JAKARTA (Panjimas.com)–Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah resmi menjalin kerja sama strategis dengan Monash University Australia melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) yang berlangsung di Kantor PP Muhammadiyah, Jakarta, Rabu (10/6).
Kerja sama ini merupakan langkah Muhammadiyah dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia, khususnya di lingkungan Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA), sekaligus memperluas jejaring akademik internasional guna menghadapi tantangan global yang semakin kompleks.
Ketua Umum PP Muhammadiyah, , menegaskan bahwa kemajuan sebuah institusi harus disertai dengan semangat untuk terus belajar dan membuka diri terhadap berbagai pengalaman serta praktik terbaik dari pihak lain.
“Kita harus terus mau belajar, biarpun kita sudah merasa maju. Ciri orang maju adalah mau belajar dari orang lain dan tidak malu untuk belajar,” ujar Haedar melalui Facebook pribadinya.
Menurutnya, kemajuan suatu lembaga tidak hanya ditentukan oleh capaian yang telah diraih, tetapi juga oleh kemampuan membangun kolaborasi dan mengadopsi berbagai inovasi yang berkembang di tingkat global.
Haedar menyebut Muhammadiyah memiliki modal besar untuk berkontribusi dalam pembangunan bangsa melalui sektor pendidikan tinggi. Saat ini Muhammadiyah memiliki 164 perguruan tinggi yang didukung sekitar 20 ribu dosen dan hampir 700 ribu mahasiswa yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
“Dengan kekuatan yang dimiliki tersebut, Muhammadiyah memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu kekuatan strategis dalam pembangunan bangsa melalui pengembangan ilmu pengetahuan, riset, dan inovasi,” katanya.
Melalui kerja sama dengan Monash University, Muhammadiyah berharap dapat meningkatkan kapasitas akademik, memperluas kolaborasi riset internasional, serta memperkuat daya saing lulusan PTMA di tingkat global.*















