• About Us
  • Archives
  • Blog
  • Contact
  • Copyright
  • Disclaimer
  • Donation
  • Full Width Page
  • Home
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
No Result
View All Result
Panjimas
Advertisement
  • NEWS
    • Nasional
    • Internasional
  • ISLAMIA
    • Aqidah
    • Kuliah Akhlaq
    • Doa & Zikir
    • Fiqih
    • Khutbah
    • Sirah Nabi
    • Thibbun Nabawi
  • INSPIRASI
    • Salafus Shalih
    • Tokoh
    • Muallaf
    • Miracle
      • Mukjizat Qur’an
      • Keajaiban Sunnah
      • Karomah Syuhada
  • NAHIMUNKAR
    • Aliran Sesat & TBC
    • Kristenisasi & Pemurtadan
    • SEPILIS
    • Konspirasi
  • PARENTING
    • Muslimah
    • Remaja
  • Citizens
    • Opini
    • Suara Pembaca
    • Silaturrahim
    • Agenda Umat
  • PANJIMART
    • Properti
    • Produk Digital
    • Rupa-Rupa
    • Resensi Buku
  • GALERI
    • Photo
    • Video
  • SOLIDARITAS
    • Panjimas Care
    • Filantropi
  • NEWS
    • Nasional
    • Internasional
  • ISLAMIA
    • Aqidah
    • Kuliah Akhlaq
    • Doa & Zikir
    • Fiqih
    • Khutbah
    • Sirah Nabi
    • Thibbun Nabawi
  • INSPIRASI
    • Salafus Shalih
    • Tokoh
    • Muallaf
    • Miracle
      • Mukjizat Qur’an
      • Keajaiban Sunnah
      • Karomah Syuhada
  • NAHIMUNKAR
    • Aliran Sesat & TBC
    • Kristenisasi & Pemurtadan
    • SEPILIS
    • Konspirasi
  • PARENTING
    • Muslimah
    • Remaja
  • Citizens
    • Opini
    • Suara Pembaca
    • Silaturrahim
    • Agenda Umat
  • PANJIMART
    • Properti
    • Produk Digital
    • Rupa-Rupa
    • Resensi Buku
  • GALERI
    • Photo
    • Video
  • SOLIDARITAS
    • Panjimas Care
    • Filantropi
No Result
View All Result
Panjimas
No Result
View All Result
Home NEWS Internasional

2 Wartawan Reuters Divonis 7 Tahun Penjara, Pengungsi Rohingya : “Bebaskan Mereka!”

7 Sep 2018
in Internasional
Reading Time: 3 mins read
A A
2 Wartawan Reuters Divonis 7 Tahun Penjara, Pengungsi Rohingya : “Bebaskan Mereka!”
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

COX’S BAZAR, (Panjimas.com) — Puluhan pengungsi Rohingya berkumpul di  lapangan olahraga berlumpur di sebuah kamp pengungsian di Bangladesh, Rabu (05/09). Sekitar 50 pengungsi Rohingya itu memprotes tindakan keras Myanmar yang menahan dua wartawan Reuters.

Keduanya ditangkap, saa sedang melakukan peliputan terhadap penderitaan yang dialami Rohingya di negara bagian Rakhine. Hakim Myanmar pada Senin (03/09) memutuskan dua wartawan Reuters dinyatakan bersalah karena melanggar hukum terkait dokumen resmi negara. Keduanya dijatuhi hukuman tujuh tahun penjara.

Saat ditangkap Desember lalu, Wa Lone (32 tahun), dan Kyaw Soe Oo (28 tahun) sedang menyelidiki pembunuhan oleh pasukan keamanan Myanmar di negara bagian Rakhine terhadap 10 penduduk Rohingya. Kedua wartawan itu menegaskan dirinya tidak bersalah.

Abdu Shakur, Ayah dari Rashid Ahmed, ikut menghadiri aksi demonstrsi itu. Rashid Ahmed merupakan salah satu korban tewas dari 10 orang yang sempat diberitakan wartawan Reuters itu.

“Saya merasa sangat sedih karena putra saya dan keluarga lainnya tidak bersalah dan para wartawan juga tidak bersalah. Lalu mengapa mereka dihukum?,” ujar Abdu Shakur kepada Reuters.

Para pengunjuk rasa membawa poster-poster yang ditempelkan dengan gambar wajah para wartawan Reuters. Mereka meneriakkan ‘Kebebasan!’ “Saya berharap jika kita semua mencoba untuk mereka, maka pemerintah akan melepaskannya,” tegas Shakur.

Setelah kedua wartawan tersebut ditangkap, Militer Myanmar membenarkan  pembunuhan yang sedang diselidiki dua wartawan Reuters itu. Pembunuhan dilakukan di Desa Inn Din di Negara Bagian Rakhine terhadap 10 Rohingya. Beberapa tentara telah dituntut dan dihukum atas peristiwa itu.

Meskipun Militer Myanmar mengakui pembunuhan di Inn Din, namun pemerintah telah membantah banyak tuduhan kekejaman terhadap Rohingya oleh pasukan keamanan. Pemerintah Myanmar mengatakan melakukan operasi kontra pemberontakan yang sah terhadap militan yang memulai kekerasan.

Rahama Khatun, istri dari salah satu pria yang tewas di Inn Din, juga menghadiri aksi  protes. “Anggota keluarga kami telah meninggal, juga kedua umat Buddha ini dipenjara,” tandasnya, sambil memegang sebuah tanda yang bertuliskan “Bebaskan Wa Lone dan Kyaw Soe Oo”!.

“Keluarga mereka mungkin menghadapi kesulitan untuk bertahan hidup. Kami bersimpati dengan keluarga mereka,” imbuhnya.

Menurut Badan Pembangunan Internasional Ontario (OIDA), pada 25 Agustus 2017, Myanmar melancarkan operasi militer besar-besaran terhadap minoritas etnis Muslim. Akibatnya, hampir 24.000 warga sipil tewas serta 750.000 penduduk lainnya  terpaksa melarikan diri ke Bangladesh.

 

Kondisi Pengungsi Rohingya Memprihatinkan

Kini, lebih dari 900.000 Muslim Rohingya tinggal di wilayah Cox’s Bazar, Bangladesh. Sebanyak 700.000 diantaranya berasal dari gelombang pengungsi yang melarikan diri dari kekerasan brutal militer pada 25 Agustus 2017 lalu.

Direktur Dokter Lintas Batas (Medecins Sans Frontiere) Bangladesh, Pavlo Kolovos memaparkan bahwa para pengungsi tinggal di tempat penampungan kecil yang terbuat dari bambu dan terpal plastik. “Banyak daerah di kamp-kamp sangat padat sehingga tidak mungkin ambulans untuk berpindah dari satu rumah ke rumah lainnya,” ujar Pavlo, dikutip dari ROL.

Pavlo Kovolos mengatakan kondisi hidup memprihatinkan pun menimbulkan berbagai macam masalah kesehatan bagi Rohingya. Diantaranya beberapa masalah seperti diare, penyakit kulit, dan infeksi saluran pernafasan.

“Tidak dapat dipungkiri, diare berair tetap menjadi salah satu masalah kesehatan terbesar yang kita lihat di kamp,” pungkasnya.

Pavlo menuturkan, kebanyakan pengungsi tidak memiliki akses yang cukup ke infrastruktur air dan sanitasi yang baik. Jamban yang dibangun sejak awal dalam tanggap darurat telah meluap. Selain itu banyak jamban telah rusak. Pengungsi juga tidak memiliki infrastruktur untuk memenuhi kebutuhan dasarnya. Hal itu dinilai sangat mempengaruhi kualitas hidup yang dijalankan pengungsi.

“Kebutuhan paling mendesak di kamp saat ini adalah untuk mengatasi kondisi hidup, untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman dan sehat bagi orang-orang yang tinggal di sana,” tuturnya.

Direktur MSF Bangladesh itu pun mengatakan pengungsi Rohinya membutuhkan solusi jangka panjang terkait masalah yang mereka alami di kamp pengungsian.

Solusi jangka panjang diperlukan karena keberadaan ratusan ribu Rohingya di Bangladesh. Bahkan, mereka belum memperoleh kepastian terkait pemulangan kembalinya ke Myanmar.

Pavlo menyebut sebagian besar pengungsi khawatir tentang kondisi masa depan tidak pasti yang mereka hadapi. Seorang pengungsi yang ditemui MSF menggambarkan kondisi keluarganya di kamp.

“Ketika hujan turun kami duduk bersama, semua anggota keluarga kami, (menahan rumah) sehingga rumah tidak akan roboh. Di malam hari sangat gelap di sini, kami tidak memiliki lampu,” ujar seorang pengungsi.

Pengungsi lain mengaku kehilangan kekuatan dan kemampuan untuk bekerja.

“Saya selalu memiliki begitu banyak kekhawatiran, kekhawatiran tentang masa depan. Saya berpikir tentang makanan, pakaian, kedamaian, dan penderitaan kita. Jika saya tinggal di tempat ini selama 10 tahun atau bahkan selama satu bulan, saya harus mengalami rasa sakit ini,” kata Abu Ahmad, seorang ayah dari delapan anak Rohingya.

Pavlo Kolovos berharap pihak berwenang segera menyerukan solusi jangka panjang untuk mengatasi kemiskinan yang dialami pengungsi. Selain itu, masalah Rohingya juga harus dibahas secara internasional agar penderitaan mereka berakhir.

Berdasarkan data MSF, 55 persen pengungsi adalah anak-anak dan sekitar 53 persen orang dewasa adalah wanita. Selama setahun terakhir, lebih dari 1.300 wanita telah melahirkan bayi mereka di fasilitas kesehatan MSF. Jumlah itu diperkirakan lebih tinggi karena banyak wanita tidak melahirkan bayi mereka di fasilitas kesehatan.

MSF juga memberikan perawatan medis dan psikososial bagi perempuan dewasa dan anak perempuan yang mengalami kekerasan seksual di Myanmar.

“Para korban kekerasan seksual terus mengunjungi fasilitas kesehatan MSF hari ini. Ini termasuk orang-orang yang pernah mengalami kekerasan seksual dalam situasi mereka saat ini yang tinggal di kamp-kamp,” tandasnya.[IZ]

 

 

 

 

 

Tags: Dua Wartawan Reuters ditahan di MyanmarheadlinesPembantaian Rohingya di Inn DinPengungsi Rohingya
ShareTweetSend
Previous Post

2.357 PNS Koruptor Diblokir BKN, KPK Desak Mereka Segera Diberhentikan

Next Post

Akibat Tembakan Rudal Balistik Houthi ke Najran Saudi, 26 Korban Luka-Luka

Next Post
Akibat Tembakan Rudal Balistik Houthi ke Najran Saudi, 26 Korban Luka-Luka

Akibat Tembakan Rudal Balistik Houthi ke Najran Saudi, 26 Korban Luka-Luka

Krisis Suriah, Turki-Jerman : Serangan Rusia di Idlib Berbahaya dan Berisiko Serius

Krisis Suriah, Turki-Jerman : Serangan Rusia di Idlib Berbahaya dan Berisiko Serius

Gara-Gara Negara Defisit, Pemerintah Jokowi kaji Tunda Proyek Strategis Nasional

Gara-Gara Negara Defisit, Pemerintah Jokowi kaji Tunda Proyek Strategis Nasional

  • Latest
  • Popular
Pengumuman Nomor Kontak Baru Redaksi Panjimas.com

Pengumuman Nomor Kontak Baru Redaksi Panjimas.com

8 Mar 2024
Sinead O’Connor Bangga Menjadi Muslim

Sinead O’Connor Bangga Menjadi Muslim

18 Mar 2024
Jambore Ukhuwah FORMAQIN 2025, Santri Siap Mengusung Kemenangan

Jambore Ukhuwah FORMAQIN 2025, Santri Siap Mengusung Kemenangan

20 Nov 2025
Setelah Datangi Jokowi, Abu Bakar Ba’asyir Sambangi DPR

Setelah Datangi Jokowi, Abu Bakar Ba’asyir Sambangi DPR

31 Oct 2025
Parade Berkisah Warnai Semarak Hari Santri di Ponpes Mutiara Qur’an Putri Pracimantoro

Parade Berkisah Warnai Semarak Hari Santri di Ponpes Mutiara Qur’an Putri Pracimantoro

27 Oct 2025
Dewan Syariah Kota Surakarta Sayangkan Pembangunan Bukit Doa Hollyland Tidak Sesuai Izin dan Prosedur

Dewan Syariah Kota Surakarta Desak TRANS7 Minta Maaf, Terkait Konten Merendahkan Kiai dan Pesantren

16 Oct 2025
Masjid Kampus Islam: Antara Prioritas dan Efisiensi Anggaran

Masjid Kampus Islam: Antara Prioritas dan Efisiensi Anggaran

13 Oct 2025
130 Pendaki Wujudkan Solidaritas untuk Palestina di Gunung Andong

130 Pendaki Wujudkan Solidaritas untuk Palestina di Gunung Andong

12 Oct 2025
Matahari di Puncak Langit Surakarta: Menguji Akurasi Waktu dengan Jam Matahari Kuno

Matahari di Puncak Langit Surakarta: Menguji Akurasi Waktu dengan Jam Matahari Kuno

11 Oct 2025
2 Wartawan Reuters Divonis 7 Tahun Penjara, Pengungsi Rohingya : “Bebaskan Mereka!”

2 Wartawan Reuters Divonis 7 Tahun Penjara, Pengungsi Rohingya : “Bebaskan Mereka!”

50 Ciri Gangguan Jin

50 Ciri Gangguan Jin

Dewan Syariah Kota Surakarta Sayangkan Pembangunan Bukit Doa Hollyland Tidak Sesuai Izin dan Prosedur

Dewan Syariah Kota Surakarta Sayangkan Pembangunan Bukit Doa Hollyland Tidak Sesuai Izin dan Prosedur

Protes Umat Islam Didengar, Bupati Karanganyar Hentikan Sementara Proyek Miniatur Yerusalem Hollyland di Pinggiran Solo

Protes Umat Islam Didengar, Bupati Karanganyar Hentikan Sementara Proyek Miniatur Yerusalem Hollyland di Pinggiran Solo

Hubungan Suami Istri Disunnahkan pada Malam Jum’at?

Hubungan Suami Istri Disunnahkan pada Malam Jum’at?

Benarkah 2 Juta Muslim Murtad Tiap Tahun?

Benarkah 2 Juta Muslim Murtad Tiap Tahun?

Proyek Bangunan Kristen Super Megah Holly Land di Solo

Proyek Bangunan Kristen Super Megah Holly Land di Solo

  • About Us
  • Contact
  • Disclaimer
  • Copyright
  • Donation
  • Pedoman Media Siber

Seluruh materi baik artikel, berita, foto, video maupun logo dalam situs Panjimas.com bebas copy untuk keperluan dakwah dan referensi non-komersial, dengan mencantumkan sumbernya (Panjimas.com).Anda bisa turut berdakwah dengan mengirimkan informasi, berita, artikel dan opini untuk dipublikasikan non komersial.

Email: [email protected] | Telp/SMS: 0812 60000 560

Copyright © 2026 — Panjimas. All Rights Reserved.

No Result
View All Result
  • NEWS
    • Nasional
    • Internasional
  • ISLAMIA
    • Aqidah
    • Kuliah Akhlaq
    • Doa & Zikir
    • Fiqih
    • Khutbah
    • Sirah Nabi
    • Thibbun Nabawi
  • INSPIRASI
    • Salafus Shalih
    • Tokoh
    • Muallaf
    • Miracle
      • Mukjizat Qur’an
      • Keajaiban Sunnah
      • Karomah Syuhada
  • NAHIMUNKAR
    • Aliran Sesat & TBC
    • Kristenisasi & Pemurtadan
    • SEPILIS
    • Konspirasi
  • PARENTING
    • Muslimah
    • Remaja
  • Citizens
    • Opini
    • Suara Pembaca
    • Silaturrahim
    • Agenda Umat
  • PANJIMART
    • Properti
    • Produk Digital
    • Rupa-Rupa
    • Resensi Buku
  • GALERI
    • Photo
    • Video
  • SOLIDARITAS
    • Panjimas Care
    • Filantropi

Copyright © 2019
Panjimas. All Rights Reserved.