SURAKARTA (Panjimas.com) – Proyek besar pembangunan miniatur Yerusalem oleh Yayasan Keluarga Anugerah Surakarta di Kecamatan Gondangrejo ditolak keras oleh warga dan umat Islam.
Perwakilan Forum Umat Islam Gondangrejo Bersatu, Joko Kragan mengatakan mereka menolak pembangunan Holly Land Experience ini karena miniatur Yerusalem tersebut selain menjadi obyek wisata juga menjadi tempat ibadah.
“Awalnya masyarakat dimintai tanda tangan oleh kepala Desa Karangturi yaitu Pak Mulyani. Tanda tangan itu untuk pendirian gereja, bukan Holly Land. Jadi kami menolak karena yang dimintai izin itu (untuk) gereja tapi yang dibangun Holly Land,” kata Joko.
Kenapa pembangunan ini ditolak? Joko mengklaim karena setiap pembangunan dari gereja akan berimbas pada kristenisasi di lingkungan sekitar.
“Sehingga kami selaku umat Islam dari Forum Ukhuwah Umat Islam Gondangrejo Bersatu (menolak pembangunan Holly Land) sebagai upaya pembentengan umat. Kami menolak (Holly Land) berdasarkan keyakinan kami,” tambah Joko.
Penolakan-penolakan proyek Holly Land ini juga datang dari LAKIK (Laskar Umat Islam Karanganyar), Majelis Mujahidin dan Forum Umat Islam Gondangrejo Bersatu.
Secara formal, Joko telah melakukan audiensi dengan Camat dan FKUB (Forum Kerukunan Umat Beragama) terkait perijinan Holly Land.
“Kami telah audiensi dengan pak camat, ternyata pak camat tidak mengetahui apa-apa. Kemudian FKUB Gondangrejo itu dilangkahi (tidak dimintai izin). FKUB Gondangrejo tidak dihubungi (oleh Holly Land),” kata Joko.
Setelah melakukan berbagai upaya penolakan serta audiensi dengan pihak-pihak pemerintah. Proyek pembangunan Holly Land untuk sementara ini dihentikan oleh sementara oleh Pemerintah Kabupaten Karanganyar.
Keputusan tersebut tertuang dalam Surat Keputusan (SK) Bupati Karanganyar Nomor 500.16.7/505/2025 yang diteken oleh Bupati Rober Christanto pada 2 September 2025 lalu.
“Harapan kami, semua perizinan Holly Land ini karena banyak kezoliman dan penyuapan. Makanya kami berharap kepada pemangku kebijaksanaan untuk mencabut perizinan mereka. Kami juga ingin menjaga aqidah umat ini. Kami akan terus bergerak untuk mencabut perizinan Holly Land ini,” tutup Joko dengan tegas.


















