bumi dengan membawa makanan yang sumbernya dari bumi seperti sayuran yang telah matang, kemudian mereka berjejer sepanjang jalan dengan diawali doa lalu dilanjutkan menanam kepala kambing atau sapi , kemudian dilanjutkan makan bersama,” jelas Kyai Mbah Muharto.

Ditambahkan Kyai Mbah Muharto dalam mempertahankan keberagaman budaya secara turun temurun mengadakan ritual sebelum menanam padi dan menjelang panen, ritual kelahiran, dan dan ritual kematian. Cara Komunitas Islam Kejawen Kali Tanjung untuk mempertahankan identitas keagamaannya adalah melalui pranata keluarga yaitu dengan sosialisasi orang tua kepada anak dan pranata adat yaitu dengan proses untuk menjadi kasepuhan diantara 185 orang harus melalui proses adat yang pertama adalah sangkan paran dumading sifat 12 selama 1 tahun, pesucen dengan banyak berdzikir untuk pencucian secara rohani, ngglandang gede yang akan diuji oleh guru kasepuhan, dan terakhir adalah medun, semua dibimbing oleh guru.

“Jadi untuk dianggap menjadi kasepuhan tidak serta merta masuk begitu saja, namun melalui proses yang cukup panjang, minimal telah berusia 60 tahun, itupun setelah melalui uji dan hasil mufakat guru dan tundagan atau pemelihara situs budaya,” katanya.

Sementara Dewan Penasehat Paguyuban Komunitas Adat Kejawen Aboge Kalitanjung, Eddy Wahono menambahkan bahwa ilmu yang diturunkan tidak ada yang tertulis sejak dahulu kala yang dipimpin oleh Kyai bagi kaum laki laki dan Nyai untuk kaum perempuan.

Eddy Wahono sendiri masuk ke dalam komunitas Kejawen Aboge Kalitanjung sejak tahun 1990. Diceritakan bahwa komunitasnya sebelum tahun 1990 sangat tertutup, dan bagi komunitas Islam Kejawen Kali Tanjung untuk mempertahankan kejawen pihaknya mulai membuka wawasan agar komunitasnya membuka diri sebagai bentuk implementasi keberagaman. “Kami mulai membuka diri sejak tahun 2008 dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyumas untuk menjaga ritual besar tahunan seperti Grebeg Suran dan selametan kematian komunitas Islam Kejawen Kali Tanjung sebagai sebuah kearifan lokal,” ungkap Eddy.

Dalam menjaga sikap keberagamaan dalam dinamika di lingkungan masyarakat dengan berbagai kultur budaya dan agama, Eddy Wahono mengajak tokoh-tokoh masyarakat untuk menjadikan agama dan budaya sebagai sumber nilai-nilai merawat persatuan dan kesatuan.

Sentimen-sentimen agama cenderung bertumpu pada ajaran-ajaran agama yang yang tidak sesuai aturan. Tidak dapat disangkal bahwa agama menjadi roh utama komunitas Aboge sehingga para tokoh agama berperan penting untuk menjaga kemajemukan sebagai kekayaan dan modal sosial Indonesia.

“Kami selalu memiliki visi dan solusi yang dapat menciptakan kerukunan dan kedamaian dalam menjalankan kehidupan keagamaan, yakni dengan mengedepankan moderasi beragama agar tidak terjebak dalam intoleransi, ” pungkasnya.

Tags: banyumasKebudayaankerukunanModerasi beragama
ShareTweetSend
Previous Post

DNA Muhammadiyah Berasal Dari Pikiran, Pengalaman, Kearifan, dan Kesadaran Kolektif Warga Muhammadiyah untuk Terus Maju

Next Post

Toleransi Masyarakat di Pesisir Lasem Rembang, Bauran Berbagai Agama dan Etnis di Bawah NKRI

Next Post
Toleransi Masyarakat di Pesisir Lasem Rembang, Bauran Berbagai Agama dan Etnis di Bawah NKRI

Toleransi Masyarakat di Pesisir Lasem Rembang, Bauran Berbagai Agama dan Etnis di Bawah NKRI

Evaluasi Layanan Haji : Inovasi Pelayanan Konsumsi Akan Dilakukan Ditjen PHU Kemenag

Evaluasi Layanan Haji : Inovasi Pelayanan Konsumsi Akan Dilakukan Ditjen PHU Kemenag

Ketua MUI Mengusulkan Menghapus Subsidi Karena Ibadah Haji Hanya Untuk yang Mampu

Ketua MUI Mengusulkan Menghapus Subsidi Karena Ibadah Haji Hanya Untuk yang Mampu

  • Latest
  • Popular
Pengumuman Nomor Kontak Baru Redaksi Panjimas.com

Pengumuman Nomor Kontak Baru Redaksi Panjimas.com

8 Mar 2024
Sinead O’Connor Bangga Menjadi Muslim

Sinead O’Connor Bangga Menjadi Muslim

18 Mar 2024
Jambore Ukhuwah FORMAQIN 2025, Santri Siap Mengusung Kemenangan

Jambore Ukhuwah FORMAQIN 2025, Santri Siap Mengusung Kemenangan

20 Nov 2025
Setelah Datangi Jokowi, Abu Bakar Ba’asyir Sambangi DPR

Setelah Datangi Jokowi, Abu Bakar Ba’asyir Sambangi DPR

31 Oct 2025
Parade Berkisah Warnai Semarak Hari Santri di Ponpes Mutiara Qur’an Putri Pracimantoro

Parade Berkisah Warnai Semarak Hari Santri di Ponpes Mutiara Qur’an Putri Pracimantoro

27 Oct 2025
Dewan Syariah Kota Surakarta Sayangkan Pembangunan Bukit Doa Hollyland Tidak Sesuai Izin dan Prosedur

Dewan Syariah Kota Surakarta Desak TRANS7 Minta Maaf, Terkait Konten Merendahkan Kiai dan Pesantren

16 Oct 2025
Masjid Kampus Islam: Antara Prioritas dan Efisiensi Anggaran

Masjid Kampus Islam: Antara Prioritas dan Efisiensi Anggaran

13 Oct 2025
130 Pendaki Wujudkan Solidaritas untuk Palestina di Gunung Andong

130 Pendaki Wujudkan Solidaritas untuk Palestina di Gunung Andong

12 Oct 2025
Matahari di Puncak Langit Surakarta: Menguji Akurasi Waktu dengan Jam Matahari Kuno

Matahari di Puncak Langit Surakarta: Menguji Akurasi Waktu dengan Jam Matahari Kuno

11 Oct 2025
Kebudayaan Banyumas Ciptakan Kerukunan dalam Beragama

Kebudayaan Banyumas Ciptakan Kerukunan dalam Beragama

50 Ciri Gangguan Jin

50 Ciri Gangguan Jin

Dewan Syariah Kota Surakarta Sayangkan Pembangunan Bukit Doa Hollyland Tidak Sesuai Izin dan Prosedur

Dewan Syariah Kota Surakarta Sayangkan Pembangunan Bukit Doa Hollyland Tidak Sesuai Izin dan Prosedur

Benarkah 2 Juta Muslim Murtad Tiap Tahun?

Benarkah 2 Juta Muslim Murtad Tiap Tahun?

Hubungan Suami Istri Disunnahkan pada Malam Jum’at?

Hubungan Suami Istri Disunnahkan pada Malam Jum’at?

Protes Umat Islam Didengar, Bupati Karanganyar Hentikan Sementara Proyek Miniatur Yerusalem Hollyland di Pinggiran Solo

Protes Umat Islam Didengar, Bupati Karanganyar Hentikan Sementara Proyek Miniatur Yerusalem Hollyland di Pinggiran Solo

Inilah Kisah-kisah Keji & Tak Senonoh yang Melecehkan para Nabi dalam Kitab Suci Kristen

Inilah Kisah-kisah Keji & Tak Senonoh yang Melecehkan para Nabi dalam Kitab Suci Kristen

  • About Us
  • Contact
  • Disclaimer
  • Copyright
  • Donation
  • Pedoman Media Siber

Seluruh materi baik artikel, berita, foto, video maupun logo dalam situs Panjimas.com bebas copy untuk keperluan dakwah dan referensi non-komersial, dengan mencantumkan sumbernya (Panjimas.com).Anda bisa turut berdakwah dengan mengirimkan informasi, berita, artikel dan opini untuk dipublikasikan non komersial.

Email: [email protected] | Telp/SMS: 0812 60000 560

Copyright © 2026 — Panjimas. All Rights Reserved.

No Result
View All Result
  • NEWS
    • Nasional
    • Internasional
  • ISLAMIA
    • Aqidah
    • Kuliah Akhlaq
    • Doa & Zikir
    • Fiqih
    • Khutbah
    • Sirah Nabi
    • Thibbun Nabawi
  • INSPIRASI
    • Salafus Shalih
    • Tokoh
    • Muallaf
    • Miracle
      • Mukjizat Qur’an
      • Keajaiban Sunnah
      • Karomah Syuhada
  • NAHIMUNKAR
    • Aliran Sesat & TBC
    • Kristenisasi & Pemurtadan
    • SEPILIS
    • Konspirasi
  • PARENTING
    • Muslimah
    • Remaja
  • Citizens
    • Opini
    • Suara Pembaca
    • Silaturrahim
    • Agenda Umat
  • PANJIMART
    • Properti
    • Produk Digital
    • Rupa-Rupa
    • Resensi Buku
  • GALERI
    • Photo
    • Video
  • SOLIDARITAS
    • Panjimas Care
    • Filantropi

Copyright © 2019
Panjimas. All Rights Reserved.