• About Us
  • Archives
  • Blog
  • Contact
  • Copyright
  • Disclaimer
  • Donation
  • Full Width Page
  • Home
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
No Result
View All Result
Panjimas
Advertisement
  • NEWS
    • Nasional
    • Internasional
  • ISLAMIA
    • Aqidah
    • Kuliah Akhlaq
    • Doa & Zikir
    • Fiqih
    • Khutbah
    • Sirah Nabi
    • Thibbun Nabawi
  • INSPIRASI
    • Salafus Shalih
    • Tokoh
    • Muallaf
    • Miracle
      • Mukjizat Qur’an
      • Keajaiban Sunnah
      • Karomah Syuhada
  • NAHIMUNKAR
    • Aliran Sesat & TBC
    • Kristenisasi & Pemurtadan
    • SEPILIS
    • Konspirasi
  • PARENTING
    • Muslimah
    • Remaja
  • Citizens
    • Opini
    • Suara Pembaca
    • Silaturrahim
    • Agenda Umat
  • PANJIMART
    • Properti
    • Produk Digital
    • Rupa-Rupa
    • Resensi Buku
  • GALERI
    • Photo
    • Video
  • SOLIDARITAS
    • Panjimas Care
    • Filantropi
  • NEWS
    • Nasional
    • Internasional
  • ISLAMIA
    • Aqidah
    • Kuliah Akhlaq
    • Doa & Zikir
    • Fiqih
    • Khutbah
    • Sirah Nabi
    • Thibbun Nabawi
  • INSPIRASI
    • Salafus Shalih
    • Tokoh
    • Muallaf
    • Miracle
      • Mukjizat Qur’an
      • Keajaiban Sunnah
      • Karomah Syuhada
  • NAHIMUNKAR
    • Aliran Sesat & TBC
    • Kristenisasi & Pemurtadan
    • SEPILIS
    • Konspirasi
  • PARENTING
    • Muslimah
    • Remaja
  • Citizens
    • Opini
    • Suara Pembaca
    • Silaturrahim
    • Agenda Umat
  • PANJIMART
    • Properti
    • Produk Digital
    • Rupa-Rupa
    • Resensi Buku
  • GALERI
    • Photo
    • Video
  • SOLIDARITAS
    • Panjimas Care
    • Filantropi
No Result
View All Result
Panjimas
No Result
View All Result
Home NEWS Internasional

Kisah Perempuan Rohingya, “Diperkosa Berkali-kali dan Dipukuli Tentara Myanmar”

30 Jun 2018
in Internasional, Muslimah
Reading Time: 2 mins read
A A
Menlu Kanada: Pemerintah Myanmar Bertanggung Jawab Atas Pembersihan Etnis Rohingya
0
SHARES
46
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

COX BAZAR, (Panjimas.com) — Sejak 25 Agustus 2017 lalu, lebih dari 750.000 pengungsi Rohingya, sebagian besar anak-anak dan perempuan, telah melarikan diri dari Myanmar dan menyeberang ke Bangladesh setelah pasukan Myanmar melancarkan tindakan keras terhadap komunitas minoritas Muslim, demikian menurut Amnesty International.

Diantara laporan tersebut muncul informasi tentang penyerangan seksual yang dilakukan militer Myanmar.

Badan kemanusiaan pun memperingatkan jumlah bayi tidak diinginkan -akibat serangan seksual- yang akan ditawarkan untuk diadopsi dapat menjadi ratusan atau bahkan ribuan bayi.

Berikut merupakan salah satu kisah perempuan Rohingya yang mengaku menjadi korban perkosaan tentara Myanmar.

“Para tentara menangkap saya sebelum saya dapat melarikan diri. Mereka memperkosa saya,” ujar seorang perempuan yang baru berumur 17 tahun, dilansir dari laporan BBC.

Perempuan itu menceritakan bahwa dirinya disekap selama berhari-hari dan berulang kali diperkosa, bahkan ia dipukuli oleh militer Myanmar.

“Malam itu saya diperkosa kembali. Mereka melakukan lagi besok paginya dan sore hari. Mereka membiarkan saya terikat di sana. Jika saya melihat tentara, saya membungkuk dan menyembunyikan diri”, ungkapnya.

“Saya duduk disana dan menangis. Sekelompok orang Rohingya menyelamatkan saya. Mereka membawa saya melintasi perbatasan, ke Bangladesh,” imbuhnya.

“Jika menatap bayi saya, yang rasakan adalah cinta,” jelas ibu Rohingya yang sekarang mengungsi ke Bangladesh.

Di Bangladesh, perempuan ini akhirnya hamil. Dan sekarang anak perempuannya sudah berusia satu pekan. Akan tetapi, Ibunya pun belum memberikan nama kepadanya.

“Melakukan aborsi adalah sebuah dosa, demikian juga membiarkannya diadopsi. Mereka yang berdosa. Saya tidak melakukan kesalahan. Saya melahirkan bayi saya”, ungkapnya.

Kakek neneknya adalah anggota keluarganya yang tersisa. Sementara orang tuanya hilang, yang berarti kemungkinan besar telah meninggal dunia.

Kakeknya mengatakan bahwa cucunya tidak mau keluar menemui orang-orang lain, dikutip dari BBC.

“Dia bersembunyi di dalam rumah dan kami tidak memberitahukannya kepada siapa pun. Tidak seorangpun melihat dia. Saya mengatakan kepadanya untuk memberikan bayi ke orang lain, tetapi dia mengatakan tidak. Dia mengatakan bayi ini akan hidup sesuai dengan kehendak Allah,” jelas kakeknya.

Ribuan orang Rohingya mengatakan diri mereka diserang secara seksual. Tetapi tetap sulit untuk memastikan pernyataan sejumlah perempuan ini. Berbagai tuduhan tersebut selalu disangkal oleh tentara Myanmar.

Berbagai badan kemanusiaan telah bersiap-siap menangani bayi-bayi yang tidak diinginkan dan kemungkinan ditelantarkan keluarganya.

Sampai sejauh jumlah bayi yang mengalami nasib seperti ini masihlah kecil tetapi organisasi amal Save the Children misalnya mengkhawatirkan stigma masyarakat terhadap anak-anak ini.

“Kekhawatiran kami adalah bahwa anak-anak ini akan besar dengan stigma. Kami menyadari anak manapun yang dilahirkan saat ini akan berisiko distigmakan. Jadi kami bekerja keras untuk menciptakan sistem pendukung pengaman bagi anak-anak ini agar mereka dapat tumbuh dengan baik,” pungkas Daphnee Cook dari Save The Children .

Tetapi yang jelas bagi para korban perkosaan, seperti perempuan belasan tahun dengan anaknya yang baru berumur beberapa minggu ini, hanyalah perasaan cinta yang dirasakan.

“Bagaimana mereka bisa melakukan hal seperti ini kepada saya? Jika ini tidak terjadi, saya kemungkinan sudah menikah dan hidup normal. Saat menatap bayi saya, yang rasakan adalah cinta,” jelas ibu Rohingya berusia belasan tahun yang merupakan korban pemerkosaan ini.[IZ]

 

 

Tags: Bayi RohingyaheadlinesIbu Rohingyamuslim RohingyaPemerkosaan Perempuan RohingyaPerempuan RohingyaSave The Children
ShareTweetSend
Previous Post

Karikaturis Om Pasikom G.M. Sudarta Hembuskan Nafas Terakhir

Next Post

PBB : 50.000 Warga di Suriah Barat Kehilangan Rumah

Next Post
Utusan Khusus PBB Untuk Suriah Akan Hadiri Perundingan Sochi di Rusia

PBB : 50.000 Warga di Suriah Barat Kehilangan Rumah

Bersedekahlah kepada Orang yang Meminta dan Tidak Meminta

Bersedekahlah kepada Orang yang Meminta dan Tidak Meminta

Selama 14 Pekan Berturut-turut Aksi Protes Gaza Digelar, “Hingga Blokade Dicabut”

Selama 14 Pekan Berturut-turut Aksi Protes Gaza Digelar, “Hingga Blokade Dicabut”

  • Latest
  • Popular
Pengumuman Nomor Kontak Baru Redaksi Panjimas.com

Pengumuman Nomor Kontak Baru Redaksi Panjimas.com

8 Mar 2024
Sinead O’Connor Bangga Menjadi Muslim

Sinead O’Connor Bangga Menjadi Muslim

18 Mar 2024
Jambore Ukhuwah FORMAQIN 2025, Santri Siap Mengusung Kemenangan

Jambore Ukhuwah FORMAQIN 2025, Santri Siap Mengusung Kemenangan

20 Nov 2025
Setelah Datangi Jokowi, Abu Bakar Ba’asyir Sambangi DPR

Setelah Datangi Jokowi, Abu Bakar Ba’asyir Sambangi DPR

31 Oct 2025
Parade Berkisah Warnai Semarak Hari Santri di Ponpes Mutiara Qur’an Putri Pracimantoro

Parade Berkisah Warnai Semarak Hari Santri di Ponpes Mutiara Qur’an Putri Pracimantoro

27 Oct 2025
Dewan Syariah Kota Surakarta Sayangkan Pembangunan Bukit Doa Hollyland Tidak Sesuai Izin dan Prosedur

Dewan Syariah Kota Surakarta Desak TRANS7 Minta Maaf, Terkait Konten Merendahkan Kiai dan Pesantren

16 Oct 2025
Masjid Kampus Islam: Antara Prioritas dan Efisiensi Anggaran

Masjid Kampus Islam: Antara Prioritas dan Efisiensi Anggaran

13 Oct 2025
130 Pendaki Wujudkan Solidaritas untuk Palestina di Gunung Andong

130 Pendaki Wujudkan Solidaritas untuk Palestina di Gunung Andong

12 Oct 2025
Matahari di Puncak Langit Surakarta: Menguji Akurasi Waktu dengan Jam Matahari Kuno

Matahari di Puncak Langit Surakarta: Menguji Akurasi Waktu dengan Jam Matahari Kuno

11 Oct 2025
Menlu Kanada: Pemerintah Myanmar Bertanggung Jawab Atas Pembersihan Etnis Rohingya

Kisah Perempuan Rohingya, “Diperkosa Berkali-kali dan Dipukuli Tentara Myanmar”

50 Ciri Gangguan Jin

50 Ciri Gangguan Jin

Dewan Syariah Kota Surakarta Sayangkan Pembangunan Bukit Doa Hollyland Tidak Sesuai Izin dan Prosedur

Dewan Syariah Kota Surakarta Sayangkan Pembangunan Bukit Doa Hollyland Tidak Sesuai Izin dan Prosedur

Benarkah 2 Juta Muslim Murtad Tiap Tahun?

Benarkah 2 Juta Muslim Murtad Tiap Tahun?

Protes Umat Islam Didengar, Bupati Karanganyar Hentikan Sementara Proyek Miniatur Yerusalem Hollyland di Pinggiran Solo

Protes Umat Islam Didengar, Bupati Karanganyar Hentikan Sementara Proyek Miniatur Yerusalem Hollyland di Pinggiran Solo

Hubungan Suami Istri Disunnahkan pada Malam Jum’at?

Hubungan Suami Istri Disunnahkan pada Malam Jum’at?

Proyek Bangunan Kristen Super Megah Holly Land di Solo

Proyek Bangunan Kristen Super Megah Holly Land di Solo

  • About Us
  • Contact
  • Disclaimer
  • Copyright
  • Donation
  • Pedoman Media Siber

Seluruh materi baik artikel, berita, foto, video maupun logo dalam situs Panjimas.com bebas copy untuk keperluan dakwah dan referensi non-komersial, dengan mencantumkan sumbernya (Panjimas.com).Anda bisa turut berdakwah dengan mengirimkan informasi, berita, artikel dan opini untuk dipublikasikan non komersial.

Email: [email protected] | Telp/SMS: 0812 60000 560

Copyright © 2026 — Panjimas. All Rights Reserved.

No Result
View All Result
  • NEWS
    • Nasional
    • Internasional
  • ISLAMIA
    • Aqidah
    • Kuliah Akhlaq
    • Doa & Zikir
    • Fiqih
    • Khutbah
    • Sirah Nabi
    • Thibbun Nabawi
  • INSPIRASI
    • Salafus Shalih
    • Tokoh
    • Muallaf
    • Miracle
      • Mukjizat Qur’an
      • Keajaiban Sunnah
      • Karomah Syuhada
  • NAHIMUNKAR
    • Aliran Sesat & TBC
    • Kristenisasi & Pemurtadan
    • SEPILIS
    • Konspirasi
  • PARENTING
    • Muslimah
    • Remaja
  • Citizens
    • Opini
    • Suara Pembaca
    • Silaturrahim
    • Agenda Umat
  • PANJIMART
    • Properti
    • Produk Digital
    • Rupa-Rupa
    • Resensi Buku
  • GALERI
    • Photo
    • Video
  • SOLIDARITAS
    • Panjimas Care
    • Filantropi

Copyright © 2019
Panjimas. All Rights Reserved.