• About Us
  • Archives
  • Blog
  • Contact
  • Copyright
  • Disclaimer
  • Donation
  • Full Width Page
  • Home
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
No Result
View All Result
Panjimas
Advertisement
  • NEWS
    • Nasional
    • Internasional
  • ISLAMIA
    • Aqidah
    • Kuliah Akhlaq
    • Doa & Zikir
    • Fiqih
    • Khutbah
    • Sirah Nabi
    • Thibbun Nabawi
  • INSPIRASI
    • Salafus Shalih
    • Tokoh
    • Muallaf
    • Miracle
      • Mukjizat Qur’an
      • Keajaiban Sunnah
      • Karomah Syuhada
  • NAHIMUNKAR
    • Aliran Sesat & TBC
    • Kristenisasi & Pemurtadan
    • SEPILIS
    • Konspirasi
  • PARENTING
    • Muslimah
    • Remaja
  • Citizens
    • Opini
    • Suara Pembaca
    • Silaturrahim
    • Agenda Umat
  • PANJIMART
    • Properti
    • Produk Digital
    • Rupa-Rupa
    • Resensi Buku
  • GALERI
    • Photo
    • Video
  • SOLIDARITAS
    • Panjimas Care
    • Filantropi
  • NEWS
    • Nasional
    • Internasional
  • ISLAMIA
    • Aqidah
    • Kuliah Akhlaq
    • Doa & Zikir
    • Fiqih
    • Khutbah
    • Sirah Nabi
    • Thibbun Nabawi
  • INSPIRASI
    • Salafus Shalih
    • Tokoh
    • Muallaf
    • Miracle
      • Mukjizat Qur’an
      • Keajaiban Sunnah
      • Karomah Syuhada
  • NAHIMUNKAR
    • Aliran Sesat & TBC
    • Kristenisasi & Pemurtadan
    • SEPILIS
    • Konspirasi
  • PARENTING
    • Muslimah
    • Remaja
  • Citizens
    • Opini
    • Suara Pembaca
    • Silaturrahim
    • Agenda Umat
  • PANJIMART
    • Properti
    • Produk Digital
    • Rupa-Rupa
    • Resensi Buku
  • GALERI
    • Photo
    • Video
  • SOLIDARITAS
    • Panjimas Care
    • Filantropi
No Result
View All Result
Panjimas
No Result
View All Result
Home NEWS Internasional

Lebih Dari 70 Persen Anak-Anak Rohingya Kehilangan Akses Pendidikan

4 Jul 2018
in Internasional
Reading Time: 2 mins read
A A
Palang Merah Internasional ICRC Desak Myanmar Beri Akses Kemanusiaan ke Rohingya
0
SHARES
3
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

COX’S BAZAR, (Panjimas.com) — Lebih dari 70 persen anak-anak usia sekolah yang tinggal di kamp-kamp pengungsi di Bangladesh kehilangan pendidikan, demikian menurut laporan organisasi advokasi hak anak-anak, ‘Save the Children’, Senin (02/07).

Organisasi advokasi anak terkemuka yang berbasis di London Inggris itu menuntut adanya seruan mendesak agar dipenuhinya kebutuhan “peningkatan akses pendidikan yang signifikan bagi anak-anak Rohingya.

Desakan Save the Children ini disampaikan saat Sekjen PBB Antonio Gutteres mengunjungi kamp-kamp pengungsi di Cox’s Bazar, Bangladesh.

Menurut laporan Save the Children, saat ini terdapat sekitar 327 ribu anak-anak pengungsi Rohingya di Bangladesh. Mereka tiba di sana setelah terjadinya kekerasan brutal, pembunuhan, dan serangan seksual di Negara Bagian Rakhine Myanmar Utara pada 25 Agustus tahun 2017 lalu.

Sejak 25 Agustus 2017, lebih dari 750.000 pengungsi, sebagian besar anak-anak dan perempuan, terpaksa melarikan diri dari Myanmar dan menyeberang ke Bangladesh setelah pasukan Myanmar melancarkan tindakan kekerasan terhadap komunitas Muslim minoritas, menurut Amnesty International.

Saat tinggal di kamp-kamp pengungsian, anak-anak Rohingya ini kehilangan aksesnya pada pendidikan dasar misalnya seperti kemampuan baca dan tulis.

“Mereka kehilangan hak untuk mempelajari keterampilan dasar seperti membaca dan menulis, yang akan memberdayakan mereka untuk membangun masa depan yang lebih cerah bagi diri mereka sendiri dan keluarga mereka,” pungkas Mark Pierce, Direktur Save the Children Bangladesh, dilansir dari Anadolu Ajansi.

“Ini adalah pembentukan seluruh generasi anak-anak untuk masa depan yang sangat suram,” imbuh Pierce.

“Anak-anak Rohingya yang memiliki akses ke kesempatan belajar informal di kamp-kamp, sebagian besar menghadiri sesi yang hanya berlangsung selama dua jam saja per harinya, dan seringkali pada tingkatan kelas yang jauh di bawah usia mereka,” imbuh Pierce.

Oleh karena itu, kebutuhan akan pendidikan berkualitas untuk membantu anak-anak pengungsi sangat mendesak dan diperlukan. Mark Pierce mendesak PBB, Bank Dunia, dan pemerintah Bangladesh untuk bertindak menyelesaikan persoalan akses pendidikan ini.

“Ketika Sekretaris Jenderal PBB, Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi, dan Presiden Bank Dunia mengunjungi kamp-kamp pengungsi dan menyaksikan kondisi suram yang dialami anak-anak Rohingya, kami mendesak mereka untuk melakukan segala upaya untuk meningkatkan penyediaan pendidikan berkualitas dan memberi anak-anak harapan untuk masa depan,” pungkas Pierce.

“Kami juga mendesak Pemerintah Bangladesh untuk mengakui hak anak-anak pengungsi Rohingya untuk mendapat akses pendidikan dan memastikan mereka memiliki akses ke kesempatan belajar yang aman, berkualitas, dan inklusif ketika mereka mengungsi,” tegas Mark Pierce.

“Kami terus menyerukan solusi jangka panjang untuk krisis kemanusiaan yang memungkinkan repatriasi (pemulangan kembali) secara aman, bermartabat, dan dengan sukarela dari Rohingya, yang menghormati hak-hak dasar anak dan keluarga mereka, didukung oleh hukum internasional,” tandas Pierce.

Saat ini Save the Children mengelola sekitar 100 pusat belajar untuk anak-anak pengungsi Rohingya di Bangladesh. Selain mengadvokasikan masalah hak anak, Save the Children juga mendorong proses repatriasi pengungsi yang aman dan bermartabat bagi ratusan ribu penduduk Rohingya.[IZ]

Tags: Akses Pendidikan Bagi Anak Rohingyaanak RohingyaheadlinesrohingyaSave The Children
ShareTweetSend
Previous Post

Israel Bekukan Dana Tahanan, Otoritas Palestina : “Ini Deklarasi Perang”

Next Post

Jusuf Kalla Resmi Buka Forum Ilmiah Internasional Ulama dan Dai se-Asia Tenggara, Afrika dan Eropa 

Next Post
Jusuf Kalla Resmi Buka Forum Ilmiah Internasional Ulama dan Dai se-Asia Tenggara, Afrika dan Eropa 

Jusuf Kalla Resmi Buka Forum Ilmiah Internasional Ulama dan Dai se-Asia Tenggara, Afrika dan Eropa 

Tenggelamnya KM Lestari Bangun, BNPB: 24 Tewas, 41 Orang Belum Ditemukan

Tenggelamnya KM Lestari Bangun, BNPB: 24 Tewas, 41 Orang Belum Ditemukan

Berisi Konten Pornografi dan Pelecehan Agama, Alasan Kemkominfo Blokir Aplikasi Tik Tok

Berisi Konten Pornografi dan Pelecehan Agama, Alasan Kemkominfo Blokir Aplikasi Tik Tok

  • Latest
  • Popular
Pengumuman Nomor Kontak Baru Redaksi Panjimas.com

Pengumuman Nomor Kontak Baru Redaksi Panjimas.com

8 Mar 2024
Sinead O’Connor Bangga Menjadi Muslim

Sinead O’Connor Bangga Menjadi Muslim

18 Mar 2024
Jambore Ukhuwah FORMAQIN 2025, Santri Siap Mengusung Kemenangan

Jambore Ukhuwah FORMAQIN 2025, Santri Siap Mengusung Kemenangan

20 Nov 2025
Setelah Datangi Jokowi, Abu Bakar Ba’asyir Sambangi DPR

Setelah Datangi Jokowi, Abu Bakar Ba’asyir Sambangi DPR

31 Oct 2025
Parade Berkisah Warnai Semarak Hari Santri di Ponpes Mutiara Qur’an Putri Pracimantoro

Parade Berkisah Warnai Semarak Hari Santri di Ponpes Mutiara Qur’an Putri Pracimantoro

27 Oct 2025
Dewan Syariah Kota Surakarta Sayangkan Pembangunan Bukit Doa Hollyland Tidak Sesuai Izin dan Prosedur

Dewan Syariah Kota Surakarta Desak TRANS7 Minta Maaf, Terkait Konten Merendahkan Kiai dan Pesantren

16 Oct 2025
Masjid Kampus Islam: Antara Prioritas dan Efisiensi Anggaran

Masjid Kampus Islam: Antara Prioritas dan Efisiensi Anggaran

13 Oct 2025
130 Pendaki Wujudkan Solidaritas untuk Palestina di Gunung Andong

130 Pendaki Wujudkan Solidaritas untuk Palestina di Gunung Andong

12 Oct 2025
Matahari di Puncak Langit Surakarta: Menguji Akurasi Waktu dengan Jam Matahari Kuno

Matahari di Puncak Langit Surakarta: Menguji Akurasi Waktu dengan Jam Matahari Kuno

11 Oct 2025
Palang Merah Internasional ICRC Desak Myanmar Beri Akses Kemanusiaan ke Rohingya

Lebih Dari 70 Persen Anak-Anak Rohingya Kehilangan Akses Pendidikan

50 Ciri Gangguan Jin

50 Ciri Gangguan Jin

Dewan Syariah Kota Surakarta Sayangkan Pembangunan Bukit Doa Hollyland Tidak Sesuai Izin dan Prosedur

Dewan Syariah Kota Surakarta Sayangkan Pembangunan Bukit Doa Hollyland Tidak Sesuai Izin dan Prosedur

Protes Umat Islam Didengar, Bupati Karanganyar Hentikan Sementara Proyek Miniatur Yerusalem Hollyland di Pinggiran Solo

Protes Umat Islam Didengar, Bupati Karanganyar Hentikan Sementara Proyek Miniatur Yerusalem Hollyland di Pinggiran Solo

Hubungan Suami Istri Disunnahkan pada Malam Jum’at?

Hubungan Suami Istri Disunnahkan pada Malam Jum’at?

Benarkah 2 Juta Muslim Murtad Tiap Tahun?

Benarkah 2 Juta Muslim Murtad Tiap Tahun?

Proyek Bangunan Kristen Super Megah Holly Land di Solo

Proyek Bangunan Kristen Super Megah Holly Land di Solo

  • About Us
  • Contact
  • Disclaimer
  • Copyright
  • Donation
  • Pedoman Media Siber

Seluruh materi baik artikel, berita, foto, video maupun logo dalam situs Panjimas.com bebas copy untuk keperluan dakwah dan referensi non-komersial, dengan mencantumkan sumbernya (Panjimas.com).Anda bisa turut berdakwah dengan mengirimkan informasi, berita, artikel dan opini untuk dipublikasikan non komersial.

Email: [email protected] | Telp/SMS: 0812 60000 560

Copyright © 2026 — Panjimas. All Rights Reserved.

No Result
View All Result
  • NEWS
    • Nasional
    • Internasional
  • ISLAMIA
    • Aqidah
    • Kuliah Akhlaq
    • Doa & Zikir
    • Fiqih
    • Khutbah
    • Sirah Nabi
    • Thibbun Nabawi
  • INSPIRASI
    • Salafus Shalih
    • Tokoh
    • Muallaf
    • Miracle
      • Mukjizat Qur’an
      • Keajaiban Sunnah
      • Karomah Syuhada
  • NAHIMUNKAR
    • Aliran Sesat & TBC
    • Kristenisasi & Pemurtadan
    • SEPILIS
    • Konspirasi
  • PARENTING
    • Muslimah
    • Remaja
  • Citizens
    • Opini
    • Suara Pembaca
    • Silaturrahim
    • Agenda Umat
  • PANJIMART
    • Properti
    • Produk Digital
    • Rupa-Rupa
    • Resensi Buku
  • GALERI
    • Photo
    • Video
  • SOLIDARITAS
    • Panjimas Care
    • Filantropi

Copyright © 2019
Panjimas. All Rights Reserved.